Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Cemburu


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Nana sedang melamun dengan pikiran yang melambung keman-mana. Dia tidak memperhatikan dosen di depannya yang sedang menjelaskan mata kuliahnya.


Sampai sebuah pena tepat mendarat di keningnya barulah gadis itu tersadar. Dia meringis karena kaget dan juga lumayan sakit dengan serangan kecil itu.


"Nana Maulida! Apa kamu mendengar penjelasan saya?" tanya Rega lantang, membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Nana gelagapan karena dia tidak tau apa yang sedang di jelaskan dosen pujaannya itu.


"Mampus gue!" gumam Nana pelan, dia melirik teman sebelahnya dan meminta pertolongan, tapi dia menggeleng pelan.


"Nana Maulida, jika kamu tidak suka dengan pelajaran saya, silahkan keluar!" ucap Rega tegas.


"Saya suka kok pak, tolong jangan usir saya pak!" mohon Nana. Sungguh dia sangat malu karena ketahuan melamun di pelajaran Rega pria yang di sukainya.


Rega menggelengkan kepalanya. "Ini contoh yang tidak baik, jangan di tiru!!" seru Rega pada para mahasiswanya. Nana menunduk dan sangat malu.


.


"Lo kenapa sih Na?" tanya Gita saat mereka sedang berada di kantin kampus.


"Gak apa-apa," jawab Nana sambil mengaduk-aduk minumannya dan dia kembali melamun.


Tiba-tiba saja dia ingat kejadian di kelas tadi. Dia benar-benar malu hancur sudah reputasinya di depan Rega Sebastian. Padahal Rega adalah pria idaman Nana, dia menyukai Rega saat pertama kali dia masuk universitas itu.


"Na, gue pulang duluan ya!" Seru Gita dan yang lainnya. Nana mengangguk dan dia kembali sibuk dengan pikirannya.


Dia sedang memikirkan hubungan Kakak sepupunya dengan sahabatnya. Dia tidak bisa tenang memikirkan hubungan mereka, dia ingin memisahkan mereka tanpa menyakiti Nara, tapi dia tidak tau caranya.


"Huuhh.." Nana menghela nafas.


Dia beranjak dan berniat akan pulang juga karena sudah tidak ada mata kuliah lagi. Nana berjalan menuju parkiran menuju motornya. Karena dia kembali melamun, dia tidak memperhatikan sekitarnya, sehingga dia tidak sadar ada motor yang melaju kencang dan hampir menabraknya untung saja ada seseorang yang menyelamatkannya.


Nana kaget dan sadar dari lamunannya saat ada seseorang yang menariknya. Mata Nana membulat saat melihat siapa yang menarik tubuhnya hingga orang itu memeluk tubuh Nana.


"Pak Rega!" gumamnya dalam hati.


"Kamu senang banget ngelamun ya? Atau kamu mau bunuh diri. Kalo mau bunuh diri jangan di sini, cari tempat yang sepi!" seru Rega sambil melepaskan pelukannya. Membuat Nana tersadar dari pikirannya.


"Maaf pak!" balas Nana. Rega pun meninggalkan Nana dan berjalan menuju mobilnya. Nana memperhatikan pria itu, tiba-tiba dia tersenyum.


"Hari ini dia peluk aku, walaupun tidak sengaja! Aku seneng banget." gadis itu terkikik senang. Dia bergegas menuju motornya dan bergegas pulang, walaupun tadi sempat badmood tapi kejadian tadi moodnya kembali baik.


***

__ADS_1


Nara sedang sibuk melayani para pengunjung. Resto lumayan rame karena sekarang jam makan siang. Tak lama muncul calon suaminya yang juga ingin makan siang di sana.


Nara tersenyum dan di balas dengan Arga. Arga memberi isyarat agar Nara mengikutinya. Arga berjalan menuju lantai dua. Setelah menyelesaikan urusannya dengan pelanggan lain, Nara pun menyusul Arga.


Dia sedang duduk di pojokan dan sedang mengusir pelayan yang ingin menanyakan pesanannya. Nara menggeleng dia tau pria itu hanya ingin dia yang melayaninya.


"Mau makan apa?" tanya Nara.


Arga mendongak dan tersenyum dia malah menarik pinggang Nara dan memeluknya, dia membenamkan wajahnya di perut Nara.


"Mas malu di lihat orang," ucap Nara.


Arga mendongak. "Biarin, kamu kan calon istri saya!"


"Iya tapi malu mas di lihatin," Tapi Arga cuek dan tidak perduli.


"Ya udah mas mau makan apa?"


"Temenin ya!"


"Aku lagi kerja mas, gak enak sama yang lain!" balas Nara.


Arga mematutkan wajahnya sebal. Nara menghela nafas, lalu dia mengecup bibir Arga. Membuat Arga kaget dan juga senang.


"Mas makan sendiri ya, nanti aku bawain makanan kesukaan kamu. Soalnya siang ini banyak pengunjung aku gak bisa temenin kamu!" ucap Nara.


"Kamu nyogok saya?" Nara tersenyum lebar sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya. Arga tersenyum dan membalas kecupan manis sang kekasih.


