Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 13


__ADS_3

"Hingga aku yang tadinya mengantuk, kini tidak mengantuk lagi. Mas' panggilku seraya menghentikan sen****nnya."


Melihat demikian,mas Aldo langsung menatapku dan bertanya.


"Kenapa Ta ? Tanyanya. Aku lalu membisikkan di telinganya,geli mas' ucapku. Mas Aldo tersenyum. Seraya berkata,aku ingin memiliki anak denganmu".


Deg...


Jantungku berdetak dengan kencang, apa yang aku takutkan benar terjadi. Saat usiaku tak lagi muda,suamiku minta anak.


"Hai...kenapa melamun ? Tanyanya. Mas' kalau aku tidak bisa' ucapku terhenti. Jangan begitu,yakin saja dan selalu meminta pada ALLAH dan usaha' ucapnya."


"Tapi,aku ini tidak becus mas' ucapku. Ta,tidak perlu kamu jelaskan. Aku sudah tahu masalalu kamu,bahkan keseluruhannya' ucap mas Aldo panjang lebar."


Hingga aku tak kuasa menahan tangisanku. Melihatku menangis, mas Aldo langsung menenangkanku.


"Ta' panggilnya lirih. Seraya tangannya menghapus bulir air m*t*ku yang jatuh. Aku lalu menatapnya,dan sedetik kemudian mas Aldo memulai lagi."


Hingga 5 kali, sampai jam 2 dini hari. Kami baru selesai ritual.


Jangan ditanya lagi,soal sakitnya. Sakit banget,mungkin besok aku berjalan tidak seperti biasa.

__ADS_1


"Makasih cinta' ucap mas Aldo. Aku hanya terdiam dan memejamkan m*t*. Tepat jam 3 aku terbangun,dan ku tatap mas Aldo masih tertidur."


Aku mengelus pipinya,dan men****nya. Dia sama sekali tidak terganggu dan tetap tenang dalam tidurnya.


"Mas bisikku di telinganya,namun lagi dan lagi mas Aldo enggak ada reaksi. Akhirnya aku pun beranjak bangun,dan membersihkan diri. Alhamdullillah,yang ku takutkan tidak terjadi' ucapku dalam hati."


Aku langsung ke kamar mandi,tak berselang lama,aku sudah selesai mandi. Dan berwudhu,lalu sholat. Selesai sholat aku keluar kamar, menyiapkan sarapan.


Tapi sebelum membuat sarapan,aku membangunkan kedua anakku terlebih dulu. Setelah bangun,aku langsung ke dapur lagi.


Hari ini masak sop ayam dan tempe goreng. Bismillah semoga mereka suka' ucapku dalam hati.


25 menit,aku sudah selesai memasak dan membersihkan dapur. Azan subuh sudah berkumandang. Anak-anakku izin ke masjid,aku mengizinkan. Dan mereka tak lupa takzim kepadaku.


"Waallaikumsalam' jawabku."


Setelah mereka berangkat,aku kembali ke kamar,membangunkan mas Aldo.


"Mas' ucapku. Namun lagi dan lagi dia tidak merespon. Aku pun menggoyangkan tubuhnya,hingga amarah dia pun meledak."


"Apa sih maumu, dari kemarin mengganggu saja' ucapnya lantang."

__ADS_1


Deg...


Dadaku terasa sakit,apa aku salah membangunkannya' ucapku dalam hati. Aku mematung sesaat,lalu beranjak pergi.


Sedangkan mas Aldo,langsung mandi.


Selesai wudhu di luar, aku mengambil mukenaku dan sholat di kamar Icha. Menyadari demikian,mas Aldo yang juga akan sholat, langsung memelukku dari belakang.


"Maaf Ta' ucapnya." Maaf mas aku mau sholat dulu' ucapku seraya melepas tangannya mas Aldo. Yang melingkar di pinggangku."


"Enggak,kamu mau anak-anak sedih, melihat sholat kita terpisah ? Tanyanya. Aku terdiam,memikirkan ucapannya. Akhirnya aku memilih mengalah."


Selesai sholat,aku pun takzim. Dan melipat mukenaku,lalu melangkah keluar.


Namun langkahku terhenti,saat mendenger mas Aldo kesakitan. Spontan aku memapahnya,dan memberikan dia minum air putih hangat. Di dekat nakas.


"Makasih Ta' ucapnya seraya memijit keningnya. Aku hanya menganggukkan kepala."


"Ta,maaf ya aku sudah berbicara kasar sama kamu' ucapnya. Lagi-lagi aku hanya menjawab dengan anggukan. Apa kamu kecewa ? Tanyanya."


"Aku menggelengkan kepala,hening sesaat. Hingga tiba-tiba mas Aldo membuka kancing bajuku,dan lagi-lagi seperti bayi yang kehausan."

__ADS_1


Aku hanya terdiam,tanpa expresi. Hingga tangan mas Aldo merajelela di area rotiku.


"Mas' ucapku. Mas Aldo tersenyum, dan menjawan. Ya. Apa kurang semalam ? Tanyaku. Dia lalu menarik tanganku.


__ADS_2