Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Menikah diam-diam


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Arga sedang melihat-lihat harga rumah. Dia berniat akan membeli rumah minimalis untuknya dan juga Nara nanti jika mereka sudah menikah. Dia akan memberikan rumah itu sebagai kado pernikahan mereka.


Untung dia punya tabungan dari usahanya sendiri. Cukup untuk membeli rumah minimalis.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!" seru Arga.


Tak lama pintu terbuka, menampakan Rafi asisten Arga.


"Maaf pak, ini ada berkas yang harus bapak cek," ucap Rafi sambil menyerahkan map pada Arga. Arga mengangguk dan menerima map itu.


"Kalo gitu saya permisi pak!"


"Tunggu dulu raf!" ucap Arga menghentikan Rafi.


"Iya pak!"


"Kamu bisa bantu saya?"


"Bantu apa ya pak?" tanya Rafi.


"Cariin saya rumah, kebetulan saya mau beli rumah, tapi rumah minimalis aja. Tapi jangan yang jauh dari kantor, yang deket-deket kantor aja. Dan satu lagi jangan bilang sama siapa-siapa kalo saya beli rumah. Termasuk pak Yusril!" ujar Arga.


Rafi terdiam. "Kamu paham Rafi?"


"Saya paham pak! Nanti saya Carikan!"


"Bagus!" balas Arga sambil menyuruh Rafi keluar. Arga menopang dagunya dengan kedua tangannya yang dia lipat.


"Om Yusril gak boleh tau soal saya dan Nara. Kalo dia tau takutnya Nara kenapa-napa. Dan saya percaya Nana, dia bisa jaga rahasia ini!" ucap Arga bermonolog.


Arga menghela nafas, lalu melanjutkan pekerjaannya.


***


Nara baru saja menemani pelanggannya makan. Gadis kecil yang pernah dia tolong itu tak mau jauh darinya. Bahkan saat mau pulang pun, gadis kecil itu tak mau pulang, karena ingin bersamanya.


Rega dan Mamanya pun pusing menghadapi Rere. Mereka merasa heran dengan Rere, tidak biasanya gadis kecil itu dekat dengan orang yang baru saja dia kenal.


Dengan terpaksa Nara membujuk Rere dan berjanji akan main ke rumahnya dan barulah gadis kecil itu mau di ajak pulang.


"Hufttt.." Nara menghela nafas.


"Mereka siapa sih Ra?" tanya Tika penasaran.


"Itu anak kecil yang pernah aku tolong saat mau di culik!" Tika ber-o ria sambil menganggukkan kepalanya.


"Dan bapaknya yang dompetnya ketinggalan waktu itu!"


"Yang Lo nemuin di meja 15?" Nara mengangguk.

__ADS_1


"Wahh.. gak nyangka, dunia tidak selebar daun kelor ya!" ujar Tika tersenyum. Nara hanya mengendikan bahunya sambil tersenyum.


***


Malam hari saat akan pulang, Arga sudah berada di depan sedang berdiri bersender di mobilnya. Nara tersenyum menatap Arga sambil menghampirinya, begitu juga Arga.


"Hai sayang!"


"Hai mas!" Arga langsung menarik Nara ke dalam pelukannya. Nara tersenyum dan membalas pelukan Arga.


"Kita pulang?" Nara mengangguk. Lalu mereka melepaskan pelukannya. Arga membukakan pintu mobil untuk Nara.


Lalu dia bergegas memutari mobil dan duduk di depan kemudi dan memasang seatbelt.


"Sayang kita makan dulu ya. Saya belum makan!"


"Mas mau makan di mana?"


"Entar kita cari tempat sambil jalan!" Nara mengangguk. Arga pun melajukan mobilnya.


Sekitar sepuluh menit jalan, Arga membelokkan mobilnya ke salah satu restoran cepat saji. Nara pun turun dan berjalan berdampingan dengan Arga. Tak lupa Arga menggandeng tangan Nara.


Setelah mendapat tempat duduk, Arga segera memanggil pelayan. Nara celingak-celinguk memperhatikan restoran itu. Dia merasa aneh, biasanya dia yang melayani tapi saat ini dia yang di layani.


"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Arga.


"Aku jus Alpukat aja mas, aku udah kenyang!"


"Ya udah mbak, jus alpukat nya satu ya!" ucap Arga pada pelayan itu.


"Baik, tunggu sebentar mas, mbak!" ujar pelayan itu. Tak lama menunggu, pesanan mereka pun datang.


"Pelan-pelan mas, nanti kesedak. Gak bakal ada yang minta makanan kamu kok!" ujar Nara. Arga tersenyum.


"Aku laper sayang!" Nara menggelengkan kepalanya. Dia mengambil tisu dan mengelap bibir Arga yang belepotan.


"Udah gede juga makannya kayak anak kecil!" cibir Nara. Arga cuma menyengir.


Nara menikmati jus alpukatnya, tapi tiba-tiba pandangannya bertemu dengan pandangan seorang pria yang terus memandanginya dengan senyuman tersungging di bibirnya.


Nara pun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak lama Arga selesai makan.


