
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Selamat Membaca
***
Nara terbangun saat mendengar suara adzan subuh berkumandang. Nara celingak-celinguk, ke sekeliling kamar. Nara menghembuskan nafasnya. Hampir dia lupa kalau dia sudah menikah.
Nara beranjak dan ke kamar mandi untuk berwudhu. Lalu dia mengerjakan sholat subuh.
Selesai sholat baru dia mandi, tapi dia melihat baju kotor Arga menumpuk di dalam keranjang. Nara mencuci baju Arga terlebih dulu. Sambil menunggu baju di cuci Nara mandi.
Sekitar sepuluh menit dia selesai, dia langsung berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju. Nara membuka lemari, dia tersenyum melihat banyak baju tergantung di lemari untuknya. Bahkan termasuk pakaian dalam.
"Pasti Nana yang ngasih tau!" Gumamnya tersenyum. Karena ukuran baju dan pakaian dalamnya pas dan sesuai seleranya.
Nara mengambil dress sebawah lutut berwarna biru muda. Dia memakainya, setelah itu dia ke dapur untuk membuat sarapan karena suara mesin cuci masih terdengar pertanda cuciannya belum selesai, jadi dia membuat sarapan terlebih dulu.
"Seharusnya ini adalah hari pertama aku membuat sarapan untuk suamiku!" Gumamnya lesu.
Nara hanya membuat nasi goreng untuk dirinya. Dia bingung hari ini dia mau melakukan apa?
"Apa aku ke resto aja ya. Udah lama gak kesana, sekalian ajak Tika nginep!" gumamnya.
Akhirnya dia memutuskan akan ke resto nanti siang, sekalian meminta Tika untuk menginap dan menemaninya.
Pagi ini Nara akan berleha-leha di apartemen. Selesai sarapan, Nara ke balkon menghirup udara pagi yang sejuk.
***
Di tempat lain Arga sedang tersenyum menatap layar ponselnya, dia melihat aktivitas istrinya di apartemen. Nara tidak tau jika apartemen itu di pasang cctv di beberapa titik dan terhubung ke ponsel suaminya, jadi dia tidak tau aktivitasnya terus di pantau oleh suaminya.
__ADS_1
Arga sungguh menyesal karena meninggalkan istrinya di malam pengantin mereka.
"Maafin aku sayang!" Gumamnya sambil mengusap layar ponselnya yang sedang menayangkan istrinya yang sedang berdiri di balkon.
"Mas!" Panggil Hana yang baru terbangun.
Arga mengalihkan pandangannya ke arah Hana. Lalu dia mematikan ponselnya dan menghampirinya.
"Ada apa? Kamu perlu sesuatu?" Tanya Arga.
"Aku pengen pipis mas!" Jawab Hana.
Arga pun menggendong Hana dan membawanya ke kamar mandi, lalu dia membuka penutup closet dan mendudukkan Hana di sana. Hana membuang air kecil sambil menatap suaminya yang sedang mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tersenyum menatap suami yang sangat di cintainya itu.
"Udah mas!"
Arga membantu memakaikan CD Hana, karena dia kesulitan menariknya ke atas. Setelah itu dia menggendongnya lagi dan menaruhnya di ranjang. Saat Arga akan beranjak, Hana menahannya.
"Mas aku kangen sama kamu!" Ucap Hana dia langsung menarik tengkuk Arga dan menciumnya. Arga terdiam tidak membalasnya, Hana terpaksa menggigit bibir bawah Arga agar mulut Arga terbuka. Hana langsung melu*at dan menyesap bibir suaminya, mereka bertukar Saliva dan berbelit lidah.
Arga membalas ciuman Hana yang awalnya lembut menjadi lebih panas, sampai tak sadar dia sudah mengungkung tubuh Hana di bawah tubuh kekarnya.
Hana yang sudah piawai dalam berciuman, bisa mengimbangi keagresifan Arga, sehingga ciuman mereka berlangsung cukup lama.
Setelah cukup lelah, mereka melepaskannya. Hana tersenyum puas, kerinduannya sudah terobati. Sedangkan Arga merutuki kebodohannya, karena malah tergoda oleh Hana.
