
"Mas." Panggilku.
Mendengar suaraku,mas Aldo lalu menatapku dan tersenyum.
"Kenapa sayang ?" Tanyanya.
"Enggak apa-apa,pengen sama kamu saja." Ucapku seraya bergelayut manja.
"Utu-utu masa sih ?" Tanyanya.
"Iya." Ucapku jujur.
Semenjak kehamilanku makin besar, aku jadi tidak makin manja dengannya.
Mas Aldo pun langsung men*ium perutku, yang sudah agak menonjol.
"Mas,kamu sudah tidak berhubungan dengannya lagi kan ?" Tanyaku lirih.
"Berhubungan dengan siapa ?" Tanyanya lembut.
"Dengan Fina." Ucapku.
"Enggak sayang, bahkan kamu bisa cek gawaiku." Ucapnya seraya memberikan gawainya.
Aku pun langsung menolaknya, dan berkata jujur.
"Maaf mas, ini kan area prifasi kamu." Ucapku jujur.
Mendengar itu, mas Aldo tersenyum. Dan bertanya.
"Yakin tidak mau lihat ?"
"Aku yakin, suamiku akan menjaga hatiku, seperti 14 tahun yang lalu. Dan semoga ALLAH, tidak merubah itu." Ucapku.
"Kalau seumpama-. Ucapnya terhenti.
"Husnuzdon hubby." Ucapku.
Mendengar itu mas Aldo nampak berbinar.
"Kamu tadi bilang apa ay ? Tanyanya.
"Husnudzon hubby." Ucapku lagi.
"Apa sayang ?" Tanyanya lagi.
"Hubby." Ucapku seraya beranjak minta pangku.
Mendengar itu dan melihatku demikian,mas Aldo nampak bahagia. Dan memberiku pelukan hangatnya, tanpa kami tahu Kevin terduduk lemas melihat kami bicara dan aku yang berubah menjadi manja.
Sakit TUHAN. Ucapnya.
Kembali kepada kami,sesaat setelah berbicara aku merasa ngantuk. Aku pun tertidur di pangkuannya. Sementara mas Aldo sedang membalas email dari Boni.
Sayang,kita ke kamar yuk. Ucapnya.
Namun tidak aku respon,mas Aldo lalu melihatku. Ay,ternyata kamu sudah tidur sayang." Ucapnya lalu membopongku.
Saat dedang jalan,spontan mas Aldo dan Kevin saling menatap.
"Lho Vin,kamu di kamar ?" Tanya mas Aldo.
"Iya kak, santai saja aku tadi ketiduran." Ucapnya dusta.
"Oh terus sekarang mau kemana ?" Tanyanya.
"Mau cari angin dulu kak." Ucapnya.
"Ya hati-hatilah." Ucap mas Aldo seraya turun tangga dengan hati-hati.
__ADS_1
Sementara Kevin,menatapku yang tertidur dengan pulas nampak tersenyum.
Tanpa Kevin tahu, mas Aldo menatapnya.
Sesampai di kamar, mas Aldo menidurkan aku dengan pelan. Dan langsung menyelimuti aku,lalu tidur di samping aku.
Tepat sore hari,kami baru bangun. Aku langsung mandi dan merias diri. Lalu ibadah bersama. Selesai itu,aku keluar dan mencari anak-anak. Namun mereka tidak ada,aku lalu bertanya pada Kevin. Yang ternyata dia sedang duduk di kursi.
"Vin, tahu Icha dan Ardi enggak ?" Tanyaku.
"Mereka ke masjid mbak,tadi mereka sudah takzim dengan kalian." Ucapnya seraya tersenyum.
"Oh makasih Vin." Ucapku.
"Sama-sama mbak." Ucapnya.
Aku lalu ke teras,menyiram bunga di sana. Tak berselang lama,mbak Devi muncul. Dengan marah-marah,entah siapa yang membuatnya dia marah.
Karena yang ku lihat dia berjalan seorang diri.
"Mbak darimana ?" Tanyaku sopan.
Nampak mbak Devi menghembuskan nafasnya dengan pelan. Mengontrol emosi. Lalu menjawab.
"Habis dari makam,eh tiba-tiba Kodir di goda sama cewek. Udah di tolak masih saja ngejar." Ucapnya seraya masuk ke dalam.
Sedangkan aku hanya menggelengkan kepala. Begitu juga dengan Kevin.
"Udah kali mbak senyumnya,bikin orang jatuh cinta." Goda Kevin.
Aku tak merespon,lalu mematikan kran air dan beranjak masuk. Namun langkahku terhenti, karena tanganku di pegang Kevin.
