
"Maaf ini dengan siapa ? Tanyaku pada pemilik nomer itu."
"Ini dari bapak ndok,bapak minta tolong nak Aldo. Mengirimkan pesan ke kamu' tulis pesan itu lagi."
"Bapak ? Bapak posisinya lagi dimana tanyaku ? Di rumah nak Aldo' tulis pesan itu. Baiklah,bapak tunggu di sana ya,aku segera menjemput' balas pesanku."
Aku langsung ke sana,dan berlari ke arah bapak. "Assalamualaikum' sapaku".
"Waalaikumsalam' jawab mereka. Pak,kok bisa jatuh,terus lukanya sudah diobati belum ? Terus gimana ? Tanyaku beruntung,sembari menangis."
"Tanya tu satu persatu,ni lap dulu air m*t*musuh dan ingusmu' ucap bapak sembari menggelengkan kepala. Sudah,kaya anak kecil aja,pakai acara nangis' ucap bapak lagi."
"Ish bapak mah gitu' ucapku seraya cemberut. Ya sudah yuk pulang' ucap bapak lagi. Ya' jawabku."
"Nak Aldo,bapak pulang dulu ya,makasih sudah mau mengantar dan mengobati bapak' ucap bapak lembut. Oh ya pak sama-sama' ucapnya."
Akuu pun hanya diam,dan menghidupkan motorku. Sedangkan bapakku di papah mas Aldo,namun saat hendak naik,tanpa sengaja aku memegang tangannya mas Aldo.
Melihat itu,bapakku hanya tersenyum,seraya mengaduh. Aduh gusti' ucapnya tiba-tiba. Spontan kami menoleh.
"Kenapa pak ? Tanya kami kompak. Sakit' ucap bapak. Apa saya antar saja pak ? Tanya mas Aldo. Sudah enggak usah Nak ' ucap bapak menolak halus."
"Tapi pak, ucapnya terputus karna anaknya tiba-tiba memanggil."
Kami bertiga pun menoleh dan menatapnya.
"Papa,gimana pa, apa ibu mau jadi ibu sambung Ardi pa ? Tanya anak itu"
Mas Aldo pun mempersilahkan kami pulang,namun bapak ingin menemui, Ardi.
Aku hanya terdiam,tanpa mau turun. Bapak pun tidak menegurku,beliau langsung mendekati anak itu.
"Kakek minta maaf ya' ucap bapakku. Ardi terdiam dan melihat ke arah papanya. Papanya pun menjelaskan semuanya tanpa di tutupi."
Mendengar itu,Ardi langsung berlari ke arahku. Dan bertanya kepadaku.
"Tante,aku tahu papaku,tidak setampan dulu,tapi aku berani janji tan, bahwa Papaku,tulus mencintaimu. Dari awal bertemu hingga sekarang' ucapnya paraw."
Mendengar itu,aku langsung turun,dan memeluknya.
"Maafkan tante sayang,tante bukan orang yang baik,setiap usaha,tante malah semakin buruk' ucapku terisak."
__ADS_1
"Tan,aku dan papa butuh tante,aku yakin dengan bersama kita bisa tan' ucapnya menggebu-gebu."
"Sayang,tante sudah punya anak' ucapku. Aku tahu tan' ucapnya. Tante tolong' ucapnya lagi. Melihat itu,mas Aldo menasehati sang putra, Ardi jangan suka memaksa kehendak orang' ucap mas Aldo."
"Ayo minta maaf sama tante' ucapnya. Ardi menolak dan berkata,kalian jahat dan egois' ucap Ardi keras."
Plak..
Tamparan itu,dilakukan oleh mas Aldo, Ardi menatap nanar. Sedangkan aku dan bapak sangat syok.
Bapak memeluk anak itu,sedangkan mas Aldo aku marahi.
"Sudah marahnya' ucap mas Aldo paraw. Kalau sudah,cepatlah pulang dan hari ini aku akan kembali ke Jakarta' ucapnya dan berlalu".
"Namun aku tahan,kamu tega' ucapku."
"Kamu tega,membuat aku naik tinggi,lalu kamu hempaskan aku. Itulah mengapa aku tidak terima kamu' ucapku paraw."
"Aku tidak melakukannya,namun penolakan kamu yang membuatku mundur' ucapnya seraya mendekati aku. "
Aku menangis dan memeluk kakiku,dia mendekatiku.