"Sayang aku ke toilet sebentar ya!" Nara mengangguk.


Arga pun beranjak dan berjalan menuju toilet. Lalu pria yang tadi terus memandangi Nara tiba-tiba beranjak dan berjalan menghampiri Nara. Lalu dia duduk di samping Nara.


"Hai cantik boleh kenalan gak?" tanya pria itu. Nara menunduk dan fokus menyedot jusnya dan tidak memperdulikan pria itu.


"Aku minta nomer WAnya dong!" ucapnya lagi.


Nara masih tak menggubris, dan membuat pria itu semakin penasaran.


"Sombong banget sih cantik!" ucapnya sambil menoel dagu Nara.


"Jangan pegang-pegang ya!!" sentak Nara kesal.


"Eits.. jangan galak-galak dong cantik. Nanti cantiknya luntur loh!" ucap pria itu. Tiba-tiba dia merangkul bahu Nara.


"Lepas!!" pekik Nara sambil menepis tangan pria itu dan menatap tajam pria itu.

__ADS_1


Nara beranjak dan ingin pergi, tapi pria itu menahan tangan Nara.


"Lepasin gak!" pekik Nara.


Sayangnya, restoran itu sedang sepi. Cuma ada dia dan pria itu, sama ada wanita yang lumayan jauh duduknya dari tempat Nara dan duduknya pun membelakangi Nara, dia tidak mendengar keributan karena sedang memakai earphone. Dan juga tidak terlihat pelayan yang berlalu lalang.


"Jangan pergi dong sayang!" ucap pria itu sambil menggenggam erat tangan Nara.


"Lepasin!!" pekik Nara sambil berusaha melepaskan cengkraman pria itu.


Tiba-tiba Arga datang dan langsung menarik belakang baju pria itu dan mendaratkan pukulan keras di wajah pria itu hingga tersungkur.


"Aaaa.." teriak Nara kaget.


"Berani-beraninya kamu sentuh istri saya!!" teriak Arga emosi sambil kembali mendaratkan pukulan pada wajah pria itu. Nara tertegun mendengar ucapan Arga yang mengatakan dirinya adalah istrinya.


Keributan terjadi, dan kali ini pria itu yang menghajar Arga. Nara berusaha melerai, tapi dia tidak tau bagaimana caranya. Dan kenapa tempat itu sangat sepi.


Arga dan pria itu bergantian saling memukul. Tak lama beberapa pelayan datang dan berusaha melerai perkelahian itu.


Nara langsung menghampiri Arga dan menenangkannya. "Mas udah, jangan berantem lagi. Kita pulang ya!"


"Awas kalo saya liat muka kamu lagi. Habis kau!!" pekik Arga dengan tatapan yang sangat menakutkan.


"Mas udah, ayo kita pulang!" Nara memberikan uang pada pelayan dan meminta maaf karena sudah membuat keributan dan langsung membawa Arga keluar Resto.


Sesampainya di rumah, Nara mengobati luka Arga. "Mas kenapa sih harus berantem segala?" tanya Nara sambil mengompres luka lebam di wajah Arga.


Arga meringis saat kain dingin itu menempel di sudut bibirnya. "Karena saya tidak mau kamu di sentuh orang lain. Kamu cuma milik saya, dan cuma saya yang boleh nyentuh kamu!" jawab Arga.


Nara terdiam dan menatap Arga. Arga pun menatap Nara lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Nara.


"Kamu cuma milik saya, Renara!" ucap Arga lalu dia mengecup bibir Nara dan melum*tnya, dan menyesap bibir itu. Nara merasakan rasa asin dari darah yang mengalir di bibir Arga.


Nara melepaskan bibirnya. Membuat Arga menatap heran, lalu dia mengusap bibir Nara yang basah.


"Aku obatin dulu luka mas, nanti infeksi!" Arga mengangguk. Nara pun melanjutkan mengompres lagi luka Arga.


"Sayang!"


"Hm.."


"Sebulan lagi kita nikah, tapi--" ucapan Arga terjeda.


"Tapi apa mas?" tanya Nara penasaran karena Arga menjeda ucapannya.


"Saya gak bisa bikinin kamu pesta yang mewah dan meriah. Apa tidak apa-apa?" Nara tersenyum lalu menangkup kedua pipi Arga dan mengusapnya dengan dua ibu jarinya.


"Aku gak butuh itu mas. Yang penting kita sah, itu udah cukup untuk aku!" Arga tersenyum dan memeluk Nara.


"Makasih sayang, karena kamu udah mau mengerti saya!" Nara tersenyum dan mengusap punggung Arga.


"Maaf Nara. Bukannya saya gak mampu, hanya saja saya tidak mau om Yusril tau tentang kita dan pernikahan kita, jadi kita menikah diam-diam!" batin Arga.


Bersambung..


Mohon dukungannya ya. Like, komen dan favoritin biar kalo aku update dapat notifnya.


Sebenarnya apa ya yang dirahasiakan Arga? Sehingga dia memilih menikah diam-diam dan menyembunyikannya dari pamannya. Ikuti terus ceritanya ya..

__ADS_1


__ADS_2