
"By, jangan kasih tahu sama siapapun tentang kehamilan aku ini." Ucapku yang sudah selesai usg.
..."Iya ay." Ucapnya seraya menggandeng tanganku....
Sesampai di rumah, kami langsung mandi dan sholat. Lalu keluar kamar, menuju meja makan. Tak lupa mas Aldo membuatkanku susu. Biar tak curiga, dia membuat 2 gelas susu.
^^^"Ini ay. Sekali-kali minum susu, biar sehat." Ucapnya seraya mengerlingkan mata.^^^
"Iya by." Ucapku seraya menekan hidungku.
...Melihat hal itu mas Aldo tersenyum dan menggelengkan kepala. Ada ya, orang enggak suka susu. Ucapnya dalam hati....
Sementara aku, kini sudah menghabiskan susu itu. Dengan langkah cepat, aku mengambil air putih.
^^^"Pelan-pelan ay." Ucapnya.^^^
"Iya mas." Ucapku.
Selesai minum susu dan makan buah, aku ke ruang tv. Sesekali mbok Jumi menatapku, namun langsung ditatap tajam oleh mas Aldo. Mbok Jumi langsung menundukkan wajahnya dan berlalu.
..."Ay tunggu di sini ya, aku ada urusan penting." Ucapnya....
"Iya." Ucapku seraya menatap tv.
Cup
Cup
Cup
"Jangan rewel ya baby." Ucapnya seraya menge**p kening, pipi dan perutku.
"Iya ayah." Bisikku pelan.
^^^Mas Aldo tersenyum lebar melihat aku begitu.^^^
Setelah berpamitan dengan istrinya, Aldo langsung menuju kamar pembantu. Saat akan mengetuk pintu, sayup-sayup Aldo mendengar mbok Jumi menangis.
..."Duh gusti, ampuni hamba yang sudah hampir tega membuat nyonya celaka." Ucapnya seraya menangis....
Tok..tok..tok..
Iya sebentar. Ucapnya.
__ADS_1
"A-aden." Ucapnya.
^^^Aldo mengangguk dan langsung masuk ke kamar mbok Jumi.^^^
"Rencana apa yang kamu lakukan ?"Tanyanya tanpa basa basi.
"I-itu den." Ucapnya terhenti, karena mas Aldo mendengar barang dapur jatuh.
Dia lalu lari, sementara aku hanya mematung di depan dapur. Melihat peralatan dapur dan almari tempat piring jatuh.
"Ay, kamu baik-baik saja kan ?" Tanyanya.
..."Alhamdulillah baik mas." Ucapku....
"Syukurlah." Ucapnya lalu membawaku ke kamar. Sementara pak Yovi, langsung menelpon Boni.
Sesampai di rumah kami, Boni dan Kevin terkejut melihat dapur kami sudah tak rapi lagi.
^^^Perasaan tadi pagi baik-baik saja. Ucapnya lirih. ^^^
"Ada apa bang ?" Tanya Kevin.
..."Enggak tahu." Ucapnya. ...
"Ay, minum dulu sayang." Ucapnya seraya menyerahkan gelas kepadaku.
^^^Selesai minum, aku lalu menjelaskan kronologinya. ^^^
..."By, tadi ada sekelebat bayangan orang masuk, aku fikir itu kamu. Aku tidak memanggilmu, namun mengikuti arah bayanganmu. Ku ikuti ke arah kamar atas, belum sempat aku melangkah naik,terdengar suara benda jatuh di dapur. Saat aku mau menghampiri, ada kertas bertuliskan ini by." Ucapku seraya menyerahkan kertas itu kepada suamiku. ...
^^^Sementara Kevin langsung naik ke atas, dan melangkah dengan hati-hati. Dan benar saja, apa yang dikatakan kakak iparnya. Ada orang di sana, dengan pakaian serba hitam dan masker penutup wajahnya. ^^^
Dia bukannya omnya Fina ? Tanya Kevin dalam hati. Ya aku yakin, dia om Lukas. Terlihat jelas dari posturnya, dia lalu membuat suara agar tak membuat curiga. Hmm, nyamannya. Lho ini kok enggak dikunci ? Tanya Kevin lirih.
...Mendengar suara Kevin, Lukas langsung sembunyi di belakang pintu. Sementara Kevin, yang sudah tahu keberadaan Lukas dia langsung menghubungi pihak berwajib. Dan mengunci kamar atas. ...
