Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 50


__ADS_3

"Mas, kamu kok awet muda banget sih." Ucapku seraya memegang dagunya.


"Jangan mulai deh ay." Ucapnya seraya menatapku dengan tajam.


"Ish, Siapa juga yang mulai, kamu itu memang awet muda mas daripada aku. Padahal kalau difikir, kamu itu sering marah." Ucapku seraya membalas tatapannya.


"Ya karena mungkin aku menjaga selalu pola makanku, beda denganmu." Ucapnya seraya memelukku.


"Mungkin juga sih." Ucapku.


"Sudah malam. Yuk tidur." Ucapnya.


"Ya pak suami." Ucapku seraya mengendus aroma tubuhnya.


...Entah kenapa semenjak nikah lagi, aku merasa kecanduan aroma tubuh wanginya. Padahal dia enggak pakai minyak wangi. Entahlah, intinya aku merasa nyaman bila tidur dengannya. ...


Satu jam kemudian aku sudah tertidur di pelukannya. Sementara mas Aldo tersenyum sendiri, melihat aku yang sudah tertidur. Dulu tepat ingin melamarmu, terasa sia-sia, tapi 6 bulan kemarin, terasa nyata dan usaha dan doaku tidak sia-sia.


Cuma kamu Ta, wanita yang membuat aku terpesona pada pandangan pertama. Walau faktanya kita sempat menikah dengan orang lain dan gagal. Namun takdir TUHAN, mempersatukan kita lagi. Trimakasih ya ALLAH. Ucapnya seraya mengec*p keningku dan ikut tertidur.


Paginya aku terbangun lebih dulu, sementara mas Aldo masih terlelap. Aku lalu mandi dan sholat lalu mengaji. Selesai menunaikan kewajibanku, aku lalu keluar kamar untuk masak.


Setengah jam berlalu, aku sudah selesai masak, lalu membersihkan seluruh rumah. Tepat jam 4.30 pagi, tugasku selesai. Aku lalu melihat anak-anak yang sudah terbangun sedari tadi. Dan bertanya kepada mereka.


"Pagi anak-anakku, sedang apa ni ?" Tanyaku.


"Pagi bu, sedang siap-siap buat sekolah nanti." Ucap mereka bersama.


"Pintar dan rajin banget. Semangat ya sekolahnya." Ucapku seraya mempersiapkan baju seragam mereka. Selesai itu, aku lalu menyediakan sarapan untuk mereka.


Tepat jam 6 pagi, aku ganti baju. Rencananya mau ke pasar terdekat, buat belanja bumbu dapur. Namun aku mesti izin dulu sama suamiku, aku menggoyangkan tubuhnya dengan pelan.


"Mas." Panggilku.


"Hmm." Ucapnya seraya mengerjabkan mata.


"Aku izin ke pasar dulu ya." Ucapku lembut.


"Mau ngapain dan di antar siapa ?" Tanyanya.


"Mau beli bumbu dapur, bumbu dapurnya sudah habis, rencananya naik motor sendiri." Ucapku seraya tersenyum.


"Biar aku anter saja." Ucapnya seraya beranjak dari kasur.


"Kamu enggak kerja ?" Tanyaku.


"Kerja di rumah saja, sambil pantau kamu." Ucapnya seraya berlalu.


"Ish berasa kaya anak bayi saja aku, bayi mah enak di lihat lucu. Lha kalau aku, sudah tua." Ucapku lirih, namun masih bisa di dengar oleh suamiku.


"Ya kamu bayi tuaku." Ucapnya dari dalam kamar mandi.


Mendengar itu, aku langsung tutup mulutku. Kuat juga ilmu batinnya. Ucapku dalam hati.


Aku lalu memakai hijabku dan berhias, tak lupa memakai lipglos biar tidak terlihat kering. Setelah selesai aku lalu mengambilkan baju untuk mas Aldo, selesai ngambil baju, aku lalu keluar sebentar. Melihat anak-anak, ternyata mereka sedang sarapan.


Melihat mereka lahap dalam sarapan, aku mulai tenang dan bersyukur. Alhamdulillah masakanku, cocok untuk lidah mereka. Ucapku dalam hati.


Tepat jam 6.30, mereka pamit mau ke sekolah. Tak lupa mereka juga izin, kalau pulangnya nanti malam lagi. Soalnya diajak kak Dewi belajar bersama. Kami pun mengizinkan.


Sepeninggal mereka aku lalu masuk ke dalam, dan diikuti suamiku seraya menatapku tajam.


"Kenapa mas ?" Tanyaku.


"Kamu ini mau ke pasar atau ke kantor ?" Tanyanya.


"Ke pasar mas." Ucapku.


Mendengar ucapanku, mas Aldo langsung menggendong tubuhku dan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Ganti bajunya." Ucapnya.


"Mas ta-." Ucapku terhenti karena dia menatapku dengan mata elangnya. Hingga buatku tak berkutik.


Selesai mengganti baju, aku lalu melangkah keluar, namun lagi-lagi ditahan oleh suamiku.


"Apalagi mas." Ucapku.


Dia mendekatiku dan tangan kanannya memegang tengkukku lalu men**um bibirku.


"Ke pasar enggak perlu pakai lipgloss, bikin mata lelaki tergoda. Cukup aku saja yang kamu goda, yang lain jangan."Ucapnya seraya tertawa.


"Ish, kepasar saja ribet." Ucapku seraya berlalu.


"Resiko jadi istriku." Ucapnya lagi.


"Pakai motor saja ya mas." Ucapku.


"Enggak." Ucapnya ketus.


"Ish, nyebelin." Ucapku seraya ingin memukulnya, namun takut kualat.


