Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Pulang 2


__ADS_3

Senyum Arga begitu mengembang, bahkan hatinya begitu membuncah bahagia. Akhirnya dia bisa membawa anak dan istrinya pulang.


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah. Sebenarnya dia sudah membujuk pak Harun dan Bu Mimin untuk ikut, tapi mereka tidak mau meninggalkan tempat kelahiran mereka, terlebih lagi mereka tidak ingin meninggalkan Fahri yang sedang di pesantren.


Tapi sebagai tanda terima kasih, Arga membelikan sawah untuk pak Harun dan Bu Mimin untuk mereka kelola karena selama ini mereka hanya bekerja di orang lain, selain itu Arga pun memberi sejumlah uang untuk modal mereka membuka usaha dan merenovasi rumah mereka yang memang sudah banyak yang bocor.


"Ini tidak seberapa Bu, pak! Apa yang saya berikan tidak sebanding dengan pengorbanan kalian menjaga anak dan istri saya. Mohon di terima Bu, pak!" ucap Arga kala itu.


Pak Harun dan Bu Mimin terharu dengan kebaikan Arga, apa lagi uang yang di kasih Arga sangat banyak di tambah di berikan sawah untuk mereka. Pak Harun dan Bu Mimin, mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.


Arga tersenyum melihat putranya yang terus berceloteh, sesekali dia mengusap kepala putranya dan juga mengusap kepala istrinya.


"Terima kasih sayang, kamu mau pulang bareng mas. Mas bahagia sekali!"


Nara menoleh dan tersenyum sambil mengusap pipi Arga, Arga menoleh sekilas lalu tersenyum penuh bahagia. Perjalanan mereka masih panjang. Akhirnya putra mereka kelelahan karena terus berceloteh dan dia pun terlelap.


***


Di tempat lain seorang gadis tengah berkutat di hadapan laptopnya. Tak lama ponselnya berbunyi dan menandakan pesan masuk.


Pandangan gadis itu teralihkan pada ponselnya, lalu membuka pesan masuk dari seseorang.


[Hai cantik! Lagi apa? Kita makan siang bareng yuk] isi pesan itu.


Gadis yang tak lain adalah Nana menghembuskan nafas berat. Dengan jengkel dia sedikit membanting ponselnya di meja.


"Cowok gila!" pekiknya kesal.


Dadanya bergemuruh karena menahan emosi, dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, dia mengulanginya beberapa kali sampai perasaannya lebih tenang.

__ADS_1


Sudah beberapa kali dia memblokir nomer pria yang tergila-gila padanya, bahkan dia juga sudah mengganti nomer ponsel tapi tetap saja pria itu tau.


"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?! Kenapa pria sinting itu terus mengejar ku. Jauhkan aku dengannya ya Tuhan, aku gak mau ada masalah." Gumamnya.


Tiba-tiba dia teringat Rega pria yang sudah bertahun-tahun bertahta di hatinya, pada saat wisuda dia ingin memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya pada pria duda beranak satu itu.


Tapi dia harus menelan pil pahit, karena pria itu sudah memiliki calon istri. Penyesalan hinggap di hatinya kenapa dia tidak cepat mengatakan perasaannya.


"Pak Rega. Kenapa kamu gak pernah peka?!" gumamnya sendu.


Sesekali Nana mengecek sosial media pak Rega. Dia menikah setelah dua bulan acara wisuda di adakan. Ini adalah patah hati terbesar Nana. Penyesalan tak henti-hentinya dia rasakan. Cintanya pada pria itu tidak main-main bahkan sudah sangat mengakar dihatinya tapi nasi sudah menjadi bubur dan semua sudah terjadi. Dia tidak akan pernah bisa memiliki pria itu.


Nana berusaha mengikhlaskannya dan berusaha melupakan pria yang masih lekat dalam hatinya. Meski tidak mudah tapi dia terus berusaha.


"Cinta itu bodoh, seperti aku yang bodoh!" gumamnya lagi, lalu dia menghembuskan nafasnya.


Akhirnya Nana memesan makanan online dan akan makan di ruangannya.


Setelah selesai dia menyenderkan punggungnya di kursi sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba dia ingat Nara, Nana langsung menghubungi Arga tapi nomernya tidak aktif, padahal dia ingin tau bagaimana keadaan Nara dan apa dia mau di ajak pulang.


Dia sudah merindukan sahabatnya itu dan juga ingin bertemu ponakannya. Biasanya dia hanya melihat dari panggilan video saja saat Arga ke Bandung.


"Kemana sih nih orang?!" kesalnya, dia pun kembali melempar ponselnya ke meja.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!" serunya.


Seseorang membuka pintu, Nana yang sedang memejamkan matanya langsung membuka mata dan terbelalak kaget saat siapa yang masuk. Dia kira itu adalah office girl/boy yang mengantarkan pesanannya.

__ADS_1


"Hai sayang! Kenapa pesanku tidak di balas?" tanya pria itu santai dan langsung duduk di hadapan Nana tanpa di suruh. Nana hanya mendecih kesal sambil menatap tajam pria itu.


"Kenapa pria sinting ini harus datang ke sini? Benar-benar menyebalkan." batinnya kesal.


"Ngapain anda kesini?! Pergi, jangan ganggu saya!" pekik Nana kesal dan pandangannya kembali ke layar laptop di hadapannya.


Pria itu tersenyum melihat kemarahan Nana, semakin Nana marah semakin dia menyukai gadis itu. Sebuah tantangan untuk bisa menaklukkan gadis cantik dan galak di hadapannya itu.


"Anda tuli?! Saya bilang pergi!!" bentak Nana kesal sambil berdiri dan menunjuk ke arah pintu melihat pria itu terus terdiam dan terus tersenyum ke arah Nana.


"Sayang jangan marah-marah terus. Tapi aku suka kamu semakin cantik dan sexy!" ucapnya sambil tersenyum manis menatap gadis itu.


Gadis itu semakin kesal, dadanya bergemuruh menahan emosi yang ingin meledak lagi tapi perutnya merasa lapar, akhirnya dia kembali duduk dan tak lama ada yang mengetuk pintu dan ternyata office girl yang mengantarkan makanan.


"Ini pesanannya Bu!"


Nana menerima dan mengangguk, lalu office girl itu kembali keluar.


"Hei sayang, padahal aku ingin mengajak kamu makan siang romantis di luar. Kenapa malah pesan makanan?!" tanya pria itu masih dengan senyum manisnya.


Nana tak memperdulikannya lalu membuka bungkusan makanan itu dan asap mengepul dan aroma makanan itu menguar menusuk penciuman. Lezat, gumamnya dalam hati.


Dia tidak memperdulikan pria gila yang ada di hadapannya. Karena semakin di lawan dia semakin nekat dan lebih baik dia mengabaikannya.


Bersambung..


(Menurut kalian cerita Arga dan Nara kalo di kasih konflik lagi mau gak? atau kita beralih ke kisah kehidupan dan kisah cinta Nana. Kira-kira siapa yang akan menjadi jodohnya?)


(Komen ya! Tadinya aku mau kasih konflik ke kehidupan Arga dan Nara, tapi ragu apa biarkan mereka bahagia aja?) 😄😄😄

__ADS_1


__ADS_2