"Kak jangan marah,aku tadi hanya bercanda." Ucapnya.
Mendengar itu, aku tersenyum lega seraya meminta dia untuk melepas genggamannya.
"Lain kali jangan kaya gini,aku takut mas Aldo terluka." Ucapku seraya berlalu.
Kevin pun langsung bergumam,aku tak bisa janji mbak. Tapi sebisa mungkin, aku akan menjaga hati mas Agung.
Mendengar itu mas Aldo tersenyum. Dan berpura-pura mencariku.
"Dita, kamu dimana ?" Panggilnya keras. Membuat kami semua keluar.
"Kenapa sih berisik banget." Ucap mbak Devi.
"Maaf mbak,aku cari istriku." Ucapnya seraya mendekatiku.
"Ini ada di kamar,masih saja dicariin ? Ucapnya kesal.
"Hehe maaf mbak." Ucap mas Aldo.
Sedangkan Kevin,hanya diam.
"Kenapa mas ?" Tanyaku.
"Kangen." Ucapnya.
"Aku lalu mengajak dia ke meja makan, lalu membuatkan dia teh hangat. Minum dulu mas." Ucapku.
"Makasih sayang." Ucapnya.
"Sama-sama hubby." Ucapku.
"Hati-hati,panas by." Ucapku.
"Aku makin cinta sama kamu." Ucapnya.
"Jangan cuma aku by, ada ALLAH yang wajib kita utamakan dan nomer satukan." Ucapku mengingatkan.
__ADS_1
"Iya sayang,itu selalu." Ucapnya seraya men*ium p*p*ku berkali-kali.
"Ish hubby, nanti ada yang lihat malu." Ucapku.
"Iya maaf,habis kamu wangi banget."Ucapnya.
"Oh gitu,jadi kalau enggak wangi,enggak di ci*m ?" Tanyaku.
"Bukan gitu ay." Ucapnya terhenti.
Karena terdengar suara motor yang jatuh. Spontan kami menoleh dan saling memandang. Lalu keluar dengan aku yang masih menggenggam lengannya.
"Aduh mami." Ucap orang itu keras.
"Kami yang berada di teras,berniat membantu, namun dicegah oleh kaka ipar. Jangan bantu dia." Ucapnya.
"Kevin jaga bicaramu dengan kakak iparmu. Karena anak ini merekam semua candaanmu, lalu di edit dan di sebar luaskan." Ucap kak Randra.
Mendengar itu mas Aldo hanya menatapku seraya mengelus tanganku.
Sedangkan Kevin,nampak menatap anak itu dengan tajam.
Tak berselang lama, banyak warga yang berdatangan.
Aku lalu izin masuk ke kamar. Mas Aldo langsung menemaniku. Sedangkan kedua kakak iparku dan adik iparku menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Mas, kamu enggak keluar ?" Tanyaku.
"Tidak ay,aku sudah malas." Ucapnya.
"Mas, aku bisa jelasin ke kamu bahwa-. Ucapku terhenti.
"Aku sudah mendengar semua." Ucapnya.
"Dari siapa ?" Tanyaku.
"Dari Kevin sendiri." Ucapnya bohong.
"Maafin aku mas,tadi dia juga sempat menyentuhku." Ucapku lirih.
"Iya sayang." Ucapnya.
"Kamu enggak marah mas ?" Tanyaku.
"Kenapa mesti marah,aku enggak marah sayang." Ucapnya.
Mendengar itu aku lalu memeluknya.
Melihat aku begitu, mas Aldo membalas pelukanku seraya berucap dalam hati.
"Makasih ay,kamu menjaga amanatku dan maaf aku bohong padamu.
Sayup-sayup terdengar suara riuh di luar. Karena penasaran,aku meminta mas Aldo untuk keluar. Takutnya anak-anak melihat.
Sesampai di luar, mas Aldo langsung bertanya pada Kevin.
"Kenapa Vin ?" Tanya mas Aldo.
"Anak ini tidak mau ngaku kak, padahal sudah jelas buktinya ada." Ucap Kevin.
"Oh, anak-anak belum pulang Vin ?" Tanya mas Aldo lagi.
"Belum kak,tadi mereka izin sekalian belajar kelompok."Ucapnya.
"Ya sudah,aku ke dalam dulu kasihan Dita sendiri." Ucapnya seraya berlalu.
Sedangkan Kevin hanya diam. Dan berharap semoga dirinya tidak menjadi duri dalam rumah tangga kakaknya.
Sesampai di kamar, nampak aku tertidur.
__ADS_1
"Sayang,kamu sudah tidur lagi ?" Tanya mas Aldo.
Dia lalu menghampiriku,dan menatapku.