
Setelah mengucapkan itu, mas Aldo melajukan mobilnya lagi dan masih melirik aku. Tak berselang lama, kami pun sampai di tempat tujuan.
...Rupanya mas Aldo mengajakku ke panti asuhan. Dan alhamdulillah banyak anak-anak yang senang, sesekali aku menggendong balita yang berumur 5 bulan. Berbadan gemuk,kulit kuning langsat dan berparas tampan. Ingin rasanya membawa dia pulang, namun aku urungkan karena dia masih dalam pengawasan dokter....
^^^Sementara mas Aldo yang kelihatan menghibur anak-anak, ternyata curi-curi pandang aku. Tanpa sengaja mata kami saling bertemu dan dia hanya tersenyum, sementara aku hanya menggelengkan kepala. Dan bersyukur dalam hati, karena dipercaya menjadi tulang rusuknya. Walau di awal pertemuan, aku membencinya, namun setelah 15 tahun kami bersama kembali. Anugerah terindah yang pernah aku miliki. Ucapku dalam hati.^^^
Setelah bermain dengan mereka, mas Aldo lalu mendekati aku dan berbisik.
"Sudah malam, yuk pulang." Ucapnya seraya menc**mku.
"Iya." Ucapku seraya beranjak melangkah menghampiri ibu panti.
"Ibu trima kasih sudah menerima kedatangan kami, kami izin pulang ya bu." Ucapku seraya memeluknya.
"Iya nak, saya juga terima kasih karena kalian sudah mau bertandang ke panti saya." Ucapnya seraya menangis.
Akhirnya aku pun juga ikut menangis dan tak lama mas Aldo mendekatiku lalu kami pun takzim. Dan pulang kembali ke rumah.
Saat di pertengahan jalan, mas Aldo tersenyum menatap wajahku yang kini sedang terlelap. Cantik dan setia. Ucapnya lirih.
Tak berselang lama kami sudah sampai di rumah, mas Aldo langsung membopongku dan membawaku masuk ke dalam. Sedangkan mbok Jumi, sudah tidur di kamar yang sudah kami sediakan. Tapi tidak 1 atap dengan kami.
Setibanya di kamar, mas Aldo membaringkan tubuhku dan tak lupa melepas sendalku. Lalu menyelimuti tubuhku. Selesai itu, mas Aldo lalu mengganti pakaian dan mencuci tangan dan kakinya. Kini dia ikut berbaring denganku.
^^^Ternyata bahagia kamu cukup sederhana ay, ku ajak ke panti dirimu sudah tertawa lepas dan bercanda dengan mereka. Kamu beda, jika wanita lain aku ajak kesana mereka selalu menolak, namun kamu berbeda. Itu yang membuatku makin bucin sama kamu ay. Ucapnya seraya membuka jilbabku pelan.^^^
Cup
Cup
Cup
Terima kasih sudah mau menerima aku jadi tulang punggungmu. Ucapnya seraya meng*cup pipiku.
Dan memelukku seraya memejamkan mata.
Tepat jam 1 kami terbangun, karena dari luar terdengar suara musik kencang banget. Hingga semua orang keluar rumah, karena terkejut.
"Heh, dasar tak punya adab dan akhlak. Malam-malam begini, malah nyalain musik kencang. Ini bukan milik kamu saja." Ucapnya keras.
"Hahahaha bodo." Ucapnya yang membuat kami semua geram.
Sementara kami langsung masuk ke kamar, dan berbaring. Saat alam memejamkan mata, suara musik itu dinyalakan lagi.
Ini namanya cinta pandangan pertama
Ingin rasanya ku dilamar dia
Cepat-cepat kau katakan ayah bunda
Semoga kita samawa.
Tiba-tiba langsung berhenti, kami yang di dalam kamar merasa lega. Musik itu sudah tidak ada lagi dan kini terasa hening kembali.
"Ck, ada-ada saja jam tidur malah nyalain musik keras banget." Ucapnya penuh kesal.
^^^Mendengar itu, aku lalu menggelengkan kepala seraya tersenyum. Memang benar sih, tidur belum lama dan terganggu itu paling menyebalkan. Aku hanya memandanginya dan mengelus dadanya.^^^
"Sabar by." Ucapku lembut.
"Hmm. Tidur-tidur, besok kerjaan menumpuk." Ucapnya seraya merebahkan tubuhnya dan terpejam.
^^^Aku yang sudah tidak tidur langsung ke kamar mandi untuk berwudhu. Lalu sholat malam, dan mengaji. Selesai mengaji, aku melihat masa Aldo masih terjaga dengan menatapku. Melihat ditatap demikian, aku lalu beranjak dan menghampirinya seraya mencium tangannya.^^^
"Belum tidur by ?" Tanyaku.
..."Belum ay." Ucapnya lalu memintaku melepas mukenaku. Aku pun hanya menurut,setelah selesai aku lalu ke tempat tidur lagi....
