Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 31


__ADS_3

"Kenapa sayang ?" Tanyanya.


Aku hanya menggelengkan kepala seraya menc*um tangannya.


"Jawab jujur ay, aku tahu kamu-. Ucapnya terhenti.


"Aku enggak mau jadi beban kamu dan keluargamu mas. Mungkin sebaiknya aku pergi agar, kamu bisa menjalani hidup normal lagi.Ucapku.


Mendengar itu, mas Aldo keluar dari mobil. Dan menutup pintu dengan kencang,reflek aku terkejut lalu mengusap dadaku pelan.


Bagus mas,kamu sadar. Aku memang tidak pantas untuk kamu dan untuk semua orang. ucapku seraya menahan tangis.


Maafin ibu Cha dan calon anak ibu. Ucapku seraya mengelus perutku pelan. Saat sudah tenang,aku mengambil tasku yang ada di kursi depan, namun langkahku terhenti saat melihat mas Aldo kembali.


Dia membuka pintu mobil lalu berjongkok ke arahku seraya menyerahkan pi*** kepadaku.


"Bun** aku Ta,lebih baik tiada daripada aku hidup tanpamu lagi. " Ucapnya dengan penuh penekanan.


Deg


Haruskah aku bahagia atau sedih mendengar ucapannya ? Entahlah aku tidak tahu,namun saat dia memintaku membunuhnya,hatiku berdenyut sakit.


Sejenak aku memejamkan m***ku, benar kata ALLAH, saat kita kehilangan orang yang baik, ALLAH akan menggantikan orang yang jauh lebih baik. Puji syukur ku panjatkan kepada sang Pencipta.


Aku lalu membuka m*taku dan membuang p*sau itu ke bawah pintu mobil sampingku. Aku lalu meminta maaf dan memeluknya dengan erat.


"Maafin mas,aku takut membebanimu." Ucapku seraya terisak.


"Shht, jangan bilang gitu ay. Bagi mereka kamu beban,namun bagi aku kamu mutiara hidupku. 14 tahun, aku mencoba membuka hati dengan orang lain. Tapi tetap kamu yang ada,walau banyak penolakan tapi aku selalu meminta kepada Sang pemilik hati. Alhamdulillah,doaku diijabah." Ucapnya seraya men**** keningku.


Dia lalu mengajakku duduk di kursi, aku hanya menurut. Sesampai di kursi aku menyandarkan kepalaku di bahunya.


"Ay,jangan minta itu ya." Ucapnya.


Aku hanya menganggukkan kepala. Entah kenapa aku mulai mengantuk,dan aku tertidur di sana.


Ay, kamu tidak lapar ? Tanya mas Aldo lalu mengangkat daguku pelan.


Dia tersenyum lebar, lalu meng*cup keningku sekilas. Dan berkata makasih ay,kamu mau menerimaku,tidurlah sayang aku akan menemanimu.


Tepat jam 10 malam, mas Aldo memindahkan aku ke dalam kamar. Ya aku ditidurkan di kamar mas Aldo dulu.


Selesai itu mas Aldo keluar, dan menemui pak Rt untuk meminta maaf.


"Pak." Ucapnya seraya menjabat tangan pak Rt.


"Iya." Ucap pak Rt datar.


"Mohon maaf atas kegaduhan tadi, dan mohon maaf juga atas permintaan bapak yang saya tolak 6 bulan lalu." Ucapnya.


"Itu hak kamu, tapi maaf aku tidak bisa bantu kamu. Buat konsekwensimu." Ucapnya seraya berlalu.


"Semoga keturunan anda tidak merasakan,apa yang adik saya rasakan." Ucap kedua kakak iparku bersamaan.


"Enggak bakalan." Ucapnya seraya berlalu.

__ADS_1


Kami semua yang berada di sana langsung mengelus dada.


"Astaqfirulloh." Ucap kami semua.


"Yang sabar Gung." Ucap kedua kakaknya.


"Sabar kak." Ucap juga sang adik.


Mas Agung hanya tersenyum seraya berlalu ke kamarnya. Menatapku lekat-lekat dan menciu*ku seraya meminta maaf.


Sementara di luar, Kevin duduk sendiri di sofa ruang tamu. Sembari menatap foto almarhumah tunangannya. Kenapa kalian memiliki sifat dan watak yang hampir sama ? Tanya Kevin lirih.


Dia lalu menatap layar ponselnya yang nampak foto almarhumah tunangannya.


Berbeda dengan mas Aldo dan Kevin, yang sedang menangis. Kedua kakak iparku lagi-lagi melakukan ritual lagi. Hingga mas Aldo yang akan terlelap, terbangun kembali. Sedangkan Kevin sudah berada di lantai atas untuk tidur.


Astaqfirulloh hallazim, padahal siang tadi baru selesai. Ucapnya lirih. Tak ingin mendengar suara de**han kakak iparnya,mas Aldo langsung menutup telinganya dengan headseatnya lalu memelukku.


