Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 73


__ADS_3

"Yeay balik sekolah hore." Ucap mereka gembira.


"Sudah selesai ?" Tanyaku lembut.


..."Sudah bu." Ucap mereka berdua seraya mencium pipi Rafa....


"Ayah mana bu ?" Tanya Ardi.


^^^"Masih tidur Di, semalam ayah lembur." Ucapku.^^^


"Oh begitu ya." Ucap mereka.


"Iya." Ucapku.


^^^Tin tin..tin..^^^


Bunyi klakson mobil terdengar dari luar, mereka pun tersenyum dan langsung mengambil tasnya lalu takzim padaku.


..."Bu, kami berangkat dulu." Ucapnya....


"Ya hati-hati ya sayang." Ucapku.


"Ya, sampaikan ke ayah juga ya bu." Ucap mereka seraya takzim.


"Iya." Ucapku.


^^^"Pak titip anak-anak saya ya pak, mohon di bimbing." Ucapku kepada penjemput santri.^^^


"Iya neng." Ucapnya seraya tersenyum.


"Pamit dulu neng." Ucapnya.


..."Iya pak." Ucapku....


Sepeninggal mereka aku lalu mendekati anak tetangga yang sedang asik main.


"Main sendiri dek ?" Tanyaku.


"Iya tante." Ucapnya.


..."Eh ada tangga baru." Ucap perempuan itu tiba-tiba. Yang usianya di bawahku, mungkin ibu anak kecil itu....


"Iya mbak." Ucapku.


"Main-main sini mbak, biar enggak suntuk." Ucapnya.


^^^"Iya mbak, insyaa ALLAH." Ucapku.^^^


"Ay." Panggil suamiku.


..."Ya." Ucapku seraya tersenyum....


"Pagi mbak." Sapa suamiku ramah.


^^^"Pagi mas." Ucapnya genit.^^^


"Maaf, kami pamit dulu." Ucapnya sopan.


..."Oh ya silahkan." Ucapnya seraya mengibaskan rambutnya dan belahan dadanya terlihat jelas....


^^^Mataku membola dan melafaskan istighfar. Sementara mas Aldo langsung membawaku masuk ke rumah.^^^


"Ck, senang ya dapat tontonan gratis dan lebih berisi daripada punyaku." Ucapku sesampai di kamar dan menidurkan putraku.


Mas Aldo tersenyum lebar dan memelukku, lalu berkata.


..."Aku senang melihat netramu membola, saat tetangga tadi memamerkan belahan dadanya. Bukan karena perempuan tadi." Ucapnya jujur....


"Ck, bohong." Ucapku.


^^^"Jujur ay, kamu kenapa jadi cemburuan gini ?" Tanyanya.^^^


"Sapa juga yang cemburu." Ucapku seraya memasangkan dasi untuk mas Aldo.


Cup


..."Ish nakal." Ucapku....


"Biar kamu percaya, kalau di dunia ini hanya kamu yang sangat aku cinta setelah ALLAH dan emak." Ucapnya.


^^^"Gombal." Ucapku.^^^


"Beneran ay, kamu kalau begini aku makin cinta sama kamu." Ucapnya.

__ADS_1


"Tadi dapat salam dari anak-anak" Ucapku mengalihkan topik.


"Astagfirullah, mereka sudah berangkat ?" Tanyanya.


..."Sudah dari subuh tadi." Ucapku....


"Hmm." Ucapnya seraya melirik aku dan tersenyum.


^^^"Kenapa senyum ? Masih ngarep sama pemandangan tadi ?" Tanyaku kesal. ^^^


"Haha, enggak ay." Ucapnya seraya melepas hijabku.


..."Mau ngapain ?" Tanyaku....


"Mau minum." Ucapnya lalu membawaku ke tempat tidur dan minum tak lupa juga memberi tanda kepemilikan di leher dan dadaku.


..."Mas, sisain juga untuk Rafa." Ucapku absurd....


"Iya." Ucapnya lalu langsung menyudahi dan menutup kembali.


^^^Tepat jam 8 pagi, mas Aldo pamit berangkat kerja. Kali ini rumah di jaga ketat, dan terpasang cctv di seluruh ruangan. ^^^


"Aku berangkat dulu ya." Ucapnya seraya menci*m keningku.


..."Iya mas. Hati-hati, pulangnya jangan malam." Ucapku seraya takzim....


"Akan aku usahakan." Ucapnya.


"Mau berangkat mas ?" Tanya tetangga sebelah tadi.


^^^"Iya mbak." Ucapku seraya menggenggam tangan suamiku. ^^^


Suamiku tersenyum dan mencium pipiku.


..."Insyaa ALLAH, aku bisa tahan sayang. Karena jujur hanya kamu yang bisa membuat aku puas." Ucapnya....


"Ya haruslah." Ucapku seraya menatap tajam perempuan itu.


^^^Perempuan itu langsung pergi, karena aku lihat dengan tajam dan tak digubris Ucapannya.^^^


Membuat aku bernafas lega. Sepeninggal perempuan tadi, aku lalu melepas genggaman tangannya dan berkata.


