
"Terus aku mesti gimana ?" Tanyaku lagi.
"Jadilah dirimu sendiri." Ucapnya.
...Aku menghela nafas panjang dan ku buang perlahan. Sabar ya ALLAH. Ucapku dalam hati....
"Ya inilah aku mas." Ucapku menghentikan aktivitasnya.
"Kalau kamu begini terus, yang ada aku jadi takut bertanya sama kamu ay." Ucapnya jujur.
"Ya makanya aku tanya kamu pak Rivaldo Agung Pratama." Ucapku lembut.
"Lengkap banget ?" Tanyanya balik.
"Mulai deh, ngelesnya." Ucapku.
Hahahaha...
"Maaf ay." Ucapnya seraya tertawa.
"Ya sudah yuk pulang." Ucapku.
"Nanti dulu, ada temanku ngajak dinner." Ucapnya.
"Oh, ya sudah aku pulang dulu." Ucapku seraya mencium tangannya.
...Mendengar hal itu,mas Aldo cepat-cepat menghalangi pintu kamar. Melihat itu, aku langsung bertanya....
"Mas, kamu mau dinnerkan? " Tanyaku.
"Enggak maaf salah ucap." Ucapnya.
"Maksudnya" Tanyaku.
"Sudah yuk." Ucapnya yang sudah siap pergi.
Sesampai di mal, aku mengernyitkan keningku. Dan bertanya.
"Mas, kok kesini ?" Tanyaku.
"Iya." Ucapnya.
Sementara aku masih terdiam di dalam mobil seraya memejamkan mata. Mas Aldo langsung membuka pintu mobil dan menatapku khawatir.
"Ay, kamu kenapa ?" Tanyanya.
"Aku ngantuk dan capek." Ucapku jujur.
"Apa aku sejelek itu ay, sampai-sampai aku ajak jalan selalu kamu tolak ?" Tanyanya.
"Astaqfirulloh mas, aku selalu menolak ajakan kamu karena aku enggak mau kamu malu. Sama seperti di tempat almarhumah emak ". Ucapku jujur.
^^^Mendengar itu, dia langsung naik mobil lagi dan kami pun saling berhadapan. Beruntung, area parkir yang dipilih mas Aldo cahaya lampunya tidak begitu nampak. Mas Aldo langsung menjelaskan bahwa ada aku yang akan menjagamu.^^^
"Anindita Aurelita, aku menikahimu bukan untuk mengungkit masalalumu dan bukan juga untuk mengungkit hal yang sudah lewat. Aku mohon sama kamu ay." Ucapnya seraya menatapku sementara aku tertunduk.
"Lihat aku ay." Ucapnya lirih.
Aku tidak melihatnya namun langsung memeluknya dan meminta maaf kepadanya.
"Maaf mas." Ucapku pelan.
"Ya sudah yuk." Ajaknya.
"Tapi mas." Ucapku.
"Ada ALLAH dan aku yang selalu ada untukmu. Tenanglah." Ucapnya.
"Baiklah, ayo." Ucapku seraya membenarkan jilbabku.
Melihat itu mas Aldo langsung menarik daguku dan menc**m b*birku lembut dan sekilas.
"Ish, mesum." Ucapku.
"Hehe, enggak apa-apa. Habisnya sudah candu." Ucapnya seraya tertawa.
Sesampai di mall, kami langsung berjalan ke tempat makan. Banyak yang memandang dan mencibir aku, namun suamiku langsung menggenggam tanganku seraya berbisik.
"Walau dunia ini tak menerimamu, yakinlah ada ALLAH dan aku yang selalu ada untukmu." Ucapnya buat aku semakin semangat.
"Aku tersenyum dan menganggukan kepala. Iya mas, makasih." Ucapku.
"Iya." Ucapnya.
Selesai pesan, kami lalu duduk di bangku yang jauh dari kerumunan orang.
Dia menatapku dengan sendu, sementara aku menatap ke depan dengan rasa syukur.
Tanpa terasa pesanan kami datang. Kami pun langsung makan. Selesai makan, kami ngobrol disana.
"Hubby tadi kamu bilang, kamu mau dinner ?" Tanyaku.
"Maaf tadi aku bohong." Ucapnya.
"Hmm." Ucapku.
Cup.
Melihat kelakuan suamiku yang asal kec*p, mataku membola dan mencebik kesal.
"Udah kali ay, kesel terus daritadi." Ucapnya.
"Kamu yang mulai." Ucapku.
