Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 22


__ADS_3

"Kenapa sayang ?" Tanya mas Aldo.


"Aku pengen istirahat mas." Ucapku seraya merebahkan tubuhku di tempat tidur.


"Ya sudah aku pesankan dulu ya,kamu mau makan apa ?" Tanya mas Aldo.


"Gado-gado saja mas." Ucapku.


"Ok." Jawabnya seraya mengerilkan m*t*.


"Ish nakal." Ucapku seraya cemberut.


"Enggak apa-apa,nakal sama istriku sendiri." Ucapnya seraya meletakkan gawainya di nakas.


Mas Aldo lalu ke kamar mandi,dan mengganti pakaian yang biasa layaknya di rumah.


Selesai itu,mas Aldo langsung kembali lagi ke tempat tidur. Dan menatapku penuh dengan arti. "Maaf Ta, aku sudah teledor. Tapi mulai hari ini aku akan mengawasinya." Ucap mas Aldo dalam hati.


Tak berselang lama,pesanan pun datang. Mas Aldo lalu menghampiri dan membayarnya. Lalu kembali masuk lagi.


Mas Aldo langsung mengambil piring dan sendok untuk kami. Dia lalu membangunkan aku perlahan dengan sentuhan tangannya.


Aku lalu mengerjabkan m*** dan mengucek seraya menghilangkan kotoran di ma**.


Saat akan beranjak berdiri,tanpa aba-aba mas Aldo langsung membopongku. Spontan aku teriak.


"Ah mas." Ucapku terkejut.


Dia hanya diam tanpa expresi dan melangkah keluar kamar. Sesampainya di meja makan,mas Aldo menurunkan aku.


"Makasih mas." Ucapku seraya tersenyum.


"Sama-sama sweety." Ucapnya seraya menatapku yang sulit aku artikan.


Kami pun makan bersama dan tanpa bersuara. Hanya terdengar sendok dan piring saja. Setelah selesai aku lalu beranjak mencuci piring, namun lagi-lagi mas Aldo melarang aku.

__ADS_1


Dia masih takut aku pingsan lagi. Aku selalu berusaha meyakinkan kalau aku baik-baik saja pun terasa sia-sia. Akhirnya aku hanya menurut.


Selesai mencuci mas Aldo menghampiri aku,yang duduk di sofa depan tv. Dia lalu menyenderkan kepalanya ke bahuku.


Aku lalu meng**** kepalanya dengan rasa sayang. Lalu aku berinisiatif bertanya.


"Kenapa mas ?" Tanyaku. Mendengar pertanyaanku,mas Aldo langsung pindah posisi sejajar denganku.


"Aku takut." Ucapnya seraya menghembuskan nafasnya dengan pelan.


Mendengar jawaban darinya aku lalu mencoba menguatkan hatinya. Walau aku sendiri belum tahu,ketakutan apa yang ia rasakan.


Aku menggenggam tangannya seraya bertanya dengan lembut.


"Takut kenapa mas suamiku." Ucapku sedikit genit.


"Takut kamu ninggalin aku lagi Cha, kalau kamu tahu masa kelamku dengan mantan istriku dan Asih." Ucapnya paraw.


Aku mengernyitkan keningku dan bertanya lagi. "Mas kenapa jadi bawa Asih ?" Tanyaku lembut.


"Mas Aldo mengatur nafas dan menatap ke arahku. Karena dia sumber permasalahanku dengan Fina hancur." Ucapnya seraya menahan luka di hatinya.


Melihat hal itu,aku langsung mengalihkan obrolan kami, karena jujur aku juga takut, kalau masih Aldo tergoda dengan Asih. Namun aku langsung menipisnya, dan menghapus rasa takutku.


Tanganku lalu meraih leher mas Aldo,kami saling pandang. Mas Aldo juga sudah memperingatkan,namun aku tidak begitu menghiraukannya.


Saat mas Aldo mulai mendekati b****ku, aku lalu bersembunyi di ceruk lehernya. Dan aku mulai iseng lagi, aku lalu men**** leher jenjangnya seraya meninggalkan jejak di sana.


Sedangkan mas Aldo nampak berg*****h. "Ta ucapnya terhenti karena aku langsung men**** b****nya dengan pelan dan lembut. Mas Aldo pun tersentak,namun di detik kemudian dia membalasnya dengan sangat lembut.


Hingga saat aku membuka pakaiannya, dia langsung membopongku menuju ke kamar,lalu melakukan ritual kembali. Hingga jam 2 siang,kami tertidur kembali.


Tepat 2.30, ponsel mas Aldo berdering, mendengar itu,kami pun jadi terbangun. Mas Aldo langsung mengangkat ponselnya dan berkata.


("Halo." Ucapnya paraw.)

__ADS_1


("Halo yah, ini Ardi dan Icha izin nginap tempat bude ya yah." Ucapnya.)


("Kenapa enggak pulang ?") Tanya mas Aldo.


("Belum yah, Ardi sama Icha lagi belajar disini. Mumpung ada bu guru yang cantik." Ucapnya seraya tertawa renyah. Boleh ya yah''. Ucapnya lagi.)


("Ya sudah boleh." Ucap mas Aldo dan langsung mematikan sambungan teleponnya.")


Lalu meletakkan kembali di nakas. Aku yang tadi sempat bangun,kini tertidur kembali. Jujur masih capek.


Mas Aldo langsung menatapku, dan meng**** keningku. Lalu beranjak mandi dan sholat.


Selesai semua,mas Aldo keluar kamar, namun sebelum keluar kamar,dia men**** b****ku seraya berkata.


"Aku keluar sebentar ya Ta." Izinnya padaku,walau aku tidak mendengarnya,karena masih terlelap.


Mas Aldo langsung mengunci pintu dan membuka kamar Asih. Dia lalu membuka Almari Asih,untuk mengetahui apa saja isi dalam almarinya.


Di atas almari,mas Aldo tidak menemukan hal ganjil. Namun saat membuka di tengah almari,betapa terkejutnya dia,mendapati foto pernikahan yang dulu di robek oleh Asih dan diganti dengan wajahnya. Begitupun dengan foto pernikahan sekarang. Wajahku diganti dengan wajahnya.


Dan di sebaliknya tertulis,akan ku pastikan kalian berpisah ! Tulisnya. Membaca itu mas Aldo berulang kali istighfar.


Dia lalu menutup kembali pintu almari Asih dan juga menutup pintu kamar pembantu.


"Ya ALLAH, beri hamba jalan terbaik." Ucapnya lirih.


Mas Aldo langsung menghubungi seseorang dan meminta ketemuan di rumah. Yang di telfon pun menyanggupi.


Tak berselang lama,pria itu datang.


Ting tong ting tong,terdengar suara bel di luar. Gegas mas Aldo membukanya.


Dan lalu meminta tamu itu masuk. Ya dialah guru ngaji mas Aldo dulu,Mas Aldo meminta maaf karena sudah lancang,menyuruh gurunya datang. Namun sang guru pun menjawab, tidak apa-apa.


Dan mengucapkan terima kasih,sudah mau berbagi ilmu dan mendengarkan curhatnya.

__ADS_1


"Selagi aku bisa,pasti kamu aku beri saran." Ucap gurunya.


Mas Aldo pun langsung to the poin dan menceritakan semuanya kepada gurunya. Dan juga foto yang ia temukan di almari pembantunya.


__ADS_2