
"Nona kenapa bos ?" Tanya Boni.
..."Tidak apa-apa, aku ke kantor dulu ya." Ucapnya....
"Baik." Ucapnya.
^^^Tak lama kami pun sampai di kantor, mas Aldo langsung turun dan membopongku lagi. Dan membawaku ke ruangannya. Sesampai di sana, aku mengerjabkan mataku lalu yang ku lihat mas Aldo, dia tersenyum kepadaku.^^^
"Kita dimana mas ?" Tanyaku.
..."Kantor sayang." Ucapnya....
Mataku membola mendengar ucapan mas Aldo. Gegas aku ke kamar pribadinya dan mau mandi, namun saat bercermin ku lihat bajuku dan jilbabku sudah ganti, aku mengurungkan langkahku. Dan berkata lirih, kenapa aku jadi begini sih.
^^^Sementara mas Aldo sudah keluar dari ruangannya, karena pagi ini sudah ada pertemuan lagi dengan klien di restoran.^^^
"Maaf pak, saya terlambat." Ucap suamiku.
..."Its ok, tadi Boni sudah beri kabar." Ucapnya memaklumi keterlambatannya....
"Gimana pak Agung, apakah perusahan bapak, mau terima kerja sama kami ?" Tanya pak Martin.
^^^"Sebentar pak." Ucapnya.^^^
"Oh baiklah." Ucapnya.
...Di kantor aku kini memeriksa file yang tertunda,baru mau memanggil bendahara, gawaiku berbunyi. Rupanya Fina lagi, tak ingin menambah masalah. Aku mematikan gawaiku. Dan segera ku temui bendahara kantor....
"Bisa kita bicara." Ucapku seraya duduk di depannya.
^^^"Bisa Ta." Ucapnya.^^^
...Aku pun langsung mempertanyakan uang yang hilang itu, awalnya dia menutupi. Namun setelah aku bujuk, dia mau mengakuinya. Dia terpaksa memakai itu, karena lagi butuh....
"Berapa kali kamu melakukannya? " Tanyaku.
"Baru bulan lalu." Ucapnya.
^^^"Beneran? " Tanyaku.^^^
"Benar Ta." Ucapnya.
__ADS_1
..."Baiklah, nanti setelah ini datanglah ke ruangan pak Agung." Ucapku seraya berlalu....
Setelah selesai, aku lalu ke ruanganku lagi. Dan mengerjakan yang lain. Saat sedang asik kerja, tiba-tiba aku pingin makan bakso beranak level 3.
^^^Aku lalu mengaktifkan kembali gawaiku dan pesan delivery lagi. Setelah terkirim aku mengerjakan lagi. 15 menit, kurir itu menelponku kalau dia sudah sampai. Cepat-cepat aku menemuinya, saat lift terbuka aku lalu masuk. Tanpa ku tahu, mas Aldo memanggilku.^^^
Dia mau kemana ? Tanyanya lirih.
...Sesampai di ruang bawah, aku lalu membayar ke kurir itu. Dan langsung ke atas lagi. Sesampai di atas, aku belum tahu mas Aldo menungguku di depan pintu. Mungkin efek ngidam, jadi tidak fokus....
Ku ciumi bau bakso itu, dan saat ingin makan, tiba-tiba tangan mas Aldo menggenggam tangan kiriku. Spontan aku menolehnya, dia menatapku tajam lalu pindah menatap mangkok itu.
^^^"Kamu belum makan nasi, sudah mau makan yang pedas ?" Tanyanya lembut.^^^
"Lagi pengen." Ucapku.
..."Bentar aku cicipi dulu." Ucapnya....
"Ini level 3 pak." Ucapku.
Dia terdiam dan langsung mencicipi bakso pesananku. Lalu menatapku dan berkata.
..."Pedas ay, kasihan baby kita." Ucapnya. ...
^^^"Jangan gitu, aku enggak mau perut kamu sakit." Ucapnya seraya membungkukkan badannya. ^^^
"Astagfirullah." Ucapku seraya memejamkan mata dan mengelus tangannya.
"Maaf." Ucapku lagi.
Cup
"Iya, ya sudah kita cari makan yang lain saja gimana ?" Tanyanya.
..."Tapi kerjaannya?" Tanyaku. ...
"Ya sudah kamu habisin ini saja, tapi harus pakai nasi." Ucapnya.
^^^"Iya." Ucapku.^^^
Cup
__ADS_1
Cup
..."Istri sholehah." Ucapnya seraya mengec*p kening dan pipiku....
"Aamiin." Ucapku pelan.
^^^Setelah mas Aldo pergi, aku lalu minta tolong og untuk beli nasi di kantin. Tak lama terdengar pintu di ketuk.^^^
Tok...Tok...Tok...
Masuk.
..."Misi bu, ini pesanan ibu tadi." Ucapnya....
"Makasih ya mbak." Ucapku.
"Iya bu." Ucapnya.
^^^Selesai mencampur nasi, aku lalu memakannya. Alhamdulillah habis. Dan kini aku mengelus perutku, sayang ibu kerja dulu ya. Jangan rewel. Ucapku pelan. Baru 15 menit kerja, tiba-tiba mualku muncul lagi. Aku langsung ambil plastik, dan menumpahkan disana. Setelah itu, aku langsung membuangnya ketempat sampah.^^^
Hanya mas Aldo yang bisa menetralkannya, namun kami masih di kantor. Ucapku lirih. Tak ingin tambah mual, akhirnya aku memberanikan diri ke ruangannya.
Aku menutupi wajahku dengan masker dan kacamata hitam. Banyak yang bertanya-tanya, namun ragu untuk menanyakan kepadaku. Sesampai di ruangannya, aku langsung mengetuk pintu.
Tok...tok...tok..
Masuk.
Aku lalu masuk, dan langsung berlari ke kamar mandi. Suamiku yang merasa khawatir langsung menyusul aku dan memijit tengkukku pelan.
Setelah itu, aku dan dia langsung keluar. Namun baru selangkah jalan, aku terjatuh.
..."Ay." Ucapnya seraya membopongku. Dan langsung menidurkan aku, lalu mengoleskan tubuhku dengan minyak. ...
15 menit kemudian aku sadar, lalu memeluknya dan mencium lehernya.
^^^"Kenapa ?" Tanyanya. ^^^
"Aku mual, hanya kamu yang bisa menetralkannya." Ucapku.
Dia lalu mengundurkan dasinya dan melepas kancing bajunya.
__ADS_1
..."Sudah, sekarang kamu bebas mencium aku." Ucapnya seraya tertawa....
"Ish, mulai deh." Ucapku yang langsung membuat tanda kepemilikan di lehernya.