"Cantik,kenalan dong." Godanya.
"Anda sehat ?" Tanyaku seraya memegang keningnya.
"Alhamdulillah sehat, apalagi di dampingi istriku." Ucapnya.
Saat asik bercanda, tiba-tiba ada orang yang secara langsung mengusir aku.
"Maaf permisi, tolong untuk Mbaknya pergi dari sini, kalau masnya enggak apa-apa. Banyak yang mengeluh dan mengancam tidak jadi makan disini." Ucapnya.
Mendengar itu mas Aldo langsung berdiri begitupun dengan aku.
"Makasih mas." Ucapnya seraya menggenggam tanganku dan berlalu.
Banyak riuhan disana, namun aku dan suamiku tetap berjalan ke depan.
Sesampai di happymart, mas Aldo berhenti dan mengajakku. Namun aku menggelengkan kepala. Bukan mas Aldo namanya kalau tidak bisa meyakinkan aku.
"TUHAN dan aku, selalu ada untukmu." Ucapnya.
Aku pun hanya mengikutinya,sesampai di dalam aku mencari aneka makanan di sana dan sayuran juga daging dan buah.
__ADS_1
Setelah selesai, barulah kami membayar. Dan saat ada yang mengeluh, aku lalu bergegas pergi. Mas Aldo yang melihat itu, mencoba bersabar dan tiba pembayaran. Mas Aldo langsung membayar seraya berlalu.
"Ay." Panggilnya.
Mendengar di panggil aku langsung menoleh dan mendekatinya.
"Sudah mas ?" Tanyaku lembut seraya tersenyum.
"Sudah." Ucapnya.
Cup.
"Ish, dilihat orang." Ucapku lirih.
"Hanya dengan ini, emosiku terkendali." Ucapnya seraya minta maaf.
"Iya by." Ucapku.
Ditengah jalan mau pulang, langkah mas Aldo terhenti.
"Kenapa by ?" Tanyaku.
"Lihatlah ternyata sejak tadi ada yang mengikuti kita." Ucapnya seraya menghubungi Boni.
Namun langsung aku cegah.
"Hubby, biarkan saja. Biar ALLAH yang beri mereka hidayah." Ucapku seraya menggandeng dan melangkah keluar.
Sesampai di parkiran, kami langsung masuk mobil dan tak lupa memakai sabuk pengaman. Setelah siap, mas Aldo lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Karena besok hari minggu, mas Aldo tidak langsung mengajakku pulang. Namun, dia mampir ke tempat faforitnya.
"Lho, kok kita disini ?" Tanyaku.
"Aku capek ay." Ucapnya.
"Maaf pasti karena aku." Ucapku.
"Bukan karena kamu, tapi karena mantan istriku." Ucapnya.
Aku lalu melepas sabuk pengamanku dan duduk di pangkuannya.
"Kamu masih cinta sama dia by ?" Tanyaku.
"Astaqfirulloh enggak ay." Ucapnya.
"Terus kenapa capek, kalau capek di pikiran kamu hanya ada dia." Ucapku kesal.
"Hehehe, cemburu ya." Ucapnya.
"Enggak ." Ucapku.
"Iya." Ucapnya.
"Ish tau ah." Ucapku seraya mengendus ceruk lehernya.
Melihatku demikian mas Aldo lalu memelukku dan menurunkan jok mobilnya menjadi turun. Melihat itu, aku lalu beranjak bangun.
"Mau kemana ?" Tanyanya.
"Mau pindah." Ucapku.
"Shht, aku nyaman seperti ini." Ucapnya.
Aku pun menurut dan terdiam. Setengah jam berlalu, kami masih di posisi sama dan tanpa bersuara.
Dia lalu menarik kursinya dan kembali ke posisi awal. Kita pulang ay. Ucapnya.
Sesampai di rumah, pak satpam langsung membuka pintu gerbang dan setelah mobil masuk, barulah pintu gerbang di kunci.
Saat akan masuk, tiba-tiba terlihat Art kami nyelonong keluar kamar dan membuka pintu rumah.
Mas Aldo dan pak satpam saling tatap, ck Boni awas saja kamu. Ucapnya dalam hati.
Mas Aldo lalu menurunkan aku pelan di tempat tidur. Dan langsung menyimpan belanjaan tadi di kulkas. Setelah selesai, barulah dia mengunci pintu rumah dan ke kamar tidur.
