Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 38


__ADS_3

"Bos 1 jam lagi miteeng lagi bos." Ucapnya mengingatkan.


"Ya.' Jawabnya.


Aku pun langsung duduk di sofa dan membaca alquran, sementara mas Aldo duduk di meja kerjanya. Sesekali mencuri pandang aku dan memeriksa dokumen lagi. Setelah selesai barulah mas Aldo mendekati aku.


..."Ay tunggu di sini ya, aku mau miteeng sebentar dengan mereka." Ucapnya....


"Iya mas." Ucapku.


Rupanya miteeng dengan karyawan di majukan, sama bos. Ucap Boni dalam hati.


*Tak lama mereka semua sudah berkumpul di ruang miteeng. Banyak yang kecewa, mengingat belum mempersiapkan dan mengecek kembali data-data yang terkumpul dalam 3 bulan ini.


Sementara mas Aldo tersenyum detil, melihat raut wajah mereka menjadi berubah. Ya sebelum mengadakan miteeng, mas Aldo merasa ada yang enggak sesuai dengan laporan keuangan kantor. Akhirnya setelah di telusuri, dan ada bukti barulah mas Aldo mengadakan miteeng*.


"Assalamualaikum semuanya." Ucapnya.


"Waalaikumsalam bos." Jawab mereka.


"Sebelumnya saya ingin minta maaf, karena harus melakukan miteeng mendadak. Karena ada kejanggalan di bagian keuangan." Ucapnya.


Deg...


Sial darimana dia tahu, padahal sudah jelas-jelas aku main cantik. Umpat pria yang bekerja di perusahaan suamiku.


"Bisa dijelaskan pak Felix Armandono ?" Tanya suamiku.


"Ehem.. i-itu terjadi kesalahan bos, maaf." Ucapnya.


*Mas Aldo menggelengkan kepala seraya tertawa, tak habis fikir dengan Felix. Yang dulu jujur, kini malah berdusta padahal sudah 3 bulan ini dia dengan sengaja berbuat curang. Hingga buat mas Aldo terancam kerugian puluhan juta.


Beruntung mas Aldo memiliki tabungan untuk kantor. Jadi dia masih bisa bersyukur bisa menggaji karyawan yang lain. Namun tetap, dia harus putar o*ak untuk mengembalikan tabungan yang terpakai*.


"Anda tahu kan, disini kalau ada yang tidak jujur ada konsekuensi yang wajib diterima." Ucapnya.


"Ta - tahu bos." Ucapnya terbata.


"Jadi kembalikan uang itu atau kau- Ucap mas Aldo terhenti karena susah di jawab sama Felix.


"Saya ganti bos, saya enggak mau kehilangan kerja." Ucapnya tegas.


"Oiya dengan cara apa kamu mengembalikannya ?" Tanya suamiku.


"Dengan cara apapapun bos." Ucapnya.


"Ok saya tunggu sampai 3 hari, kalau belum ada persiapkan men*almu." Ucapnya.


"Ok untuk kalian semua yang ada di sini, ini peringatan awal dan terakhir bagi yang berani berbohong di dalam perusahaan saya. Maka siap-siap kehilangan pekerjaan dan malu. Sementara cukup sampai disini akhir kata dari saya. Wassalamuallaikum." Ucapnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Ucap mereka semua.


Disini Felix tampak tertunduk dengan wajah menahan amarah, namun hati kecilnya membenarkan dia salah dan pantas mendapatkan hukuman. Sesuai tanda tangan kesepakatan kontrak kerja 9 tahun yang lalu.


Sial -sial darimana aku dapatkan uang sekian juta dalam waktu 3 hari ? Umpatnya kesal.


**Sambil berfikir, dia memainkan ponselnya memilih kontak siapa yang biasa dia saat ini.


Berbeda dengan Felix, di sini di ruangan suamiku. Kami berdua baru selesai ibadah dan mengaji bersama. Lalu membuka bungkusan makanan yang sudah aku pesan tadi, lewat aplikasi online.


Tak berselang lama, kami selesai makan. Tak lupa juga mas Aldo menyiapkan susu untukku dan vitaminku. Maklum terkadang aku lupa meminumnya.


Setelah semua sudah selesai, barulah aku menyandarkan tubuhku di kursi dan tak berselang lama tertidur**.


Melihatku tertidur, mas Aldo tersenyum dan langsung membawaku masuk ke kamar pribadinya. Tak lupa juga memberiku selimut. Akhirnya ay, ALLAH menyatukan hati kita lagi. Dulu saat mendengarmu sudah menikah, aku pernah berkata aku akan tunggu jandamu. Dan saat mendengarmu resmi janda aku langsung diberi tahu mbak Devi. Kini kamu sudah menjadi istriku. Ucapnya seraya meng*cup keningku.