^^^Di lantai bawah, Boni menemukan cincin di sebelah tumpukan pecahan piring dan almari yang kayunya sudah rusak. Dia lalu keluar membawa barang itu, lalu menyerahkan kepada adiknya Agung. ^^^
...Sementara aku dan suamiku, memeriksa rekaman cctv lewat laptopnya. Aku bergidik ngeri, saat tahu laki-laki tua yang ada di cctv itu mau memukulku. Namun dia urungkan, karena terdengar suaranya yang sangat berat. Ck, bukan kamu yang harus aku habisi, namun suamimu. Yang sudah membuat hidup keponakan aku berantakan. Ucapnya lirih. ...
Sementara mas Aldo langsung mematikan laptopnya,khawatir psikisku terganggu lagi.
^^^"Ay, sudah tak perlu kamu fikirkan. Aku akan baik-baik saja, dan jangan khawatir lagi tentang orang tadi." Ucapnya menenangkan aku. ^^^
__ADS_1
"Aku takut by, aku takut kamu terjadi apa-apa." Ucapku seraya menunduk dan menggenggam tangan.
..."Insyaa ALLAH,atas izin ALLAH aku baik-baik saja." Ucapnya lalu menc**mku dan memelukku pelan....
Cup
"By, keluar yuk." Ajakku.
Cup
^^^"Nanti saja ay, di luar bahaya." Ucapnya seraya menge**pku. ^^^
"Iya by, tapi kamu tetap disini ya." Pintaku.
..."Iya ay." Ucapnya. ...
^^^Disini, Lukas membawa senjata dan para preman, itulah mengapa Agung lebih milih membawa Dita ke dalam kamarnya. Sementara pak Yovi, sudah tak sadarkan diri. Itulah kenapa Lukas beserta teman-temannya bisa masuk ke dalam. Di beda tempat, mbok Jumi gemetaran, karena niatnya susah diketahui majikan. Dia terpaksa menuruti perintah, karena cucunya yang di kampung di jadikan sandera oleh Lukas. ^^^
...Sementara di atas, Lukas merasa kepanasan, ventilasi tak ada, ac tidak menyala dan 1 lagi minim udara. Membuat dia marah dan ingin mendobrak pintunya, tapi percuma karena pintu itu terbuat dari besi. yang di dobrak pun tidak akan mampu. ...
Sialan, harusnya tadi aku keluar. Bod*h. Ucapnya merutuki diri sendiri.
^^^Kevin tertawa mendengar itu semua, namun Lukas masih belum sadar. Kini Boni berada di samping Kevin, dia lalu menyerahkan cincin itu kepada Kevin, dan Kevin pun langsung tersenyum lebar. ^^^
"Pintar, kau." Ucapnya.
..."Sudah dari dulu." Ucapnya seraya melihat samping kamar. ...
"Kenapa ?" Tanya Kevin.
^^^Boni hanya mengangkat 1 alis, Kevin langsung menganggukkan kepala. Lalu Boni langsung ke Barinton dan menghajar preman tersebut. ^^^
Sementara mas Aldo kini tersenyum melihatku, karena melihatku sudah terlelap. Mimpi yang indah ay. Cup. Aku sayang banget sama kamu. Ucapnya lirih. Dan membenarkan posisi tidurku, lalu beranjak dari tempat tidur dengan perlahan.
...Lalu mengambil senjatanya dan berjalan dengan hati-hati. Tidak lupa juga, dia mengunci pintu kamar kami. ...
^^^Tak butuh waktu lama, Boni berhasil menghajar preman itu. Ya Boni tahu, ada 2 orang asing itu melalui kaca yang terpasang di samping pintu kamar. Itulah kenapa dia langsung keluar dan menghajar mereka. ^^^
...Begitupun dari bawah, Agung berhasil melumpuhkan musuhnya. Kini dia langsung ke pos, nampak jelas darah segar pak Yovi masih terlihat jelas. Dan tak berselang lama, pihak berwajib pun datang. Agung dengan segera langsung membukanya. Setelah mengamankan 5 orang pelaku di lantai bawah, mereka langsung ke atas. ...
Kevin dan Boni langsung menghampiri Agung.
"Bang." Ucapnya.
__ADS_1