Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 75


__ADS_3

Aku langsung menatap bajunya yang sudah ganti, aku lalu menyandarkan tubuhku ke bahunya.


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Enggak apa-apa, cuma rindu kamu saja." Ucapku.


"Rindu apa rindu ?" Tanyanya dengan menggoda.


"Rindu." Ucapku.


"Hmm. Setiap hari begini, kenapa rindu ?" Tanyanya.


"Rindu masa muda kita dulu." Ucapku.


"Hmm." Ucapnya.


Hening...


Tiba-tiba dari arah luar terdengar penjual tahu bulat dan bakpia.


"Mas minta uangnya." Ucapku.


"Buat apa ?" Tanyanya.


"Tu, beli tahu sama bakpia." Ucapku.


"Ini." Ucapnya.


"Makasih." Ucapku seraya berlari.


...Dasar kaya anak kecil. Ucapnya....


^^^Setibanya aku di dalam, aku lalu menaruh di meja ruang tamu. Dan memakannya. Sementara mas Aldo menatapku seraya tersenyum. Melihat itu aku tambah bahagia. Ucapnya.^^^


"Mau mas ?" Tanyaku.


"Iya sini coba." Ucapnya.


Aku lalu menyuapi dia, dan tiba-tiba aku meringis.


"Kenapa ?"Tanyanya dengan khawatir.


"Asiku penuh." Ucapku.


"Dia langsung membopongku dan membawaku ke kamar. Ini penyedot asinya." Ucapnya.


"Makasih." Ucapku.


"Sama-sama." Ucapnya.


Selesai memompa, aku langsung mencuci bersih pompanya dan menyimpan di tempat bersih.


"Mas, makan di luar yuk." Ajakku.


"Kemana ?" Tanyanya.


"Warung." Ucapku.


"Ya sudah yuk." Ucapnya.


Setibanya di warung, aku lalu memesan bakso.

__ADS_1


"Mas bakso dua ya." Ucapku.


"Baik mbak." Ucapnya.


Tak berselang lama, sudah jadi.


"Silahkan." Ucapnya.


"Ya." Ucap kami.


Selesai makan, kami langsung pulang. Saat sudah hampir di depan rumah, terdengar suara teriakan tetangga sebelah.


"Auw, ini apa sih." Ucapnya keras.


Sementara aku hanya terdiam, dan suamiku langsung masuk.


Aku memberanikan masuk kedalam rumahnya.


Tok..Tok..Tok..


"Assalamualaikum." Sapaku.


"Waalaikumsalam." Ucap laki-laki muda itu.


"Cari siapa mbak ?" Tanyanya.


"Enggak mas, maaf tadi Mbaknya kenapa ya ?" Tanyaku.


"Oh dia memang suka begitu mbak." Ucapnya seraya mendekati aku, namun aku langsung pamit.


Dan dia pun mengiyakan. Sepeninggal aku dia tersenyum smrik, dan berkata cantik tapi sayang sudah di miliki.


"Rafa kok belum pulang ya mas ?" Tanyaku.


"Sebentar lagi." Ucapnya seraya tersenyum.


Hening.


Tak lama, terdengar suara Dewi tertawa. Kami langsung keluar kamar.


"Astagfirullah belum tidur ?" Tanya mas Aldo.


"Dia sudah tidur, tapi terbangun om." Ucapnya seraya menyerahkan Rafa dan langsung pulang.


Aku lalu memberinya dia asi dan tak lama dia tertidur. Sementara mas Aldo sudah terlelap di tempat tidur.


Aku lalu ikut menyusul tidur dengan memeluknya.


Pagi pun tiba, aku dan Rafa sudah selesai jalan-jalan. Sementara mas Aldo masih terlelap, karena semalam kecapean.


...Sesampai di rumah, aku lalu duduk sebentar di teras. Sedangkan Rafa asik duduk sambil makan....


Tepat jam 6.30 pagi, aku mengajak dia masuk ke dalam. Dan menaruh Rafa di sampingnya.


Tak lama, suamiku langsung membuka mata dan menciumi Rafa. Sementara aku mengambilkan baju ganti untuknya.


"Hari ini aku kerja di rumah ay". Ucapnya.


"Kenapa ?" Tanyaku.


"Enggak apa-apa." Ucapnya seraya beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


"Oh." Ucapku.


15 menit kemudian mas Aldo keluar dari kamar mandi, dia lalu memakai bajunya dan menyisir rambutnya.


"Masak apa ay ?" Tanyanya.


"Masak sop sama balado ikan." Ucapku.


"Tolong ambilkan." Ucapnya seraya menjaga Rafa.


"Selesai mengambilkan, aku lalu mendekatinya dan berkata. Sudah mas." Ucapku.


"Baiklah." Ucapnya.


Aku pun langsung ikut keluar dengan membawa Rafa. Namun baru melangkah sampai pintu, Rafa nangis.


"Oh ngantuk ya." Ucapku seraya mengajak dia masuk.


"Tidurin dulu ay." Ucapnya seraya makan.


"Ya." Ucapku.


Selesai makan Aldo langsung kembali kerja, dan membalas email. Setelah selesai, barulah dia melakukan zoom dengan para karyawan.


...Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Pernikahan kami semakin lama semakin langgeng, anak-anak tumbuh dengan baik dan kini Rafa masuk paud di usia 3 tahun. Sementara suamiku usahanya alhamdulillah semakin maju. Sementara di tempat lain Fina dan Haris sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Para anak buahnya juga sudah mendapatkan hukuman. ...


Mereka kini pun sudah tidak punya apa-apa lagi. Sementara Kevin, memilih melajang dulu.


Tak jauh beda dengan kami, Kak Randra dan istrinya sedang liburan di luar negri mengajak serta Dewi. Dan hari inilah hari kepulangan mereka.


"Wah so sweetnya." Ucap kami bersama.


"Iya dong." Ucap mereka bersama.


"Ta, makasih ya sudah mau jemput kakak iparmu ini." Ucap mbak Devi.


"Iya kak." Ucapku seraya memeluknya.


"Mami,papi kok aku ditinggal sih." Ucapnya seraya berlari.


"Maaf swety. " Ucapnya.


"Kak, pulang yuk." Ajak Kevin.


"Ya." Ucapnya.


"Tunggu dulu, Kodir aku mau es krim." Ucapnya manja.


"Hais, komkom sabar napa." Ucapnya.


Kami berlima hanya saling pandang. Sementara Boni langsung ke parkiran mobil.


Dewi memeluk Kevin, aku dipeluk suamiku.


"Makasih ay, sudah mau menemaniku dalam suka dan duka." Ucapnya lirih seraya menc**mku.


"Sama-sama." Ucapku.


Itulah kehidupan ada pasang dan surut. Ada saatnya kita dapat pujian ada saatnya juga kita dapat hinaan. Hidup itu pilihan, apa yang tanam itu pulalah yang akan kau tuai. Tidak selamanya pendosa menjadi pendosa ada kalanya pendosa jadi ahli surga. Aamiin.


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2