Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 63


__ADS_3

"Ya." Ucapnya.


^^^..."Selesai membawa mereka, kini kamar yang terkunci tadi, langsung dibuka dengan pelan. Lalu pihak berwajib itu berteriak. ...^^^


"Anda sudah di kepung, keluarlah." Ucapnya.


... Lukas pun hanya berdiam diri, 4 jam terkurung di kamar tanpa ada sirkulasi udara. Membuat dia lemas, dan tidak bisa melawan. Dia kini hanya bisa pasrah, ditangkap dan ditahan disana. ...


Setelah semua tertangkap, pihak berwajib pun langsung pamit. Dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada mereka, sudah mau menghubungi pihak berwajib. Sepeninggal mereka, Kevin dan Boni memilih menginap di rumah Agung.


^^^"Kak kita tidur disini, enggak apa-apa kan ?" Tanyanya. ^^^


"Enggak apa-apa." Ucapnya datar.


Lalu masuk ke dalam, mengambil kunci kamar anak-anak.


..."Ini, sementara tidurlah di kamar anak-anakku dulu." Ucapnya seraya berlalu. ...


...Sepeninggal Agung, Kevin dan Boni langsung membuka pintu kamar anak-anak. Terlihat bersih dan wangi, tak menyangka mereka berdua tersenyum bersama. Mengingat kedua anak itu, membuat mereka rindu dengan gaya bicaranya. ...


"Tidur dulu bos." Ucapnya.


^^^"Ya." Ucapnya singkat.^^^


Sementara si kamar kami, Mas Aldo menatapku seraya tersenyum. Lalu mengusap perutku yang masih rata dengan pelan.


...Jangan minta aneh-aneh ya, kasihan ibu kamu. Ucapnya lirih....


Baru akan merebahkan badannya, Dita mengigau. Enggak mau, lepasin aku. Aku mohon. Ucapnya.

__ADS_1


Shht, ada aku di sini sayang, tenanglah. Aku suamimu. Ucap Agung.


Tak berselang lama, Dita kembali tenang. Dan Agung pun tersenyum. Lalu dia memejamkan mata.


^^^Tepat jam 1 malam, aku terjaga. Dan membuka mataku, makasih mas sudah mau menjagaku. Ucapku lirih seraya men**um pipinya dengan pelan.^^^


...Aku lalu berwudhu dan menunaikan ibadah. Selesai itu, aku lalu mengaji. Lalu mengirim pesan delivery, melalui aplikasi. Perutku terasa lapar dan haus, namun karena insiden tadi aku pilih pesan antar. ...


^^^Tak berselang lama, pesanan datang. Aku lalu bergegas keluar, tanpa ku tahu Kevin masih terjaga dan duduk di sofa ruang tamu. Aku tak melihat dirinya, karena gelap dan aku juga merasa hanya ada aku dan suamiku saja di rumah. ^^^


Melihatku membuka pintu, Kevin diam dan enggan bertanya. Takutnya malah membuat sang kakak histeris.


...Selesai membayar dan menerima pesanan aku lalu masuk dengan terburu-buru dan mengunci pintu segera. Namun langkahku terhenti, saat mendengar suara hp berbunyi. ...


Deg.


^^^"Ini aku kak." Ucapnya seraya beranjak berdiri. ^^^


"Alhamdulillah." Ucapku.


..."Sudah lama ?" Tanyaku....


"Sudah daritadi." Ucapnya.


"Lapar ya pasti ?" Tanyaku seraya tertawa kecil.


^^^"Iya." Ucapnya.^^^


"Ya sudah aku pesankan lagi ya. Kamu disini sama siapa ?" Tanyaku lirih.

__ADS_1


..."Boni kak." Ucapnya....


"Oke. Aku pesankan dua ya." Ucapku.


"Hmm." Ucapnya seraya menatapku dengan heran.


Dia hamil, pantas tidak seperti biasanya. Syukurlah, semoga traumanya bisa hilang. Aamiin. Ucap dan doanya lirih.


^^^Setelah berhasil delivery, kami makan dulu. Sementara tanpa sepengetahuanku, mas Aldo sudah bangun dan mengawasi aku. Syukurlah Ta, kamu sudah biasa lagi. Ucapnya lalu beranjak bangun dan keluar. ^^^


"Mas, sudah bangun ?" Tanyaku lalu menghampiri dan mengajaknya makan bersama.


..."Baru saja kok ay." Ucapnya. ...


"Ya sudah, sini makan." Ucapku lalu membuka kotak nasi disana.


"Ya." Ucapnya singkat.


Selesai makan, Kami langsung ke kamar lagi. Begitu juga dengan Kevin. Sesampai di kamar, mas Aldo menatapku dalam.


^^^"Kenapa by ?" Tanyaku lembut.^^^


"Jangan menggoda imanku." Ucapnya seraya menunjukkan ke arah dadaku.


..."Aku enggak menggoda." Ucapku seraya menatapnya. ...


"Terus ini apa ?" Tanyanya.


^^^"Aku enggak tahu, kalau kamu tergoda." Ucapku lirih. ^^^

__ADS_1


__ADS_2