
"Terus kenapa senyum-senyum?" Tanyaku.
"Memangnya enggak boleh senyum dengan istriku sendiri ?" Tanyanya balik.
"Ish, ditanya apa jawabnya apa. Bikin kesel saja." Ucapku seraya beranjak ingin pergi.
"Mau kemana ?" Tanyanya.
"Keluar." Ucapku ketus.
Mas Aldo tersenyum tipis dan mencegahku untuk keluar kamar.
"Maaf aku tadi tersenyum karena lucu melihat kamu." Ucapnya.
"Lucu kenapa ?" Tanyaku.
"Ya lucu saja, wajahmu masih imut-imut. Kaya pertama kita bertemu." Ucapnya.
"Alhamdulillah Hirobbil Allaamiin. Makasih pujiannya hubby." Ucapku.
"Sama-sama ay." Ucapnya.
"By kapan kita pulang ?" Tanyaku.
"Lusa ay. Memang kenapa ?" Ucap dan tanya mas Aldo.
"Icha pengen pulang by. " Ucapku lirih.
Mendengar ucapanku mas Aldo menarik daguku pelan.
"Tatap aku ay !" Titahnya.
Akupun langsung menatapnya dengan sendu. Dan mencoba merahasiakan kepada mas Aldo. Sebab Icha meminta segera pulang. Melihat aku menatapnya, mas Aldo terdiam dan menghembuskan nafasnya pelan.
"Kenapa Icha meminta pulang ?" Tanyanya penuh selidik.
"Di-dia rindu rumah mas." Ucapku gugup.
"Rindu rumah atau tidak nyaman berada disini ?" Tanyanya lagi.
"Ya sudah,kalau masih lusa biar besok dia aku kasih pengertian. Semoga saja dia masih mau." Ucapku.
"Kamu belum jawab pertanyaanku ay." Ucapnya penuh penekanan.
Mendengar itu,aku mengelus lembut tangannya dan bersembunyi di ceruk lehernya. Aku tak mau suamiku menjadi marah,jika tahu penyebabnya.
"Mas aku ngantuk." Ucapku.
Namun dia masih saja terdiam, dan tak menjawab ucapanku. Aku menghembuskan nafas panjang, lalu menatapnya.
"Mas." Panggilku.
Dia lalu beranjak serta membopongku ke luar. Tanpa kami tahu Kevin masih di teras, dengan temannya.
"Lho kak,kakak ipar kenapa ?" Tanyanya.
"Enggak apa-apa,dia lagi ngidam." Ucapnya dusta.
Mendengar itu,aku menepuk dadanya keras. Spontan mas Aldo hanya menatapku. Sedangkan Kevin dan temannya tertawa.
"Hati-hati kak." Ucapnya.
__ADS_1
"Ya." Ucap suamiku.
Sesampai di mobil,mas Aldo mendudukkan aku di kursi mobil. Tak lupa memakaikan aku sabuk pengaman. Selesai itu,mas Aldo menutup pintu mobil pelan dan pamit sekalian nitip anak-anak sebentar. Kevin pun mengiyakan.
Barulah mas Aldo masuk mobil dan menjalankannya. Satu jam berlalu, mas Aldo menghentikan laju mobilnya di dekat penginapan. Sementara aku sedari tadi hanya diam dan pasrah saja.
Melihat dia turun dan membuka pintuku, aku masih terdiam dan enggan bertanya.
"Sesampai di resepsionis, mas Aldo bertanya. Malam pak, ada yang bisa kami bantu." Sapa mbak-mbak itu.
"Malam,masih ada kamar kosong enggak ya ? Tanya suamiku datar.
"Masih pak." Ucapnya.
Selesai membayar dan menerima kunci, mas Aldo lalu membawaku ke kamar. Dia menurunkan dengan pelan. Lalu menutup pintu kamar dan menguncinya.
Setelah selesai,dia lalu ke kamar mandi lalu wudhu. Barulah dia keluar dan mendekati aku. Dia menatapku tanpa berkedip. Sementara aku yang di tatap, langsung menundukkan muka.
"Ta, besok persiapkan dirimu untuk ke pengadilan." Ucapnya yang lalu merebahkan tidur dengan memunggungi aku.
Deg...
"Pe-pengadilan mas ?" Tanyaku.
"Hmm." Jawabnya.
Detik itu juga, air mataku langsung luruh dan aku langsung beranjak pergi.
Setengah jam aku menangis di kamar mandi,namun tidak di hampiri suamiku. Tak ingin kedinginan, aku lalu keluar ke kamar mandi. Dan tidur arah yang berlawanan.
Dalam hati,sakit ya ALLAH. Namun bukankah ini yang ku inginkan ? Ucapku dalam hati. Karena lelah menangis,aku tertidur. Tepat jam 12 malam, mas Aldo terbangun dia meraba tempatku, namun tidak dia temukan. Spontan dia mengerjabkan matanya lalu terbangun.
