Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 14


__ADS_3

"Kurang Ta' ucapnya. Dan lagi kami mengulangi ritual yang sama seperti kemarin. Hingga jam 6 pagi,mas Aldo juga mengajak mandi plus-plus."


Selesai itu,kami keluar kamar bersama. Saat hendak ke meja makan, pintu di luar terdengar di ketuk.


Tok...tok...tok..


"Sudah mas,biar aku saja yang buka' ucapku."


"Mas Aldo tersenyum dan menganggukkan kepala,tanda dia setuju."


"Waallaikumsalam' ucapku seraya membuka pintu".


"Mas Aldo' ucap perempuan itu."


"Maaf anda siapa ya ? Tanyaku."


"Oh kenalin,aku Asih mantan pembantu mas Aldo' ucapnya. Aku pun lalu membalas uluran tangannya. Mari silahkan masuk' ucapku".


"Cuih,jijai aku lihatnya. Kaya istrinya saja,padahal juga sama aja. Sama-sama babu' ucapnya dalam hati."


"Mas, mbak Asih sudah datang' ucapku. Oh ya,gegas mas Aldo menemui Asih, apa kabar Sih ? Tanyanya."


"Baik pak' ucapnya. Syukurlah. Kamu yakin,mau kerja di sini lagi ? Tanyanya. Ya pak' ucapnya seraya berbinar."


Sedangkan aku masih menyiapkan bekal untuk anak-anak. Dan tiba-tiba raut wajah Ardi berubah,saat tahu siapa yang datang.


"Bu Ardi berangkat dulu' ucapnya. Lho enggak nunggu ayah dulu sayang' ucapku. Enggak bu,takut terlambat. Apalagi, ini hari senin' ucapnya. Seraya menggandeng tangan Icha."


Tak lupa juga mereka takzim,dan aku mengantar sampai luar rumah.


"Bu hati-hati ya' ucap Ardi. Aku pun mengernyitkan keningku,kebalik sayang' ucapku seraya tersenyum."


Melihatnya sudah semakin menjauh,aku kembali masuk. Dan ikut duduk di sebelah mas Aldo.


"Sayang,mulai sekarang sudah ada bi Asih. Kamu enggak perlu capek-capek bersihin rumah lagi' ucap mas Aldo. Ya mas' ucapku."


"Maaf pak kalau saya lancang,perempuan ini siapanya bapak ? Tanyanya. Dia istriku' ucapnya. Oh cuma istri to' ucap Asih."

__ADS_1


"Maksud kamu apa ? Tanya kami. Maaf maksud saya,Oh istri to' ucapnya berdusta."


"Gagal lagi aku,pepetin mas Aldo' ucap Asih dalam hati. Tapi enggak apa-apalah, aku yakin mas Aldo akan tergoda denganku' ucapnya lagi."


Selesai berbicara,mas Aldo pamit dan kini tinggal aku dan Asih saja. Aku mengamati cara kerja Asih lewat cctv, ku lihat tidak ada yang aneh.


Semua berjalan normal,tanpa kendala apapun untuk hari pertama dia kerja. Siangnya,aku pun keluar kamar dan mengambil kunci motor menjemput anak-anak.


"Bi,aku tinggal dulu ya' ucapku kepada Asih. Ya buk' ucapnya."


Tak berselang lama aku tiba di sekolah mereka. Icha pun keluar dari sekolah, dengan tersenyum penuh gembira.


"Ibu' panggilnya seraya berlari menghampiriku dan takzim. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lucunya. Sejak menikah lagi,anakku makin gemuk. Alhamdulillah' ucapku dalam hati bersyukur."


"Bu kita mau kemana ? Tanya anakku, yang sudah tahu, jalan yang ku lewati bukanlah seperti yang biasanya. Kita beli lauk dulu ya' ucapku. Dia hanya menganggukkan kepala."


Sesampai di tempat,kami turun dan melepas helm kami. Namun tanpa ku tahu, mas Aldo juga ada disini. Sedang meeting dengan kliennya. Dia tersenyum melihatku dan Icha membeli makanan.


"Jadi kita diel ya pak' ucap kliennya itu. Ya pak' jawab mas Aldo. Semoga bisa sama-sama menguntungkan tambah mas Aldo lagi. Insyaa ALLAH pak' kita hanya bisa berencana,TUHAN yang menentukan' ucapnya."


Sedangkan aku disini sedang menunggu pesanan yang datang. Seraya memperhatikan anakku,yang makin rajin membaca.


"Ehem..saya perhatikan daritadi anda senyum-senyum sendiri,kenapa ya ? Tanya asisten mas Aldo pelan. Istri dan anakku ada disini' ucap mas Aldo pelan juga. Owh' ucapnya seraya manggut-manggut."


Selesai makan,mereka pun saling bersalaman dan meninggalkan tempat mereka bertemu. Namun tidak dengan mas Aldo,dia mengirimkan pesan kepadaku. Lewat aplikasi berwarna hijau,seraya tersenyum.


