
"Mas,aku tadi sudah bertanya kepada anak-anak,kata mereka,mereka masih di Jakarta.'' Ucapku.
Mas Aldo menatapku lekat,dan langsung meminta haknya. Aku hanya menganggukkan kepala.
Dan kami,melakukan itu hingga dini hari. Dan tepat sepertiga malam,aku lalu membersihkan diri. Dan beribadah kembali.
Selesai itu,aku lalu memandangi wajahnya. Dan mengucapkan rasa syukur,karena mas Aldo wajahnya sudah tak pucat lagi.
Aku lalu hendak melangkah,namun langkahku terhenti karna mas Aldo menarik tanganku.
"Mas,Ish kamu ini". Ucapku kesal. Melihatku demikian,mas Aldo langsung memelukku seraya berkata.
"Kita pulang sekarang yuk. Ucapnya."
"Kamu sudah sembuh ?" Tanyaku.
"Sudah,karena dapat vitamin banyak." Ucapnya seraya tertawa renyah.
Aku pun ikut tersenyum. Dan lalu bangun. Priper barang-barang kami. Dan pesan sarapan pagi.
Selesai semua,aku dan mas Aldo pesan tiket pesawat. Dan alhamdulillah,tak perlu menunggu lama,kami sudah berangkat.
Sesampai di Jogja,kami tidak langsung pulang. Namun beli makan siang terlebih dahulu.
Selesai makan,kami lalu naik taxi dan pulang.
Sedangkan di sini Ardi dan Icha tengah ribut dengan Asih. Ya sejak ditinggal di Bandung,buku-buku sekolah Ardi dan Icha di taruh di gudang oleh Asih.
Icha pun hanya marah,begitu juga dengan Ardi. Sedangkan Boni dan Kak Debi,yang mendengar pertengkaran mereka langsung menengahi.
"Ada apa ini ?" Tanya kakak iparku.
Akhirnya kedua anak-anakku menjelaskan dengan jujur. Boni dan Kak Debi hanya menggelengkan kepala. Sedangkan Boni langsung mengangkat kardus itu dan segera membantu anak-anak bosnya itu.
Sedangkan kak Debi,langsung memberi pelajaran buat Asih. Menyapu halaman belakang lagi. Asih pun menggerutu kesal.
Namun tidak diperdulikan oleh kakak iparku. Sementara di sini,aku dan mas Aldo terjebak macet total. Tiba-tiba gawaiku berbunyi,spontan aku langsung membuka pesan itu.
__ADS_1
"Ibu buku-buku kami di sobek bi Asih." Ucap putriku lewat pesan suara.
Deg...
Aku dan mas Aldo saling pandang. Dan mas Aldo mencoba menenangkan aku,dengan menggenggam tanganku dan memelukku.
"Jangan banyak fikiran,ingat ada calon anak kita di rahimmu." Ucapnya seraya tersenyum tulus.
Aku tidak menjawab,namun aku membalas dengan senyuman. Jam 5 sore, kami baru sampai. Sesampai di rumah,anakku menangis. Karna buku-bukunya di sobek bibi.
Mas Aldo langsung menggendong anakku dan merangkul bahu Ardi. Kakak iparku tersenyum melihat kerukunan kami. Begitupun dengan Boni. "Tak sia-sia bos perjuanganmu."
Ucapnya dalam hati.
Namun berbeda dengan Asih,dia nampak tak suka dengan ini semua. Niat hati merusak buku mereka,biar majikannya bertengkar. Ini malah sebaliknya. Dadanya bergemuruh penuh amarah.
Tanpa Asih tahu,kami semua memandangnya.
Mas Aldo langsung memberi nasehat bijak, untuk kedua putra putrinya.
"Tapi yah." Ucapnya terhenti. Karna mas Aldo sudah menjawab lagi.
"Mau pintar enggak ? Mau jadi juara enggak?" Tanya mas Aldo berulang kali.
"Mau jawab mereka kompak."
"Kalau mau yang harus bisa dan tunjukkan''. Ucap mas Aldo.
Mereka lalu berlari ke kamar masing-masing dan langsung mengcopy semuanya.
Setelah kepergian mereka,aku lalu izin ke kamar,entah kenapa perutku terasa sakit.
Mereka yang menyadari itu, langsung pamit dan mas Aldo mempersilakan. Tak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada mereka. Dan mereka pun menjawab tak apa-apa.
Setelah itu,mas Aldo bergegas masuk kamar. Namun langkah kakinya di hentikan oleh Asih. Dengan berpura-pura jatuh lagi.
"Tuan tolong." Ucapnya.
__ADS_1
Samar-samar ku dengar suara Asih minta tolong,aku lalu keluar. Entah kenapa aku merasa tak rela,mas Aldo menolongnya.
"Mas,teriakku kencang. Hingga membuat mas Aldo urung menolong bisa Asih. Ta, panggil mas Aldo tiba-tiba."
Aku lalu merasakan sakit di perutku. Dia lalu menghubungi Rasti. Tak berselang lama Rasti datang. Dan langsung memeriksaku.
Rasti pun memberi tahu mas Aldo.
"Gung,sebaiknya istrimu jangan di bawa pergi jauh dulu. Karena usia Kandungannya masih rawan."Ucapnya.
"Iya Ras,tapi mereka baik-baik saja kan ?" Tanya mas Aldo.
"Alhamdulillah baik." Calon bayimu ini kuat,dia tidak mau kamu meninggalkannya." Ucap Rasti seraya tertawa kecil.
"Sok tahu kamu''. Ucap mas Aldo.
"Coba saja lihat,bentar lagi istrimu memanggilmu''. Ucapnya.
"Mas, panggilku."
"Betulkan." Ucap Rasti seraya mengangkat 1 alisnya.
Mas Aldo hanya menganggukkan kepala.
Sepulangnya Rasti,mas Aldo pun memelukku dan berkata dalam hati. "
Terima kasih ya ALLAH kau berikan kami amanah lagi,selamatkan mereka saat jelang persalinan nanti ya ALLAH. Aamiin."
"Tepat tengah malam, aku lalu bangun dan hendak ke luar, namun aku dikejutkan dengan tubuhku yang p****.
Astagfirullah." Ucapku.
Tanpa sengaja, melihat jun*** mas Aldo masih teg**.
Aku lalu menutupinya dengan selimut. dan beranjak sebentar.
Aku merasa lapar dan haus.
__ADS_1