Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 25


__ADS_3

"Belum tidur mas ?" Tanyaku kepadanya.


Dia membuka m***nya,lalu menatapku dengan intens. Dan berbalik bertanya kepadaku.


"Kamu sudah bangun ?" Tanyanya


Aku menghembuskan nafasku pelan,seraya berdecak kesal.


"Ck, ditanya apa jawabnya apa." Ucapku seraya membenarkan posisinya.


Mendengar ucapanku,mas Aldo nampak menggelengkan kepala. Dia mulai merasakan perubahan dariku.


"Ta, semenjak hamil kamu berubah jadi tambah gemesin." Ucapnya.


Mendengarnya aku pun langsung menepuk bahunya kencang. Hingga mas Aldo kesakitan.


"Ya ALLAH sungguh sakit sekali." Ucap mas Aldo.


Aku pun langsung menghadap ke arahnya,dan mengelus bahunya.


"Maaf mas suami." Ucapku.


"Aw sakit sayang. Ucapnya.


Aku pun langsung membuka kancing bajunya pelan dan melihatnya. Pantas saja dia mengeluh sakit,ada memar biru di bahunya.


Aku beranjak mengambil air hangat dan kompres.


"Mas kamu kenapa bisa memar gini ?" Tanyaku penuh khawatir.

__ADS_1


"Kemarin lusa,kejatuhan vas bunga ay," Ucapnya.


"Kok bisa ?" Tanyaku.


'hmm,ya ada yang sengaja mau mencelakai sesama rekan kerja. Namun apes, aku yang kena." Ucap suamiku.


Mendengar itu,aku lalu meng**** bahunya. Seraya berkata dalam hati, semoga lekas sembuh mas. Bersyukur aku memilikimu,semoga juga kamu di beri kesehatan. Aamiin.


Merasakan aku ke***, mas Aldo tersenyum geli. Aku pun langsung membenarkan kaosnya dan menutup lagi kancing bajunya.


Selepas itu,aku langsung menaruh tempat kompres tadi ke nakas. Dan tidur kembali.


Paginya,aku dan anak-anak sudah bangun terlebih dulu. Dan memulai aktivitas seperti biasa. Hingga anak-anak berangkat,mas Aldo belum juga bangun.


Aku hanya membiarkannya, mungkin masih lelah pikirku.


Aku memilih menunggu mas Aldo sampai bangun,tepat jam 7 barulah mas Aldo bangun.


"Pagi mas." Ucapku seraya tersenyum.


"Pagi sayang." Ucapnya.


10 menit berlalu,mas Aldo sudah selesai mandi dan bersiap sarapan lalu berangkat kerja.


"Sayang,hari ini mas lembur,kamu ikut saja ya." Ucapnya.


"Aku pun hanya menurut,namun anak nanti gimana mas ? Mereka kan belum tahu ?" tanyaku.


"Anak-anak nanti di jemput Boni." Ucapnya.

__ADS_1


Aku pun menganggukkan kepala. Seraya membawa baju ganti kami, namun di cegah mas Aldo.


"Di kantor ada ay." Ucapnya.


Aku pun langsung mengekorinya dari belakang.


Selesai mengunci semua pintu,kami berangkat. Namun entah mengapa perasaan sedari keluar rumah sudah tak enak. Tapi selalu ku tepis.


Boni menatapku penuh khawatir,karena terlihat jelas gurat tak enak di wajahku.


Sedangkan mas Aldo nampak menatap Boni. Boni yang ditatap pun langsung memberi kode lewat m***.


Spontan mas Aldo langsung menatapku.


"Kenapa Ay ? Tanya mas Aldo.


Aku hanya menggelengkan kepala,seraya menatap kaca spion mobil. Ku amati dengan intens.


"Boni,kamu ngerasa aneh enggak,dengan mobil yang sedari tadi mengikuti kita ?" Tanyaku pada Boni.


Boni langsung menatap ke arah spion mobil,begitupun dengan mas Aldo.


"Ya nona,dia sedari tadi mengikuti kita. Namun nona tenang saja,insyaa ALLAH kita semua selamat sampai tujuan." Ucapnya.


Sedangkan mas Aldo sudah kenal dengan mobil yang mengikutinya.


Tanpa terasa,mobil mas Aldo sudah sampai di kantornya. Aku menahan untuk jangan turun dulu, mereka pun menurut.


Setengah jam kami masih di mobil

__ADS_1


__ADS_2