Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 54


__ADS_3

"Kalau masih, kenapa melamar anak orang ?" Tanyanya.


"Enggak apa-apa kak, aku enggak mau jadi pebinor." Tulis pesan Kevin.


"Nikah itu sakral sekali seumur hidup, jangan jadikan orang lain sebagai pelampiasan Vin." Tulis suamiku.


"Iya kak, aku tahu." Ucapnya.


Sementara aku masih sibuk dengan kerjaan. Dan mengulang kembali dokumen yang salah aku ketik tadi, sedangkan Boni masih sibuk menatapku. Tanpa sepengetahuannya, mas Aldo melihat itu langsung menendang kakinya pelan seraya berucap lirih.


"Matanya di jaga." Ucapnya.


"Hehe, maaf bos." Ucapnya.


Sementara Kevin tertawa kecil, dan berkata.


"Ada yang cemburu." Ucapnya seraya berlalu dan di susul Boni.


Sesampai di mobil, Boni langsung berkata.


"Gila sudah berapa lama aku enggak ketemu nona muda ya ?" Tanyanya.


"Memangnya kenapa ?" Tanya Kevin balik.


"Aura kecantikannya nampak banget, tiap mengalihkan pandangan ke yang lain, selalu gagal. Hawanya pengin lihat terus." Ucapnya menggebu-gebu.


"Iya, aku sendiri juga begitu." Ucap Kevin.


"Pantes saja si bos betah di rumah." Ucapnya lagi.


"Hmm." Jawabnya.


...Bagaimana tidak betah, kakak ipar selain bisa meluluhkan hatinya, juga bisa menenangkan kekacauan hatinya. Cuma satu, kalau sudah jutek, dan dingin jangankan bertanya, bergerak saja mikir ulang." Ucap Kevin dalam hati....


^^^Sepeninggal mereka, mas Aldo menatapku dengan tersenyum dan bertanya dalam hati, cantik tidak salah aku memilihmu.Bahkan adikku pun mencintaimu, dalam diam. Apalagi posisimu sekarang, sudah jadi istriku, dia hanya mencuri pandang saja. Andai kamu tahu ay, bahwa Kevin kesini hanya untuk melepas rindu kepadamu. Tapi alhamdulillah emak dan bapak mendidik kami sedari dini dengan agama, insyaa ALLAH tidak terjadi seperti di berita yang pernah kita saksikan.^^^


"Alhamdulillah akhirnya selesai." Ucapku membuyarkan lamunannya.


"Sudah ?" Tanyanya.

__ADS_1


"Iya." Ucapku seraya melihat ke sekitar yang nampak sepi.


"Mereka sudah pulang." Ucap suamiku.


"Oh." Ucapku.


"Alhamdulillah lulus." Ucapnya seraya menatap aku."


"Alhamdulillah." Ucapku.


Jam masih menunjukkan angka 10 pagi, aku yang baru selesai kerja lalu beranjak berdiri dan kembali menyimpan dokumen itu. Namun langkahku terhenti, melihat Arum tertidur di depan tv.


Dia bangun jam berapa ?" Tanyaku dalam hati.


Aku lalu masuk kamar dan memasukkan dokumen itu di almari. Tanpa ku tahu mas Aldo memperhatikan aku dari gawainya. Maafin aku ay, mungkin ini akibat aku tidak konfirmasi kepadamu. Ucapnya dalam hati.


Selesai menyimpan,aku lalu keluar kamar dan membangunkan artku.


"Rum, bangun." Ucapku lirih.


"Hmm." Ucapnya.


"Kamu tadi bangun jam berapa ?" Tanyaku lembut.


"Memang kerjaan kamu sudah selesai ?" Tanyaku pelan.


"Belum buk." Ucapnya.


"Kamu dulu kerja dimana ?" Tanyaku.


"Di rumah pak Dion buk." Ucapnya.


"Oh." Ucapku.


"Ya sudah, selesaikan dulu kerjamu baru tidur siang." Ucapku.


"Maaf buk, saya tadi ketiduran." Ucapnya ketus.


Mendengar itu kami terkejut, mas Aldo yang akan memarahi langsung aku cegah.

__ADS_1


"Tapi dia sudah berani ay." Ucapnya.


"Mungkin dia sedang banyak masalah." Ucapku seraya tersenyum.


Cup


Cup


Cup


"Aku minta hakku." Ucapnya seraya mengec*pku.


"Aku mau tidur mas, capek." Ucapku.


"Tidak boleh ada penolakan." Ucapnya seraya membawaku masuk kamar.


Sesampai di kamar, mas Aldo membiarkan aku tidur, tanpa minta haknya.


"Ay." Panggilnya.


"Hmm." Jawabku.


"Bulan depan aku ke luar kota, bertemu dengan klien dan tidak bisa di wakilkan. Sementara kamu, aku tinggal dirumah enggak apa-apa kan ?" Tanyanya.


"Enggak apa-apa." Ucapku seraya tersenyum.


"Ay." Panggilnya lagi.


"Kalau terjadi sesuatu denganku, apa kamu akan menikah lagi ?" Tanyanya.


Mendengar hal itu, aku langsung tak menjawab dan berkata.


"Aku bulan depan ikut kamu mas, aku takut kamu disana nanti tergoda daun muda." Ucapku mengalihkan pertanyaannya.


Entah kenapa,aku merasa ada sesuatu yang di tutupi mas Aldo.


"Beneran kamu mau ikut ?" Tanyanya.


"Iya." Ucapku jujur.

__ADS_1


"Tapi sementara Kevin kamu suruh tinggal disini saja mas." Ucapku.


"Ya." Ucapnya.


__ADS_2