
"Iya maaf." Ucapnya seraya mengelus perutku pelan.
"Iya." Ucapku.
...Selesai memberikan tanda, aku tersenyum lalu beranjak dari tempat tidur. Dan takzim seraya berkata....
"Aku kerja lagi ya by." Ucapku lirih.
^^^"Sementara kamu kerja di sini saja, aku enggak mau mereka curiga." Ucapnya.^^^
"Baiklah." Ucapku.
...Selesai mengobrol, kami langsung ke meja kerja. Setiap mual, aku langsung mendekatinya hingga membuat mas Aldo berhenti sejenak dari aktivitasnya....
"Masih mual ?" Tanyanya dengan tangan yang fokus melihat laptopnya.
^^^"Iya." Ucapku.^^^
Mendengar itu dia lalu menghentikan aktivitasnya dan langsung mengelus lembut perutku.
"Debay, jangan mual terus ya, kasihan ibu kamu." Ucapnya lirih.
..."Iya ayah." Bisikku pelan....
^^^Kami pun tertawa bersama. Setelah ucapan itu, alhamdulillah aku sudah tidak mual lagi. Dan melanjutkan kerja kembali.^^^
...Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Kami pun makan siang bersama di kantin kantor. Suamiku yang selalu siaga menjagaku, selalu memantau makanan yang terbaik untuk kami. Aku hanya bisa pasrah, karena lagi tidak ngidam....
Saat mencari tempat duduk, sayup-sayup terdengar suara karyawan saling berbisik.
..."Tahu enggak gaes, cerita fakta tentang bos kita ?" Tanyanya dengan lirih, namun masih bisa kami dengar....
"Memangnya kenapa ?" Tanya Lisa, karyawan suamiku.
^^^"Mereka ini terpaut usia 8 tahun, dulu enggak direstui sama orang tua bos. Namun setelah 14 tahun, mereka bertemu lagi. Dan menikah hingga sekarang."Ucapnya.^^^
"Wih berarti jodoh dong." Ucap Lisa.
..."Ya gitulah, padahal dulu si cewek benci sama si bos. Eh lama-lama menikah juga." Ucapnya....
Mendengar hal itu, aku menggelengkan kepala dan kembali melangkah dan disusul mas Aldo.
^^^"Ehem, makan yang banyak ay, biar enggak pusing." Ucapnya seraya mengelus tanganku lembut.^^^
"Iya by." Ucapku.
Namun baru mau mulai makan, tiba-tiba netrakumelihat Fina berjalan keluar dari arah kantin.
Deg..
...Fina. Ucapku lirih, namun masih bisa di dengar mas Aldo....
__ADS_1
^^^Dia langsung menghadap ke arah yang aku tatap. Lalu mengajakku pergi dari sana. Sesampai di ruangannya, dia lalu memilih pesan makan delivery. Dan izin keluar sebentar. Aku mengizinkan.^^^
Tak lama ruangan mas Aldo ada yang mengetuk.
Tok...Tok...Tok..
"Siapa ?" Tanyaku.
"Saya buk." Ucap og kantor.
"Masuk." Ucapku.
Amel pun akhirnya masuk, dengan membawa makanan yang di pesan oleh mas Aldo tadi. Aku pun langsung menerima dan mengucapkan terima kasih kepada Amel. Setelah itu, dia langsung izin kembali. Aku mengangguk pelan.
Sepeninggal Amel, aku langsung makan dulu. Tanpa sepengetahuanku, mas Aldo sudah berhasil menangkap Fina dan para rekan-rekan yang membantu Fina.
..."Bawa mereka ke tempat alamat ini ! Titah mas Aldo dengan menatap tajam Fina....
"Baik bos." Ucapnya seraya membawa mereka semua.
^^^Sepeninggal mereka, mas Aldo langsung meninggalkan tempat dan menemuiku. Sesampai di ruangannya, dia tak menemukan aku. Kemana dia ? Tanyanya lirih.^^^
...Dia lalu keluar lagi dan melihat ruanganku, ruangan aku juga kosong. Jangan-jangan, ah sial. Ucapnya seraya menghubungi aku, namun ternyata tidak bisa dihubungi....
Dia lalu melihat cctv, dan dia bernafas lega seraya tersenyum. Alhamdulillah rupanya kamu ada di sana ay. Ucapnya lalu kembali ke ruangannya.
"Gimana Lan ?" Tanyaku pada Wulan, karyawan bagian gudang.
"Ok, makasih." Ucapku seraya berlalu.
"Iya mbak." Ucapnya.
"Sesampai di lift, aku langsung menekan tombol ke lantai atas.
Sesampai di ruangannya, aku
^^^langsung memeriksa filenya dengan teliti. Tanpa aku tahu, sedari tadi menatapku heran. Ini orang antik juga, enggak ngelihat apa ada aku di sini ? Tanyanya lirih. Lalu mendekati aku ke sofa.^^^
Alhamdulillah selesai. Ucapku seraya tersenyum.
"Sudah ?" Tanyanya.