Cantik,pintar dan manis. Sayangnya kalau sudah dingin dan jutek, aku jadi teringat pertemuan pertama kita dulu. Ucapnya lirih. Tapi aku bersyukur, di usiaku sekarang aku masih bisa memiliki kamu. Yang menurutku mustahil untuk aku miliki. Ucapnya lagi.
Hemm. Beruntung dulu Ardi ketemu kamu ay, kalau enggak aku sudah tidak bisa bertemu kamu. Ucapnya dalam hati. Lalu ikut tidur dengan memelukku erat.
Cup
Cup
Cup
Selamat malam cinta. Ucapnya seraya menge**p seluruh wajahku. Dan tepat jam 2 malam, ada suara ketukan dari jendela depan. Aku pun terbangun, siapa malam-malam begini ketuk pintu ? Tanyaku dalam hati.
Aku lalu menghubungi pak satpam yang tugas malam yang bernama pak Yovi. Namun tidak diangkat, mungkin angin pikirku mencoba positif thinking. Aku lalu melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu dan melakukan kewajibanku pada sang pencipta.
^^^Selesai sholat dan mengaji, aku lalu tidur kembali. Awalnya mau bersih-bersih kamar anak-anak, namun karena masih malam dan takut mengganggu lingkungan karena berisik akhirnya aku urungkan. ^^^
Aku duduk di bangku rias, sambil membuka laptop suamiku. Aku kroscek kembali hasil kerjaku kemarin, sudah benar atau belum. Setengah jam sudah aku duduk di sana, tanpa ku sadari ada tangan kekar melingkar di pinggangku. Spontan aku menolehnya dan saat sudah tahu, aku tersenyum kepadanya.
"Sudah bangun by ?" Tanyaku lembut.
"Sudah." Ucapnya singkat.
"Sudah sholat ?" Tanyaku mengingatkan.
"Alhamdulillah sudah. Yang belum peluk kamu." Ucapnya seraya tertawa kecil.
...Mendengar hal itu aku menggelengkan kepala dan tersenyum. Beruntungnya dimiliki oleh kamu mas, aku enggak tahu akan jadi apa diriku dan anakku jika ALLAH tidak mempertemukan kita. Disaat yang lain berlomba-lomba menghujatku, justru kamu malah mendekati aku dan memberiku nasehat yang baik-baik. Ucapku dalam hati. ...
"Ay, sudah azan, kita sholat dulu yuk." Ajaknya yang membuyarkan lamunanku.
"Iya mas." Ucapku.
Selesai sholat dan mengaji, aku lalu menceritakan kejadian semalam pada suamiku. Suamiku langsung mendekati aku.
"Tenanglah ada ALLAH dan aku, nanti kalau mendengar itu lagi, kamu bangunin aku saja." Ucapnya.
"Iya mas." Ucapku.
"Ya sudah, yuk jalan-jalan." Ucapnya.
"Ya." Ucapku.
...Saat melangkah keluar kamar, kami berpapasan dengan Arum art kami, yang sedang membersihkan rumah. Dia menyapa kami, aku langsung tersenyum kepadanya, namun berbeda dengan mas Aldo yang tampak cuek. ...
"Ayo." Ajaknya lagi.
"Iya." Ucapku lagi.
Saat berada di luar, mas Aldo langsung disambut pak Lukman, satpam kami yang menjaga sif pagi.
__ADS_1
"Pagi tuan dan nyonya." Sapanya ramah.
"Pagi pak." Ucap kami.
Kami lalu keluar dan langsung jalan-jalan pagi. Mas Aldo nampak tersenyum melihatku berjalan mendahuluinya. Alhamdulillah terima kasih ya ALLAH, KAU berikan hambamu kemudahan saat mendidiknya menjadi orang baik dan bermanfaat. Ucapnya lirih.
...Saat asik berjalan, tiba-tiba terdengar suara anjing. Aku lalu menghentikan langkahku. Sementara mas Aldo langsung menghampiri aku, dan menatapku heran. ...
"Kenapa ?" Tanyanya.
"Ada anjing." Ucapku seraya menggenggam lengannya.
"Kenapa, ayang takut." Ucapnya seraya tertawa kecil.
"Iya." Ucapku spontan.
"Anjingnya aman, dia di kurung di rumah tu. Ucapnya seraya menunjuk anjing tadi.
"Alhamdulillah." Ucapku.
"Sudah yuk." Ajaknya.
"Ya mas suamiku." Ucapku.