Arga bergegas beranjak. "Mas mau kemana?" Tanya Hana dengan nafas yang sedikit terengah-engah karena ciuman tadi.
"Kamar mandi!" Arga masuk ke kamar mandi. Dia menatap dirinya di cermin. Pikirannya semakin kacau, dia mengusap wajahnya kasar.
Bagaimana dia melepaskan istri pertamanya? Hana Salsabila. Keadaan Hana sekarang tidak memungkinkan dia untuk menceraikannya.
Arga dan Hana menikah karena di jodohkan, Arga tidak menyukai Hana. Dia mau menikahi Hana semata-mata karena Yusril. Yusril menginginkan Arga menikah dengan Hana, karena Hana anak dari sahabatnya.
__ADS_1
Hana begitu mencintai Arga bahkan dari mereka masih kuliah, jadi dia meminta papanya untuk menjodohkan dirinya dengan Arga. Dan tentu saja itu di sambut baik oleh Yusril, dia sangat setuju menjodohkan Hana dan Arga.
Arga yang berhutang budi banyak pada Yusril karena sudah membesarkannya tidak bisa menolak perjodohan itu. Sampai akhirnya dia menikahi Hana tiga tahun yang lalu. Perlahan dia mulai mencintai Hana dan bisa menerima wanita itu dalam hidupnya.
Namun sekitar satu tahun lebih pernikahannya, Arga melihat Hana sedang jalan bersama pria lain. Saat itu Arga marah karena Hana mengkhianatinya dan dia berniat akan menceraikan Hana.
Tapi Hana tidak terima Arga menceraikannya. Dia sudah menjelaskan pada Arga bahwa pria yang bersamanya bukanlah selingkuhannya, tapi Arga tidak percaya dan tetap akan menceraikan Hana.
Hana yang frustasi karena Arga akan menceraikannya pergi ke club' untuk menghilangkan stresnya. Tapi dia malah mengalami kecelakaan setelah pulang dari club' karena mengemudi dengan laju yang kencang dan dalam keadaan mabuk. Hingga menyebabkan dia koma selama satu tahun lebih.
Dan akhirnya Yusril menempatkan Arga di Jakarta untuk mengelola perusahaannya yang di sana, untuk memberi Arga ruang untuk menenangkan diri sambil menunggu Hana sadar dari koma.
Hingga akhirnya dia bertemu Nara dan jatuh cinta pada gadis itu. Dia sudah berniat jika Hana sadar dia akan menceraikannya, tapi keadaannya sedang tidak memihak dia sekarang. Kalo dia memaksa menceraikan Hana, Yusril akan murka begitu juga pak Adi.
Arga juga kasian pada Hana jika dia harus menceraikan Hana dengan keadaan yang seperti sekarang. Mungkin dia akan menceraikan Hana setelah keadaan Hana sembuh dan pulih seperti sedia kala.
Arga benar-benar frustasi, saat ini dia hanya mencintai Nara dan hanya ingin hidup bersama Nara. Cintanya pada Hana sudah hilang semenjak perselingkuhan itu, dia mempertahankan Hana hanya karena kasian.
Arga membasuh mukanya untuk menyegarkan wajahnya dan juga pikirannya. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi.
Dia melihat Hana sedang di periksa suster. Arga berjalan menuju sofa dan melihat ponselnya, dia ingin mengetahui apa yang sedang di lakukan istrinya sekarang. Tapi dia melihat ada panggilan dan pesan dari Nana.
📨 "Gue mau bicara sama lo bang, gue tunggu di kantin rumah sakit!" Isi pesan dari Nana.
📨 "Oke, tunggu saya!" Balas Arga.
Arga beranjak dan pamit pada Hana. "Saya mau ke kantin dulu, mau cari sarapan!"
"Jangan lama-lama ya mas!"
Arga tak menjawab dia langsung keluar dan segera menemui Nana. Hana menatap lirih suaminya yang bersikap dingin kepadanya.
"Apa mas Arga masih marah sama aku?" pikir Hana.
__ADS_1
Bersambung..
Dukung terus ya ceritaku, mohon tinggalkan jejak like dan komentarnya. Terima kasih 🙏😊😊