Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Draft


__ADS_3

Menirukan suara anak kecil, membuat mas Aldo tersenyum menatap kami. Sementara aku hanya menundukkan wajah, masih takut dibentak olehnya.


..."Maaf ay, aku tadi tidak bisa kendalikan emosi." Ucapnya seraya mengec*p kening kami....


"Hmm. Mandi dulu ayah, nanti keburu malam." Ucapku menirukan suara anak kecil lagi.


^^^"Iya sayang, ayah mau mandi tapi sama ibu ya kalau ibu enggak mau, ya mending enggak mandi." Ucapnya seraya tertawa.^^^


Aku terdiam dan mematung, mendengar ucapan mas Aldo. Cepat-cepat aku melepas tangan suamiku yang merangkulku.


"Kemana ?" Tanyanya.


..."Mau ke kamar,menidurkan Rafa dan mengambilkan baju gantimu." Ucapku seraya melangkah keluar....


"Masih marah sama aku ?" Tanyanya saat aku ingin keluar.


...Aku menghembuskan nafas panjang dan pelan. Lalu menggelengkan kepala, entahlah kejadian tadi membuat moodku yang selalu cerewet, kini lebih enak diam. Ucapku dalam hati....


^^^Sepeninggal aku, mas Aldo minta tolong mbok Jumi, menjaga anak kami. Mbok Jumi pun mengiyakan, sesampai di kamar mas Aldo membawa Rafa keluar. Aku hanya diam saja, nanti kalau nangis juga diberikan kepada aku.^^^


"Den, susunya mana ?" Tanyanya.


"Ini mbok." Ucapnya seraya menyerahkan 3 botol dot asi.


"Titip sebentar ya mbok." Ucapnya.


"Iya den." Ucap mbok Jumi.


...Sesampai di kamar, mas Aldo mengunci pintu kamar dan menghidupkan tombol kedap suara....


"Rafa mana ?" Tanyaku.


^^^"Dia sama mbok Jumi, aku titipkan sebentar. Karena kalau dia di sini-." Ucapnya terhenti karena aku sela.^^^


"Tega kamu, simbok udah capek." Ucapku seraya melangkah keluar. Namun tanganku berhasil dia genggam.


..."Aku terpaksa menitipkan dia, karena aku enggak mau didiamkan oleh istriku. Karena masalah tadi." Ucapnya jujur....


Aku terpejam, dan mencoba untuk melupakan, namun tetap semakin nyata. Dia menggendongku dan membawaku ke kamar mandi.


^^^"Aku mau mandi, tolong mandikan." Ucapnya.^^^


...Aku hanya menurut, dan menggosok badannya perlahan dengan sabun. Dia menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan....


"Maafin aku." Ucapnya.


^^^"Hmm." Ucapku seraya mengguyur tubuhnya dengan air shower.^^^


"Maafin aku." Ucapnya lagi.


"Iya." Ucapku lirih seraya membasahi kepalanya.


Dia menatapku terus, membuatku tidak tega dan langsung memeluknya.


"Aku sudah maafin kamu." Ucapku tulus.


..."Makasih ay." Ucapnya....


"Iya by, sama-sama." Ucapku.


^^^Selesai mandi, aku lalu menuntun tangannya dan memakaikan baju tidur untuknya. Selesai itu, kami ibadah bersama dan ngaji. Lalu makan dan setelah selesai semua, aku lalu beranjak ke tempat mbok Jumi.^^^


"Makasih ya mbok, maaf ngerepotin." Ucapku tulus.


"Walah, enggak apa-apa nyah, biasa aja." Ucapnya seraya tertawa kecil.


Setibanya di kamar, aku lalu menidurkan Rafa di kasur. Sementara mas Aldo sudah terlelap di tempat tidur. Kamu kalau kaya gini, tampan banget dan tidak menakutkan. Ucapku lirih.


"Maaf." Ucapnya.

__ADS_1


Deg...


Ya ALLAH ternyata belum tidur ? Tanyaku dalam hati. Cepat-cepat aku merebahkan tubuhku. Dia menatapku dengan tatapan teduh dan langsung mendekati ke arahku.


..."Aku capek ay." Ucapnya seraya memelukku....


Mendengar hal itu, aku pun langsung berpindah tempat menghadapnya. Lalu melihat netranya dengan tulus, aku mengelus lembut wajahnya.


^^^"Tidurlah lelahmu insyaa ALLAH besok hilang." Ucapku seraya tersenyum.^^^


"Makasih." Ucapnya.


"Iya." Ucapku.


...Pagi pun tiba, alhamdulillah semua sudah selesai, kini tinggal duduk di teras bersama ketiga anakku dan suamiku....


"Ayah, ayah enggak kerja ?" Tanya Icha.


^^^"Bentar lagi sayang." Ucapnya seraya menciumi pipi Rafa.^^^


"Ayah, kita nanti malam jalan-jalan yuk." Ajak Ardi.


..."Iya." Ucapnya....


"Kemana kak ?" Tanya Icha.


^^^"Ke mall." Ucapnya.^^^


"Yang benar kak." Ucapnya.


..."Iya." Jawab mereka bersama....


^^^"Asik akhirnya jalan juga." Ucapnya gembira.^^^


Kami yang melihat pun ikut bahagia, tanpa sadar mas Aldo menatapku seraya tersenyum. Cantik. Ucapnya seraya menci*um pipiku. Membuat aku langsung menatapnya.


"Nakal sama istri sendiri tak jadi masalah." Ucapnya.


