
"Paginya,anak kami Ardi sudah bangun dan sarapan. Tak berselang lama Icha datang,lalu ikut serta sarapan. "Ibu mana kak ? Tanyanya sambil mencari aku."
"Sudah,makanlah' ucapnya. Ya' jawab Icha."
Dan di sini,di tempat tidur kami,kami masih terlelap karna ritual semalam. Mas Aldo selalu minta lagi dan lagi, aku pun tak kuasa menolaknya. Kini tubuhku terasa sakit semua,namun aku senang. Kewajibanku sebagai istri sudah aku laksanakan.
"Mas' panggilku lirih. Bangun yuk' ajakku."
"Nanti dulu sayang' ucapnya seraya memelukku erat. Aku langsung menutup hidung,seraya berkata. Kita sudah bau acem'ucapku."
"Enggak apa-apa,cuma aku yang disini' ucapnya. Ish,kasian anak-anak lapar' ucapku lagi."
"Mas Aldo pun enggan menjawab,tapi malah menutup tubuh kami dengan selimut. Hingga seluruh badan. Mas' ucapku yang mulai kesal. Karna dia malah minum,layaknya anak bayi."
"Mas' ucapku lembut. Karena sentuhannya membuatku berdesir hebat. Boleh ? Tanya mas Aldo. Boleh' ucapku."
Kami pun melakukannya lagi,hingga 3 kali,barulah kami membersihkan diri.
"Makasih sayang' ucapnya. Sama-sama mas suami' ucapku. Selesai mandi,kami memakai pakaian biasa. Dan beranjak keluar kamar".
"Ibu' panggil anak-anakku. Ya sayang' jawabku. Kami main dulu ya' pamit mereka. Ya hati-hati ucapku. Kok ayah enggak di pamiti' ucapnya. Eh ya maaf yah' ucap mereka berdua. Ya' jawabnya seraya tersenyum."
"Mas,sarapan dulu' ucapku. Ya my love' ucapnya. Suapin dong' ucapnya lagi. Ya sudah sini' ucapku. Makasih my love' ucapnya. Ya jawabku."
Tak berselang lama,kami telah selesai makan. Dan aku pun bergegas membersihkan meja dan mencuci piring.
Sedangkan mas Aldo,memperhatikan Ardi dan Icha. Selesai semua,aku langsung membersihkan rumah. Hingga waktu,sudah begitu cepat berlalu.
__ADS_1
Selesai makan siang,kami sholat berjamaah di rumah. Selesai sholat dan mengaji,kami semua tidur siang. Setelah anak-anak tidur,aku pun beranjak keluar. Mau mengambil cucian dan melipatnya.
Saat tengah melipat,tiba-tiba mas Aldo memelukku dari belakang. Spontan aku langsung membalikkan badan.
"Mas,aku nyetrika dulu' ucapku. Tidak usah' ucapnya. Terus seragam anak-anak sekolah dan baju dinas kamu ? Tanyaku lembut. Besok pagi,ada Asih' ucapnya."
"Asih ? Tanyaku. Ya,Asih asisten rumah tanggaku dulu' ucap mas Aldo. Mas,sayang uangnya,mending buat masa depan anak-anak. Aku insyaa ALLAH,masih sanggup' ucapku lembut."
"Untuk anak-anak sudah ada,udah Ta jangan banyak protes. Tapi mas' ucapku terhenti karena dia memelukku."
"14 tahun,kita baru bisa bersama. Aku mohon' ucap mas Aldo lirih. Baiklah mas,tapi aku mohon ya jangan pulang malam lagi' ucapku. Ya' jawabnya."
Setelah perbincangan itu,kami pun tidur siang. Namun aku juga masih terjaga,mungkin karena tadi kesiangan' ucapku dalam hati.
Ku pandangi mas Aldo,yang tengah tertidur dengan tanpa memakai pakaian. Terima kasih ya ALLAH,KAU hadirkan dia dalam sisa hidupku' ucapku dalam hati.
