Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 19


__ADS_3

"Enggak apa-apa". Ucapnya seraya tersenyum. Walaupun wajahnya masih nampak pucat,namun sudah tidak seperti tadi.


"Mas,makan yuk. Ucapku. Ambilin saja Ta, pinta mas Aldo. Ya sudah." Ucapku lembut.


Sesampai di meja makan,aku mengambil makanan untukku dan mas Aldo. Selesai itu, aku lalu masuk kembali ke kamar. Seraya membantu mas Aldo duduk, aku lalu menyuapinya. Begitupun sebaliknya.


"Makasih An, ucapnya. Sama-sama mas suamiku." Ucapku seraya tersenyum.


Selesai makan, aku memberikan minuman hangat untuk mas Aldo. Dan memintanya untuk tidur lagi. Namun dia hanya terdiam.


Lagi-lagi dia ke kamar dengan berlari, makanan yang baru ia makan dia keluarkan kembali. Melihat itu, aku jadi tidak tega.


"Ke RS yuk mas, ajakku. Baiklah." Ucapnya.


Aku pun memberi tahu kepada anak-anak, untuk ke RS sebentar, dan mereka pun hanya menurut. Tak lupa juga mas Aldo menghubungi asistennya. Menemani anak-anaknya sebentar.


Setibanya Boni di apartemen mas Aldo, kami lalu keluar apartemen. Sesampai di bawah, taxi yang kami pesan sudah tiba.


Dan kami langsung ke RS. Tak berselang lama kami pun sampai di sana. Aku lalu membayar taxi,dan memapah mas Aldo. Setelah masuk,aku lalu daftar dan lalu menunggu antrian.


Tepat 1 jam menunggu,nama mas Aldo di panggil. Aku membangunkannya dan memapahnya.


"Mari silahkan masuk." Ucap suster itu dengan ramah.


"Iya, jawabku tak kalah ramah. Saat di periksapun mas Aldo menggenggam tanganku seraya men***nya. Enggak akan hilang pak istrinya". Ucap pak dokter itu dengan tawa khasnya.


Namun mas Aldo nampak cuek. Selesai di periksa dan menjawab keluhannya,kami di beri obat. Dan aku pun turut di periksa.


Dokter itu tersenyum lebar. Dan memberi kami ucapan selamat. Kami mengernyitkan kening,karena belum faham maksud dokter. Dan dokter itu menjelaskan.


"Selamat pak,bu atas kehamilan ibu. Dan bapak begini karena sedang ngidam." Ucap dokter itu.


Mendengar itu,mas Aldo berbinar bahagia. Sedangkan aku terdiam,ya rasa trauma itu masih ada. Trauma ditinggalkan pas posisi hamil dan trauma anakku meninggal lagi.


Melihat expresi wajahku, gegas mas Aldo menggenggam tangan dan mencoba menenangkan aku.


"Makasih sayang." Ucapnya dan disaksikan oleh dokter dan suster di sana.


Aku menjadi kikuk,namun aku berusaha menyembunyikan traumaku di depan suamiku dan orang-orang di sana.


Selesai periksa dan di beri vitamin dan susu,kami pun menunggu taxi. Tak berselang lama taxi pun telah sampai di depan kami.


Kali ini mas Aldo yang menjawab,dan bapak itu pun langsung mengantar tujuan kami.


Dalam perjalanan,fikiranku masih belum bisa berdamai dengan masa kelamku silam.


Melihatku terdiam melamun,mas Aldo lalu memelukku dan berkata.


"Anindita Aurelia, kepala suamimu terasa pusing". Ucap mas Aldo lirih.


Mendengar itu, aku langsung menggenggam tangan mas Aldo dengan lembut. "Sabar ya mas". Ucapku lirih. Seraya men**** pipinya.

__ADS_1


Merasakan itu,mas Aldo tersenyum seraya berkata dalam hati. Aku akan berusaha semampuku Ta, untuk menyembuhkan traumamu. Tidak semua lelaki berbuat begitu,Ya ALLAH bantu hamba.


Tak berselang lama,kami sudah sampai di apartemen. Sesampai di sana,mereka semua sudah tertidur pulas. Sedangkan Boni, masih terjaga.


"Dimana mereka ?" Tanya mas Aldo. "Mereka sudah tidur bos." Ucapnya.


"Oh gitu,makasih Boni." Ucap suamiku tanpa banyak basa-basi.


"Sama-sama bos. Kalau begitu saya pamit dulu". Ucapnya seraya berlalu.


Sedangkan mas Aldo hanya menganggukkan kepala.


"Lho Boni kemana mas ?" Tanyaku.


"Sudah pulang." Ucapnya seraya menarik tanganku.


"Mas,teriakku karna terkejut, tanganku di tarik olehnya secara tiba-tiba."


"Shht, kepalaku pusing Ta." Ucapnya seraya berbisik. Butuh vitamin.


"Ish mesum". Ucapku lalu hendak berdiri.


Namun dicegah oleh mas Aldo, dan dengan gerakan cepat mas Aldo lalu menarik tengkukku. Dan men**** b****ku sangat lama.


Setelah itu,kami saling melepaskan dan pindah ke tempat tidur. Sesampai di kamar, aku meneteskan air m*** Secara tiba-tiba.


