Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 16


__ADS_3

"Tepat jam 3 sepertiga malam,aku beranjak bangun. Dan priper,pun dengan anak-anakku,ku siapkan bajunya dan tak berselang lama,sudah selesai.


Ku bangunkan mereka,anak-anakku dan bergegas mandi. Selesai mandi, mereka sudah menunggu di mobil. Sedangkan mas Aldo juga sudah siap.


"Mau kemana Ta ? Tanya mas Aldo."


"Bangunin Asih mas' ucapku. Tak perlu' ucapnya sembari memelukku. Kenapa ? Tanyaku. Enggak apa-apa. Tapi dia di rumah sendiri,kasian' ucapku. Aku sudah menelpon temanku' ucap mas Aldo."


"Bentar lagi dia sampai' ucapnya lagi."


Tak berselang lama,terdengar suara klakson mobil. Tin..tin..tin...


"Kak' titip rumah ya' ucap mas Aldo. Aku menatapnya dengan cemberut. Ta' panggilnya. Aku tersenyum. Selesai saling sapa,kami pun berangkat."


"Ta,panggil mas Aldo. Anak-anak yang sudah tau pun,pindah ke jok mobil belakang."


Aku masih terdiam,mas Aldo yang melihat kedua anaknya sudah terlelap, menghentikan mobilnya.


"Sayang' ucapnya lembut. Kamu tahu kan,aku paling' ucapku terhenti karna dia menyela ucapanku."


"Ya aku salah,tapi plis dengerin penjelasanku' ucapnya tersedu. Aku terdiam,plis Ta' ucapnya lagi."


Melihatnya menangis,aku lalu men**** b****nya sangat lama. Hingga saat sudah kehabisan oksigen,kami melepasnya.


"Maaf' ucapnya. Iya,tapi jangan di ulangi lagi' ucapku kemudian."


"Iya sayang' jawabnya. Kini kami melanjutkan perjalanan ke jogja. Melihatku tertidur,mas Aldo tersenyum. Dan berucap lagi, makasih ya ALLAH,KAU kabulkan hajat hamba."


Tanpa mas Aldo tahu, Ardi melihat tangis bahagia ayahnya. Membuat dia semakin sayang memiliki keluarga yang utuh. Walaupun aku dan Icha bukan orang terdekatnya.

__ADS_1


Sesampai di Bandung, kami pesan makan di restoran. Tak berselang lama kami pesan makanan,hingga 15 menit menunggu,makanan pun tersaji.


"Kami semua makan dengan hati-hati." Dan tak berselang lama,kami semua selesai,lalu mas Aldo membayar."


Hingga kejadian tidak menyenangkan pun terjadi lagi.


"Rivaldo Agung Pratama' panggil perempuan yang pakaiannya kurang bahan itu."


"Kami langsung menoleh,dan dia langsung menghampiri mas Aldo. Namun ditangkis oleh Ardi. Maaf tante' ayah saya sudah punya pasangan. Mending tante cari lelaki lain' ucap putraku."


"Eleh,palingan cuma hoax' ucapnya."


"Melihatnya begitu,mas Aldo langsung mengirimkan pesan di nomer Ardi. Ardi lalu menunjukkan videonya"


"Masih kurang percaya tanya? Tanyanya. Kalau masih,aku beri videonya lagi' ucapnya lagi." Paling-paling nanti ce*** lagi' ucap perempuan itu. Dan langsung kena tamparan dari mas Aldo langsung".


"Jaga tutur katamu' ucapnya seraya membopongku dan meminta anak-anaknya mengikuti dia. Tunggu Yah' jawab Ardi,Tante ini Ardi kasih penutup tubuh tante' ucap Ardi."


" Namun langsung di jawab orang-orang restoran,ingat karma woy' ucap mereka serentak."


Setelah kejadian tadi,mas Aldo menatapku dengan sendu. Seraya,menggenggam tanganku.Dia meneteskan air m*t* lagi.


Melihat itu pun,aku mengelus tangannya pelan. Dia menoleh sesaat dan tersenyum. Sesampai di apartemen,kami pun merebahkan badan kami di tempat tidur.


"Anak-anak masuk ke kamar,sedangkan aku membersihkan badanku dan sholat. Tak lupa juga mengajak masyarakat Aldo."


Selesai sholat dan makan malam, Mas Aldo pamit kepada kami semua. Kami menganggukkan kepala dan takzim.


"Tidak perlu menungguku,kalau aku jam 10 malam,belum tiba' ucapnya."

__ADS_1


"Tidak janji' ucapku. Dia lalu mengacak rambutku. Dan berkata ya sudah tunggu aku ya seraya mengerilkan m*t*nya."


Melihat demikian aku hanya tersenyum. Dan aku lalu menyusul anak-anakku menonton tv.


"Sudah sekolah ? Tanyaku. Sudah bu' jawab mereka kompak. Coba lihat' ucapku lagi. Ini' jawab mereka lagi. Bagus' tingkatkan kejujuranmu' ucapku. Rebes bu' ucap mereka lagi seraya tertawa."


"Hemm...kalian ini' ucapku seraya memberikan ciuman di wajah mereka. Hingga tepat jam 9,mereka tertidur dengan nyenyak."


"Aku pun merebahkan tubuhku ke sofa, sambil menunggu mas Aldo tiba. Sampai jam 12 malam,aku masih terjaga."


Aku lalu mematikan tv,dan beranjak ke kamar. Mengganti pakaianku. Dan lalu tidur sejenak. Ku pejamkan m*t*' namun tidak bisa.


Aku lalu ke luar,dan melihat sekelilingku sudah nampak sepi. Aku menghembuskan nafasku dengan kasar. Hingga tanpa ku tahu,mas Aldo sudah datang.


Dia membersihkan tubuhnya dan keluar. Aku yang baru masuk,dan menutup pintu terkejut melihat dia datang.


"Sudah pulang mas' ucapku. Sudah baru saja' jawabnya. Seraya merebahkan tubuhnya dikasur."


"Aku pun juga sama,mas' panggilku. Hmmm' ucapnya. Besok aku izin' ucapku terhenti,karna tiba-tiba mas Aldo men**** ceruk leherku. Dan meninggalkan bekas di sana."


Tangannya juga sudah kemana-mana, hingga tanpa sadar aku dan sama dia sudah sama-sama polos.


"Maaf Ta' aku sudah ingin' ucapnya.Dan kami pun mengulangi ritual seperti yang dulu. Hingga tepat jam 5 pagi,kami baru selesai."


"Sedangkan anak-anak kami' sudah mulai mengerjakan tugas dan nanti sore baru bermain."


Sedangkan di rumah,Asih yang baru tahu,bahwa kakak ipar mas Aldo mengawasi kerjaannya pun membuat Asih tidak bisa santai lama. Dia terus menerus mengeluh.


Namun kakak ipar kami,tidak menanggapinya.

__ADS_1


Sedangkan di apartemen,aku dan mas Aldo masih terlelap dengan sama-sama masih polos. Hingga tanpa sengaja,aku merasa ingin ke toilet.


__ADS_2