...Sesampai di tempat tidur, mas Aldo langsung menindih tubuhku. Dan menatapku lekat-lekat, aku yang ditatap demikian menjadi bertanya dalam hati. Ingin bertanya, namun aku urungkan. Aku lantas menyentuh wajahnya dengan kedua tanganku, dan tangannya langsung memegang tanganku. Lalu mendekatkan di bibirnya, dia mengec*p tanganku....
"Makasih ay." Ucapnya.
__ADS_1
"Iya by." Ucapku.
"Besok kamu temani kerja lagi ya." Ucapnya.
"Insyaa ALLAH." Ucapku seraya tersenyum.
..."Ay." Panggil suamiku....
"Hmm." Ucapku.
..."Aku minggu depan harus pergi." Ucapnya....
''Kemana lagi ?" Tanyaku.
..."Ke Palembang." Ucapnya....
Mendengar hal itu, aku menghembuskan nafasku pelan dan melerai genggaman tangannya. Dan pindah posisi. Mas Aldo tersenyum dengan tanggapanku, yang sudah nampak bahwa aku tak ingin ditinggal.
..."Kenapa enggak Boni saja yang kesana, kenapa mesti kamu. Apa tidak bisa diwakilkan lagi ?" Tanyaku menahan gejolak....
"Iya sayang, tidak bisa diwakilkan. Jadi harus aku sendiri yang kesana." Ucapnya.
..."Bulan kemarin ditinggal, minggu depan sudah di tinggal lagi, terasa kesepian lagi." Ucapku....
"Sabar ay, habis dari sana kita bisa bersama lagi." Ucapnya seraya meminta maaf.
"Aku takut, dia datang lagi. Persis saat kamu tidak ada di dekatku. Aku takut, kamu lebih percaya kepadanya di bandingkan dengan aku." Ucapku jujur.
..."Shht, selama aku di luar, kamu akan di jaga pengawal aku dari jarak jauh, dan dijaga kak Devi." Ucapnya....
"Jangan kak Devi, aku kasihan padanya." Ucapku lirih.
^^^"Kasian kenapa ?" Tanya suamiku lembut.^^^
"Kasihan, tiap malam di gempur terus." Ucapku absurd.
^^^Mendengar ucapanku mas Aldo tertawa,dan berkata.^^^
..."Beneran by, aku lihat sendiri lehernya penuh dengan cu*ang." Ucapku....
"Hehe, kamu sedetail itu ya." Ucapnya seraya tertawa.
^^^Namun aku hanya terdiam, dan memilih mematikan lampunya lalu tidur kembali, 10 menit kemudian kami tertidur dengan pulas.^^^
Pagi harinya kami terbangun bersama, demi menghemat waktu kami mandi bersama dan lalu berwudhu. Selesai itu kami sholat dan mengaji bersama.
Kami lalu bergegas ke kantor bersama, namun saat sudah melangkah keluar tanganku ditarik mas Aldo.
"Kenapa ?" Tanyaku.
...Dia diam dan lalu membawaku ke kamar lagi, aku hanya menurut. Sesampai di kamar, mas Aldo melepas kancing bajuku dan hijabku. Aku masih terdiam, dan menurut saja tanpa protes....
"Kamu ini mau kerja dimana ?" Tanya suamiku lembut.
"Ya dikantor hubby." Ucapku seraya menatap wajahnya.
..."Ya enggak harus pakai jas juga ay, kan sudah pakai lengan panjang. Kamu enggak gerah ?" Tanya suamiku seraya tersenyum. ...
"Aku heran sama kamu, tertutup salah gimana kalau terbuka." Ucapku lirih.
^^^"Kalau terbuka, aku bawa ke kamar. Dan wanita itu lebih cantik tertutup,karena wanita pilihanku haruslah yang pandai menutup aurat dan aib suami. Dan juga wanita itu wajib menutup aurat." Ucapnya lembut seraya menarik daguku lalu memasangkan peniti di hijabku. ^^^
..."Ay, sejak pertama aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu bukan karena parasmu, namun karena di usia kamu dulu, banyak perempuan yang mengexpose pah*nya. Berbeda dengan kamu." Ucapnya seraya tersenyum kepadaku. ...
Mendengar hal itu, aku bersyukur bisa merasakan titipan dari TUHAN yang benar-benar tulus menyayangi aku, menerima aku dan yang terpenting tidak membuka aib pasangan. TUHAN, trimakasih hamba ucapkan dan alhamdulillah ENGKAU ijazah doa hamba." Ucapku dalam hati.
"Cantik." Ucapnya lalu mengajakku keluar kamar dan berangkat kerja.
Sesampai di kantor, aku lalu masuk keruanganku. Aku lalu kembali bekerja lagi setelah sebulan lebih cuti. Karena trauma penculikan sebulan yang lalu.