Mengetahui itu,mas Aldo langsung mengusapnya dan men*****ku. Aku langsung memeluknya. Dan dia pun berkata.


"Menangislah Ta,tapi jangan berlarut-larut. Aku memang lelaki,sama seperti mantan-mantanmu dulu. Kami sama lelaki,namun jangan samakan aku dengan mereka yang sudah meninggalkan kamu dalam keadaan hamil." Ucap mas Aldo panjang lebar.


Mendengar hal itu, aku lalu meminta maaf seraya men**** tangannya.


"Dia lalu menarik daguku pelan,aku memaafkanmu Ta." Ucapnya. Dan langsung bangun,lalu men****ku kembali.


Hanya suara decakan yang terdengar di malam itu,hingga kami tertidur dengan nyenyak.


Tepat tengah malam,aku dan mas Aldo terbangun. Dia muntah-muntah lagi. Aku pun memijat tengkuknya.


Setelah selesai mas Aldo lalu berkumur dan istirahat kembali.


"Ta, jangan tinggalkan aku."Ucapnya tiba-tiba. Aku langsung memeluk tubuhnya. Tak berselang lama,kami tertidur kembali.


Paginya, aku sudah priper,karena hari ini,hari terakhir kami di Bandung. Namun melihat kondisi mas Aldo, Boni turun tangan.


"Biar saya saja non, yang nganter kalian semua." Ucapnya.


"Tapi lagi-lagi,tersiar kabar yang sakit tidak boleh pulang." Ucap orang itu. Membuatku menjadi ragu-ragu.


Mas Aldo yang melihatku demikian, langsung menenangkan aku. Dengan pelukan hangatnya.


Ardi dan Icha yang melihat kami gelisah, langsung berkata.

__ADS_1


"Ayah,ibu tenang saja, biar kami pulang dengan kak Boni. Soal Icha, Ardi bisa jaga kok bu." Ucapnya dengan penuh keyakinan.


"Tapi sayang, Icha kan cewek, dia kadang rewel". Ucapku.


Ardi langsung mendekati aku, dan memelukku dengan erat.


"Ibu,Ardi tahu. Ardi anak sambungnya ibu,tapi ayah mendidik Ardi dengan agama bu. Insyaa ALLAH Ardi bisa menjaga Icha dengan baik." Ucapnya.


Mendengar tutur katanya,aku pun tidak tega,tapi aku juga takut jika nanti Icha merepotkan mereka.


Setelah perbincangan itu,mereka bertiga pamit pulang. Dan kedua anakku,takzim kepada kami. Namun sebelum keluar apartemen, Ardi bertanya kepadaku. "Ibu,ayah sakit sejak kapan dan ayah sakit apa ?"


"Ayah kamu ngidam sayang." Ucapku jujur.


Sedangkan mas Aldo menitipkan kedua anaknya kepada Boni.


Boni hanya menganggukkan kepala.


Setelah mereka pergi,aku lalu menutup pintu. Dan langsung menjalankan ibadah sholat. Selesai sholat, Samar-samar aku mendengar suara mas Aldo di kamar mandi.


Gegas aku langsung berlari,dan menolong mas Aldo dan langsung memapahnya.


"Mas,panggilku lembut. Makan dulu mas." Ucapku.


Mas Aldo menganggukkan kepala dan ku suapi dia dengan perlahan.


"Sudah Ta." Ucapnya.


"Baiklah. aku ke dapur dulu,jangan kemana-mana." Ucapku.


"Iya sayang." Ucapnya seraya tertawa.


Aku lalu beranjak dan membersihkan dan mencuci piring. Setelah selesai,aku lalu mematikan lampu dan langsung ke kamar.


Ku lihat mas Aldo,sudah tertidur. Aku lalu ke kamar mandi,membersihkan diri dan sholat. Selesai ibadah dan ngaji,aku duduk di sofa. Menanyakan anak-anakku sudah sampai di mana.


Ternyata baru sampai di Jakarta,karena jalanan macet. Setelah kirim pesan dengan anak-anakku. Aku lalu menelfon bapak,namun sayang nomer hpnya tidak aktif.


Aku lalu meletakkan hpku di nakas,aku merebahkan tubuhku di sofa sejenak. Entah kenapa m*t* ini susah terpejam. Hingga tanpa ku sadari,tangan mas Aldo meraba tempat tidur. Namun kosong,mas Aldo lalu terbangun.


Dan menatapku yang tengah tertidur di sofa,dia menggelengkan kepala dan tersenyum menatapku.


"Ehem...deheman mas Aldo membuatku langsung menatapnya. Mas." Ucapku.


Karena sudah ketangkap basah,malam-malam melihat gawainya tanpa izin dulu.


"Maaf mas." Ucapku seraya menundukkan kepala.


"Iya sayang,tidak apa-apa." Ucapnya lembut.


"Makasih.'' Ucapnya kemudian. Mas Aldo hanya menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Tadi paket hpku habis,aku hanya buka youtube kok mas". Ucapku menjelaskan.


Mendengar hal itu,mas Aldo tersenyum dan tidak menjawabku. Mas Aldo dan aku terdiam,namun sedetik kemudian dia lalu membopongku dan mengajak tidur. Aku hanya menurut.


__ADS_2