Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Berakhir


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Hari ini Arga akan bersiap pulang ke Jakarta, meski dia berat harus meninggalkan anak dan istrinya lagi.


Nara sedang membantu suaminya bersiap, dia sedang memakaikan kancing kemeja suaminya. Nara menatap Arga yang menunduk sedih. Nara berjinjit dan mengecup bibir Arga.


"Semangat papa! Jangan cemberut dong!" ucap Nara menyemangati suaminya. Arga tersenyum dan mengusap pipi istrinya.


"Semangat mas cuma ada di kamu dan Argan sayang!" Nara tersenyum, setelah selesai mengancingkan kemeja suaminya Nara memeluk Arga.


"Aku janji mas, setelah keadaan membaik aku akan ikut pulang sama kamu!" Arga mengeratkan pelukannya dan merasakan hangatnya pelukan sang istri.


"Nda!" suara bocah kecil itu membuyarkan kehangatan di antara mereka. Nara dan Arga melepaskan pelukannya lalu menatap sang putra yang tengah terduduk mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sempurna sambil mengucek matanya.


"Iya sayang!" Nara menghampiri putranya yang baru bangun tidur.


Nara memangku Argan dan mencium pipi gembil putranya di ikuti Arga.


"Belum mandi aja, adek wangi!" ucap Arga.


Nyawa Argan yang belum terkumpul semua terlihat lesu sambil menyenderkan kepalanya di pundak Nara, malas-malasan.


"Uhh.. manja banget nih anak papa!" goda Arga sambil mencubit gemas pipi gembil putranya tapi Argan menepis tangan Arga dan menatap malas ayahnya, membuat Arga terkekeh melihat tingkah menggemaskan putranya.


"Mas aku mandiin adek dulu ya, kamu sarapan aja dulu bareng bapak!"


"Iya sayang!" jawabnya sambil mencium pipi Nara dan langsung dapat tatapan tidak suka dari putranya. Biasanya dia akan memukul ayahnya jika bundanya di cium Arga. Tapi kali ini sepertinya memang lagi malas jadi cuma tatapan tak suka yang dia tunjukkan, membuat Arga terkekeh melihat anaknya cemburu dengannya.


***


Setelah perpisahan yang lumayan dramatis, akhirnya dengan berat hati dia meninggalkan anak dan istrinya di kota K.


Arga pulang bersama salah satu anak buahnya, sepanjang perjalanan dia terus menatap layar ponsel yang memperlihatkan kegiatan putranya yang sudah dia rekam selama dia bersamanya.

__ADS_1


Rasa rindu yang belum terobati sepenuhnya, harus terkikis kembali dengan perpisahan. Tapi dia pun tidak bisa memaksakan istrinya untuk ikut pulang, dia tidak ingin melukai istrinya lagi dengan melarang keinginannya. Meski dia yang harus menanggung akibatnya sebab rindu yang belum tertuntaskan.


Arga menarik nafas dalam sambil menatap keseruan video putranya. Satu hal yang tidak pernah dia sangka, ternyata dia memiliki putra dari wanita yang sangat di cintainya, namun dia tidak pernah tau itu, sakit, sedih, terharu bahagia, ia rasakan saat tau memiliki putra dari istri tercintanya. Kesedihan yang paling dalam karena dia tidak pernah bisa mendampingi sang istri saat hamil dan melahirkan.


Tak terasa air matanya menetes kala mengingat itu, tapi dia bersyukur buah cinta yang mereka rajut kini sudah berbuah manis dan menghadirkan seorang putra yang begitu pintar dan tampan.


"Papa sayang kalian, Argan bunda!" ucapnya sambil mengecup layar ponselnya.


Tak terasa perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya Arga sampai di rumah kini menyisakan lelah dan kesepian yang sama persis seperti dua tahun terakhir semenjak kepergian istri tercintanya.


Tapi kini dia tidak perlu risau lagi karena sudah menemukan istrinya dalam keadaan baik-baik saja.


Arga langsung membaringkan tubuhnya dan meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal. Setelah lumayan beristirahat dia bergegas mandi setelah itu dia melakukan panggilan video dengan anak dan istrinya. Kata rindu yang pertama terucap setelah salam, karena itu yang sedang dia rasakan. Putranya pun sudah mulai mau ngobrol dengannya meski masih terlihat bingung menatapnya.


Sakit yang Arga rasakan karena putranya tidak mengenalinya sebagai ayah. Tapi Arga yakin suatu saat putranya akan tau bahwa dirinya adalah ayahnya.


