
"Bos, beres." Ucapnya sebelum kami pergi.
"Bagus, awasi dia." Ucap suamiku.
"Baik." Ucapnya.
...Saat di perjalanan, aku menggelengkan kepala dan berkata. Tidak aku mohon, jangan sentuh aku. Teriakku. Mendengar itu, mas Aldo langsung menghentikan mobilnya lalu memelukku....
"Shht, tenang sayang." Ucapnya.
"Aku mohon, jangan sentuh aku." Ucapku lagi.
"Shht, ini aku sayang suamimu." Ucapnya.
Aku lalu menatapnya dan langsung memeluknya.
"By, dia menyentuhku by, dia juga yang merobek pakaian dan celanaku. Aku sudah kotor by, aku enggak pantas deng-." Ucapku terhenti karena mas Aldo menc**m b*b*rku.
Setelah tenang, barulah mas Aldo melepasnya, dan berkata.
..."Kamu pantas untukku, karena kamu selalu menjaga kehormatan kamu. Jangan katakan itu lagi ya ayangku." Ucapnya seraya menc**mku lagi....
Setelah terlihat tenang, mas Aldo melanjutkan kembali menyetirnya. Dan sesekali melirikku. Dan juga menceritakan selama berada di sana.
"Ay, aku kangen tidur di peluk kamu." Ucapnya, namun aku hanya diam.
Sesampai di rumah, aku lalu berlari masuk kamar. Membuat mereka heran akan tingkahku.
"Apa selama saya tinggal dia seperti ini pak ?" Tanya suamiku.
"Maaf tuan, nyonya seperti itu kalau habis bertemu yang buat dia terluka dan mengingat orang itu." Ucapnya jujur.
"Makasih pak." Ucapnya seraya berlalu.
"Iya tuan." Ucapnya seraya berkata, kasian nyonya.
"Ay." Panggil suamiku.
Namun tidak ada jawaban, mas Aldo langsung mencariku. Alhamdulillah, dia sholat." Ucapnya.
Selesai sholat, aku lalu mendekati suamiku dan takzim. "Mas enggak sholat ?" Tanyaku lembut.
"Sholat." Ucapnya seraya berlalu.
Melihat dia pergi, aku lalu melipat mukena dan menaruh di keranjang. Saat ingin melangkah ke depan, ponselku berbunyi aku hanya terdiam mematung dan enggan mengambilnya.
^^^...Mas Aldo yang melihat perubahanku langsung mematikan gawaiku dan menyuruhnya untuk menunggu dirinya. Aku hanya menurut, dan duduk di teras depan kamar. 10 menit kemudian mas Aldo menghampiri aku. ...^^^
"Ay, pesen makan ya." Ucapnya.
"Terserah." Ucapku datar.
Mendengar jawabanku, mas Aldo menghembuskan nafasnya dengan panjang dan mengeluarkan perlahan. Lalu memelukku dari belakang.
__ADS_1
"Ay ngantuk." Ucapnya.
"Tidurlah." Ucapku lagi.
"Tapi maunya sama kamu." Ucapnya.
"Ayo." Ucapku seraya melepas tangan suamiku.
Sesampai di tempat tidur, mas Aldo langsung memelukku dan dia langsung berkata.
"Aku kangen istriku yang ramah, lemah lembut sama aku dan suka nyuapin aku." Ucapnya lirih.
Mendengar hal itu, aku langsung berbalik badan dan menghadap ke arahnya. Lalu tersenyum dan menenggelamkan wajahku di ceruk lehernya. Maaf mas, aku akan berusaha melupakan lukaku. Ucapku lirih. Namun masih bisa di dengar suamiku.
Dia lalu bertanya.
......"Sampai kapan, aku harus menunggu ?" Tanyanya dengan mengelus punggungku perlahan. ......
^^^Mendengar hal itu, aku langsung menengadahkan wajahku dan menatapnya. Aku tersenyum menatap wajahnya meneduhkan hati dan pikiranku yang sedang trauma.^^^
"Sampai kapankan kau buktikan rasa tulus hatimu buatku. Hehehe." Ucapku Seraya tertawa kecil.
