Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 17


__ADS_3

"Siang sayang' ucap mas Aldo"


Aku mengerjabkan m*t*,lalu menengok jam di dinding. Lalu langsung berlari ke kamar mandi,mas Aldo yang melihat itu hanya menggelengkan kepala.


15 menit aku selesai mandi,dan berlari mengambil baju ganti,lalu memakainya dengan gerakan cepat. Tanpa sadar,mas Aldo menatapku seraya tersenyum.


Selesai itu,aku lalu menyisir rambut dan merias diri. Dan berlalu pergi ke luar.


Sesampai di meja makan,aku terkejut. Siapa yang masak ? Tanyaku dalam hati.


Aku lalu ke kamar anak-anak' mereka sedang mengaji. Ku langkahkan kakiku dan bertanya kepada mas Aldo.


"Mas' panggilku lembut. Hemm' ucapnya. Siapa yang masak' ucapku berbisik. Aku sayang' ucapnya seraya tersenyum manis."


"Kenapa enggak bangunin aku ? tanyaku. Tidurmu sangat nyenyak,aku enggak tega' ucapnya lagi. Aku hanya tersenyum dan bergegas bangun lagi."


Mas Aldo memilih tiduran sejenak,entah kenapa dia merasa pusing,namun setiap di dekatku,rasa pusingnya hilang. Apa iya istriku hamil ? Ucapnya dalam hati.


Lebih baik aku tanyakan pada temanku' ucapnya seraya mengambil gawainya yang ada di nakas.


Ya dokter Rasti, teman sekolah mas Aldo dulu. Dia mengambil jurusan kandungan.

__ADS_1


("Halo assalamualaikum Ras' ucap mas Aldo.")


("Waallaikumsalam Gung' ucapnya.")


("Kamu lagi sibuk enggak? Tanya mas Aldo.")


("Enggak,to the poin aja' ucapnya.")


("Oke. Ra' aku mau tanya sama kamu. Jadi gini,akhir-akhir ini kepalaku terasa pusing,tapi tiap dekat istri langsung sembuh. Apa istriku hamil ya Ra ? Tanya mas Aldo.")


("Bisa jadi sih,kamu selain ngrasain pusing,ngrasain mual enggak ? Tanya dokter Rasti.'')


("Saranku mending kamu cepat-cepat ke dokter saja Gung,takutnya malah terjadi apa-apa' ucapnya.")


("Ok makasih ya Ras. Assalamualaikum' ucap mas Aldo.")


("Sama-sama,Waallaikumsalam' ucapnya dan langsung mematikan gawainya.")


Mas Aldo langsung merebahkan tubuhnya,sembari memijit keningnya. Kenapa pusingnya tambah menjadi-jadi' ucapnya dalam hati. Tiba-tiba perutnya terasa mual.


Mas Aldo gegas berlari,ke wastafel lalu memuntahkan semua makanan yang dia makan.

__ADS_1


Aku yang sudah selesai melihat anak-anak sekolah secara online,langsung masuk ke kamar. Mengajak mas Aldo keluar.


Namun,saat tengah menutup kenop pintu,tangan kekar mas Aldo merangkul pinggangku. Spontan aku menatapnya.


"Mas,kamu sakit ? Tanya panik. Namun badannya tidak panas,hanya wajahnya yang pucat. Enggak tau Ta, setiap jauh dari kamu,kepalaku pusing dan perutku juga mual." Ucapnya.


Aku lalu memapahnya menuju tempat tidur. Dan membaringkan tubuhnya,lalu memberikan dia selimut. Setelah selesai,aku lalu menyusulnya.


"Sudah mendingan belum ? Tanyaku seraya memijit keningnya pelan. Dia tersenyum kepadaku dan menggenggam tanganku. Sudah sayang' ucapnya berbisik."


Alhamdulillah' ucapku pelan. Lalu men**** pipinya. Ya sudah,sekarang masih istirahat ya, pintaku kepadanya. Ya Ta, ucapnya seraya memelukku.


15 menit kemudian,terdengar dengkuran halus suamiku. Dan nafas yang teratur. Alhamdulillah,sudah tidur, ucapku. Namun aku masih ragu, untuk sekedar pindah posisi.


Aku hanya menatap jari manisnya yang tersemat cincin pernikahan kami. Aku lalu menggenggam dan men****nya dengan pelan dan lembut.


"Terima kasih mas,sudah mau menungguku dan menerima anakku". Ucapku lirih.


Sama-sama Ta, ucapnya seraya tersenyum.


Aku menatapnya dan berkata,maaf mengganggu tidurmu, ucapku. Dia lalu memelukku.

__ADS_1


__ADS_2