Esok paginya Arga langsung ke kantor, pekerjaan pasti sudah menumpuk meski ada Rafi. Apa lagi sekarang Nana dipindahkan ke kantor pusat oleh papanya.


Saat Arga akan memulai kerjanya, Rafi menghampirinya.


"Pagi pak!" sapanya sopan.


Arga membalas dengan senyuman dan mengisyaratkan Rafi agar duduk. Lalu Rafi menyerahkan sebuah map.


Tanpa ragu dia membubuhkan tandatangannya pada dokumen itu.


"Gimana reaksinya?" tanya Arga.


"Pasrah pak!" jawab Rafi tegas. Arga mengangguk dan tersenyum.


"Terima kasih sudah membantu saya!"


"Itu sudah tugas saya pak!" Arga tersenyum puas.


Setelah urusan dengan bosnya selesai, Rafi keluar dari ruangan Arga.


Arga menghela nafas panjang dan tersenyum.


"Akhirnya semuanya berakhir!" gumamnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Arga menatap surat cerai itu, dia memang menyuruh Rafi untuk mengurus surat perceraiannya dengan Hana dan soal mertuanya dia sudah menjelaskan bahwa Kevin bukanlah anaknya, karena dia juga sudah melakukan tes DNA ulang tanpa sepengetahuan pak Adi dan bu Hesti maupun om nya.


Meski Arga sibuk dengan istrinya, dia tidak lupa untuk menyelesaikan masalahnya dengan Hana, meski harus dengan bantuan orang lain. Dia sudah menalak Hana sebelum ke kota K, entah kenapa saat itu dia sudah lelah dengan semuanya hingga dia memutuskan untuk menceraikan Hana. Karena tidak ada yang perlu di pertahankan lagi menurutnya. Hana pun pasrah karena dia juga sudah merasa lelah menjalani pernikahannya meski dia masih mencintai Arga.


Arga tersenyum puas, dia begitu bahagia. Dia juga yakin Nara akan bahagia dengan kabar ini, karena sekarang dia istri satu-satunya dalam hidup dan hati Arga.


Meski begitu dia tetap akan menyayangi Kevin seperti putranya. Karena dia tidak tau kapan Hana akan menikah lagi dan memberi Kevin seorang ayah.


"Sepertinya lusa aku harus Bandung, aku merindukan Kevin sambil memastikan keadaannya baik-baik saja!" gumamnya.


***


Sesuai rencana lusanya Arga ke Bandung untuk menemui Kevin, selain itu juga dia akan bersilaturahim pada mantan mertuanya dan dia juga ingin bertemu keluarga omnya yang sudah lama tidak bertemu.


Sekitar beberapa jam perjalanan Arga langsung ke rumah pak Adi. Di sana terlihat Kevin sedang menangis, Arga keluar dari mobil. Saat Kevin melihatnya dia langsung berlari sambil berteriak memanggil papanya.


Arga tersenyum dan merentangkan tangannya lalu memeluk bocah kecil yang sudah dia anggap anak.


"Papa mana aja?" tanya Kevin.


"Papa kerja sayang, kenapa Kevin menangis?" tanya Arga sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi bocah kecil itu.


"Evin angen papa!" Kevin mengeratkan pelukannya ke leher Arga.


Hana menatap Arga kikuk dan canggung, dia tidak menyangka meski dia sudah bercerai dengan Arga, pria itu masih menyayangi putranya, karena yang dia pikir Arga tidak akan perduli lagi dengan anaknya.


"Ini papa, beli mainan buat Kevin!"


Bocah kecil itu tertawa kegirangan mendapatkan hadiah dari papanya.


"Masuk dulu mas!" ucap Hana akhirnya bersuara juga.


Arga mengangguk dan menggendong Kevin ke dalam. Arga hanya fokus pada Kevin, meski di sana ada Hana, karena tujuannya memang hanya Kevin.


Hana menatap Arga nanar, ketakutannya berpisah dengan pria itu kini terjadi juga. Setelah semua cara dia pertahankan, namun akhirnya perpisahan juga yang dia dapatkan.


Tak lama bu Hesti datang selesai arisan, seperti biasa Arga mencium punggung tangan mantan mertuanya tanda hormat. Meski wajah Bu Hesti terlihat kurang bersahabat, entah kesal, marah, malu atau sungkan, ambigu.


Setelah cukup lumayan lama bermain dengan Kevin, Arga pamit. Tapi Kevin merengek untuk ikut, untung Hana bisa mengatasinya.

__ADS_1


Dia akan ke kantor pak Adi untuk bersilaturahim. Setelah itu dia akan ke rumah om nya, karena sudah merindukan keluarganya.


Bersambung..


__ADS_2