...Bismillah. Ucapku seraya membuka laptop kantor. ...
__ADS_1
Sementara mas Aldo nampak mengernyitkan keningnya, efek kelamaan fakum kerja, jadi lupa tidak cipika cipiki dulu dan takzim sama aku. Harus aku tegur dia. Ucapnya seraya mengambil telfon.
^^^Saat sedang fokus, tiba-tiba telfon kantor berdering dan langsung aku angkat. ^^^
"Halo pak." Ucapku sopan.
"Keruanganganku sekarang !" Titahnya.
"Baik pak." Ucapku seraya meletakkan telfon.
...Huff ngapain lagi ini ? Tanyaku dalam hati yang sudah khawatir. Ya meskipun kerja dengan suami sendiri, namun dia tidak pernah pilih kasih. Walau itu dengan aku sendiri. Itulah yang ku suka darinya. Sangat profesional. ...
Tok..tok..tok..
Masuk.
"Permisi pak." Ucapku.
"Ya." Ucapnya seraya menatapku tajam.
Lalu mengunci pintu kantor, dengan menekan tombol langsung mengunci otomatis.
...Ya ALLAH lindungi hamba. Doaku dalam hati. ...
"Duduklah." Ucapnya.
Aku lalu duduk dan menatapnya.
"Ada apa pak ?" Tanyaku.
Dia lalu mendekati aku seraya melepas jasnya, dan membuka kancing kemejanya. Melihat itu aku langsung mengalihkan pandanganku dan bertanya lagi.
"Maaf pak, jika tidak ada lagi, saya mau ijin keluar. Karena kerjaan saya sudah menumpuk." Ucapku lembut, namun penuh penekanan.
Dia lalu menarik pinggangku,dan kami pun saling beradu hadapan dan memandang. Aku lalu menundukkan wajahku. Dia nampak tersenyum, lalu mengangkat daguku perlahan.
"Tatap aku ay." Ucapnya.
Aku pun langsung menurut, dan dia mulai menjelaskan kesalahanku tadi. Aku pun langsung minta maaf dan akan berusaha tidak mengulangi lagi.
Setelah mendengar penjelasanku, dia lalu menci*m b*birku dengan lembut. Makin lama, makin menuntut. Langsung aku tahan,dan berkata.
"Bentar lagi kita metiing by." Ucapku mengingatkan.
Mendengar hal itu dia tersenyum dan lalu melerai pelukan kami. Pergilah, sebelum aku berubah pikiran." Ucapnya seraya tertawa kecil.
Aku yang mendengar itu, langsung lari. Dan sesampai di ruanganku, aku lalu mengambil filenya untuk miteeng nanti. Dan kroscek ulang. Alhamdulillah benar. Ucapku lirih.
15 menit kemudian, mas Aldo dan aku sudah bersiap ke restoran sesuai permintaan sang klien. Sesampai di sana, kami pun langsung membahas kerja dan alhamdulillah klien kami menerima kerjasama ini.
Setelah selesai, kami lalu menghabiskan minuman yang kami pesan. Dan setelah selesai, barulah kami mengakhiri pertemuan dan semoga bisa kerjasama dengan baik. Ucapnya dan kami langsung mengaamiinkannya.
...Sesampai di mobil, mas Aldo langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak berselang lama, kami sampai kantor lagi. Aku lalu langsung bergegas masuk. Dan langsung mengecek setelah ini apalagi. ...
Ternyata hari ini masih banyak pertemuan dengan klien,aku langsung mengingatkan suamiku dengan mengirimkan pesan untuknya. Tak lupa juga aku menambahkan kalau aku masuk keruangan anda, saya takut terjadi yang tidak-tidak lagi. Tulisku.
...Saat sedang asik, Tiba-tiba terdengar gawainya berbunyi dan langsung dia lihat. Selesai membaca dia tertawa terbahak-bahak, Dita kamu lucu banget sih. Ucapnya seraya beranjak berdiri dan langsung keruanganku. ...
Sementara aku saat ini sedang menanyakan tentang bagian bendahara, namun sayang hari ini bendahara kantor sedang cuti. Aku lalu minta laporan keuangan,karena aku merasa janggal. Setelah mendapatkannya, aku lalu kembali ke ruanganku dan duduk di sana.
Tanpa ku tahu, di kursiku sudah ada mas Aldo disana. Aku yang fokus pun terkejut melihatnya dan beranjak berdiri, namun langsung ditahan olehnya.
"Darimana? " Tanya suamiku datar.
"Dari ruangan pembukuan pak." Ucapku.
Dia lalu melihat laporan keuangan yang ku bawa, dan langsung melihatnya.
"Ada yang tak beres lagi ?" Tanya suamiku.
"Belum saya cek pak, makanya ini saya cek. Kemungkinan ada, namun saya masih ragu dengan laporan bulan kemarin." Ucapku.
__ADS_1