...Spontan aku menolehnya dan menganggukkan kepala. Dan tersenyum ke arahnya. Aku lalu berdiri dan menghampirinya....
^^^"Makasih by, kata-katamu sangat dejavu untukku." Ucapku seraya mengec*p pipinya dan memeluk tubuhnya.^^^
"Iya." Ucapnya seraya melerai pelukanku.
..."Kenapa by ?" Tanyaku....
"Dasar enggak peka, daridulu sampai sekarang masih gitu." Ucapnya seraya cemberut.
__ADS_1
^^^"Maaf by, ya sudah aku ambilkan makan dulu." Ucapku.^^^
"Ish, bukan itu." Ucapnya seraya menahan tanganku.
..."Terus apa ?" Tanyaku lembut seraya menempelkan kepalaku di bahunya....
Dia menceritakan tentang ke khawatirnya kepadaku. Hingga dia melihat cctv, barulah bernafas lega. Namun saat melihatku masuk, aku malah asik sendiri.
^^^"Hmm, maaf by. Tadi aku lagi fokus." Ucapku lirih.^^^
"Kamu harus di hukum." Ucapnya seraya tertawa kecil.
"Masih jam kerja, aku lanjutin ini dulu." Ucapku seraya pindah tempat.
Melihatku demikian, mas Aldo tersenyum seraya menggelengkan kepala. Tadi bilang sudah, giliran mau diberi hukuman langsung cari alasan. Ucapnya.
...Di kantor cabang, Kevin sedang melamun di sana. Karena kerjaan sudah selesai, dia melamunkan saat kakaknya dipaksa dijodohkan dengan Fina dulu. Membuat Kevin, serba salah. Kalau membantu kakaknya, dia yang harus keluar dari rumah, kalau membantu orang tua dia mendapatkan restu siapa pun gadis yang kelak akan dinikahinya. ...
...Sementara Agung, teraniaya dengan perjodohannya. Dia yang selalu menghindari istrinya, namun karena jebakan emak. Dia melakukan malam pertama itu dengan sangat buas, seraya menyebutkan nama Dita. Paginya setelah sadar, dia menyesal tidak bisa menjaga nazarnya. Yang tidak akan pernah menyentuh Fina, namun faktanya dia jamah juga. Setelah kejadian itu, dia memutuskan rumah sendiri. Hingga hadirlah Ardi, yang mungkin akan membuat mereka bahagia. Namun faktanya tidaklah demikian, Disaat Agung kerja, Ardi ditinggal sendiri dirumah rumah. Bersama pembantunya, sementara Fina keluar ke mall dan menjalin hubungan terlarang dengan Haris. ...
Sejak itulah Agung, sudah tidak ingin seatap lagi dengan Fina. Dan bersyukurnya, kini dia kembali lagi dengan cinta sejatinya. Mengingat itu, air mata Kevin jatuh. Dan langsung menghapusnya, lalu beranjak keluar. Ingin mencari makan, dengan mengajak serta Boni.
Di kantor pusat, kini aku merasa sakit kepala lagi. Mungkin karena kelamaan menatap layar komputer. Aku memutuskan bersandar di kursi seraya memejamkan mata. Sedangkan mas Aldo yang duduk di depanku, masih fokus menatap layar laptopnya.
Tepat azan ashar, mas Aldo berhenti dan menatapku. Astagfirullah, istriku kelelahan. Ucapnya seraya menghampiri aku dan membopongku.
Sesampai di kamar, suamiku menidurkan aku. Dan beranjak ke kamar mandi untuk sholat.
^^^Selesai sholat, dan mengaji, dia melanjutkan kerja lagi. Hingga tak terasa waktu pulang tiba. Dia lalu membereskan tempat kerjanya dan menyusulku. ^^^
"Sudah bangun ay ?" Tanyanya.
"Sudah mas." Ucapku.
"Mandilah dulu, habis itu pulang." Ucapnya.
"Iya." Ucapku.
...Selesai mandi, aku lalu berhias dan tak lupa memakai hijabku. Dan sholat serta ngaji. Setelah selesai, aku lalu mengajak suamiku pulang. Namun rupanya dia memilih mandi juga disini, aku pun menunggunya. Setelah selesai, kami pun beranjak pergi. ...
"Ay." Panggil suamiku.
^^^"Ya." Ucapku.^^^
"Kita langsung pulang saja ya, aku pusing banget." Ucapnya.
..."Iya mas." Ucapku....
Sesampai di rumah, aku langsung memberikan dia teh hangat. Dia pun langsung menerimanya dan menghabiskannya. Setelah itu, aku lalu memijitnya. Dan tak lama, mas Aldo tertidur. Alhamdulillah sudah tidur. Ucapku.
Aku lalu beranjak keluar kamar, dan memasak bubur untuknya. Selesai buat bubur, aku langsung keluar sejenak. Duduk di teras rumah, dengan ditemani teh hangat yang baru aku seduh.
__ADS_1
Tak terasa azan maghrib berkumandang, aku lalu beranjak masuk kedalam. Dan langsung mengunci pintu, lalu masuk kamar dan ambil wudu.