Tepat tengah malam aku terbangun, mencari sumber suara radio. Aku mengernyitkan kening,melihat mas Aldo memakai headseat. Tumben suamiku memakai ini, apa dia tidak bisa tidur ? Tanyaku dalam hati.


Saat aku mengambil headseatnya dan mematikan radionya, tiba-tiba dia terbangun.


"Ay sudah bangun ?" Tanyanya.


"Sudah mas, aku lapar." Ucapku dusta.


"Maaf ay,tadi aku sudah menawarimu makan,namum kamu sudah tertidur." Ucapnya lirih.


"Enggak apa-apa mas. Aku tadi dah ngantuk." Ucapku seraya menatap luka di pipinya yang sudah kering.


"Yang ada saja mas." Ucapku.


Kami pun lalu bangun,dan sesampai di dapur mas Aldo membuka pintu almari makan.


"Alhamdulillah ay, ada ikan goreng." Ucapnya.


"Tunggu dulu deh mas,ini milik siapa ?" Tanyaku.


"Milik aku kak, sudah makan saja." Ucapnya.


Mendengar itu, kami pun saling menatap,namun saat Kevin menatapku, aku lalu menundukan muka.


"Makasih Vin". Ucap kami bersama.


"Sama-sama kak." Ucapnya.


Kami pun akhirnya makan, namun saat mas Aldo ingin mengambil 2 piring. Aku mencegahnya.


"Mas, sepiring berdua saja." Ucapku lirih.


Dia tersenyum dan mengangguk.


"Suapin." Ucapku lagi.


"Iya sayangku."

__ADS_1


Sedangkan Kevin nampak mencuri pandang dengan kami.


"Kenapa Yang,cara bicara dan manjanya juga sama denganmu". Ucap kevin lagi.


"Siapa Vin ?" Tanya kak Randra.


Spontan Kevin langsung gelagapan ketahuan sembunyi di balik dinding dapur.


"Bukan siapa-siapa kak." Ucapnya seraya berlalu.


Kak Randra tidak langsung percaya,dia lalu mengintip kami. Aldo sama istrinya makan,tapi kenapa Kevin-. Ah ini tidak boleh dibiarkan kelamaan. Ucap kak Randra.


Kembali dengan kami yang sedang asik makan, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu.


Kami saling memandang dan mas Aldo dengan menuju pintu. Dag dig dug duer jantungku,semoga bukan orang jahat. Ucapku dalam hati.


Saat pintu mau di buka mas Aldo,tanganku mencegahnya.


"Aku ngantuk." Ucapku.


"Ya sudah yuk kita tidur." Ucapnya seraya mengunci pintu lagi.


"Gendong." ucapku.


"Ya sayangku." Ucapnya.


Sesampai di kamar,mas Aldo menurunkan aku perlahan. Dan langsung menutup pintu. Namun tiba-tiba ka Randra mau bicara dengan suamiku.


"Ay,tunggu disini ya. Aku mau ngobrol dulu sama kakak." Ucapnya.


Aku hanya menganggukkan kepala. Dia lalu tersenyum dan menc**m b*bi*ku sekilas.


Setelah kepergiannya,aku lalu ke kamar mandi,sholat malam dan mengaji.


Kembali mas Aldo dan kak Randra kini sedang duduk di teras,selain takut kedengeran yang lain,kak Randra juga tidak mau hubungan saudara kandung yang baik menjadi buruk.


"Gung,kamu pulang kapan ?" Tanyanya.


"Besok bang." Ucap suamiku.


"Gung, kamu tahu kan kitasudah yatim piatu ?" Tanyanya.


" Iya." Ucapnya.


"Aku ini kakakmu yang tertua,dan Kevin saudaramu juga, aku harap jangan karena masalah wanita hubungan saudara menjadi tidak baik. Ucap kak Randra lirih.


"Maksud abang apa ?" Tanyanya.


Akhirnya kak Randra menceritakan perihal tadi yang sempat mengetahui Kevin mengintip kami. Mendengar itu mas Aldo menghembuskan nafasnya dengan pelan.


"Makasih bang sudah diberi tahu, insyaa ALLAH nanti aku akan pulang. Aku enggak mau Kevin sampai salah jalan. Dan istriku yang sekarang bukanlah seperti Fina. Semoga saja dia tetap sama. Setia." Ucap mas Aldo lalu berlalu.


Sementara kak Randra, merasa lebih tenang,mendengar keputusan mas Aldo. Tanpa mereka sadari, Kevin mendengar perbincangan mereka. Selesai itu, dia lalu naik ke kamar dan memakai jaketnya.


Lebih baik aku saja yang pulang. Ucapnya.

__ADS_1


Sesampai di lantai bawah,Kevin keluar dengan m*ta yang masih sembab.


__ADS_2