
"Mas' panggilku sekali lagi. Namun dia hanya diam. Dan menghentikan mesin motorku. Dia menatapku seraya tersenyum."
Melihat itu,aku mengernyitkan keningku.
"Kenapa senyum-senyum ? Tanyaku."
Dia menghembuskan nafasnya dengan pelan,lalu memberikan gawainya kepadaku. Aku pun dengan ragu menerimanya,dan mas Aldo menyuruhku untuk membacanya.
("Do,bawa gadis itu ke rumah ! Tulis pesan itu,dari sang emak.")
Deg...
Ada rasa khawatir dan takut membayangi fikiranku. Mas Aldo yang menatapku,paham betul dengan perubahan di wajahku.
"Huznuzon sayang' ucapnya".
Aku pun menatapnya,dan berkata.
"Aku memiliki masa buruk' ucapku. Sampai sekarang pun...ucapku terhenti. Yang lalu biarlah berlalu,aku yakin kamu bisa berubah ke arah yang baik' ucapnya seraya menggenggam tanganku."
Aku pun terdiam,seraya berkata dalam hati. Tuhan inikah jawaban doa hamba di setiap ibadah hamba ? Tanyaku dalam hati. Jika benar,mudahkanlah ya ALLAH. Namun,jika salah jauhkanlah. Aamiin. Doaku dalam hati.
Tak berselang lama,kami sampai di rumahnya. Aku menundukkan pandanganku ke mereka semua.
Samar-samar terdengar suara. "Eleh sok-sokan menunduk,orang enggak bener tetep aja kaya gitu. Sindir mereka."
Mas Aldo berhenti,lalu menggenggam tanganku,dan mengajakku masuk.
Sesampai di rumah,kami di suruh duduk,dan pak rt pun bertanya.
"Rivaldo Agung Pratama,apa benar dia yang kau pilih sebagai pendamping hidupmu ? Tanya pak Rt itu,seraya menunjuk ke arahku."
"Sebelumnya saya mohon maaf,kalau sudah buat kalian semua kecewa' ucapnya terhenti. Karena tiba-tiba saudara mas Aldo datang."
Dia datang langsung menarik tanganku,namun mas Aldo langsung menangkisnya.
"Ikut aku' ucap mas Aldo seraya menggenggam tanganku."
Mas Aldo merasa di bohongi oleh emak,dia lalu memasukkan semua pakainya di kopernya.
Namun,saat melangkah keluar aku menahannya.
"Ridho ALLAH terletak di Ridho kedua orang tuamu' ucapku. Spontan mas Aldo membalikkan badan,dan berkata. Ya' ucapnya lalu melepas genggamnya. Keluarlah' ucapnya."
Seraya menghubungi pak Bayu. Aku langsung keluar,banyak warga di sana yang bersyukur. Tetangganya tidak jadi denganku.
Aku hanya terdiam,dan melajukan motorku. "Sukurin enggak ada yang mau' ucap anak kecil yang main di luar. Seraya menertawakan aku."
Sakit Memanglah sangat sakit,tapi inilah akibat dari kesalahanku sendiri. Saat berhasil melupakan,saat itu juga di munculkan kembali.
Aku berhenti di masjid,dan memohon pertolongan kepada ALLAH SWT.
Lalu melanjutkan mengaji,selesai itu aku langsung pulang. Tak berselang lama,aku sudah sampai rumah.
"Assalamualaikum' sapaku pada orang rumah."
Ibu dan bapak tidak menjawab salamku,mereka langsung menarikku di kamar dan memberikan tamparan keras.
Plak
Plak
Plak
Plak
Pipiku terasa perih,namun aku tahan. Instropeksi diri dulu kamu disini' ucap kedua orang tuaku. Dan mereka meninggalkan aku.
Hpnya dan kunci motornya sita saja' ucap bapakku galak. Ibuku hanya menurut.
"Ingat 1 hal An,kamu sudah bikin keluarga malu'ucap ibuku."
Aku menangis,hingga tanpa sadar tertidur.
Malam pun tiba,aku juga masih tertidur,sedangkan kedua orang tuaku berada di depan tv. Hingga jam 8 malam,tiba-tiba ada tamu yang datang.
"Assalamualaikum' ucap tamu itu."
Ibuku dan bapakku segera menutup pintu dan mengunci,setelah tahu siapa yang datang.
"G**a mereka' ucap bapak sesampai di kamar. Sudah nyakiti anakku,menolak anakku dan mencelanya sekarang datang kesini' umpat bapakku kesal."
