
Mendengar nasehatnya, aku terharu dan tanpa terasa air mataku menetes. Ya ALLAH terima kasih, KAU hadirkan dia dalam hidupku dan Icha. Ucapku dalam hati. Tanpa sadar, simbok langsung mengelus punggungku dan berkata.
..."Jangan sedih non, kasihan nanti bayinya ikut susah." Ucapnya....
^^^"Aku enggak sedih mbok, aku bahagia. Memiliki keluarga yang dulu hanya sebatas angan-anganku." Ucapku seraya mengelap air mataku yang jatuh di pipi.^^^
"Syukur atuh non, dapat suami tepat." Ucapnya seraya tertawa kecil.
..."Alhamdulillah mbok." Ucapku seraya tersenyum dan segera mencuci mukaku yang sembab....
Setelah pertengkaran tadi, Ardi dan Icha saling meminta maaf. Dan kini mereka bermain bersama ditemani mas Aldo.
^^^"Tara, makan siang sudah siap sayang." Ucapku kepada mereka semua. ^^^
"Yeay, mari makan." Ucap anak-anak bersama.
..."Mas suami enggak makan ?" Tanyaku seraya mendekati arah Rafa. ...
"Nanti saja belum lapar." Ucapnya.
^^^"Ya sudah deh, aku bawa Rafa masuk dulu." Ucapku lirih. ^^^
Sepeninggal kami, mas Aldo langsung beranjak dari tempat duduknya dan pindah ke meja kerjanya.
...Selesai menidurkan Rafa, aku lalu keluar menemui anak yang asik makan....
"Cepat banget selesainya ?" Tanyaku pada mereka.
^^^"Iya bu, kita kan harus tepat waktu." Ucap Ardi. ^^^
"Iya deh. Yang udah tepat waktu." Ucapku seraya tersenyum.
..."Bu kami tidur dulu ya." Ucap mereka....
"Iya." Ucapku seraya mengambilkan makan mas Aldo dan aku.
Tok..tok..tok..
Masuk.
^^^"Makan siang dulu pak." Ucapku. ^^^
"Ck, nanti Ta kamu ngerti enggak sih." Ucapnya sedikit membentak.
__ADS_1
..."Aku suapin." Ucapku lembut. ...
"Kamu tuli atau gimana sih Ta ? Nanti ya nanti. Tanya dan Ucapnya dengan nada tinggi. Membuat Ardi langsung masuk ruangan kerjanya.
..."Ibu, kita keluar saja." Ucapnya seraya membawa nampan berisi makan dan menggenggam tanganku. ...
"Maaf sudah mengganggu." Ucapku seraya menangis.
^^^"Ardi." Panggil suamiku.^^^
"Iya tah. " Ucapnya.
..."Tidurlah, biar ibu sama ayah." Ucapnya lembut. ...
"Jangan bentak ibu lagi ayah. Tangisnya ibu, itu duka Ardi." Ucapnya.
... "Iya." Ucapnya....
Sepeninggal Ardi, mas Aldo lalu menutup pintu perlahan dan menguncinya. Lalu dia mendekati ke arahku, memelukku dari belakang.
^^^"Maaf." Ucapnya.^^^
Aku hanya terdiam tanpa berkata apa-apa.
^^^Aku masih diam, orang yang selalu lemah lembut kini hanya masalah makan, tega membentak aku. Namun kembali lagi, tiada manusiapun yang sempurna. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. ^^^
"Ay, jangan diam saja." Ucapnya menyadarkan lamunanku.
..."Maaf." Ucapku. ...
"Aaa." Ucapnya.
^^^Aku pun langsung menyuapinya. Hingga termakan habis, aku lalu keluar dan kembali ke kamar. Melihat Rafa kembali. ^^^
Masih tidur dia, ya sudahlah aku ke teras dulu. Ucapku lirih.
...Sesampai di teras, aku merenung kejadian tadi. Mungkin suamiku lelah, karena akhir-akhir ini Ardi dan Icha sering bertengkar ditambah kerja kantor yang padat membuat dia kelelahan. Ucapku lirih. ...
Saat sedang asik melamun, tiba-tiba terdengar tangisan Rafa, Cepat-cepat aku hampiri.
^^^Sayangnya ibu sudah bangun ya. Ucapku seraya menggendong dia lalu memberinya asi. ^^^
...Sementara mas Aldo masih berkutat di meja kerjanya. Dia melakukan zoom dengan para stafnya, dan menanyakan hal-hal yang penting disana. Tak beda jauh dengan mas Aldo, Kevin dan Boni kini harus bolak-balik ke kantor pusat dan cabang. Karena mas Aldo memilih kerja di rumah dulu. ...
__ADS_1
Sementara aku di sini, menidurkan kembali anakku di tempat tidurnya. Bobok yang nyenyak ya sayang. Ucapku pelan.
^^^Aku lalu keluar kamar, dan mengupas buah lalu ku taruh di mangkok kecil. ^^^
Tok..tok..tok..
Masuk
...Aku langsung masuk, dan menaruh mangkok ke mejanya. Dan pamit keluar, namun tanganku di genggam olehnya. Spontan aku langsung menoleh. ...
^^^"Suapin." Ucapnya seraya tertawa kecil.^^^
...Aku lalu mendekati suamiku dan menyuapinya. Setelah selesai aku lalu beranjak keluar. Dan langsung ke kamar lagi. Memandikan anakku, namun sebelum itu aku bangunkan kedua kakaknya dan menyiapkan baju mereka. Selesai itu, aku lalu memandikan Rafa....
^^^Tak berselang lama, kedua kakaknya datang untuk menjaga Rafa. Setelah itu, barulah aku mandi. Selesai mandi, aku izin keluar sebentar pada mas Aldo. Mas Aldo langsung mengiyakan. ^^^
"Icha, kamu kenapa ?" Tanya Ardi.
..."Aku rindu almarhumah nenek." Ucapnya. ...
"Doakan saja sayang." Ucapku.
^^^"Iya bu." Ucapnya seraya tersenyum.^^^
...Tepat jam 5 sore, kami kembali ke rumah. Dan aku langsung membawa Rafa, ke ruang tv. Sementara kedua kakaknya, belajar di kamar masing-masing. ...
Saat tengah melihat tv, terdengar orang ribut di jalan. Cepat-cepat aku bawa Rafa dan melihat apa yang terjadi.
"Ada apa pak ?" Tanyaku pada pak Lukman.
^^^"Itu nyah, anak abege trek-trekkan." Ucapnya.^^^
"Oh kirain apa." Ucapku.
"Bapak kalau bising ditutup saja pak, telinganya." Ucapku.
"Iya nyonya." Ucapnya seraya tersenyum.
...Aku lalu kembali, dan menggendong Rafa lalu menuju ke ruangan suamiku. ...
Tok...tok...tok...
Masuk.
__ADS_1
^^^"Ayah, sudah sore mandi dulu yahh. " Ucapku ^^^