Melihatku demikian pak satpam tertawa kecil seraya menggelengkan kepala.


Sementara mas Aldo langsung masuk mobil dan aku pun ikut menyusulnya.


Setengah jam berlalu, kini kami sudah sampai di pasar. Aku yang masih asik memilih bumbu, sedangkan mas Aldo asik memilih kelapa muda. Tidak sadar ada yang melihat kami, dengan tersenyum lebar.


Ya dia kakak ipar kami, dia tadinya mau beli mi ayam. Namun sayang, mie ayam langganan kak Devi libur. Jadi dia hanya jalan-jalan saja. Sementara aku yang sudah selesai belanja bumbu, langsung menghampiri mas Aldo.


"Sudah yuk mas." Ucapku.


"Enggak beli yang lain juga ?" Tanyanya.


"Enggak, hemat dulu lah." Ucapku lirih.


Sedangkan kak Devi sudah hilang entah kemana. Sesampai di parkiran, kami lalu masuk mobil dan langsung pulang.


Sesampai di rumah, aku lalu memasak buat nanti siang dan sekalian malam. Sedangkan mas Aldo langsung membuka kelapanya bersama pak satpam di luar.


Setelah semua selesai, aku lalu menyediakan makan siang di meja. Dan lalu mengganti baju, dengan baju rumahan. Selesai semua, aku lalu menyisihkan makan siang untuk pak satpam. Lalu memberikan kepada beliau.


"Pak, ini ada rezeki untuk bapak. Mohon diterima ya." Ucapku tulus.


"Aduh non, kenapa repot-repot atuh." Ucapnya yang nampak ragu mau nerima atau tidak.


"Enggak apa-apa pak, itu masakan istri saya. Jangan suka menolak." Ucapnya seraya tersenyum.


"Ya tuan, makasih ya non." Ucapnya.


"Sama-sama pak." Ucapku.


Sesampai di meja makan, aku lalu mengambilkan minuman dan makanan untuk suamiku dulu, barulah aku.


Tak berselang lama, kami selesai makan. Gegas aku membersihkan meja dan mencuci piring kotornya. Selesai itu, barulah kami istirahat.


"Ke pasar saja lama juga ya." Ucapku.


"Ya karena kamu masih pertama kali." Ucapnya seraya menatap laptop.


"Mas aku tidur dulu ya." Ucapku.


"Tunggu 1 jam lagi." Ucapnya.


"Aduh lama banget." Ucapku.


"Kan kamu baru selesai makan." Ucapnya.


"Ups. Iya ya maaf lupa." Ucapku seraya duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Tua juga aku, tapi sudah mulai lupa." Ucapnya seraya melirik aku.


"Hmm." Iya percaya pak suamiku. Ucapku seraya meniup ceruk lehernya.


"Mulai." Ucapnya.


"Hehe maaf." Ucapku seraya beranjak berdiri.


Melihatku keluar, dia menggelengkan kepala dan tersenyum. Kenapa baru sekarang kita bersama? Tanyanya dalam hati.


Huff fokus kerja dulu lah. Bismillah. Ucapnya.


Sementara aku duduk bersandar di teras depan kamar. Usiaku sudah tak muda lagi, anakku beranjak dewasa dan suamiku juga begitu. Semoga hamba dulu ya ALLAH yang ENGKAU panggil. Ucapku lirih.


Mendengar ucapanku, mas Aldo lalu menghentikan kerjaannya. Dia lalu menyusulku.


"Apa yang kamu katakan ? Tanyanya.


"Enggak ada mas". Ucapku.


"Bohong. Kamu minta sama ALLAH kan." Ucapnya.


Mendengar itu, aku lalu memeluknya dan minta maaf.


"Cukup Ta, aku ingin kita tiada bersama." Ucapnya seraya berlalu.


Aku lalu mengejarnya dan memeluk pinggangnya dari belakang.


"Darimana kamu bisa tahu ?" Tanyaku.


"Dari cctv." Ucapnya.


"Maafin aku." Ucapku.


Dia lalu melerai pelukan aku,dan menatapku.


"Apa kamu tidak bahagia hidup bersama aku ?" Tanyanya.


"Aku bahagia." Ucapku jujur.


"Lantas kenapa kamu memilih meninggalkan aku? " Tanyanya


"Maaf mas." Ucapku.


"Shht, aku tidak butuh kata Maafmu Ta. Yang aku butuhkan hanya kamu." Ucapnya.


"Iya mas." Ucapku.


"Mas, aku takut kamu bosan dan meninggalkan aku." Ucapku jujur.


Mendengar hal itu, dia menge*up seluruh wajahku. Dan membopongku pindah ke tempat tidur.


"Berdoa Ta. Hanya doa yang bisa merubah takdir." Ucapnya seraya melepas jilbab dan pakaian kami.


Lalu kami melakukan ritual lagi, hingga kami terlelap. Harusnya hari ini dia mendatangi kantor, namun dia urungkan karena mendengar doaku.


Tepat jam 3 sore, kami terbangun bersama.


"Sore cinta." Ucapnya yang masih memeluk tubuhku dan tertutup oleh selimut.


"Sore mas." Ucapku seraya mencari pakaianku, namun dicegah suamiku.


"Aku mau mandi." Ucapku.


"Nanti dulu." Ucapnya seraya memelukku dari atas.


"Juniorku bangun lagi ay." Ucapnya.


Tanpa aba-aba dia langsung memasukkannya ke milikku. Aku hanya pasrah. Dan tepat jam 4 sore, kami langsung mandi dan ibadah lagi.

__ADS_1


__ADS_2