
"Melihatku,sedang menatapnya,mas Aldo pun tersenyum. Kenapa, ada kotorankah di wajahku? Tanyanya. E-eng-enggak kenapa-kenapa' ucapku gugup."
"Awas nanti jatuh cinta lagi' ucapnya seraya men**** pipiku. Aku hanya terdiam. Sedangkan anakku sudah main di luar."
Mas Aldo pun menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan. Aku hendak beranjak berdiri,namun kakiku tanpa sengaja menginjak kakinya. Spontan mas Aldo menarik tubuhku.
"Auw' ucapnya seraya memijit kakinya yang masih terasa panas. Maaf mas' ucapku. Iya' jawabnya. Aku permisi dulu' ucapku. Iya' jawabnya."
Sesampai di dalam kamar,aku merutuki kebodohanku. Dan mengatur nafasku yang ngos-ngosan dan jantungku yang berdegup kencang.
Setelah sudah kembali membaik, aku kembali ke luar. Mas Aldo rupanya sudah pulang. Karna ku lihat mobilnya, sudah tidak ada. Alhamdulillah, akhirnya dia pulang juga' ucapku.
"Siapa yang pulang ? Tanya mas Aldo. Mas Aldo' ucapku yang belum tahu, siapa dia. Owh' jadi kamu senang dia pulang ? Tanya mas Aldo. Enggak tahu, aku bimbang' ucapku."
"Bimbang kenapa ? Tanyanya. Bimbang' ucapku terhenti karna rupanya dia masih di sini."
Deg...
"Astagfirullah,nauzdubillahminzalik, ya ALLAH' ucapku langsung lari menyusul anakku."
"Melihatku demikian mas Aldo pun,tersenyum seraya menggelengkan kepala."
Hari-hariku, yang dulu gelap,kini seiring berjalannya waktu. Dan setelah ketemu lagi dengannya, hari-hariku telah berganti menjadi berwarna.
__ADS_1
Kebahagiaan tak terkira,pun juga dirasakan oleh putriku. Semakin hari, semakin tambah dekat dengan anak mas Aldo. Merekapun kini selalu rindu bila tak bertemu sehari.
Aku yang selalu di tanya pun,hanya terdiam dan enggan menjawab. Namun,saat anakku main di sana,ada rasa kenyamanan yang tulus yang dia dapatkan.
Dan setiap malam aku selalu berdoa, jika beliau yang terbaik untuk kami dwkatkanlah. Namun,jika sebaliknya jauhkanlah.
Dan 3 bulan sudah berlalu,mas Aldo semakin dekat dengan putriku, begitupun dengan putra mas Aldo. Sholat istiqaroh juga sudah ku laksanakan.
Akhirnya aku menerimanya,kami langsung menikah di KUA. Dan tanpa pesta atau pun di hadiri keluarga besar. Itu sudah menjadi permintaanku.
Dan bapakku beserta ke dua keluargaku menyetujuinya. Selesai ijab,aku langsung di bawa mas suamiku ke rumahnya. Beserta anakku.
Sesampai di rumah,aku menidurkan anakku,sedangkan Ardi,langsung masuk kamar.
Aku masih terdiam di dalam kamar yang dirancang untuk putriku. Sedangkan mas Aldo,sudah selesai mandi. Dan membaringkan diri,di kasurnya.
Karna aku belum tahu,di kamarnya ada kamar mandi.
Selesai mandi,aku lalu menyisir rambutku dan lalu merebahkan tubuhku di tempat tidur. Di dekat suamiku.
Jujur,jantungku berdegup kencang dan nafasku terasa ngos-ngosan. Bagai orang lagi lari maraton. Padahal sudah jelas,mas Aldo sudah terlelap.
Sampai jam 2 dini hari,aku masih terjaga. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur di kamar anakku. Namun baru ingin beranjak,tubuhku sudah ditindih tubuh suamiku.
__ADS_1
"Malam' ucap mas Aldo. Aku mengalihkan pandangan,seraya berkata malam' ucapku."
"Aku ingin minta hakku' ucap mas Aldo."
Wajahku langsung takut,jantungku berdegup kencang dan aku berkata.
"Maaf aku lagi ada halangan' ucapku bohong."
"Lagi halangan atau menolak untuk memberikannya' ucap mas Aldo. Dan kini langsung beranjak berdiri."
"Aku pun terdiam,haruskah aku menyerahkan sekarang ? Tanyaku dalam hati."
"Mas Aldo langsung masuk kamar mandi,sedangkan aku mau ke kamar anakku,ragu-ragu. Mas' panggilku. Tanpa sengaja aku mendengar suara mas Aldo di dalam."
Tok...tok...tok..
"Mas' panggilku. kamu enggak apa-apa kan ? Tanyaku panik. Gegas mas Aldo membukanya."
"Kenapa ? Tanyanya. Kamu kenapa ? Tanyaku. Namun,bukan jawaban yang ku dapatkan,tetapi pelukan darinya. Entah kenapa,pelukannya terasa menenangkan."
"Tak berselang lama,kami melerai pelukan kami dan mas Aldo mengajakku kembali tidur. Tak berselang lama, aku sudah tertidur dalam pelukannya."
Sedangkan mas Aldo,langsung beribadah.
__ADS_1
Selesai ibadah,mas Aldo menyiapkan sarapan untuk kami semua. Dan tak lupa menuliskan,anak-anakku sayang selamat makan. Dan jangan ganggu kami dulu ya' tulis mas Aldo.
Selesai itu,mas Aldo lalu mengunci kamar.