
"Aku asik sendiri dengan pikiranku. Kalau Asih tidak baik,kenapa mas Aldo mempekerjakan kembali ? Tanyaku dalam hati."
Namun lamunanku buyar,saat terdengar klakson mobil. Aku yang hendak melangkah,terkejut melihat Asih berlari membuka pintu.
Dengan pakaian minimnya,aku hanya beristiqfar. Sedangkan mas Aldo,sama sekali tidak menatapnya. Dan langsung menghampiri aku.
"Assalamualaikum istriku' ucapnya."
"Waallaikumsalam mas suami' jawabku seraya takzim."
"Ish harusnya aku yang ada di sana' ucap Asih dalam hati."
Melihat kami bergandengan,tiba-tiba Asih berpura-pura jatuh.
"Awh kakiku' ucapnya. Melihat itu, aku mendekati dirinya dan tak lupa juga mengulurkan tanganku kepadanya. Ayo Sih' ucapku. Ya buk ' jawabnya."
Sedangkan mas Aldo hanya menggelengkan kepala. Dan berkata lirih,ternyata masih sama saja' ucapnya.
Mas Aldo lalu ke kamar, dan langsung mandi. Selesai mandi,mas Aldo merebahkan diri sejenak.
"Gimana Sih ? Tanyaku. Alhamdulillah sudah enakan bu' ucap Asih. Syukurlah' ucapku. Ya sudah lebih baik istirahat dulu kamu' ucapku ramah."
"Ya bu,makasih' ucapnya. Ya sama-sama' ucapku."
Selesai mengobati Asih,aku masuk ke kamar. Ku lihat mas Aldo sedang tiduran. Aku lalu menghampiri dan mengoleskan kakinya dengan minyak kayu putih.
"Ta' panggilnya. Sudah enggak apa-apa' ucapku seraya mengoleskan tubuhnya dengan minyak."
__ADS_1
"Mas Aldo lalu duduk,dan menariku. Dia memberiku c***** bertubi-tubi. Geli mas' ucapku. Lalu mas Aldo menindih tubuhku. Dia menatapku,seraya mengelus pipi ku."
"Ta,makasih' ucapnya seraya menenggelamkan kepalanya di ceruk leherku. Sama-sama mas' ucapku."
"Ta' besok aku harus miteeng di luar kota' ucapnya."
"Berapa lama? Tanyaku. 3 hari' ucapnya."
Aku hanya tersenyum dan menahan sedih.
"Hai' kenapa ? Tanya mas Aldo. Tidak apa-apa mas' ucapku. Aku ke sana sama kalian' ucapnya."
"Sama kita ? Tanyaku. Ya,tadi aku sudah izin di sekolah anak-anak. Alhamdulillah gurunya mengizinkan. Tapi' ucapku terhenti."
"Ta, aku enggak mau kalian kenapa-kenapa' ucapnya." Baiklah' ucapku mengalah."
Selesai ibadah,kami semua makan bersama. Melihat Asih keluar,senyum Ardi pun pudar dan berubah dingin.
"Kak' ini enak lho' ucapku seraya mengambilkan makanan kesukaannya. Udah bu' ucapnya. Aku lalu mendekati Ardi,ayolah kak,ini yang masak ibu."
Sedangkan mas Aldo dan Icha hanya menggelengkan kepala.
"Ibu masak ini pakai resep cinta lho kak' ucapku seraya menampilkan wajah sedikit sedih. Enggak enak ya kak ? Tanyaku. "
"Enak kok bu' ucap Ardi tiba-tiba. Terus kalau enak,kenapa tidak di makan ? Tanyaku. Ini Ardi makan' ucapnya."
"Wah makasih sayang' ucapku. Sama-sama bu' ucap Ardi kemudian."
__ADS_1
Tanpa kami tahu,Asih mengepalkan tangannya,harusnya aku yang disana,dulu ibunya Ardi,sekarang dia' ucapnya dalam hati.
"Padahal kalau dilihat dia tidak cantik,kulit juga tidak putih' ucapnya lagi"
Tapi Asih masih tidak sadar,Ardi mengamati gerak geriknya dari ponsel. Tak kan ku biarkan kamu berhasil' ucap Ardi.
"Kak' liatin apa ? Tanyaku setelah selesai makan. Eh ibu, ini main game' ucapnya." Belajar dong kak' ucapku. Asiap ibu komandan' ucapnya seraya menarik tangan Icha."
"Icha hanya menurut. Kami yang melihat pun,terasa bahagia." Setelah kepergian mereka,mas Aldo lalu mendekatiku,dan membopongku."
"Mas' ucapku terkejut' Shht' aku pengen' ucapnya lirih. Aku membulatkan bola ***aku. Ini masih sore' ucapku. Biarin' ucapnya."
"Aku hanya bisa pasrah,dan dia lalu menidurkan aku perlahan. Lalu hujan keringat pun terjadi."
Selesai rirual,mas Aldo tidak langsung melepas j***ornya,tapi membiarkan masih di dalam.
Kami pun tertidur pulas,tepat jam 10 malam aku terbangun. Dan melihat pintu kamar terbuka sedikit. Membuatku terkejut,perasaan tadi' ucapku terhenti. Karna mas Aldo terbangun akibat gerakanku.
"Dia menatapku dan men**** keningku. Lalu beranjak pindah. Namun aku tahan,dia mengernyitkan keningnya. Aku lalu menatap pintu,mas Aldo ikut melihat arah pintu."
"Shht' ucapnya seraya menutupi tubuhku dengan selimut."
"Mas Aldo mengambil celananya dan lalu memakainya. Dia bersikap biasa saja. Sambil mengambil gawainya yang sudah tersambung dengan cctv."
"Sudah ku duga,pasti kamu' ucapnya. Apa maumu ? Tanyanya dalam hati." Melihat expresi wajah mas Aldo,aku lalu memeluknya."
"Dan mas Aldo langsung membalas pelukanku. Tak lupa sebelum tidur,dia mengunci pintu. Lalu menghampiriku. Dah malam tidur yuk' ajaknya. Ya' jawabku."
__ADS_1