*Selesai itu, mas Aldo langsung keluar dengan perlahan. Takut aku terbangun. Ternyata di luar sudah ada Felix dan Boni di ruangannya.


Mas Aldo mengernyitkan keningnya seraya memberi kode pada Boni. Boni yang sudah tahu kode dari bos, ia langsung menjelaskan*.


"Begini bos, Felix tadi ke ruangan saya. Meminta keringanan kalau di bayarnya dengan mencicil gimana bos ?" Tanyanya.


"Maaf tidak bisa." Ucap suamiku dengan tegas.


...*Mendengar itu Felix terdiam lalu pamit keluar. Diikuti dengan Boni, karena sudah tidak ada keperluan lagi di sana. ...


Setelah kepergian mereka, mas Aldo lalu membuka laptopnya dan menandatangani berkas yang kemarin belum jadi dia tanda tangani.


Karena aku tak kunjung bangun juga, akhirnya dia tulis di kertas lalu menaruhnya di nakas.


Aku pergi dulu ay. Jangan pulang kalau aku belum datang. Tulisnya. Lalu ia melangkah pergi.


^^^*Sesampai di parkiran, mereka langsung pergi. Dan tak berselang lama acara pun dimulai. Pembukaan cabang kini telah di buka, dan Boni pun membuka lowongan kerja di sana. ^^^


Setelah selesai acara. Mas Aldo langsung kembali lagi ke kantor pusat. Sesampai di sana, dia langsung duduk di ruangannya.


Dia melanjutkan kerja lagi dan tepat jam 5 sore, dia menyudahinya. Lalu masuk ke kamar pribadinya. Senyum pun terbit di bib*rnya*, masih tidur rupanya. Hmm...banyak tidur ya kamu. Ucapnya seraya men*ium keningku.


*Mas Aldo pun langsung membopongku dan membawaku pulang. Sesampai di parkiran mas Aldo langsung melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.


Setengah jam sesampai di rumah, dia lalu membawaku di kamar mandi. Dan selesai mandi, dia memakaikanku baju.


Tak berselang lama mas Aldo keluar kamar, dan mencari anak-anak*.


"Assalamualaikum anak-anak ayah." Ucapnya.


Mendengar itu mereka langsung menatap sang Ayah dan lalu memeluknya.


"Ayah baru pulang ?" Tanya mereka.

__ADS_1


"Iya sayang." Ucap suamiku.


"Terus ibu kemana yah ?" Tanya mereka lagi.


"Ibu tertidur sayang." Ucapnya.


*Setelah obrolan itu, mas Aldo pamit ke luar dulu. Mereka pun mengizinkan. Setelah keluar, nampak gawainya bergetar. Menandakan ada pesan masuk di sana.


Mas Aldo pun langsung membuka isi pesan itu*.


"***Bos dimana ?" Tanya Boni.


"Aku sudah pulang, kenapa ?" Ucap dan Tanyanya.


"Bos lupa ya, ini kan ada pertemuan dengan Dion." Ucapnya.


"Owh maaf, aku lupa memberi tahukanmu. acaranya di undur, katanya Dion sedang ada kendala. Ucapnya.


"Ok bos." Jawab Boni***.


Setelah menyudahi membalas pesan, mas Aldo terdiam di teras. Seraya menatap langit yang nampak mendung.


Tuhan, di sisa umurku sekarang, kuatkan aku dalam menjalani kehidupan ini. Ucapnya dalam hati.


Sementara aku juga masih enggan bangun juga hingga jam 10 malam, barulah aku terbangun.


Astagfirullah lama banget aku tertidur. Ucapku lalu melangkah ke kamar mandi.


Selesai itu aku berwudhu dan melaksanakan ibadah. Selesai itu, aku lalu keluar kamar, karena mas Aldo tidak ada di kamar. Aku mencarinya kesana kemari, namun tidak aku dapati dia.


Kemana dia ? Tanyaku dalam hati.


Karena tak menemui dia di seluruh ruangan rumah, aku lalu keluar dengan mengenakan hijabku. Seraya menghubungi nomernya.


Nomernya tidak aktif juga. Kemana dia ? Ucap dan Tanyaku penuh khawatir.


Tak ingin berburuk sangka, aku lalu telfon Boni.


("Halo assalamualaikum Bon." Ucapku.)


("Waalaikumsalam." Ucapnya. )


("Bon, mas Aldo ada dirumahmu enggak ?" Tanyaku. )


("Enggak ada non." Ucapnya jujur.)


("Ok ya sudah terima kasih." Ucapku.)


*Sambungan telepon langsung ku matikan. Menggenggam tanganku kuat.

__ADS_1


Aku lalu masuk ke dalam kamar*.


__ADS_2