Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 29


__ADS_3

"Aku masuk dulu kak." Ucap Kevin.


"Iya." Jawab mas Aldo.


Aku masih mematung di sana, mengingat penolakan mereka,membuatku urung melangkah.


Mas Aldo yang memperhatikanku sedari tadi,langsung memelukku dan mengalihkan fikiranku.


"Sayang,capek banget."Ucap mas Aldo seraya memelukku.


"Ya sudah,yuk istirahat dulu." Ucapku seraya melangkah perlahan.


Tanpa aku tahu,kedua kakak iparku masih menatap keadaanku.


"Kom,sepertinya dia masih trauma. Ucap kak Randra.


"hemm...semoga saja,Agung bisa mengobatinya dan bisa menutup mulut tetangga yang julid kepada masalalunya. Aamiin. Ucap kak Devi.


"Sudah yuk, turun. Ucapnya lagi.


Mereka pun nampak turun bersama. Dan langsung ke dapur. Kembali lagi pada mas Aldo.


Sayang. Dimana dia ? Tanya mas Aldo.


Sedangkan aku disini bersama anak-anak,menyiapkan baju ganti untuk Icha.


"Ibu istirahat dulu saja bu." Ucap Ardi dan Icha bersama.


"Ya sudah ibu ke kamar dulu." Ucapku.


Sesampai di kamar,aku lalu merebahkan tubuhku dan terpejam. Baru ingin memejamkan m***,terdengar suara yang familyar yang sangat aku kenal.


Aku pun terbangun,dan menjawab salamnya.


"Assalamuallaikum." Sapa orang itu.


"Waalaikumsalam." Jawabku.


Nampak dia langsung berubah wajahnya menjadi masam. Namun, aku tetap memberikan senyuman.


"Tak perlu tersenyum,orang kaya kamu tidak akan lama bahagianya." Ucapnya.


"Astaqfirrulloh." Ucapku.


"Tidak perlu menyebut,dosamu sangat banyak. Bahkan ajalmu kelak akan susah." Ucapnya lagi.


Bagai tersambar petir,tubuhku kaku,bibirku terasa kelu dan air m***ku langsung terjatuh.


TUHAN-. ucapku tertahan dan hampir terjatuh di lantai,jika Kevin tidak menolongku.


Dia memegang tubuhku seraya memanggil nama mas Aldo.


Tak berselang lama,kedua kakak iparku dan mas Aldo datang dengan nafas tersengal-sengal.


"Kenapa Vin ?" Tanya mas Aldo.


Tanpa menjawab,Kevin langsung menarik tangan mas Aldo dan naik mobil seraya menyerahkan gawainya.


Mas Aldo langsung menerima dan menutar rekaman cctv, mendengar itu mas Aldo mengepalkan tangannya seraya mengumpat.


Tak butuh waktu lama,aku sampai di masjid. Mengadu pada ALLAH,dan memasrahkan semuanya kepada sang pemberi hidup.


Selesai itu,aku langsung mengaji. Sementara mas Aldo,melihat mobilnya.


"Stop Vin,itu mobilku." Ucapnya.


Kevin pun langsung menghentikan mobilnya,dan langsung turun.

__ADS_1


"Alhamdulillah,ku pikir dia akan pulang, tidak tahunya di masjid. Ucap mas Aldo.


"Bersyukur kak,dia sudah berubah." Ucap Kevin.


Mas Aldo hanya menganggukkan kepala dan langsung menungguku di luar.


"Ya sudah kak,aku pulang dulu." Ucap Kevin.


"Iya. Vin makasih." Ucap mas Aldo.


Mendengar itu,Kevin hanya mengangkat jempolnya. Lalu kembali pulang.


Sementara aku,selesai sholat dan mengaji aku lalu beranjak berdiri dan pulang dulu ke rumah suamiku. Ya aku sudah salah,pergi tanpa minta izin darinya.


Aku tak ingin menambah dosa,hanya karena ucapan orang tadi. Sesampai di mobil,tiba-tiba terlihat lelaki berdiri di depan mobil suamiku.


"Maaf cari siapa ya ?" Tanyaku seraya menunduk.


Spontan mas Aldo merubah posisi tubuhnya,menghadap ke arahku.


"Alhamdulillah,ternyata benar kamu sayang." Ucapnya seraya memelukku.


"Mas Aldo." Panggilku.


"Iya sayang ini aku,aku mencarimu kemana-mana." Ucapnya lirih.


Aku lalu mengajaknya masuk,karena banyak yang melihat kami. Setelah masuk,aku lalu meminta maaf dan takzim.


Mas Aldo tersenyum. "Iya sayang, sudah aku maafin, jangan diulangi lagi ya perginya." Ucap mas Aldo.


"Insyaa ALLAH mas." Ucapku.


Kami pun saling tersenyum dan memeluk, namun tiba-tiba terdengar suara perutku berbunyi. Mendengar itu, mas Aldo langsung pindah tempat. Dan berhenti di warung makan.


Sedangkan aku menahan malu seraya menunduk. Melihatku demikian,mas Aldo langsung mengajakku turun.


