
Nana masih mematung menatap pria yang sedang berjalan ke arahnya. Pria itu tersenyum dan membuat jantung Nana berdetak kencang.
"Gimana keadaan kamu? Maaf saya tidak sengaja menabrak kamu Na!" ucapnya saat berada di hadapan Nana.
Nana masih membeku, tidak percaya bertemu dengan pria itu lagi.
"Pak Rega!" gumam Nana pelan.
Pria yang ternyata Rega itu tersenyum, dia mendekat ke hadapan Nana membuat jantung Nana berdetak tidak karuan. Sudah sekian lama tapi perasaan itu masih sama pada pria di hadapannya itu. Tapi dia harus menahan diri dan perasaannya karena pria itu sudah beristri.
"Na!" panggilnya sambil mengibaskan tangan di depan wajah Nana membuat Nana tersadar dari lamunannya.
"I-iya," jawabnya gugup.
"Kamu gak apa-apa? Kenapa wajah kamu tegang?"
Nana menggeleng dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Aku gak apa-apa pak! Makasih bapak sudah menolongku!" ucap Nana dengan perasaan berkecamuk tak karuan.
"Tidak Na, saya menolong kamu karena saya salah sudah menabrak kamu. Saya minta maaf saya benar-benar tidak sengaja, saat itu kamu juga terlihat terburu-buru membuat saya kaget!"
"Iya pak maaf, itu salahku tidak memperhatikan kanan kiri!" jawab Nana sambil menunduk.
"Tidak apa! Kalo tidak begitu mungkin kita tidak akan bertemu Na!"
Nana mendongak dan menatap wajah tampan pria di hadapannya itu. Dia terlihat bingung dengan ucapan Rega yang terdengar ambigu.
"Sebaiknya kamu istirahat. Nanti aku antar kamu pulang!" ucap Rega.
"Saya pulang sekarang aja pak. Saya tidak mau keluarga saya khawatir karena saya tidak memberi kabar karena ponsel saya mati!"
"Kamu charge aja dulu ponsel kamu dan kabari keluarga kamu. Kalo kamu baik-baik saja dan akan segera pulang!"
"Tapi--" ucapan Nana terhenti karena Rega memotong ucapannya.
"Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu Na, penting!"
__ADS_1
Nana menatap Rega, seketika pandangan mereka bertemu. Entah perasaan Nana atau bukan, tapi dia melihat tatapan penuh harap dari mata Rega. Nana menggelengkan kepalanya pelan dan berusaha mengendalikan perasaannya dan pikirannya.
"Sebaiknya kamu istirahat. Saya ke kantor dulu. Nanti siang saya pulang dan bicara dengan kamu. Jika kamu perlu apa-apa, panggil aja bibi di bawah!" ucap Rega.
Nana hanya terdiam mendengarkan dan entah kenapa dia hanya mengangguk mendengar ucapan Rega.
Rega tersenyum dan tiba-tiba mengusap kepala Nana. Nana menatap pria itu, jantung Nana semakin berdetak kencang dan perasaannya tidak karuan.
"Sadar Na, dia sudah beristri!" batinnya mengingatkan.
Rega keluar setelah pamit dengan Nana. Nana kembali duduk di ranjang. Dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu lagi pria yang masih bertahta di hatinya, meski dia sedang berusaha melupakannya tapi kenapa malah di pertemukan Kembali dan itu akan semakin sulit buat Nana untuk melupakannya.
Nana terdiam dan termenung. Tiba-tiba dia ingat ponselnya yang mati dia harus menghubungi Arga dan Nara karena mereka pasti mencari dan khawatir.
Nana mencharger ponselnya, kebetulan ada chargeran yang tertempel ke stopkontak. Nana langsung menyalakan ponselnya. Banyak pesan masuk dan juga panggilan dan semuanya dari Nara dan Arga, juga Rafi.
Nana lebih dulu menghubungi Rafi agar hari ini menghandle kantor. Setelah selesai menghubungi Rafi Nana mengirim pesan pada Nara dan Arga bahwa dirinya baik-baik saja dan akan segera pulang dan akan menjelaskan apa yang terjadi di rumah nanti. Dia tidak menelepon karena malas harus menjawab pertanyaan mereka, sekalian aja nanti di rumah, pikir Nana.
Tak lama ada pesan masuk dari Nara dan kemudian dari Arga.
[Syukurlah Na, kamu baik-baik aja. Aku khawatir banget sama kamu Na, cepat pulang jangan buat aku cemas lagi] pesan dari Nara.
[Kamu di mana dek? Abang jemput ya sekarang. Kirim alamatnya] pesan dari Arga.
Nana menghela nafas. Dia memang melarang mereka untuk menelpon jadi mereka mengirim pesan. Nana membalas pesan Nara dan juga Arga, agar tidak khawatir karena nanti siang dia akan pulang. Dia masih penasaran apa yang akan di katakan Rega padanya katanya penting dan itu membuat Nana penasaran.
Setelah mengurus saudara-saudaranya. Nana kembali berbaring dengan perasaan tidak karuan dengan pikiran yang penuh dengan satu nama yaitu Rega.
"Tapi kok aku gak melihat anaknya ya!" gumam Nana. Nana menggeleng pelan.
"Mungkin dia sudah berangkat sekolah," gumam Nana lagi.
Kini dia hanya bisa terdiam diri di kamar. Sesekali membuka ponselnya namun tak ada yang membuatnya tenang, karena pikirannya terus tertuju pada Rega.
"Ya ampun kenapa aku tak bisa melupakannya!" keluh Nana sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.
Setelah merasa bosan akhirnya dia terlelap, karena tidak tau apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1
***
"Na, bangun. Nana!"
Nana merasakan seseorang menepuk pipinya pelan tak lama dia merasakan usapan lembut di kepalanya. Nana mencoba membuka mata, dia memicingkan matanya untuk memastikan penglihatannya. Saat matanya terbuka sempurna Nana kaget karena Rega sedang menatapnya dengan jarak yang lumayan dekat. Tanpa pikir panjang dia beranjak sehingga kening mereka beradu.
"Aduh.." Nana mengaduh kesakitan, karena lumayan kencang keningnya beradu dengan kening Rega.
Rega langsung mengusap kening Nana. Mengusapnya perlahan dan lembut. Nana terpaku dengan perhatian Rega. Seketika dia tersadar saat seseorang memanggilnya.
"Papi!"
Seorang gadis kecil berumur enam tahun menghampiri mereka. Nana dan Rega menoleh.
"Iya sayang!" sahut Rega.
Gadis yang tak lain adalah Rere, menyalami Rega dia baru saja pulang sekolah.
"Aunty sudah bangun?!"
"Iya nak, aunty sudah bangun." jawab Rega sambil mengusap kepala putrinya.
Rere mendekati Nana, lalu mengusap kening Nana yang terlihat membiru.
"Papi kenapa kening aunty terluka?!" tanya Rere khawatir.
"Ah, ini tadi aunty jatuh sayang. Jadinya kening aunty terluka!" jawab Nana.
Rere menatap intens wajah Nana. Tatapannya menjadi sendu saat melihat Nana. Entah apa yang di pikirkan gadis kecil itu?
"Papi aku mau ke kamar, mau ganti baju terus makan siang sama aunty ya!" ucap Rere pada papinya.
Rega menatap Nana. Nana mengangguk menyetujuinya.
"Baiklah princess, sana ganti baju!"
Sebelum melangkah keluar kamar, Rere menatap Nana dan bergumam pelan 'Mami'.
__ADS_1
Bersambung..