"Ya udah aku ambil makanannya dulu ya!" Arga mengangguk. Nara pun beranjak dan bergegas menuju bawah untuk membuat pesanan Arga.


Tak lama pesanan Arga datang, tapi yang mengantar bukan Nara dan membuat Arga mengerutkan keningnya.


"Nara kemana?" tanya Arga pada teman Nara yang mengantar pesanannya.


"Dia lagi melayani pengunjung di bawah pak!" jawab Neti. Arga merengut kesal, karena Nara lebih mementingkan orang lain daripada dirinya.


Neti memperhatikan raut Arga yang berubah.


"Ih ganteng banget sih nih orang lagi cemberut juga, beruntung banget si Nara dapetin dia!" gumam Neti dalam hati sambil memperhatikan wajah Arga.


Arga menatap Neti heran. "Kamu ngapain masih di sini?" tanya Arga dingin.


"Maaf pak, saya permisi. Selamat menikmati!" ucap Neti dan berlalu pergi.


Arga kesal dan sudah tidak berselera makan, tapi perutnya keroncongan. Akhirnya dia makan dengan hati yang kesal.


Nara kembali melayani Rere dan Rega, kali ini mereka cuma datang berdua tidak dengan bu Ingrid dan pengasuhnya. Rere terus merengek dan meminta bertemu Nara makanya Rega buru-buru pulang dan mengajak Rere ke Resto itu.


"Maaf ya Nara, Rere jadi ngerepotin kamu!" ucap Rega tak enak hati.


"Gak apa-apa kok pak, saya juga seneng main sama Rere," balas Nara sambil mengusap pipi Rere yang chubby, lalu dia kembali menyuapi Rere.

__ADS_1


Rere hanya mau makan jika di suapi Nara. Nara pun senang melakukannya karena dia memang penyayang anak kecil.


Rega menatap Nara dan tersenyum. "Cantik!" gumamnya pelan sambil tersenyum tipis.


"Ayo sayang makan yang banyak ya, biar cepat gede!"


"Iya mami," jawab Rere membuat Nara dan Rega terkejut mendengar panggilan gadis kecil itu. Bahkan Rega sampai tersedak.


uhukk.. uhukk.. uhukk..


"Bapak gak apa-apa?" Nara memberikan minum pada Rega, dia membantu memegangi gelasnya dan reflek Rega pun memegang tangan Nara. Tapi tepat saat itu Arga turun dari lantai dua dan melihat pemandangan itu. Dia kesal melihat Nara memberikan minum pada Rega dan Rega memegang tangan Nara.


Dada Arga terasa panas dan sesak, wajahnya memerah menahan amarahnya. Nara melihat Arga, dia juga melihat raut wajah Arga yang marah.


"Mas Arga!"


Arga langsung pergi dari restoran itu dengan perasaan yang sangat kesal dan marah.


"Makasih Ra!" ucap Rega. Nara terdiam dan tidak memperhatikan Rega.


"Pak saya permisi sebentar ya!" ucap Nara beranjak.


"Mami mau kemana?" tanya Rere.


"Sebentar ya sayang, onty mau keluar sebentar," jawab Nara.


Nara bergegas keluar, tapi mobil Arga sudah tidak terlihat. "Mas Arga pasti salah paham!"


Nara mencoba menelpon Arga, tapi tidak di angkat. "Ya udah deh nanti aja aku jelasin ke dia!"


Nara pun kembali ke dalam dan menemani Rere makan.


Sampai kantor Arga pun kesal dan uring-uringan, dia memarahi karyawannya yang dia temui.


"Hehh!! Kamu Santi, bisa gak jangan pake baju yang pendek dan ketat kayak itu. Kamu itu mau kerja bukan mau dugem.." semprot Arga pada salah satu karyawan perempuannya.


Wanita yang bernama Santi itu pun mengangguk dan menunduk. Memang dia terlihat seksi dengan kemeja maroon kotak-kotak serta rok span hitam di atas lutut, karena badannya bohay membuat lekukan tubuhnya terlihat jelas.


Entah kenapa Arga tidak suka melihat wanita berpakaian seksi itu. Padahal biasanya dia tidak perduli dengan penampilan karyawannya.


"Dan kamu juga, apa gak liat rambut kamu sudah gondrong. Kenapa gak di potong!" ucap Arga kesal, pada salah satu karyawan Prianya.


Dia berdecih kesal dan bergegas menuju ruangannya. Karyawannya hanya saling lirik dan saling mengangkat bahu tidak mengerti dengan sikap bosnya yang berubah itu.


"Pak Arga kesurupan setan di mana sih?" tanya Santi.


"Hussstt.. Nanti dia denger loh, udah lanjut kerja aja!" balas temannya. Mereka pun kembali bekerja, meski masih bingung dengan sikap bosnya yang suka berubah-ubah kayak bunglon.


Arga menghempaskan tubuhnya di sofa, dia kesal melihat Nara malah menemani pria lain dan mengabaikannya.


"Jadi dia nolak makan siang bareng saya, karena mau temenin pria itu! Aaarghh..." ucapnya kesal sambil menendang meja di depannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2