
"Mas Aldo tersenyum,dan mendekati aku. Selamat pagi istriku' bisiknya. Aku hanya menjawab hemm. Aku ngantuk mas' maaf ya aku ti..ucapku terhenti."
Mas Aldo sudah dengan cepat men****ku. Awalnya aku menolak, namun mas Aldo menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan.
"Dan berkata,maafkan aku' ucapnya. Dan lalu beranjak. Iya' ucapku singkat."
Setelah kejadian itu,mas Aldo memilih tidur di sofa. Hingga 3 bulan lamanya. Sampai tepat aku menemukan pesan chat di hpnya. Tentang curahan hatinya mas Al dengan nomer yang tidak ada namanya.
Aku tertunduk lesu,lagi dan lagi aku harus menelan pil pahit lagi. Air m*t* jatuh menetes tanpa di komando. Pantas saja,akhir-akhir ini dia selalu pulang larut malam,ternyata karna ini' ucapku dalam hati.
Hingga tepat malam,dia sudah datang. "Sudah pulang mas ? Tanyaku. Ya' ucapnya. Mau aku' ucapku terhenti. Karna tiba-tiba dia men**** b****ku sekilas. Tidak perlu sayang,tadi aku membeli makan' ucapnya."
"Aku mandi dulu ya' ucapnya. Namun langkahnya terhenti,saat aku aku sebutkan nomer hp seseorang."
Mas Aldo langsung membalikkan badan,dan membopong tubuhku. Seraya berkata,aku akan jelaskan semuanya sama kamu. Tapi tidak di sini' ucap mas Aldo berbisik.
Aku hanya menurut,dan seraya memeluk tengkuknya mas Aldo. Sesampai di kamar,mas Aldo pun langsung memberikan gawainya.
" Bacalah dari awal sampai selesai' ucap mas Aldo. Aku tinggal mandi dulu' ucapnya. Aku lalu berdiri,menyiapkan baju tidur untuknya. Dan memulai membaca."
Baru sampai pertengahan,mas Aldo sudah selesai mandi. Dan kini dia langsung memakai celana dan bajunya di depanku. Aku meneguk saliva dengan susah,namun sebelum ketahuan,aku lanjut membaca.
"Sudah selesai istriku ? Tanya mas Aldo. Be-be-belum' ucapku gagap. Mas Aldo hanya tersenyum. Seraya menatapku."
__ADS_1
Dia lalu menyandarkan kepalanya di bahuku,seraya berkata. Nomer hp itu, milik kakak iparku,yang dulu sempat melarang kita menikah' ucapnya.
Sedangkan aku,hanya menyimak.
"Dan 2 tahun lalu,dia juga memimtaku pulang,memberi kabar,kalau kamu sudah gagal lagi dalam pernikahan. Kenapa begitu ? Tanyaku tiba-tiba."
"Disaat dia melarang kita menikah, saat itu juga anaknya b*n*h diri' ucap mas Aldo. Innalillahiwainna illahi rojiun' ucapku."
"Dia merasa salah juga,karna ternyata perempuan yang di sandingkan denganku,juga bukan perempuan baik-baik. Setelah mengetaui, kabarmu. Dia menghubungi aku. Ucap mas Aldo"
"Dan setiap hari,dia masih menanyakan kamu kepadaku' ucapnya lagi. Mendengar itu,aku mulai menangis. Hai,are you ok ? Tanyanya. Im fine' jawabku lalu memeluknya. Thanks' ucapku lagi."
"Untuk apa ? Tanya mas Aldo. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku dan buah hatiku' ucapku. Shtt,buah hati kita' ucapnya."
"Aku mengantuk,seraya merebahkan tubuhku di kasur." Rasa sesak di dada, kini perlahan hilang. Tak lupa aku bersyukur kepada sang Kuasa,mengirimkan jodoh terbaik. Aamiin."
Melihatku terpejam,mas Aldo pun beranjak pergi. Namun aku tahan.
"Kemana ? Tanyaku. Ke kamar tamu' ucapnya. Ngapain ? Tanyaku lagi. Tidur' ucapnya. Kan biasanya begitu sayang' ucapnya lembut. Seraya kembali duduk."
"Kalau terpisah,untuk apa kita menikah ? Tanyaku paraw. Aku takut syahwatku tidak bisa aku kendalikan' ucap mas Aldo."
Mendengar itu,aku jadi bergidik ngeri,takut tidak bisa memuaskan. "Ya sudah ya,aku ke kamar tamu dulu' ucapnya. Namun, langsung aku tarik. Enggak boleh' ucapku. Tunggu sampai aku tidur' ucapku lagi."
__ADS_1
"Baiklah' ucapnya pasrah. Aku pun memeluknya. Begitu pun dengannya. Setengah jam berlalu,kami juga masih terjaga."
Beruntung besok hari minggu,jadi tidak ada masalah,kalau terbangun di siang hari.
Kami saling pandang,dan mas Aldo berbisik.
"Tidurlah' ucapnya seraya memejamkan m*t*. Kenapa mas ? Tanyaku ? Shtt tidurlah,sudah malam. Kalau kamu begini terus,aku tidak bisa menahannya' ucap mas Aldo."
"Aku yang sudah tahu,arah bicaranya langsung membuka selimut. Spontan aku menatap jun**rnya membesar."
Ku teguk saliva dengan susah payah,lalu berbisik di dekat telinganya.
"Biar aku bantu' ucapku. Bantu apa ? Bantu membuang sampah' ucapku."
"Sampah mana ? Tanyanya. Ini' ucapku seraya menunjuk bawah. Tidak usah sayang' nanti dia jinak sendiri' ucap mas Aldo."
Tanpa fikir panjang,aku langsung men****nya.
"Sayang' ucapnya terkejut. Shht lakukanlah sebelum aku berubah fikiran' ucapku."
"Tapi,katamu,kamu sedang halangan ? Tanyanya. Aku langsung membuka dan ku raih tangannya. Jadi kamu bohong ? Tanyanya."
Aku lalu mengatakan uneg-unegku kepadanya. Dia terdiam,dan menjelaskannya dengan jujur. Tak menunggu lama,kami sudah bertukar keringat.
__ADS_1
"Makasih sayang' ucapnya. Aku hanya menganggukkan kepala. Sedangkan mas Aldo,mendusel dan memelukku."