Selesai jalan-jalan, kami langsung pulang dan melakukan aktifitas rumah. Ya hari ini kami mau membersihkan kamar anak-anak, karena sudah waktunya bersihkan.
Tak lama, akhirnya kami sudah selesai dan kami langsung mengunci pintu kamar mereka. Namun jendela kamar, tetap terbuka.
Selesai beberes, kami istirahat dulu dan baru mandi.
"Lemes ay, butuh asupan gizi." Ucapnya.
"Oh sebentar, aku kupasin buah dulu." Ucapku seraya beranjak berdiri, namun ditahan oleh suamiku.
"Ck, bukan buah, tapi-." Ucapnya terhenti.
"Tapi apa ?" Tanyaku lembut.
"Istriku ini polos atau pura-pura polos ?" Tanyanya balik.
"Aku enggak faham maksud kamu by." Ucapku jujur.
^^^Mendengar demikian mas Aldo langsung menarik tengkukku pelan dan mengec*p b*birku sekilas. Aku yang terkejut, hanya mampu membola dan mendorong tubuhnya. ^^^
"Huh...kamu mau buat aku jantungan? " Tanyaku kesal atas perbuatannya yang mendadak.
"Shht, jangan bilang gitu, tidak baik." Ucapnya.
"Maaf." Ucapku lirih.
Setelah sudah tak berkeringat kami pun mandi bersama.10 menit kami selesai mandi lalu beranjak keluar kamar, sementara aku sedang berhias dan memakai hijabku.
Selesai itu, aku lalu keluar kamar dan sarapan pagi.
"Rum, kamu enggak makan ?" Tanyaku.
"Sudah buk tadi." Ucapnya jujur.
"Oh ya sudah." Ucapku seraya mengambilkan sarapan untuk suamiku dan aku.
"Ay, kita sarapan paginya pakai apa ?" Tanya suamiku.
"Pakai sop sama tempe goreng." Ucapku.
"Enggak ada sambal ?" Tanyanya.
"Ada kok, ini." Ucapku.
"Pinter, istri idaman banget sih." Pujinya.
"Aamiin." Ucapku.
Hening
Hanya terdengar bunyi sendok dan garpu saja yang terdengar di meja makan itu. Setelah selesai, barulah kami pindah tempat.
Aku lalu masuk kamar, mengambil laptop suamiku. Hari ini aku harus selesaikan tugasku dan besok tinggal di serahkan mas Aldo.
Sementara mas Aldo, kini kedatangan Kevin dan Boni. Mereka membutuhkan tanda tangan suamiku, untuk kerja sama dengan klien barunya.
"Kak, besok aku izin ya." Ucap Kevin.
"Izin kemana ?" Tanya suamiku.
"Mau melamar seseorang, tapi kakak harus ikut juga." Ucapnya.
"Ya." Ucapnya.
"Sementara Boni, diam-diam melihat Arum bekerja. Kok begini ya ?" Tanyanya.
"Apanya ?" Tanya mereka.
"Boni langsung memperlihatkan rekamannya kepada mereka. Aku sudah tahu." Ucap mereka lagi.
"Tapi di tempat Dion,-". Ucapnya terhenti karena aku tiba-tiba memanggil mas Aldo.
"By." Panggilku yang belum sadar, ada mereka.
"Iya ay." Ucapnya.
"Ini kroscek lagi, kalau sudah tolong tanda tangani." Ucapku lembut.
Setelah menyerahkan itu, wajahku yang tertunduk dan tanganku yang masih asik mengetik pesan belum tahu kehadiran mereka.
"Cantik." Ucap mereka dalam hati.
Sementara mas Aldo hanya menggelengkan kepala. Karena libur, aku masih semangat kerja.
Sedangkan Kevin tersenyum tipis, semoga aku tidak salah pilih." Ucapnya lirih.
"Gimana by ?" Tanyaku setelah mengetik pesan.
"Kamu saking fokusnya, tidak menyapa mereka dulu ?" Tanya suamiku.
Aku langsung menatap mereka, Ya ALLAH kevin, Boni kalian sudah lama ?" Tanyaku.
"Belum." Ucap mereka.
"Maaf ya." Ucapku.
"Iya non." Ucapnya sementara Kevin hanya menganggukan kepala.
Mas Aldo yang melihat Kevin begitu, langsung mengirim pesan ke adiknya.
"Kenapa, masih suka sama Dita ?" Tanyanya.
__ADS_1
"Hehehe." Balasnya.