"Aku serius ay." Ucapnya.
"Aku lebih duo rius hubby." Ucapku seraya menc**m pipinya sekilas. Agar aku bisa mengalihkan pertanyaan darinya, yang aku sendiri juga tidak bisa menjawabnya.
...Melihatku demikian, mas Aldo langsung pindah posisi,kini dia yang diatas tubuhku dan memandangi aku....
"Sudah tambah pintar ya sekarang." Ucapnya seraya membalas ci*manku tadi. Membuat aku tertawa karena menahan geli.
Tak berselang lama aku terbangun, dan menatap ke arah jam dinding lalu menatapnya seraya menyengir kuda.
"Kenapa ?" Tanya suamiku.
"Bau acem." Ucapku seraya menutup hidung dan mulutku.
"Enggak, ini coba cium." Ucapnya.
"Enggak mau." Ucapku seraya ingin berlari. Namun tidak bisa kemana-mana, karena tubuhku di jepit oleh suamiku.
"Hubby, aku mandi mandi." Ucapku.
"Mandilah." Ucapnya.
"Gimana mau mandi, tangan dan kakimu mengukung tubuhku gini." Ucapku.
"Hehehe maaf ay." Ucapnya seraya beranjak berdiri keluar kamar.
Sementara aku berada langsung ke kamar mandi. Lalu mandi, berwudhu dan sholat.
Selesai sholat, aku lalu menyiapkan baju untuk mas Aldo. Dan kini aku berhias, lalu memakai hijabku. Saat masih memakai hijab, terlihat mas Aldo masuk.
"Cantik banget, mau kemana ay ?" Tanya suamiku.
__ADS_1
"Dirumah saja." Ucapku seraya mendekatinya.
"Jalan yuk." Ucapnya.
"Memangnya hubby enggak capek ?" Tanyaku lembut.
"Enggak." Ucapnya.
"Tunggu sholat isya dulu by." Ucapku seraya tersenyum.
"Iya ay." Ucapnya seraya merebahkan kepalanya ke pangkuanku.
Dia lalu mencium perutku, aku yang sudah faham langsung meminta maaf.
"Maafin aku ya by." Ucapku.
"Shht, aku mencium perutmu bukan karena ingin anak, tapi aku suka bau perutmu ay." Ucapnya.
"Alhamdulillah, makasih by." Ucapku.
"Hmm." Jawab suamiku.
"Sudah azan by, sholat dulu yuk." Ajakku.
"Iya." Ucapnya seraya mengajakku berwudhu.
...Selesai sholat dan mengaji, kami langsung keluar. Memakai mobil dan tak lupa juga titip rumah kepada pak Yovi, mbok Jumi dan tetangga. Mereka pun mengiyakan. Kami langsung pamit dan berangkat jalan. ...
Setelah setengah perjalanan, mas Aldo sesekali melirikku.
..."Kenapa ay ?" Tanya suamiku. ...
"Aku takut bertemu dia mas." Ucapku.
..."Enggak akan bertemu." Ucapnya penuh keyakinan. ...
"Aamiin." Ucapku seraya tersenyum kepadanya.
..."Ay, tau enggak apa yang bisa buatku bahagia ?" Tanya suamiku. ...
"Harta,tahta dan wanita." Ucapku.
..."Bukan." Ucapnya dengan tegas. ...
"Kamu ini cowok mas, enggak mungkin kalau bukan itu." Ucapku kesal.
..."Harta,tahta dan wanita, aku memang butuh itu. Tapi bagi aku, cukup 1 wanita saja yang aku jadikan istri sehidup sejannah. Dan yang buatku bahagia, adalah kamu dan senyuman kamu." Ucapnya tulus. ...
Mendengar hal itu aku tersipu malu.
"Ish gombal." Ucapku.
..."Demi ALLAH ay, aku memang bahagia hidup bersama kamu." Ucapnya. ...
__ADS_1
"Hmm. Alhamdulillah Hirobbil allamiin." Ucapku.