
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Selamat Membaca
***
Nana baru sampai di kampus. Setelah memarkirkan motornya, dia bergegas masuk ke dalam kampus.
"Nana!!" Tiba-tiba seseorang memanggilnya. Nana berhenti dan menoleh.
Seorang pria tengah berjalan menghampirinya dengan senyuman terlukis di bibirnya.
"Ada apa?" Tanya Nana.
Pria itu menyodorkan sekotak cokelat pada Nana setelah berada di hadapan Nana. Nana mengerutkan keningnya.
"Buat gue?"
"Bukan, buat piaraan lo. Ya buat lo lah," jawabnya.
"Dalam rangka apa lo ngasih gue coklat?" Tanya Nana.
"Gak dalam rangka apa-apa sih, kebetulan bokap gue baru pulang dari Singapure. Gue bawa oleh-olehnya buat lo. Udah ya gue duluan, jangan lupa di makan!" Ucap pria itu lalu pergi meninggalkan Nana.
"Makasih Vin!" Ucap Nana. Pria yang bernama Kevin itu menoleh dan tersenyum.
Nana menatap coklat itu, tiba-tiba dia menyunggingkan senyumnya. Lalu dia bergegas masuk ke kelas. Tapi saat dia akan masuk kelas, dia melihat pangeran tampannya sedang berjalan menuju ruangannya.
Nana langsung mengejar dan menghampiri Rega.
"Pagi pak!" Sapa Nana. Rega menoleh.
"Pagi, ada apa?" Tanya Rega datar.
Tiba-tiba Nana menyodorkan sekotak coklat yang di berikan Kevin tadi. Rega mengerutkan keningnya heran.
"Apa ini?"
"Coklat."
Rega menatap Nana dengan keheranan. "Buat siapa?
"Bapak?"
"Saya tidak suka coklat!" Ucap Rega dingin. Seketika membuat Nana kecewa, dia menarik kembali kotak coklat itu.
Rega melihat raut kekecewaan Nana. Dia menghela nafas, dia paling tidak suka membuat orang kecewa. Lalu dia mengambil sekotak coklat itu.
__ADS_1
"Tapi anak saya suka. Terima kasih!" Ucap Rega membuat Nana tersenyum sumringah. Rega berlalu meninggalkan Nana.
"Yes.. yes.. yes.."
Nana berjingkrak-jingkrak kegirangan membuat orang-orang yang melewatinya menatap heran. Termasuk Rega dia menoleh dan memperhatikan kelakuan Nana. Dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis, lalu bergegas masuk ke ruangannya.
"Stress tuh cewek!"
"Obatnya habis kali ya?"
"Orang gila!!"
Nana tidak memperdulikan omongan orang-orang itu. Hari ini dia benar-benar seneng dan bahagia karena Rega mau menerima pemberiannya, meski coklat itu bukan dia yang beli.
"Sorry ya Vin, coklatnya gue kasih ke pak Rega, modal buat gue pdkt sama dia!" gumamnya sambil terkikik geli.
Wajah Nana sangat cerah ceria, senyuman manis terus terlukis di bibirnya. Dia benar-benar bahagia.
Bahkan dia terus berjingkrak-jingkrak kegirangan seperti anak kecil. Setelah itu dia masuk ke kelas. Hari ini dia sudah mendapatkan mood booster untuk semangatnya.
"Semangat Nana!" Ucapnya sambil mengepalkan tangannya ke atas.
Dia tidak memperdulikan teman-temannya yang melirik heran padanya.
***
Sebelum pulang Arga sudah membelikan banyak hadiah buat istri tercintanya. Senyuman terus tersungging di bibir Arga. Dia sengaja tidak memberitahukan Nara karena ingin memberi kejutan. Dia sengaja mengabari Nara bahwa dia belum bisa pulang, padahal itu hanya akal-akalannya untuk memberinya kejutan.
Sedangkan Nara dia sedang terbaring di atas ranjang sambil menangis karena Arga tidak jadi pulang.