"Iya aku jahat,aku minta maaf Ta' ucapnya lagi." Kami pun menangis tergugu,dan saling memeluk. Tanpa kami sadari Ardi dan bapak tersenyum."
Melihat aku sudah tenang,mas Aldo pun melihatku.
Astagfirullah tidur ? Tanyanyadalam hati. Aku makin cinta sama kamu Ta' ucapnya lirih. Dan langsung membopong tubuhku.
"Bapak,Ardi' panggil mas Aldo. Ka-kalian ada di sini sejak kapan ? Tanya mas Aldo. Daritadi pa' ucap Ardi.Ja-jadi kalian? Tanyanya terhenti. Ya pa' jawabnya."
Mas Aldo langsung memasukkan aku ke mobilnya,begitu juga dengan mereka. Tak berselang lama,kami semua sampai di rumah bapak. Terlihat anakku menangis.
"Lho kenapa Cha ? Tanya bapak. Bapak ibu kemana ? Oh ibumu tadi mau jemput bapak,tapi malah ketiduran' ucap bapak bohong".
Sesampai di kamar,mas Aldo membaringkan tubuhku. Dan bergegas keluar.
Sedangkan anakku dan anaknya mas Aldo,langsung akrab.
"Adek namanya siapa ? Tanya Ardi. Aku Cantika Maharani' ucap anakku. Kamu siapa ? Tanyanya. Ardi Pratama' ucapnya"
Mendengar obrolan mereka,bapakku dan mas Aldo tersenyum.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka pamit.
Paginya aku beraktivitas sama. Dan saat di pertengahan jalan,aku melihat mas Aldo dengan perempuan.
Perempuan bergelayut manja di lengan mas Aldo,mas Aldo tersenyum seraya mengacak rambut perempuan itu.
Deg
Desiran rasa nyeri di dada mulai menjalar,aku pun langsung istiqfar. Dan menggelengkan kepala,mungkin dia saudaranya pikirku.
Aku tetap melewatinya,karna aku harus membeli telur,di agen. Bukan karna tidak butuh tetangga,tapi sedang mencari yang hemat di kantong.
Tanpa ku tahu,mas Aldo melihatku dan tersenyum. "Kenapa om senyum-senyum ? Tanya Lila.
Ya perempuan yang bergelayut manja di lengannya mas Aldo tadi adalah, Lila. Putri sahabatnya saat sekolah dulu,cuma temannya sudah menikah di usia 19 tahun.
Beda dengan mas Aldo,umur 28 tahun baru menikah.
"Ada calonku,dah aku jemput dia dulu' ucapnya. Ok om' ucap Lila."
Saat tengah menunggu bayar telur,tiba-tiba tanganku di genggamnya. Spontan aku menoleh.
"Mas' panggilku lirih. Tak mau jadi tontonan,aku melepas genggamannya, seraya berkata,lihat banyak orang malu aku' ucapku lirih."
"Mas Aldo langsung melepaskan dan menungguku di mobilnya. Tak lupa juga,dia minta pak sopir,untuk membawa motorku pulang".
"Tapi kuncinya ? Tanya Orion. Ini' ucapnya. Terus saya pulangnya gimana bos ? Tanyanya."
"Nanti ada yang jemput' ucap mas Aldo. Ok' jawabnya dan langsung berlalu."
"Udah cuma itu saja' ucapnya yang sontak membuatku menjerit..Ahh teriakku,ish mas bisa enggak sih enggak ngagetin' ucapku seraya mencari kunci motor dan motorku."
"Motormu sudah aman,ayo aku antar' ucapnya."
"Jadi,kamu tadi,ish kamu perlu ku pu**l' ucapku seraya ikut naik. Namun terlebih dulu,aku menaruh telurku ke tempat aman. Setelah selesai,aku pun ' aku menggelitikinya. Kami pun tertawa bersama."
"
Akhirnya dia mengatakan,sudah sayang' ucapnya. Sakit perutku' ucapnya lagi. Makanya jangan gangguin orang' ucapku seraya membenarkan bajuku."
"Sudah ? Tanyanya. Sudah' ucapku cemberut. Dia lalu men**** c***n b***rku sangat lama. Aku melotot dan mendorong tubuhnya,namun aku kalah.
__ADS_1