Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 6


__ADS_3

"Pa' Ardi kangen mama' ucapnya seraya menunduk. Mas Aldo hanya tersenyum kecut,menahan sakit yang dirasa putranya."


"Ya sudah,papa antar sekarang ya' ucap mas Aldo lembut. Ya pa' jawabnya. Sesampai di rumah mama Fina,Ardi berlari seraya memanggil mamanya. Sedangkan mas Aldo tidak ikut turun,karna ada 1 hal yang harus dia selesaikan."


"Ma,mama Fina' panggil Ardi. Namun tidak mendapat jawaban. Ardi pun langsung berjalan,ke kamar mamanya. Mungkin mama tidur,pikir Ardi."


Baru akan membuka pintu,tiba-tiba terdengar suara laki-laki dalam mamanya.


Deg...


Jantung Ardi berdegup kencang,saat dia berhasil melihat mama Fina melakukan hal yang tidak pantas.


Astagfirullah' ucap Ardi dengan m*t* yang sudah berkaca-kaca. Dia langsung merekam dan mengirimkannya di nomer papanya. Selesai mengirim,Ardi langsung pergi dari sana.


Di penempatan jalan,Ardi terdiam. Sungguh tidak pantas pemandangan tadi. Selama ini, Ardi telah salah menilai papanya. Dia selalu mengira,papanya tidak ada perhatian dengan mamanya.


Bahkan tidur pun sendiri-sendiri,rupanya mamanya lah yang salah.


Arghhh...teriak Ardi. Sedangkan Mas Aldo yang tengah meeting,terpaksa membuka gawainya. Dan sungguh telah dia,saat putra semata wayangnya tau kebejatan ibunya.

__ADS_1


Rapat pun akhirnya di gantikan yang lain,mas Aldo meminta maaf karna anaknya dalam bahaya. Beruntung, kliennya memahami dan mengerti dan juga tidak menolak di gantikan.


Tak lupa mas Aldo mengucapkan terima kasih kepada mereka. Dan mereka pun menganggukkan kepala.


Sedangkan disini aku lupa membeli telur,untuk prakarya anakku. Aku pun mencari di agen,sekalian beli banyak.


Namun,saat tengah ingin berbelok, aku di kejutkan anak remaja yang ingin menyebrang jalan.


"ALLAH Akbar, ucapku seraya mengerem mendadak. Maaf buk' ucap anak itu, seraya menunduk. Ya sayang' ucapku."


Aku lalu menepikan motorku,dan menenangkan anak remaja ini.


"Pelan-pelan dek' ucapku. Dia hanya diam. Setelah sudah merasa tenang,aku pun bertanya."


"Adek mau kemana ? Tanyaku pelan dan lembut. Namun lagi-lagi dia masih diam."


Melihat dia terdiam,aku pun hendak ingin mengajaknya ke agen telor. Enggak tega ninggalin dia sendiri. Namun sayang dia menolak.


"Terus,kamu kesini nunggu siapa ? Tanyaku lagi. Nunggu papa' ucapnya paraw. Memang papa kemana? Tanyaku lagi. Pergi kerja' ucapnya."

__ADS_1


"Ya sudah,tante temenin kamu mau enggak? Tanyaku. Mau tan,jawabnya antusias. Terima kasih ya tan' ucapnya seraya memelukku erat. Sama-sama sayang' ucapku seraya membalas pelukannya."


Tak berselang lama mobil amal remaja itu datang.


"Papa' ucapnya saat tahu mobil terios,warna hitam itu berhenti. Aku pun bertanya,bener itu mobil papamu ? Ya bu,eh maaf salah ya tan' ucapnya belepotan. Aku hanya tersenyum."


Deg...


"Mas Aldo' ucapku dalam hati. Saat hendak turun mobil,Ardi langsung meminta maaf kepada papanya. Mas Aldo pun memeluknya."


Aku tertegun memandangnya. Sedetik kemudian aku tersadar,lalu berkata.


"Sayang,tante pergi dulu ya' ucapku kepada putra mas Aldo. Permisi pak' ucapku seraya berlalu."


Semenjak saat itu,pikiranku selalu tertuju kepada mereka. Ish apa sih ini,udah 14 tahun berlalu,dia sudah bahagia,kenapa aku malah memikirkannya ? Tanyaku dalam hati.


Aku langsung beranjak dan berwudhu,agar aku di jauhkan dari akhlak yang buruk dan mampu ikhlas menerima takdir. Aamiin.


Paginya,aku mulai mengantarkan anak ke Sekolah.

__ADS_1


__ADS_2