"Kenapa mas lebih mentingin pekerjaan daripada aku!" Isaknya.
"Dulu waktu kita pacaran, mas selalu memprioritaskan aku. Tapi sekarang kamu malah berubah mas!" Isaknya lagi.
Gadis itu menangis meratapi nasibnya, pengantin baru yang harusnya sedang hangat-hangatnya tapi ini malah saling berjauhan dan LDR an.
Dia menangis sampai akhirnya dia terlelap.
***
Panggilan sholat untuk umat muslim berkumandang dengan merdunya di mesjid yang tak jauh dari apartemen Nara.
Nara melenguh dan menggeliat saat mendengar suara adzan. Dia sudah terbiasa bangun jika mendengar suara adzan. Tapi tiba-tiba dia melihat ada tangan yang melingkar di perutnya. Nara yang belum sadar sepenuhnya menyingkirkan tangan itu, tapi tangan itu melingkar dengan erat.
"Na lepas aku mau bangun!" Ucap Nara yang mengira itu adalah Nana. Nara meraba tangan itu, dia sadar itu bukan tangan Nana, karena tangan itu terasa berbeda.
Deg!
Nara membulatkan matanya dan kesadarannya seketika terkumpul semua. Dia berbalik dan ingin melihat siapa yang sedang memeluknya.
__ADS_1
Nara mengucek matanya, melihat seseorang yang sedang terbaring di sampingnya.
"Apa aku sedang mimpi?" Gumamnya.
Seseorang itu tersenyum saat mendengar ucapan Nara, namun matanya masih terpejam. Dia semakin mengeratkan pelukannya hingga tubuh mereka semakin dekat dan saling bersentuhan.
Dia membuka mata lalu mengecup bibir Nara.
"Tidak sayang, ini bukan mimpi!" Ucapnya.
Nara masih terbengong dan berusaha mencerna pikirannya. Arga tersenyum melihat wajah lucu istrinya yang speechless.
Dia mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir Nara, hingga gadis itu tersadar. Dia membalas ciuman suaminya, padahal cuma dua hari dia di tinggal tapi dia sudah sangat merindukannya.
"Kamu bilang gak pulang!" Ucap Nara saat ciuman mereka terlepas.
"Sureprise sayang." Jawab Arga tersenyum.
"Nyebelin!" Nara memukul-mukul dada Langga pelan, lalu dia langsung memeluk erat tubuh suaminya. Dia juga meneteskan air mata bahagia karena suaminya pulang.
"Aku kangen mas!" Isak Nara.
Arga tersenyum, lalu melepaskan pelukannya dan menyeka air mata istrinya.
"Saya juga kangen," Nara kembali memeluk Arga. Dia menangis dan membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
Arga tersenyum sambil menciumi puncak kepala Nara.
"Manja banget istriku!" ucap Arga. Nara mendongakkan kepalanya untuk menatap Arga.
"Biarin, aku manjanya cuma sama kamu. Aku kan gak pernah di manja sama siapa-siapa!" Arga tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Saya janji akan bahagiain kamu dan manjain kamu sayang. Sekarang kamu punya saya, lakukan apa yang ingin kamu lakukan!" ucap Arga sambil mengecup kening Nara.
Setelah puas memeluk suaminya, Nara melepaskan pelukannya, lalu dia beranjak.
"Mau kemana sayang?"
"Mau wudhu," jawab Nara. Arga tersenyum lalu ikut beranjak, lalu dia mengecup kening Nara.
"Ya udah sana wudhu, nanti kita sholat berjamaah!" Nara mengangguk. Dia pun masuk ke kamar mandi.
"Aaaaaa..." Tiba-tiba gadis itu berteriak, membuat Arga kaget.
"Sayang!"
Bersambung..
...Terima kasih yang sudah baca ceritaku. Mohon dukungannya ya, like dan komennya. Dukungan kalian sangat berarti buat aku. Sekali lagi terima kasih.. 🙏🙏...
__ADS_1