"Bos,hari ini masih ada meeting lagi bos' ucap asisten mas Aldo. Oh ya tunggu 1jam' ucapnya. Ok bos' ucapnya."


Saat asik makan,tiba-tiba terdengar hpku bergetar. Aku lalu membukanya, dan sedetik kemudian aku tersedak. Ya TUHAN, dia di sini juga' ucapku dalam hati.


"Pelan-pelan bu' ucap anakku. Ya sayang' ucapku. Aku melihat ke segala arah,namun tak ku temui. Mungkin sudah pikirku."


Selesai makan,aku dan anakku beranjak pergi. Tanpa ku tahu,mas Aldo membuntuti kami dari belakang.


Dan memelukku tiba-tiba,spontan aku menipisnya dengan kasar. Namun setelah tahu bahwa yang memelukku, adalah mas Aldo aku langsung membalas pelukannya.


"Maaf' ucapku. Ya' ucapnya seraya berbisik, hati-hati di rumah. Lalu pindah memeluk anak sambungnya dan memberikan ci**man yang manis."

__ADS_1


"Ayah kerja dulu ya' ucap mas Aldo. Asiap yah' ucap Icha. Kami pun tertawa bersama. Tanpa kami tahu mantan istrinya mas Aldo menghampiri kami."


"Hai Do' jadi ini istri kamu sekarang ? Tanyanya. Mas Aldo langsung menggenggam tangan kami berdua. Sedangkan Boni,asisten mas Aldo memutar bola m*t* jengah."


"Iya' ucapnya datar. Apa kamu yakin dia bisa memberimu anak ? Bahkan kalian sudah tak mudah lagi' ucapnya. Diberi atau tidak,itu yang berhak ALLAH, bukan kita yang menjawab' ucap mas Aldo."


"Oh iya sih' ucap dia dan langsung pamit. Melihat dia sudah pergi,aku pun langsung takzim dan tak lupa juga memberi semangat kepada mas Aldo."


"Namun dia terdiam,dan berkata biar aku antar' ucapnya. Boni' bawa motorku dan ikuti aku' ucap mas Aldo. Siap bos' ucapnya."


Kami pun pulang bersama,Sedangkan anakku masih asik dengan membaca bukunya. Mas Aldo melirik ke arahku,seraya mengusap pipiku.


Aku menoleh,seraya tersenyum dan mencium tangannya. "Kamu kenapa ? Tanyanya. Enggak apa-apa' ucapku jujur."


Sesampai di rumah,aku yang sudah meraih pintu mobil,dihentikan oleh mas Aldo. Sedangkan Icha,sudah keluar dan masuk ke rumah.


"Tunggu' ucapnya. Aku mengernyitkan keningku, mas Aldo langsung memelukku dan menjelaskan bahwa tadi itu,mantan istrinya."


"Aku tahu mas' ucapku lembut. Dan aku percaya,kamu enggak akan berbuat di luar batas' ucapku lagi seraya takzim kepadanya."


"Ya sudah,lebih baik mas berangkat lagi,dan fokus ke pekerjaan' ucapku. Kasian tu asisten Boni,sudah lama nunggu' ucapku lagi. Mas Aldo hanya tersenyum dan mengacak jilbab yang ku pakai."


Setelah aku turun,Boni masuk ke dalam dan mas Aldo pindah samping sopir. Melihat mobilnya sudah pergi jauh,aku lalu menutup pintu gerbang dan masuk ke dalam.


"Assalamualaikum' ucapku. Namun tidak ada jawaban. Jam 1,kemana dia' ucapku dalam hati."


"Tiba-tiba terdengar suara tertawa Asih,aku melihatnya di balik pintu kamar yang sedikit terbuka. Aduh biasa saja,dulu pas cuma Aldo saja,kerjaku enggak penuh' ucapnya."


Tanpa dia tahu,aku merekamnya lewat hpku. Dan hendak aku kirimkan ke mas Aldo,namun aku urungkan. Takut menambah beban pikiran mas Aldo.


Sore pun tiba,aku mulai menyiapkan makanan untuk anak-anak dan suamiku. Hari ini aku masak,sop jagung manis dan lobster goreng.


Selesai semua,aku lalu menaruhnya di meja makan,di bantu oleh bibi Asih. Selesai itu,aku bermain sama anak-anak ya walau hanya sebentar,namun kami senang.


"Bu,Ardi haus pengen jus' ucap putraku. Baiklah ibu buatin' ucapku. Pun dengan Icha. Icha mau ? Tanyaku. Enggak. Icha pengen susu' ucapnya."


"Ya sudah ibu buatin dulu' ucapku seraya melangkah masuk ke dalam. Setelah selesai membuat jus,aku mengantarnya ke depan. Ini sayang' ucapku. Ye..makasih bu' ucap mereka. Sama-sama' jawabku."

__ADS_1


Tepat jam 5 sore,mereka masuk ke dalam,sedangkan aku duduk di teras rumah.


__ADS_2