
"Sudah ku duga pasti dia." Ucapnya.
"Siapa bos ?" Tanya Boni.
"Orang suruhan Fina". Ucapnya.
Mendengar hal itu, Boni nampak membaca kembali identitas orang itu.
Deg...
"Doni ?" Tanyanya.
"Ya dia yang pernah ngelamar kerja di sini,namun aku tolak. Karena dia menggunakan ijazah palsu. Dan saat interfiu dia banyak berdusta." Ucap mas Aldo.
Boni pun hanya menganggukkan kepala. Dan izin kembali. Mas Aldo pun mempersilahkan, dan kembali lagi bekerja.
Makan siang pun tiba,para karyawan langsung keluar menuju kantin. Sedangkan aku di sini masih terpejam. Mas Aldo yang sudah kelaparan,langsung membangunkan aku.
"Sayang,bangun yuk makan dulu." Ucapnya. Aku nampak terdiam.dan belum membuka m***. Tak ingin mengganggu tidurku,mas Aldo lalu beranjak memesan makanan.
Hingga jam 2 siang,aku juga belum bangun. Akhirnya mas Aldo membawaku ke RS,sesampai di sana Rasti menjelaskan bahwa aku kebanyakan fikiran.
"Apa akhir-akhir ini istrimu nampak tertekan ?" Tanya Rasti.
"Alhamdulillah tidak." Ucap mas Aldo jujur.
"Kurang tidur kalau malam ?" Tanyanya lagi.
"Iya." Ucapnya.
Mendengar jawaban itu,Rasti menjelaskan kiat-kiatnya. "Ajak istrimu jalan Gung, cari aktifitas yang aman untuk bumil dan usahakan jangan dibiarkan sendiri. Karena istrimu lain daripada yang lain." Ucapnya.
"Ya,akan aku usahakan." Ucapnya.
Setelah ke RS, mas Aldo pun kembali ke kantor dengan masih membopong aku. Sesampainya di lif, mas Aldo lalu meng*** keningku dan b****ku lagi.
Pintu lif terbuka, mas Aldo langsung memangku aku. Seraya bekerja.
Saat hendak membisiki aku,tiba-tiba Boni masuk.
"Ups, ma-maaf bos." Ucapnya.
Mas Aldo hanya menganggukkan kepala.
"Istri bos kenapa ? tanya Boni.
"Tidak apa-apa. Semalam begadang." Ucapnya.
"Oh. Ucap Boni.
"Kenapa ?" Tanyanya.
"10 menit lagi miteeng bos." Ucapnya.
"Ya sudah ayo." Ucap mas Aldo.
"Dengan membawa nona ?" Tanyanya.
"Iya." Ucapnya
Sesampai di ruang miteeng,nampak jelas mereka semua menatap mas Aldo.
"Ada yang salah ?" Tanyanya.
__ADS_1
"Tidak ada apa pak." Ucap mereka.
Mas Aldo pun menurunkan aku di kursinya.
Selama miteeng,suamiku terus berdiri hingga miteeng selesai, barulah dia duduk.
Dia lalu menatapku sendu. Kenapa belum bangun juga. ucap mas Aldo.
Sedangkan di luar, Boni baru saja menjemput anak-anak kami yang kini sudah rapi dan sudah mandi.
"Om kita di atas dulu ya." Ucap Ardi.
"Tunggu,kalian harus bareng aku ! Titahnya.
Mereka pun menurut. Kembali di ruang miteeng,mas Aldo menatapku dan tak berselang lama dia men****ku dengan lembut.
Dan jemarinya membuka penutup t****ku. Tak putus asa,mas Aldo berusaha terus membangunkan aku. Hingga tepat 15 menit kemudian, aku terbangun.
"Mas." Ucapku.
Mendengar panggilanku, mas Aldo tersenyum. Dan lalu membopongku lagi. Lalu masuk ke ruangannya dan menyuruhku untuk mandi.
Aku pun menurut. 15 menit aku selesai mandi,dan lalu ibadah bersama mas Aldo.
Selesai ibadah aku merias diri lalu menghampiri mas Aldo.
"Mas, katanya anak-anak kesini ? Tanyaku.
"Iya sayangku, mereka sudah ada disini sejak tadi." Ucapnya.
"Terus mereka kemana ?" Tanyaku lagi.
"Mereka sedang di lantai atas, ke ruang keluarga." Ucapnya.
"Sayang kamu makan dulu ya,tadi siang kamu belum makan kan ?" Tanya mas Aldo.
Aku lalu mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Karena posisi mas Aldo berdiri di dekat almari kerjanya.