Dia menatapku sendu,karena tidur berlawanan. Tak mau aku terbangun, dia pun pindah seraya memelukku. Merasa ada yang memeluk,aku mengerjabkan mata dan ku pandangi suamiku.
"Mas aku enggakbisa bernafas." Ucapku kesal.
Menyadari aku marah,mas Aldo lalu langsung bertanya lembut.
"Kenapa ?" Tanyanya.
"Bukannya besok kamu mengajakku ke pengadilan untuk urus cer*i ?" Tanyaku.
"Innalillahi, aku mengajakmu ke pengadilan karena temanku mau cerai." Ucapnya lembut.
"Mas enggak lagi bohongkan ?" Tanyaku.
Dia lalu menatapku dan memintaku, untuk menatapnya juga. Aku hanya menurut.
"Aku enggak akan pernah nglepasin kamu,karena kamu tulang rusukku. Susah payah aku mencarimu Ta,aku juga tak lupa doa. Sekarang aku sudah mendapatkanmu dan aku juga sudah janji kepada ALLAH. Janji suci pernikahan. Ucapnya.
Dalam ibadahku selalu meminta agar aku tidak melakukan itu,ketika nanti terjadi cobaan. Jadi aku mohon,jangan salah arti tentang pengadilan." Ucapnya panjang lebar.
"Maaf". Ucapku.
Cup...
Spontan aku menatapnya,dan mencebik kesal. Kesal karena tidak sedari tadi menjelaskan dan kesal karena dia menutupi juga masalahnya kepadaku.
Melihatku demikian dia tersenyum.
"Ay, besok jam 9 pagi kita sudah harus siap ke sana. Temani mas ya." Ucapnya.
__ADS_1
"Tapi anak-anak." Ucapku.
"Titipin dulu sama Kevin,mereka aman bila dengan Kevin." Ucapnya.
"Tapi bukannya tadi dia ada temannya ?" Tanyaku
"Setiap hari selalu ada,cuma kamu enggak lihat." Ucapnya.
Aku hanya menganggukan kepala. Hening, karena malam juga semakin larut.
Brugh..
Terdengar suara orang jatuh,kami yang ada di dalam hanya diam.
"Itu apa mas ?" Tanyaku lirih.
"Shutt, diamlah mereka sedang ngol*h kue." Ucapnya.
Mendengar jawaban mas Aldo,aku langsung menatapnya dan mengernyitkan keningku.
"Ngolah kue ? Ngolah kue kok di dalam kamar hotel ?" Tanyaku yang belum faham.
"Hahahaha... kamu itu lucu banget sih ay, masa kaya gitu enggak faham." Ucapnya seraya tertawa.
"Aku memang beneran enggak tahu mas." Ucapku ketus.
"Shht dengerin lagi." Ucapnya.
"Ah baby kamu sem**t sekali." Ucapnya dari kamar sebelah.
"Yang, aku mau keluar." Ucapnya.
"Ish. hubby kamu-." Ucapku terhenti.
Karena mas Aldo langsung membungkamku dengan tangannya.
"Shht tidurlah. Ini sudah malam." Ucapnya.
Aku langsung menurut dan merebahkan tubuhku bersama dengan mas suamiku.
Baru ingin memejamkan mata,tiba-tiba terdengar suara lucn*t lagi. Aku langsung membuka mata, dan menatap mas Aldo.
Tahu gini tidur di rumah. Ucapku seraya menutup telingaku dengan tangan. Tanpa ku tahu, mas Aldo belum tidur juga karena suara itu membuat dia pusing.
Karena masih tak bisa tidur juga, aku pun membangunkan mas Aldo.
"Mas, pulang yuk." Ucapku
Mendengar suaraku mas Aldo masih terdiam. Mungkin kamu capek,sebaiknya aku jangan mengganggunya. Ucapku lirih. Lalu terbaring lagi.
Melihatku membelakanginya, tangan mas Aldo langsung menarik tubuhku pelan.
"Shht diamlah,dan makasih sudah mau menuruti permintaanku." Ucapnya.
"Sudah kewajibanku. Tapi enggak semua bisa ku turuti." Ucapku.
"Hmm." Jawabnya.
Aku lalu menghadap ke arahnya, karena hawanya terasa dingin. Padahal ac dalam keadaan tidak menyala. Entah kenapa, badanku terasa dingin. Aku lalu memeluk tubuhnya dan menutup seluruh badanku dengan selimut.
"Kamu kenapa ay ?" Tanyanya
__ADS_1
"Enggak tahu mas,tiba-tiba dingin banget." Ucapku.
Mendengar itu,mas Aldo lalu mengelus perutku pelan.