Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 21


__ADS_3

"Sesampai di luar,aku lalu membuka kulkas. Namun sayang,tidak ada buah disana. Sekedar mengganjal perut,aku lalu menutup kulkas kembali. Dan memesan makanan online."


Sesampai di kamar dan memesan makanan,aku lantas pindah di sofa. Seraya mengelus perutku yang masih rata. Sabar ya sayang. Ucapku dalam hati.


Tak berselang lama,pesanan makananku sudah datang,aku lalu bergegas keluar. Tak lupa juga memberi sedekah sedikit untuk sang driver.


Selesai membayar,aku langsung masuk ke dalam rumah, namun saat kenop pintu ku buka,tiba-tiba tidak bisa.


Deg. .


"Lho kok enggak bisa ?" Tanyaku lirih. Rupanya tanpa ku tahu, Asih melihatku saat aku ke arah keluar rumah. Dan bergegas mengunci pintu,agar aku tidak bisa masuk.


Aku lalu mengetuk pintu dengan sedikit keras,namun nyatanya sia-sia. Beruntung gawaiku ada di genggamanku,kalau tidak, bisa masuk angin aku berada di sini sendiri.


Aku lalu menghubungi mas Aldo. Gawainya aktif,dan tak berselang lama mas Aldo mengangkatnya.


("Halo". Ucapnya paraw.)


("Halo mas,bisa tolong bukain kunci pintu rumah". Ucapku.)


Mendengar suaraku mas Aldo langsung beranjak dan membuka pintu.


"Astagfirullah sayang,sejak kapan kamu dikunci dari luar ?" Tanya mas Aldo.


"Sudah setengah jam mas." Ucapku seraya mengajaknya masuk.


"Ya ALLAH. Ucapnya seraya memelukku. Biar aku beri pelajaran dia." Ucapnya sesampai di kamar.


Aku yang mau makan,menghentikan suapanku lalu mendekati mas Aldo.


"Jangan mas,lebih baik di pindah di kantor saja mas." Ucapku.


"Bener juga kamu sayang, ya sudah besok aku bawa dia. Dan tuker tempat." Ucapnya.


Jujur aku tidak mau memecatnya,walau dia sudah berlaku tidak baik dengan kami. Namun aku sadar,mungkin ini karma untukku. Atas perbuatanku dulu.


Walau pahit,aku tetap bersyukur. Karena apa yang kita tanam,itu juga yang kita tuai. Selesai makan, aku lalu minum susu lagi.


Melihat makanan yang aku pesan masih sisa,mas Aldo langsung menghabiskannya. Beruntung aku tadi pesan 2 pack nasi goreng Magelang.


Dan jus buah yang buka 24 jam. Selesai makan,kami bercanda dulu dan ngobrol sejenak.


"Ta, terima kasih ya sudah mau menerima aku. Ucapnya. Ya mas sama-sama mas,aku juga terima kasih ya,karena kamu masih mau menerima aku. Padahal aku sangat tidak baik dan juga aku...ucapku terhenti, karena mas Aldo langsung mengarahkan telunjuknya di bibirku. Plis jangan ulangi lagi." Ucapnya.


Mendengar hal itu aku langsung memeluknya. Dan tepat itu juga alarm hp mas Aldo berbunyi. Dan di sana bukan suara kokok ayam atau apa, namun lagu mp3 ayang yang dinyanyikan Nabila.


Spontan aku menatapnya,dan melepas pelukannya. Melihatku demikian, mas Aldo langsung mengernyitkan keningnya dan bertanya.


"Kenapa Ta ?''

__ADS_1


Aku menghembuskan nafasku dengan kasar, dan aku lalu menjelaskan. "Tidak apa-apa mas,cuma aku takut saja,kalau kamu pas keluar kota lagi. Alrm kamu masih lagu itu." Ucapku seraya menunduk.


"Memang kenapa, kan aku tidur sendiri kalau kamu enggak enggak bisa ikut. Dan asisten dan juga sekretaris kantor, juga cowok." Ucapnya.


"Ta,kamu jangan paranoid,aku tidak akan pernah macam-macam walau banyak yang tebar pesona dan pamer p**a padaku. Insyaa ALLAH, ALLAH akan menjaga hati ini untukmu." Ucapnya panjang lebar.


"Aamiin ya ALLAH ya Rohman ya Rohim. " Ucapku tulus.


Ruangan nampak begitu hening,kami berada di fikiran masing-masing.


Saat tengah berfikir,mas Aldo lalu mengajakku keluar jalan-jalan bersama kedua anak-anaknya.


Kami pun keluar bersama,tidak lupa juga mereka mengunci kamar, takut bi Asih menyobek buku mereka lagi.


Tepat azan subuh,kami sholat berjamaah ke masjid. Lalu mengaji di sana. Selesai itu, kami lalu jalan-jalan di dekat-dekat masjid.


Kami pun saling bertukar fikiran seraya jalan-jalan bersama anak-anak. Dan belum sempat belok, tiba-tiba ada mobil yang melintas dengan cepat.


Kami lalu menyingkir dengan cepat, Beruntung kami selamat,karena mas Aldo langsung menarik tubuhku kami secara spontan.


"Sayang kalian tidak apa-apa ?" Tanya mas Aldo. Kami hanya menggelengkan kepala bersama. Namun tiba-tiba Ardi menyebut nama mamanya.


Spontan mas Aldo menenangkan Ardi. Dan aku bersama Icha hanya memandang wajah Ardi, yang tersimpan gurat kekecewaan yang mendalam kepada mamanya.