"Jawab aja hidung kecil." Ucapku seraya memencet hidungnya pelan.


"Hidungku kecil, tapi kamu mau kan." Ucapnya seraya menarik tubuhku dan mencium keningku.


Dan di soraki sama anak-anak kami.


"Cie pacaran ni ye." Ucap mereka seraya lari masuk ke dalam.


"Jangan lari nanti jatuh." Ucapku memperingatkan mereka.


^^^Setelah kepergian mereka, suamiku membawa Rafa masuk ke dalam. Aku cuek saja,aku lalu menatap bunga yang di dekat kamar sudah mulai mekar. Alhamdulillah akhirnya bisa berbunga juga. Ucapku seraya mendekati bunga itu.^^^


"Awh, mas." Teriakku dengan terkejut.


"Shht, aku rindu pelukanmu." Ucapnya.


"Ish dasar ujung-ujungnya minta itu." Ucapku lirih.


"Tapi kamu suka kan ?" Tanyanya.


..."Ya itu karena kamu yang membuatku kecanduan wangi tubuhmu." Ucapku terus terang....


"Masa ?" Tanyanya seraya melihat aku.


Aku hanya mengangguk dan mengikuti semua permainannya. Belum juga masuk, Rafa menangis, aku yang ingin menggendong dia, langsung dicegah oleh suamiku.


"Biar aku saja." Ucapnya seraya menahan gejolak.


"Anak ibu haus ya." Ucapku seraya tersenyum.


^^^Sementara mas Aldo beranjak keluar kamar, kasian kamu mas pasti saat ini kepalamu pusing. Ucapku lirih. 15 menit berlalu, mas Aldo kembali masuk lagi ke kamar. ^^^

__ADS_1


"Masih minum ?" Tanyanya lembut.


"Masih." Ucapku lirih.


Dia lalu merangkul pinggangku dan mencum*** aku.


..."Mas." Panggilku lembut....


"Hmm." Ucapnya.


"Rafa sudah tidur." Ucapku menghentikan aktivitasnya.


Dia tersenyum lebar, lalu melangkah ke tempat tidur Rafa dan menidurkannya.


^^^Selesai itu, kami memulai ritual. Luar biasa, meski usianya sudah tidak muda lagi, namun masih setrong padahal aku sudah kelelahan. Tepat jam 10 pagi, mas Aldo menghentikannya. Dia lalu tidur di sampingku.^^^


Makasih ay, kamu memang wanitaku beruntung aku memilikimu. Walau terlambat. Ucapnya seraya ikut aku tertidur.


...Malam pun tiba, kami pun berangkat ke mall, dengan mengajak Dewi juga karena aku tidak ikut serta. Maklum masih punya bayi, awalnya anak-anak protes, namun aku beri penjelasan. Mereka pun mau menuruti. ...


^^^Nampak Icha kecewa, hingga membuat Dewi memaksaku untuk ikut. Sementara Rafa, diajak mbak Devi yang kebetulan main ke rumah kami. ^^^


"Mbak titip Rafa dulu ya." Ucapku lirih.


"Iya Ta, kamu tenang saja." Ucapnya seraya mengelus lembut punggungku.


Sementara suamiku dan yang lain sudah ada di mobil. Dia menatapku dengan tersenyum, Dewi yang melihat itu pun langsung menggoda omnya.


..."Cie-cie yang tadi murung sekarang berubah happy, karena pujaan hatinya turut serta." Ucapnya seraya tertawa lebar....


"Apaan sih, cewek labil banyak Kepo." Ucapnya seraya cemberut.


"Om Agung jangan marah-marah nanti cepat tua." Ucapnya.


"Berisik Wi. " Ucapnya.


^^^Setelah aku masuk, nampak keheningan, Dewi dan mereka sedang sibuk main game. Sementara mas Aldo sibuk nyetir. Namun matanya sesekali melirikku.^^^


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Aku lupa enggak bawa pompa asi mas." Ucapku gusar.


"Tenang tan, kan ada om Agung." Ucapnya lirih.


"Maksud kamu? " Tanya kami berdua.


"Dih, masa kaya gitu enggak faham sih om ?" Tanyanya.


"Aku enggak ngerti." Ucapku jujur.


"Nanti biar om yang minum tan." Ucapnya seraya berlalu.


...Sejenak kami berfikir dan saling pandang. Astagfirullah Dewi. Ucapku dalam hati. Sementara mas Aldo menggelengkan kepala seraya tertawa renyah. ...


^^^Sesampai di mall, mereka bertiga pamit duluan, sedangkan kami masih di dalam mobil. Aku dengan hati-hati membuka kancing bajuku dan mas Aldo langsung meminumnya. Tepat 20 menit, barulah selesai. Dan diiringi dengan suara sendawanya. ^^^


Kami saling pandang dan tersenyum.


"Makasih mas." Ucapku.


"Sama-sama." Ucapnya seraya merapikan kembali baju kami.


"Sudah yuk turun." Ajaknya.


"Iya." Ucapku.


...Sesampai di mall, kami mencari mereka. Rupanya mereka sedang asik jalan-jalan. Kami pun mengikuti mereka dari belakang, dengan tersenyum mas Aldo menggenggam tangan kananku. ...


Terima kasih Ta kamu sudah melengkapi hidupku. Dan kini ditambah Rafa, membuatku tambah sempurna. Tak hanya itu, kamu begitu berarti dalam hidupku. Syukur aku panjatkan karena kamu dulu belum dinikahi orang lain. Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2