Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 59


__ADS_3

Dia lalu membaca dan benar saja, ada kecurangan lagi di bagian keuangan. Walau selisih sedikit, namun tetap harus di waspadai.


Sial siapa yang berani korupsi ? Ucapnya lirih, namun masih dapat ku dengar. Aku hanya diam dan memperhatikannya lalu aku mencoba mendekati dan berkata.


..."Maaf pak, 15 menit lagi kita jumpa klien dari Palembang." Ucapku pelan....


"Ya." Ucapnya seraya beranjak dan menatapku yang sedang merapikan meja kerjaku. Lalu menarik tanganku dan membenarkan jilbabku.


^^^"Kerja boleh, namun jilbabmu dibenerin dulu." Ucapnya seraya membetulkan jilbabku yang sedikit berantakan.^^^


"Maaf pak." Ucapku.


"Ya." Ucapnya seraya tersenyum lalu menge*up pipiku.


..."Ayo." Ucapnya....


"Hmm." Ucapku seraya mengikutinya. Sesampai di lift, aku yang masih kepikiran tentang korupsi langsung diingatkan suamiku.


..."Melamun boleh, namun jangan lupakan waktu. Kita di buru waktu sayang." Ucapnya....


Aku hanya tersenyum dan mengikutinya. Setelah naik mobil, kami langsung ke tempat pertemuan dengan klien kami. Sesampai di tempat, rupanya banyak bodygard disana. Aku dan mas Aldo turun bersama, sesampai di meja kami langsung membicarakan kerjasama kami.


^^^"Asisten anda cantik dan cerdas juga pak. Benar-benar pandai anda. Puji klien kami.^^^


"Trimakasih bapak pujiannya." Ucap suamiku.


..."Dimana anda mendapatkan asisten seperti ini ?" Tanyanya....


Mas Aldo menatap kliennya dan langsung berbisik. Entah siapa yang mereka bicarakan, rasanya aku ingin menyudahi pertemuan ini. Karena kerjasama sudah mereka sepakati.


^^^"Oh maaf pak, saya tidak tahu. Saya fikir dia orang lain. Pantas saja ya, anda awet muda. Hahahaha." Ucapnya seraya tertawa.^^^


"Hehe ya pak." Ucap suamiku seraya melirikku.


Tak lama, ada yang menghampiri klien kami. Dan kami pun akhirnya berpamitan terlebih dulu, rupanya pak Satya sedang membuka cabang baru di sini. Menyadari itu, mas Aldo langsung undur diri dan kembali ke kantor lagi.


Ditengah perjalanan, tiba-tiba mas Aldo merasa punggungnya sakit. Kami terpaksa berhenti di dekat warung kelontong.


"Kenapa by ?" Tanyaku.


"Enggak tahu ay, tiba-tiba sakit banget." Ucapnya seraya meringis menahan sakit.


"Sini mendekatlah." Ucapku pelan.


...Dia menurut, dan aku mulai melepas kancing bajunya dan membukanya. Lalu ku olesi punggungnya dengan minyak yang selalu ku bawa, buat jaga-jaga kalau badan tiba-tiba terasa tidak enak. Selesai aku olesi, aku lalu memakaikan pakaiannya lagi. Dan menghubungi Boni, karena mas Aldo tidak bisa melanjutkan perjalanan. Boni pun langsung mengiyakan. 1 jam, Boni baru datang bersama supir yang dulu mengantarkan anak-anak kami sekolah....


Ya sejak tidak mengantar lagi, sopir itu diminta mas Aldo jadi penjaga di kantor cabang. Dia pun mau dan sampai sekarang masih tetap menjaga di sana.


"Lama banget Bon" Ucapnya ketus.

__ADS_1


^^^"Maaf bos, macet total." Ucap Boni.^^^


Boni langsung masuk ke dalam mobil, diikuti oleh mas Aldo yang sudah pindah ke jok belakang. Sementara aku sudah di dekatnya seraya memijit punggungnya perlahan.


