Ketemu Lagi

Ketemu Lagi
Part 74


__ADS_3

"Jangan menangis lagi, doakan berjalan lancar." Ucapnya seraya mengelus lembut punggungku.


..."Aamiin." Ucapku seraya tersenyum....


^^^Sepeninggal mas Aldo, Rafa masih tertidur. Aku pun langsung ke meja kerjanya. Melihat laporan keuangan dan yang lainnya. Saat sedang butuh bolfoin, aku cari kemana-mana tidak ada, akhirnya aku mencari di laci mejanya. Ya ampun, dia menyimpan fotoku pas masih remaja ? Tanyaku lirih.^^^


Berarti dia sudah kenal aku sejak lama. Ucapku lagi seraya menggelengkan kepala tak percaya.


Lanjut lagi ke pekerjaan, tak terasa sudah jam makan siang. Rafa pun terbangun dan aku langsung memberi dia minum. Selesai memberikan minum, aku keluar lagi. Dan memesan makanan.


"Lho mas, udah pulang ?" Tanyaku.


"Udah. Makan sini." Ucapnya.


"Ya." Ucapku seraya tersenyum.


..."Rafa enggak rewelkan ?" Tanyanya....


"Enggak." Ucapku.


Selesai makan, aku lalu bergelayut manja di bahunya. Membuat mas Aldo tersenyum.


"Kenapa ?" Tanyanya.


"Kangen ibu." Ucapku.


..."Maaf ya ay, untuk saat ini kita tidak bisa pulang." Ucapnya....


"Iya by. Lagipula, mereka sudah bahagia tanpa aku." Ucapku mengingat masalaluku.


^^^Yang sudah tidak diinginkan, beruntung akhir tahun kemarin aku bertemu dia. Dan alhamdulillah aku bisa merubah pribadiku ke arah yang lebih baik lagi. ^^^


"Ay, seburuk-buruknya mereka, mereka tetaplah keluargamu dan tetanggamu. Jadi jangan pernah mengungkitnya lagi." Ucapnya seraya mengelus lembut punggungku.


..."Sakit mas." Ucapku....


"Iya benar, tapi apa iya harus di ungkit lagi ?" Tanyanya.


..."Enggak sih mas." Ucapku. ...


^^^"Jangan pernah mengungkit kesalahan orang lain, karena kamu sendiri pun lebih banyak berbuat salah." Ucapnya.^^^


"Maaf." Ucapku.


..."Iya." Ucapnya....


Selesai makan, aku lalu membantu dia kerja sambil melihat Rafa lewat cctv.

__ADS_1


Tok...tok...tok..


Masuk.


"Hai Gung." Sapa wanita itu.


^^^"Kamu siapa ?" Tanyanya.^^^


"Aku Chika." Ucapnya seraya memperkenalkan diri. Namun tangannya langsung aku jabat.


..."Dita." Ucapku seraya tersenyum....


Mas Aldo tersenyum dan memelukku dari belakang.


"Owh, sama pawangnya." Ucapnya.


"Maaf ya, aku kira masih duren." Ucapnya.


"Alhamdulillah sudah enggak." Ucapku.


"Oh ya sudah, kalau gitu aku pamit dulu." Ucapnya seraya pergi.


Sepeninggal dia, mas Aldo tersenyum kepadaku.


^^^"Kenapa senyum ?" Tanyaku.^^^


"Aku enggak mau ada duri dalam rumah tangga kita." Ucapku.


..."Iya ay." Ucapnya....


^^^Tak terasa sore pun tiba. Kami pun siap pulang. Rafa kini di gendong suamiku. Aku berjalan di sampingnya, sesampai di mobil kami langsung masuk. Dan berdoa sejenak, lalu meninggalkan kantor. ^^^


...****************...


Bulan pun berganti, kini Rafa sudah berusia 6 bulan. Dia makin aktif dan cepat paham apa yang aku ajarkan. Sementara kedua anak kami, makin pandai mengaji. Dan di kantor, mas Aldo makin aktif lagi.


Sore pun tiba, aku yang sudah bersih melihat tv bersama Rafa. Dia tertawa cekikikan melihat aksi teletubbies. Saat sedang asik nonton, terdengar suara mobil mas Aldo masuk. Aku langsung membawa Rafa keluar.


"Papa." Ucapnya.


"Ayah sayang." Ucapku.


"Papapapa." Ucapnya.


..."Apa sayang." Ucapnya lalu aku takzim. Begitupun dengan Rafa, aku latihan takzim ke ayahnya....


"Aduh - aduh makin berisi saja ya anak papa." Ucapnya.

__ADS_1


Aku lalu meletakkan tas kerja mas Aldo di meja kerjanya. Setelah itu aku buatkan teh hangat untuknya.


...^^^"Ini mas." Ucapku seraya tersenyum.^^^...


"Makasih ay." Ucapnya seraya menidurkan Rafa.


^^^"Sama-sama mas." Ucapku.^^^


"Gimana tadi ?" Tanyaku.


..."Alhamdulillah karyawan yang sekarang tambah jujur dan mau menolak tegas setiap diajak yang tidak benar." Ucapnya....


"Syukurlah." Ucapku.


^^^"Gendut im coming." Ucap Dewi keras. ^^^


Membuat kami spontan menoleh, sedangkan Rafa terbahak-bahak melihat kakak keponakannya berlari.


"Ih, kakak kangen tahu enggak." Ucapnya seraya mencium pipi Rafa.


Sementara kami, menatap tanpa berkedip.


..."Om, tante aku ijin bawa Rawas ya." Ucapnya....


"Kemana ?" Tanya kami bersama.


^^^"Ke kafe sama mama tu." Ucapnya.^^^


"Iya Gung, teman aku penasaran sama anakmu." Ucapnya.


..."Baiklah tapi jaga dia baik-baik." Ucapnya....


"Rebus om. Iye akhirnya bisa bawa kamu ndut." Ucapnya seraya menggendong Rafa.


Sepeninggal mereka, mas Aldo dan aku langsung tertawa bersama.


"Tu anak, daridulu seneng banget kalau ngajak jalan-jalan keponakannya." Ucapnya.


..."Alhamdulillah mas." Ucapku....


"Iya." Ucapnya.


"Ya udah sana mandi dulu." Ucapku.


"Aku sudah mandi di kantor ay." Ucapnya.


"Masa ?" Tanyaku.

__ADS_1


"Iya." Ucapnya.


__ADS_2