Mengetahui itu,Icha langsung mendekati Ardi,dan minta gendong. "Kak, gendong Icha capek dan pa***t Icha sakit." Ucapnya.


Mendengar hal itu, Ardi langsung jongkok dan Icha pun naik ke punggung Ardi.


"Maaf Ta, tadi buru-buru nyelametin kalian." Ucapnya. Aku hanya tersenyum dan membantu memapahnya.


Sesampai di rumah, Asih langsung berlari dan ingin membantu memapah mas Aldo. Namun mas Aldo mencegahnya, "Asih cepatlah mandi, karena suamiku mau membawamu ke kantor." Ucapku seraya berlalu.


Mendengar itu, Asih langsung bahagia, dan langsung bergegas mandi dan juga berhias secantik mungkin. Yes akhirnya luluh juga kamu mas. Ucap Asih dalam hati.


Sedangkan anak-anakku langsung bersiap ke sekolah,karena jam sudah menunjukkan jam 6.30 pagi. Mereka berdua masuk ke kamar kami,untuk pamit dan takzim.


Selesai itu,mereka keluar kembali dan diantar oleh Boni. Sedangkan aku di sini,membersihkan luka di kaki mas Aldo dengan alkohol. Setelah bersih dari tanah, Aku lalu memberinya betadine dan ku tutup lukanya dengan plester.


Tanpa ku tahu, mas Aldo memperhatikan aku dengan tatapan sendu.


"Alhamdulillah sudah selesai mas." Ucapku seraya menatap wajahnya.


"Dan untuk sementara, pakai sendal dulu ya mas. Takutnya kalau pake sepatu, luka kamu lama sembuhnya.'' Ucapku lagi.


"Iya sayang,lalu meminta kiss kepadaku. Aku pun langsung memberinya. Makasih." Ucapnya. Aku pun menganggukkan kepala seraya memeluknya.


Dengan langkahnya yang pin****, Mas Aldo segera mandi dan memakai kemeja putih dan celana hitam yang sudah aku siapkan. Sedangkan aku menyiapkan bekal untuk mas Aldo.


Selesai menyiapkan, aku langsung ke kamar lagi. Dan meletakkan tempat bekal itu di dalam tas mas Aldo.

__ADS_1


"Sudah siap berangkat ?" Tanyaku.


"Sudah sayang." Ucapnya seraya menarik tengkukku dan men**** b****ku sangat lama.


Terdengar suara Boni meminta maaf sudah mengganggu dan mengingatkan kepada atasannya, sebentar lagi ada kliennya yang datang.


Kami pun langsung melepasnya. Aku lalu meraih tangannya seraya takzim. Mas Aldo pun menutup pintu mobilnya.


Saat hendak akan menutup gerbang, terdengar mas Aldo memanggil. "Sayang,nanti siang aku pulang." Ucapnya. Aku hanya menganggukkan kepala lagi.


Mobil yang membawa 3 orang itu,kini sudah pergi. Aku lalu menutup dan mengunci gerbang. Lalu masuk ke dalam.


Sesampai di dalam, aku menggelengkan kepala seraya mengucapkan istighfar. Rumah masih dalam keadaan kotor,namun Asih sudah pergi.


Akhirnya aku langsung membersihkan semua rumah,dengan bersih. Baju setrika yang sudah menumpuk dan cucianku sama sekali tidak di cuci. Tak ingin berburuk sangka, aku lalu mencuci bajuku dan selesai mencuci aku lalu menyetrika.


Hingga tepat siang hari, mas Aldo pulang. Aku masih menyetrika baju kami bertiga. Sedangkan baju mas Aldo, sudah lebih dulu di setrika.


Aku yang tidak tahu mas Aldo datang,masih melanjutkan menyetrika. Tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi.


"Siapa ya,pikirku mulai tak tenang. Karena tadi Icha pamit ke rumah budhenya dulu. Aku lalu berjalan keluar,dan melihat seseorang di pagar."


"Ya, siapa ya ?" Tanyaku.


"Aku sayang." Ucapnya.


Aku pun lalu takzim dan menyusui mas Aldo masuk.


Sesampai di pintu rumah, mas Aldo berhenti. Aku yang tiba-tiba merasa pusing,tidak sadar mas Aldo masih berdiri di sana.


Brukk


Aku menabrak tubuhnya dan langsung pingsan. Melihat itu, mas Aldo langsung membopongku lalu menidurkan aku di tempat tidur. Setelah itu mas Aldo menggosok hidungku dengan minyak kayu putih.


Aku pun mulai sadar,dan memegang keningku yang masih pusing. Mas Aldo langsung mendekat,dan memelukku dengan erat.


"Ta,bukannya sudah aku katakan, jangan di bersihkan. Namun kamu ucapnya terhenti karena aku langsung memberi tahunya."


"Mas,gimana aku bisa melihat rumah suamiku kaya kapal pecah, kita punya pembantu, namun bajuku dan anak-anak tidak di cuci. Dan setrikaan juga numpuk banyak." Ucapku seraya menahan tangis.


"Jadi selama ini Asih hanya mencuci pakaianku saja." Ucapnya.


Aku hanya menganggukkan kepala.


Mas Aldo mengepalkan tangannya dan mengumpat dalam hati. Sedangkan aku langsung beranjak ke kamar mandi,memuntahkan isi dalam perutku.


Mas Aldo langsung mengejarku dan langsung memijit tengkukku.


"Sayang,makan ke luar yuk." Ucap mas Aldo. Yang sudah tahu,aku sedari tadi belum makan.

__ADS_1


Aku menolak halus,


__ADS_2