"Jangan nakal di kantor nanti." Ucapku seraya melangkah keluar.


...Setelah kepergiannya, aku lalu membeli sayur keliling depan rumah. Hari ini aku pengen makan sop sama sambal ikan. Selesai membeli, aku lalu membayarnya dan kembali masuk ke dalam. ...


"Pak, sudah sarapan ?" Tanyaku pada pak Lukman.


"Sudah nyonya." Ucapnya.


"Ini pak, buat cemilan kalau bapak laper." Ucapku.


^^^"Makasih nyah." Ucapnya.^^^


"Sama-sama." Ucapku seraya masuk ke dalam.


...Sesampai di rumah, aku lalu mulai masak, ya kami memang ada mbok Jum, namun urusan masak keluarga aku tetap menginginkan aku yang masak....


Selesai masak, terdengar suara tangisan Rafa. Aku langsung berlari ke arahnya.


Anak ibu sudah bangun ya ? Tanyaku lembut. Lalu aku memberikan minum untuknya.


Tanpa ku tahu, mas Aldo mengamatiku dari cctv. Cemburu kamu, sangat buatku bahagia ay. Tak salah aku memilikimu. Ucapnya seraya tersenyum.


Tok...Tok...Tok..


Masuk.


"Misi pak." Ucapnya.


"Ya." Ucap suamiku.


"Ini pak." Ucap karyawan itu menyerahkan dokumen untuk ditandatangani.


"Sudah." Ucapnya lalu menyerahkan dokumen itu ke Saras, sekretaris barunya menggantikan aku sementara.


"Oh ya Ras, tolong kamu minta file yang bulan lalu dan sekarang." Ucapnya.


"Baik pak." Ucapnya seraya berlalu.


Sepeninggal Saras, mas Aldo kembali mengamatiku. Dia kenapa menangis ?" Tanyanya keheranan.


Ya ALLAH, aku lupa dia tidak boleh sendirian. Ucapnya lalu mengambil gawainya, menelpon kak Devi.

__ADS_1


Namun sayang kak Devi tidak ada di rumah, mau tidak mau mas Aldo langsung pulang.


"Maaf pak, ini file yang bapak minta tadi." Ucapnya.


"Ya tidak apa-apa, aku buru-buru. Makasih." Ucapnya lalu berlari mendekati lift.


^^^Sesampai di rumah, mas Aldo langsung masuk kamar dan melihatku terlelap di sana. Syukurlah kamu sudah tidur. Ucapnya. Kini dia membuka filenya. Alhamdulillah sama semua. Ucapnya. ^^^


"Mas, sudah pulang ?" Tanyaku.


..."Belum, tapi aku kangen kalian." Ucapnya....


"Kangen kita apa kangen Mbaknya ?" Tanyaku.


^^^"Kangen kalian." Ucapnya seraya menatapku.^^^


"Kenapa ?" Tanyaku.


..."Jangan nangis ya." Ucapnya seraya memelukku....


"Siapa juga yang nangis." Ucapku dusta.


^^^"Mata kamu sembab." Ucapnya.^^^


"Ini tadi karena aku habis masak." Ucapku.


Dia terdiam dan menatapku lalu menarik daguku. Dan mengecup bibirku lembut.


..."Jangan bohongi aku." Ucapnya lirih....


"Maaf." Ucapku.


^^^"Jangan di ulangi lagi." Ucapnya.^^^


"Insyaa ALLAH." Ucapku.


Hening


Cuma terdengar suara decakan ciuman kami, hingga nada dering gawai mas Aldo berbunyi


TUHAN jiwa aku merana


Kerana hati ku tak sanggup kehilangan


("Halo." Ucapnya.)


("Pak sebentar lagi kita ketemu klien." Ucap Saras.)


("Jam berapa ?"Tanya suamiku.)


("Jam 10." Ucapnya.)


("Ok." Ucapnya.)


Panggilan pun langsung berakhir. Kami saling pandang lagi.


"Aku kembali dulu ya." Ucapnya.


"Iya." Ucapku.


..."Kenapa ?" Tanyanya....


"Maaf mas, kalau aku di panggil lebih dulu, tolong jaga anak-anak yang." Ucapku.


^^^Dia lalu memejamkan mata, dan memanggil simbok. ^^^


"Mbok, tolong tata baju Rafa ke tas ya." Ucapnya.


"Ya tuan." Ucapnya.


"Mas mau kemana ?" Tanyaku.


"Aku tidak bisa tinggalin kalian disini." Ucapnya jujur.


"Tapi Rafa masih kecil mas." Ucapku.


...Dia hanya terdiam dan lalu beranjak pergi. Selesai priper, mbok Jumi lalu memasukkan tas Rafa ke dalam mobil. Rafa di gendong mas Aldo. Sedangkan aku, mengganti bajuku. Walau sedikit kecewa, namun harus aku turuti....


Sesampai di kantor, mas Aldo menemani aku dan tepat jam 11, dia pamit bertemu dengan klien.


"Ay, aku pergi dulu ya." Ucapnya.


"Iya." Ucapku.

__ADS_1


__ADS_2