
"Ay." Panggil suamiku.
"Hmm." Ucapnya.
Tutup pintu dan jendela ay." Ucapnya.
"Baiklah." Ucapku lalu beranjak berdiri. Setelah semua ku tutup, mas Aldo menekan tombol kedap suara. Dan ruangan pun jadi hening.
...Aku lalu merebahkan tubuhku di kasur, dan tidur di sana. Begitupun dengan mas Aldo, dia ikut tertidur. Alhamdulillah ya ALLAH di sisa umurku, yang dulu dzolim dan berani pada orang tua, masih KAU beri kesempatan berubah lebih baik. Dengan KAU pertemukan hamba dengannya. Aamiin. Ucapku lirih. ...
Setelah itu aku terlelap, baru 10 menit aku terpejam, sayup-sayup terdengar suara rintihan mas Aldo kesakitan. Dengan posisi sujud,refleks aku langsung terbangun.
"Hubby." Panggilku.
^^^Namun langsung di tahan oleh mas Aldo, dengan menggunakan tangannya, untuk jangan mendekatinya. Aku hanya menurut dan menunggu dirinya selesai. ^^^
Setelah selesai, barulah aku mencoba mendekati dan membantunya.
"Sudah by ?" Tanyaku seraya menghapus air mataku.
..."Sudah." Ucapnya lalu memintaku mendekatinya. ...
^^^Aku langsung mendekatinya seraya membantu menghapus keringat di keningnya. Sementara mas Aldo menatapku penuh tanda tanya. ^^^
..."Ay, kenapa kamu menangis ?" Tanyanya dengan mengusap air mataku. ...
"Aku tidak tega melihatmu seperti ini." Ucapku jujur.
^^^"Aku enggak apa-apa sayang, ALLAH sedang mengurangi dosaku yang lalu. Dan aku tadi memang sakit, namun aku bersyukur. Bersyukur karena sakitku ini menggugurkan dosaku yang lalu, dan bersyukur bisa memiliki kamu." Ucapnya seraya tertawa kecil. ^^^
"Mulai deh gombalnya." Ucapku.
__ADS_1
..."Aku jujur ay, hanya kamu yang menangisi aku saat aku kesakitan." Ucapnya jujur. ...
^^^Aku pun langsung menundukkan muka, dan merasa bersalah. Karena kurang memperhatikan dirinya. ^^^
"Ay, lihat aku sayang." Ucapnya lirih.
...AKU langsung menatapnya dan menghapus keringat di keningnya. Sementara mas Aldo menarik daguku, lalu menge**pku perlahan. Hingga tanpa sadar, kami sudah tidak memakai penutup sehelai benang pun. ...
Dia lalu menarik pinggangku pelan, dan menidurkan aku, lalu mengukungku.
^^^"By." Ucapku. ^^^
"Shht, tenanglah." Ucapnya.
"Tapi." Ucapku terhenti karena mas Aldo menc**mku dan ritual pun dimulai.
Setelah puas, mas Aldo belum juga turun dari tubuhku.
..."Sudah enggak, alhamdulillah setelah dapat asupan gizi darimu, punggung aku tak sakit lagi. Terima kasih ay." Ucapnya....
"Jangan bohong." Ucapku.
..."Coba kamu pegang." Ucapnya. ...
Aku langsung menyentuhnya seraya memandang dirinya. Ternyata benar, dia jujur.
^^^"Makasih ay." Ucapnya seraya meminta haknya lagi. Aku hanya bisa pasrah. Tepat sore hari, kami langsung membersihkan diri dan langsung ibadah. Selesai itu, kami keluar kamar dan makan. ^^^
"Simbok, udah waktunya istirahat." Ucapnya seraya mendekati meja makan.
..."Ya den, maaf tadi ada titipan ini untuk nyonya. Dari teman lamanya." Ucapnya seraya pamit. ...
__ADS_1
"Ck, cari gara-gara." Ucapnya seraya menyerahkan paperbag itu padaku.
^^^"Maaf mas, aku enggak bisa nerima itu. Karena aku takut menyakiti hati suamiku." Ucapku lirih. ^^^
Mendengar ucapanku, mas Aldo tersenyum lebar.
"Enggak baik menolak rezeki." Ucapnya seraya menyerahkan paperbag itu padaku. Lalu mengec*p bibirku lembut.
"Tapi mas." Ucapku.
..."Shtt, bukalah aku ingin tahu isinya apa." Ucapnya. ...
Aku menurut dan langsung membukanya.
^^^"Selamat ya Ta, atas pernikahan kamu moga samawa. Sory aku baru tahu dan maaf kadonya hanya sederhana karena aku bukanlah kalangan berada ckck. Dari sahabat kamu Hendrananto." Tulisnya. ^^^
Aku lalu membuka kadonya, dan ternyata hadiahnya adalah lingeri dan seperangkat perawatan kewanitaan. Mataku membola, namun berbeda dengan mas Aldo yang nampak tersenyum melihat kadonya.
..."Hmm, dasar laki. Emang nikah itu cuma nafsu aja." Ucapku kesal lalu berlalu. Meninggalkan kado itu di ruang makan. ...
Sementara mas Aldo menggelengkan kepala.
"Jujur Ta, aku cemburu. Namun setelah melihat kadonya, aku yakin temanmu itu orang baik. Ucapnya lirih.
Sesampai di meja makan, aku lalu memberikan piring untuk mas Aldo.
"Makan by." Ucapku.
"Hmm." Ucapnya.
Selesai makan, aku langsung membersihkannya. Dan beranjak di meja kerja mas Aldo.
__ADS_1
Tepat jam 10 malam, barulah aku keluar. Mas Aldo kemana ya ? Tanyaku dalam hati.