..."Kita pulang saja ay." Ucapnya....


"Ya." Ucapku seraya bilang kepada Boni.


^^^Sesampai di rumah, aku lalu mengajak mas Aldo ke dalam dan memijitnya lagi. Namun dia menolak, aku lalu mengambilkan minuman untuknya.^^^


"Minum dulu by." Ucapku lembut.


"Makasih." Ucapnya.


"Ya." Ucapku.


..."Masih sakit ?" Tanyaku lembut seraya mengelus tangannya....


"Masih." Ucapnya.


"Ya sudah buat istirahat saja." Ucapku kepadanya.


"Ya." Ucapnya.


...Aku menunggunya seraya memainkan ponselku, buka di aplikasi Alodokter dan bertanya. Tanpa aku tahu, dia membuka matanya dan melihatku dengan tatapan yang susah aku artikan. Aku yang merasa diperhatikan, langsung menatapnya dan bertanya....


"Kenapa mas suamiku ?" Tanyaku lembut.


^^^Aku pun menurutinya dan langsung tidur di sebelahnya.^^^


"Ada apa by ?" Tanyaku.


..."Enggak ada, aku pengen memelukmu." Ucapnya....


"Ya." Ucapku seraya membalas pelukannya.


^^^"Makasih ay." Ucapnya lalu memintaku membuka hijabku.^^^


"Untuk apa ?" Tanyaku lirih.


..."Aku rindu awal kita ketemu, kamu jutek dan mahal senyum." Ucapnya seraya tertawa kecil. Dan langsung mengaduh, karena punggungnya terasa sakit....


"Jangan tertawa dulu dan banyak gerak dulu." Ucapku mengingatkan.


^^^"Iya ay." Ucapnya seraya menatapku yang sedang membuka hijab.^^^


"Cantik." Ucapnya lalu menggenggam tanganku.


..."Jangan kemana-mana." Ucapnya....

__ADS_1


"Iya." Ucapku.


^^^Dia masih memandangi aku lekat-lekat seraya tersenyum lebar. Lalu meraih tanganku, dan meletakkan tanganku di dadanya.^^^


"Mas, punggungmu aku coba kasih minyak lagi ya." Ucapku lirih.


..."Ya." Ucapnya seraya mengalihkan posisinya menjadi miring....


^^^Selesai memberikan dia minyak, aku lalu meminta dia untuk bangun dan memberikannya baju lagi. Saat akan memakaikan bajunya, dia memintaku untuk ganti baju juga.^^^


"Iya mas, habis ini aku ganti." Ucapku seraya tersenyum.


..."Makasih." Ucapnya...


"Iya." Ucapku.


...Selesai itu, aku lalu mengganti pakaianku dan setelah selesai aku lalu mendekati dia lagi. Dia tersenyum memandang aku, lalu mengajakku tidur di pelukannya. ...


"Ay, makasih sudah mau menuruti aku." Ucapnya.


"Iya mas." Ucapku.


..."Ay, minggu depan ikut aku ya." Ucapnya. ...


"Terus di sini ?" Tanyaku lembut seraya mendongakkan kepalaku.


"Kak Randra bisa menghandle." Ucapnya jujur.


"Memangnya bisa ?" Tanyaku.


^^^"Bisa, dia lebih cerdas dari aku." Ucapnya lagi. ^^^


Aku masih menatapnya, dan memainkan hidungnya yang mancung itu. Lalu dia menarik daguku. Dan berkata.


"Selalulah seperti ini ay, karena aku sangat bersyukur memilikimu." Ucapnya lalu kami saling pandang.


Saat hendak akan menc*um, dari luar terdengar suara musik lagi.


Oh inikah cinta Pandangan pertama


Sungguh aku ingin dilamar dia.


Cepat-cepat kau katakan ayah bunda


Semoga kita samawa


Ku terima dirimu apa adanya


susah senang kita jalani bersama

__ADS_1


Cepat-cepat kau katakan ayah bunda


kuping engkau dengan bismillah


__ADS_2