Lalu mengambil baju,dan bergegas mandi. Selesai mandi dan merias diri, aku keluar kamar. Melihat apakah anak-anak sudah bangun atau belum. Rupanya mereka sudah bangun,dan sudah rapi.
"Mau mengaji sayang ? Tanyaku. Iya bu' jawab mereka berdua. Pamit dulu ya bu' ucap mereka bersama dan tak lupa takzim kepadaku. Ya hati-hati ya, jaga adikmu juga ya Di' ucapku mengingatkan. Siap kanjeng ibu' ucapnya."
Hening terasa,kini aku pun memilih nonton tv seraya menyandarkan badanku di kursi.
Tepat jam 5 sore,mas Aldo bangun dan mandi. Kemana dia ? Tanyanya dalam hati. Sedangkan aku masih asik menonton tv,tak jarang aku tertawa melihat aksi kocak sule.
"Hemm di sana rupanya' ucap mas Aldo. Ta' panggil mas Aldo. Spontan aku langsung membalikkan badan. Mas' panggilku. Liat apa hemm ? Tanyanya seraya men****ku. Sule' jawabku."
"Aku kembali fokus liat lagi,sedangkan mas Aldo,merebahkan tubuhnya di pahaku. Mas' mau aku buatin kopi ? Tanyaku. Enggak,ini sudah ada' ucapnya. Ish mesum' ucapku."
__ADS_1
"Enggak apa-apa,mesum sama istri sendiri' ucap mas Aldo. Aku hanya terdiam,lalu kembali tertawa lagi. Mas Aldo hanya menatapku sendu. Trima kasih Ta,sudah mau menjadi tulang rusukku' ucapnya dalam hati."
Dia lalu memelukku,dan menci*m perutku. Semoga kita segera diberi momongan lagi' ucapnya dalam hati.
"Mas' panggilku. Ya' jawabnya. Kamu kenapa ? Tanyaku. Enggak apa-apa' ucapnya. Bener ? Tanyaku lagi. Ya' jawabnya."
Malam pun tiba,azan isya sudah terlewat. Anak-anak,juga sudah pulang,dan sedang belajar. Aku lalu memanggilnya.
"Sayang,makanannya sudah matang' ucapku kepada mereka. Ya bu' jawab mereka serentak. Ibu panggil ayahmu dulu ya' ucapku. Asiap bu' jawab mereka lagi."
"Mas' panggilku. Ya,masuk saja Ta' ucapnya. Aku pun langsung masuk,mas makan dulu yuk' ajakku. Ya' jawabnya."
Sesampai di meja makan,kami semua makan. dan selesai makan,mereka pamit belajar lagi. Sedangkan mas Aldo,kembali ke ruang kerjanya. Di dekat kamar kami.
Tak lupa aku juga menyimpan lauk yang tadi. Setelah selesai semua,aku lalu masuk kamar,merebahkan tubuhku di sana.
Sedangkan anak kandungku,sejak aku menikah lagi,dia lebih dekat dengan kakak sambungnya. Belajar pun mintanya juga dengan Ardi. Tapi belajarnya di luar,bukan di dalam kamar.
Dan itu,masih bisa kami awasi,lewat cctv.
Aku pun sudah terlelap dalam mimpi,sedangkan anak-anakku,baru merebahkan badannya. Sedangkan mas Aldo,masih sibuk di meja kerjanya.
Tepat jam 9 malam,mas Aldo keluar dari ruang kerja. Dan masuk ke kamar. Melihatku sudah terlelap,mas Aldo pun segera menggosok gigi dan mencuci muka,lalu memelukku.
"Ta' panggilnya lirih. Seraya membalikkan badanku perlahan. Hemm' jawabku. Yang kini sudah polos.
"Mas' panggilku. Aku minta lagi' ucapnya. Aku ngantuk mas' ucapku. Dia lalu men****ku."
__ADS_1