"Besok kita bawa saja putri kita ke kota pak' ucap ibuku paraw."
"Iya bu' ucap bapak.
__ADS_1
Paginya,aku juga belum bangun. Kedua orang tuaku lalu membangunkan aku.
"Nduk' panggil ibuku. Astagfirullah pak, badannya panas banget' ucap ibuku."
Bapakku langsung memanggil bu bidan terdekat,tak berselang lama bu bidan Nisa datang.
Dan memeriksa,pak,buk ini mesti di rawat inap' ucap bu Nisa. Kekurangan cairan soalnya' ucapnya lagi.
Mendengar itu,orang tuaku langsung membawaku ke rumah sakit,dan bertepatan itu juga. Mas Aldo juga dirawat di rumah sakit yang sama.
Entah kebetulan atau memang sudah garis TUHAN,ruangan kami pun bersebelahan. Tapi masing-masing keluarga kami,tidak ada yang tahu.
"Setelah di infus,dokter pun memeriksaku. Dan mengatakan belum ada perubahan' ucapnya. Lalu beralih ke ruangan sebelah. Hasilnya tetap sama."
Kenapa yang datang ini terasa aneh, batin dokter itu. Dan lalu mengatakan hal sama pada keluarga pasien. Namun,saat hendak ingin keluar, terdengar mas Aldo menyebut namaku.
"Anindita' panggilnya." Spontan pak dokter menoleh ke suster,meminta buku nama pasien. Dan tanpa fikir panjang, dokter pun meminta suster mengambil kursi roda. Suster pun langsung mengambilnya."
Dokter itu menjelaskan kepada pihak keluarga,dan tak lupa menambahkan ucapan.
"Kalian jangan egois !"
Merekapun terdiam,"ibuku lebih dulu menjawab,saya masih ingin anak saya hidup dok."
Dokter itu tersenyum lebar,seraya berkata,seorang ibu,paling berjasa hidupnya.
Dokter pun akhirnya memindahkan aku ke ruangan mas Aldo. Dan menyatukan tangan kami,tak lupa juga membuat video.
Cinta sejati tak akan pernah mati,walau satu pihak keluarga tidak merestui mereka,namun takdir ALLAH yang mempertemukan mereka.
Libatkan ALLAH selalu,insyaa ALLAH cinta sejati kan kau temukan. Tulis dokter itu,disamping videonya.
1 lagi kawan,jangan memandang rendah seorang, seorang pendosa pun masih memiliki jodoh untuk mendampinginya agar tak salah jalan, tutup dokter itu.
"Masya ALLAH' ucap ibuku tiba-tiba. Membuat yang lain menatap kami."
Pak dokter pun langsung mendekati kami. Sedangkan kami saling pandang merasa bingung. Karna seingat kami,kami berada di rumah,kenapa sekarang berada di sini ?
Aku ingin bertanya kepada ibuku,namun takut. Sedangkan mas Aldo,masih menggenggam tanganku erat.
Kedua orang tuaku menatap keluarga mas Aldo,sedangkan keluarga mas Aldo nampak malu,menyaksikan itu.
Ya mereka yang mengatakan,Aldo mau denganku,karna orang tuaku meminta tolong dukun. Sungguh ucapannya menyakitkan banget.
Aku melepas genggamannya,dan berjalan mendekati kedua orang tuaku. Dan bersujud di hadapan mereka,mereka pun langsung memintaku berdiri dan saling berpelukan.
"Ibu,bapak' panggilku. Ayo kembali' ucapku seraya berjalan tanpa memperdulikan mereka."
Sesampai di ruanganku,aku langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur. Ibuku mendekati aku dan meminta maaf. Kami pun saling memaafkan.
2 hari sudah kami menginap di Rumah sakit,dan hari ini kami diperbolehkan untuk pulang. Aku menunggu di ruang tunggu,sedangkan bapakku membayar administrasi rumah sakit. Dan ibuku, membeli makanan.
"Ta' panggil mas Aldo. Spontan aku menoleh,lalu aku beranjak berdiri dan berkata. Maaf,urusan kita sudah selesai !"
"Carilah pasangan hidup yang lebih baik dari aku,dan dapat diterima oleh lingkungan keluargamu dan lingkungan tetanggamu' ucapku seraya berlalu."
Melihatku demikian,kedua orang tuaku hanya menatap nanar,semoga kamu mendapatkan jodoh yang terbaik An' doa orang tuaku.
Selesai membayar kami pun pulang,sesampai di rumah,aku izin istirahat.