"Ayo sayang." Ucapnya.


"Nanti kita beliin." Ucapnya.


"Tapi aku tidak membawa uang." Ucapku jujur.


"Aku bawa sayang." Ucapnya lembut.


Akhirnya kami pun makan di sana dan aku sudah habis 3 piring nasi.


"Maaf mas,buat kamu malu." Ucapku lirih.


"Shht,aku tidak malu karena kamu' habis banyak. Ingat titipan."Ucap mas Aldo.


Aku hanya menganggukkan kepala.


Selesai makan,mas Aldo langsung membayar dan mengambil pesanan yang sudah di pesan. Aku lalu menyusulnya.


"Mas suami,sudah belum ?" Tanyaku.


Mas Aldo menatapku. "Sebentar lagi sayang,sabar. Nunggu uang kembalian." Ucapnya lembut.


Aku lalu bergelayut di lengannya,mas Aldo nampak menyentuh tanganku lembut.


"Ini mas,terima kasih." Ucapnya seraya mendayu-dayu.


Mendengar itu, aku tambah mengeratkan genggamanku di lengannya.


Melihat itu,mas Aldo langsung menyentuh tanganku.


"Kenapa istriku ?" Tanyanya.

__ADS_1


Namun aku hanya diam,sesampai di mobil aku langsung duduk di belakang. Melihatku demikian,mas Aldo tersenyum dan lalu menyusulku.


"Istriku tersayang kenapa lagi ?" Tanyanya.


"Dasar tidak peka." Ucapku seraya cemberut.


Mendengar itu,mas Aldo lalu memelukku.


"Anindita Aurelia,pemenang hatiku hanya kamu. Dan hanya kamu-.


"Sudah aku bukan abege,yang dapat rayuan langsung klepek-klepek." Ucapku mendengus kasar.


Mas Aldo tidak menjawabnya,namun langsung keluar mobil.


Huft sama saja. Ucapku.


Namun,baru akan senderan,pintu di sampingku terbuka.


"Mas." Pekikku.


Sedangkan mas Aldo langsung membopongku dan pindah ke kursi depan.


Selesai memasangkan sabuk pengaman,mas Aldo menarik tengkukku dan men****ku.


Tanganku berusaha mendorong tubuhnya,namun dengan cepat dia memegangi tanganku.


Tenagaku tak cukup kuat untuk menahannya,hingga aku hanya bisa pasrah.


Setelah lama berp******. Mas Aldo melepasnya. Lalu menutup pintu mobil dan beranjak melangkah ke setir mobil.


Selama perjalanan pulang,kami diam dan tidak ada yang membuka suara. Entah kenapa aku jadi merasa mengantuk. Aku lalu membenarkan posisiku dan tertidur. Sedangkan mas Aldo nampak fokus menyetir. Sesekali dia memandang ke arahku dengan tersenyum.


Tak lama kami sampai rumah,namun mas Aldo hanya memberikan bungkusan lauk yang kami beli tadi.


Dia lalu kembali lagi ke mobil, dan membawaku entah kemana.


1 jam berlalu,aku pun terbangun. Ku pandangi setiap ruangan. Dimana aku ? Ucapku penuh tanda tanya. Aku lalu beranjak dan berjalan perlahan.


Sesekali ku panggil nama suamiku. Namun nihil,kemana dia ? Tanyaku lagi.


Saat akan membuka pintu,rupanya mas Aldo tertidur di sofa. Aku lalu mendekatinya dan menyentuh pipinya.


"Mas,kita dimana ?" Tanyaku seraya membangunkannya.


Mas Aldo pun terbangun,karena mendengar suaraku.


"Sayang,kamu sudah bangun ?" Tanyanya.


"Sudah mas." Ucapku seraya mengamati sekekeling rumah.


"Kita di rumah Kevin sayang." Ucap mas Aldo.


Yang sudah tahu raut wajahku yang bingung.


Aku enggan bertanya lagi, namun lagi-lagi mas Aldo menggodaku.


"Udah enggak marah lagi ni ?" Tanyanya seraya mengerlingkan m***.


"Ish ganjen." Ucapku.


Dan aku pun mulai beranjak pergi keluar,namun langkahku berhasil dicegah mas Aldo.


"Ganjen dengan istri sendiri tidak ada larangan." Ucapnya seraya memelukku.


"Sudah enggak marah ?" Tanyanya lagi.


"Aku lalu menggelengkan kepala dan menatapnya. Aku takut kamu tergoda dengan perempuan muda tadi. Dia memiliki warna kulit sama dengan kamu. Berbeda dengan aku,yang sawo matang,wajah jarang perawatan dan belum menjadi perempuan baik." Ucapku.

__ADS_1


Mendengar penuturanku,mas Aldo lalu merubah posisi,kini dia yang di atasku.


"Aku menikahimu bukan karena wajahmu,warna kulitmu,pendidikanmu dan kekayaan kamu. Tapi aku tulus ingin merubahmu ke arah yang lebih baik,dan aku ingin kamu jadi ibu buat anak-anakku." Ucapnya.


__ADS_2