Aku pun agak sedikit berjinjit karena tinggi badanku hanya 149,sedangkan mas Aldo 160 seraya berbisik. "Aku pingin kamu."
Ucapku.
Mas Aldo langsung tersenyum dan memintaku untuk sabar. Dan bertanya dalam hati, Dita selama hamil selalu minta,apa calon anakku lelaki ?
"Mas kok melamun ?" Tanyaku.
"Sabar ya sayang,aku selesaikan ini dulu." Ucapnya.
Aku hanya menunduk dan langsung melerai pelukannya.
"Maaf ya mas,kalau aku merepotkan kamu. Jujur aku juga tidak mau begini,namun entah kenapa-. Ucapku terhenti. Karena masih Aldo langsung men****ku.
Hingga 3 jam kami melakukan ritual itu. Selesai itu,kami lalu mandi lagi dan sholat lalu mengaji. Tak lupa juga, mas Aldo kirim pesan ke Boni. Menanyakan anak-anak.
Mereka sudah tidur bos" Ucap Boni jujur.
Mas Aldo langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Ayo mas susul mereka."Ucapku.
"Mereka sudah tidur ay." Ucapnya.
"Tumben." Ucapku.
__ADS_1
Mendengar keraguanku,mas Aldo lalu mendekati aku seraya menunjukkan gawainya. Aku pun langsung mengajak masyarakat Aldo naik.
Mas Aldo pun menurut. Sesampainya di atas,aku lalu mencari mereka.
Sedangkan Boni yang menunggu mereka,menggelengkan kepala melihatku berlari kecil ke kamar anak-anak.
Begitupun dengan mas Aldo. Alhamdulillah ya ALLAH,KAU jodohkan aku dengan dirinya. Yang tetap menganggap Ardi sebagai putranya juga." Ucap mas Aldo dalam hati.
"Bos, maaf saya mau tanya." Ucapnya.
"Tanya apa ?" Ucap mas Aldo.
"Ketemu di mana sih bos,sama nona ?" Tanya Boni lagi.
"Di rumahnya." Ucapnya jujur.
"Main bos ?" Tanyanya.
Mas Aldo pun menceritakan semuanya kepada Boni, tanpa ia tutupi.
Sementara aku di sini, menatap Ardi dan Icha yang terlelap,merasa tenang.
Namun baru mau melangkah keluar, aku mengernyitkan keningku. Di luar tidak ada siapa-siapa.
"Kemana mereka ?" Tanyaku.
Aku lalu melangkah keseluruh arah, namun belum bertemu juga.
Aku pun langsung berjalan,mendekati lift saat pintu lif terbuka aku lalu masuk.
Sesampainya di ruang mas Aldo,ruangannya nampak kosong. Tak putus asa,aku menuju ruangan Boni. Namun lagi-lagi belum ada.
Saat akan keluar, terdengar suara orang asing. Aku pun bersembunyi di balik tirai jendela dekat kursi Boni.
"Halo bung, di seluruh ruangan kantornya tidak ada." Ucap orang Asing itu. Membuatku merasa yakin, dia mencari suamiku.
Melihat dia sudah keluar,aku lalu keluar dari persembunyian. Dan menyusul anak-anak. Namun saat akan naik lift, tanganku ditarik seseorang. Membuat aku ingin menjerit dan memukulnya.
Tapi, aku urungkan. Terlihat yang menarik tanganku adalah mas Aldo.
Aku lalu memeluknya,dia pun membalas pelukan dariku dan men**** keningku.
Sedangkan Boni,dia menunggu anak-anak kami. Kembali mas Aldo membopongku dan berjalan pelan, seraya menengok seluruh ruangan.
Beruntungnya ruangan terasa sepi,dia membawaku kembali ke ruangannya. Sesampainya di ruangan mas Aldo, mas Aldo lalu mengambil rompi anti peluru dan pistol.
Buat jaga-jaga,kalau musuh menyerang tiba-tiba.
Aku yang baru tahu,hanya menatapnya tanpa berkedip. Mas Aldo kini sudah selesai memakai rompinya.
"Sayang,kamu tunggu di sini ya." Ucapnya.
Namun aku tahan,seraya berkata.
"Aku enggak mau menjadi janda lagi. Aku mohon jangan-.
Cup.
Aku akan selamat, aku janji padamu." Ucapnya seraya menenangkan aku. Doakan aku ya." Ucapnya.
Aku hanya terdiam,saat ingin meyakinkan aku lagi,tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Ck sial gerutunya dalam hati.
__ADS_1