1 bulan telah berlalu, aku kini ikut ibuku ke pasar untuk menjajakan makanan buatan ibuku. Alhamdulillah sudah banyak langganan,jadi ibuku tidak perlu keliling pasar.
Hingga saat akan pulang,ibuku pamit dulu mau ke toilet,aku pun mengiyakan. Saat tengah menunggu, tiba-tiba tanpa aku tahu,ada mas Aldo dan pak Bayu.
"Aje gile,masyaallah cantiknya. Pucuk dicinta ulam tiba' ucap pak Bayu,seraya berlalu. Sedangkan mas Aldo,memilih menyusul pak Bayu dengan berjalan pelan."
Ta,susah banget mencarimu' ucap mas Aldo dalam hati.
"Anindita Aurelia' panggil pak Bayu. Spontan aku menoleh ke belakang, dan tersenyum. Tak lupa takzim kepadanya."
Mas Aldo mematung tak percaya, dengan m*t* berkaca-kaca. Namun,saat ingin menemuiku,langkahnya terhenti. Dan berputar arah.
Spontan mas Aldo menabrak tubuh ibuku. Aduh, teriak ibuku.
"Maaf buk' ucap mas Aldo. Aduh mas lain kali hati-hati dong mas' ucap ibuku. Ya bu,maafkan saya,saya kurang hati-hati' ucap mas Aldo."
"Nak Aldo ya ? Tanya ibuku. I-i-iya bu' ucap mas Aldo terbata-bata. Apa kabar nak,terus kamu sekarang kerja dimana ? Tanya ibuku."
"Alhamdulillah baik bu,tempat kerja masih sama' ucap mas Aldo. Syukurlah' ucap ibuku seraya tersenyum."
Sedangkan di sini,aku sedang mengobrol dengan pak Bayu. Saking asyiknya,tanpa aku sadari ibuku dan mas Aldo ada dibelakangku.
Pak Bayu langsung menyapa dengan senyum. Ibuku membalas,sedangkan mas Aldo ingin pergi,namun di tahan oleh ibuku.
Melihat itu,aku langsung melihat ke belakang. Mas Aldo menundukkan muka,sedangkan aku, berkata lirih.
__ADS_1
"Mas Aldo. Benarkah itu kamu ? Tanyaku. Melihat itu,pak Bayu dan ibuku kompak meninggalkan kami sendiri."
"Aku pun izin pamit,namun ucapannya berhasil menghentikan langkahku. Maaf' ucapnya. Dan ku lihat juga,di jari manisnya tersemat cincin. Aku sudah memaafkanmu."
"Dan makasih,akhirnya kamu sudah menemukan pengganti dariku' ucapku dengan m*t* berkaca-kaca."
Aku pun berjalan,mencari ibuku. Sedangkan mas Aldo nampak tertunduk lesu,melihatku sudah semakin menjauh.
"Ibu' panggilku dengan serak. Karena menahan tangis. Ibu bertanya,dan aku menjelaskan semuanya. Ibuku pun memelukku. Sabar nak' ucap ibuku. Dia bukan jodohmu' ucap ibuku lagi."
Setelah pertemuan itu,aku pun sekarang memilih menyusul kakakku,di luar kota. Awalnya orang tuaku tidak mengizinkan,namun karna aku keinginanku yang sudah bulat. Membuat mereka setuju.
Saat sedang menunggu bus lewat, tak sengaja bertemu pak Bayu dan mas Aldo lagi. Mas Aldo langsung berjalan lurus,sedangkan pak Bayu, bertanya kepadaku.
"Mau kemana Na ? Tanya pak Bayu. Ke Jogja pak' ucapku. Weh ke kota gudeg yo' ucapnya seraya memberikan gawainya kepadaku."
Aku mengernyitkan keningku dan bertanya.
"Apa pak ? Tanyaku kepadanya. Minta nomer hpmu' ucap pak Bayu. Aku langsung memberi akun fbku. Lho kok ? Tanya pak Bayu. Maaf pak,nomer hpku privasi' ucapku seraya pamit."
Melihatku sudah pergi,pak Bayu berjalan ke arah motor milik kantor. Dia menatap mas Aldo,dan menghembuskan nafasnya secara perlahan.
"Udah kali sedihnya,kamu kan sudah nikah. Tidak baik memikirkan yang haram' ucap pak Bayu. Mas Aldo terdiam,setelah sampai kantor,mas Aldo langsung ke ruangan sekretaris bosnya."
"Serlin' panggil mas Aldo. Ya Do' jawabnya. Bos di mana ? Tanyanya. Di ruangannyalah,masa iya aku kantongi' ucapnya ketus."
Mendengar itu,mas Aldo cuek bebek dan langsung ke ruangan pak Nico.
Tok...tok..tok..
Masuk
"Permisi pak' ucap mas Aldo. Masuk saja Do' jawab pak Nico. Mas Aldo pun menceritakan maksud dan tujuannya datang ke sana. Saya ingin cari kerja lain pak' ucap mas Aldo."
Mendengar itu,pak Nico awalnya melarang,namun dia juga tidak bisa memaksa. Akhirnya mas Aldo keluar dari perusahaan itu. Dan memutuskan pindah ke Jakarta bersama istrinya.
Hari demi hari,bulan demi bulan,dan tahun demi tahun telah berlalu. Ya 14 tahun sudah kami sudah tak jumpa. Mungkin sekarang kalau bertemu sudah pangling.
Aku yang kini sudah singel mom,harus mencukupi kebutuhan hidup kami berdua. Sedangkan ibuku sudah 2 tahun di panggil oleh ALLAH.
Sedangkan ke dua kakakku,masih nganggur,karna kena phk. Dan diriku, susah mencari kerja. Umurku juga sudah kepala 3.
Membuatku harus pikir ulang terus. Dan tak lupa juga,ibadah. Hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang.
"Akhirnya aku menemukan pekerjaan, namun saat aku meminta izin kepada bapak,bapakku malah mengatakan tidak usah' ucapnya."
Aku pun hanya menurut,dan lalu memutuskan untuk kembali ke kamar. Aku terdiam dan berfikir,kaya lagu di turuti salah,enggak di turuti salah. Ngatain berani. Aku menatap langit malam,gelap gulita,mungkin inilah hidupku sekarang.
"Semenjak di tinggal ibuku,hidupku gelap. Aku lalu mengucapkan istiqfar. Dan mengingat Seburuk-Buruknya ayahmu,dia tetap orang tuamu. Demikian juga dengan Seburuk-Buruknya ibumu,dia tetaplah surgaku."
"Pagi pun tiba,aku lalu melakukan aktivitas rumah. Dan memandikan anakku."
Selesai itu,buat sarapan untuknya dan mencuci bekas makannya.
Hingga tanpa terasa tahun telah berganti. Saat ingin belanja,tanpa sengaja menyenggol seseorang.
"Maaf' ucapku. Ya mbak' ucapnya.
Deg...
Suara itu,pikirku. Ah enggak mungkinlah' ucapku dalam hati.
"Kenapa bu ? Tanya putriku. Enggak ada apa-apa' ucapku seraya berjalan. Tanpa aku tahu,dia menatapku dengan berkaca-kaca."
"Aku rindu kamu Ta' ucapnya." Mas Aldo memilih menunggu. Hingga saat aku keluar,dia pun menutup kaca mobilnya. Hore buku baru' seru anakku. Aku pun hanya tersenyum. Dan tanpa sengaja menoleh mobil berwarna hitam."
"Ibu' panggil anakku. Ya' ucapku. Ayo jalan ! Pintanya. Ya sayangku' ucapku lagi. Dan aku pun menjalankan motorku kembali."
Mas Aldo diam-diam mengikutiku. Sesampai di rumah,aku langsung mematikan motorku.
"Jadi ini Ta,rumah barumu' ucap mas Aldo pelan."
"Rumah siapa pa ? Tanya putra mas Aldo,oh rumah teman papa' ucapnya. Teman atau mantan pa? Tanya anaknya lagi.Namun mas Aldo hanya menatapnya nyalang."
"Jaga ucapan Ar' ucap mas Aldo. Ya pa, maaf' ucap Ardi.
Mas Aldo pun masih belum mau beranjak.
"Kamu tunggu di sini dulu,papa mau beli sesuatu' ucap mas Aldo. Ya pa' ucapnya. "
Papa kenapa ya ? Tanya Ardi,dalam hati. Hemm besok aku coba kesana ajalah' ucap Ardi.
Oya Ardi ini anak dari Aldo dan mantan istrinya yang bernama Fina. Mereka memutuskan cerai,karena Fina sudah tidak mau dengan Aldo. Final merasa hanya memiliki tubuhnya Aldo. Namun raga dan hatinya tertuju pada Anindita.
Setelah selesai membeli pulsa,mas Aldo menjalankan mobilnya. Dan pulang.
__ADS_1