Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Aku mencintaimu Ra!


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


"No papi, gak mau pulang, mau sama mami. Huwaaaa...!" Rere menangis histeris karena tidak mau di ajak pulang.


Rega dan yang lainnya terus berusaha menenangkan Rere dan mengajaknya pulang, begitu juga Nara.


"Sayang pulang dulu sama papi ya, nanti mami nyusul oke!" bujuk Nara.


"No mami, no.. aku mau sama mami, huhuhuhu.." isak gadis itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak mau lepas dari gendongan Nara.


Rega dan yang lainnya frustasi melihat tingkah gadis kecil itu.


"Ayo sayang kita pulang," ajak Rega.


"Gak mau!!" Teriak Rere sambil menggeleng cepat. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada Nara dan terus menangis.


"Oke, mami anter Rere pulang, tapi Rere gak boleh nangis lagi ya!" ucap Nara.


"Benel mami? Hiks.. hiks.. hiks.." tanya Rere sambil menatap Nara. Nara mengangguk dan tersenyum.


"Iya mami, pulang sama mami hiks.. hiks.."


Nara pun ijin pada pak Derry, untuk pulang lebih dulu. Pak Derry mengijinkan, setelah tau kejadiannya.


Akhirnya Rere pulang bersama Nara, Rega dan pengasuh Rere. Sedangkan Bu Ingrid dan pak Dito pulang naik taksi ke rumahnya.


"Mami gak boleh pelgi lagi. Halus sama aku telus!" ucap gadis kecil itu.


Nara tersenyum dan mengangguk. "Iya sayang, tapi nanti Rere langsung bobo ya kalo udah sampe rumah!" Rere mengangguk.


"Bobo sama mami!"


"Iya sayang, bobo sama mami!"


"Yeeeee..." Rere berteriak kegirangan membuat Nara dan Rega tersenyum.


"Ra, aku pengen banget kamu jadi ibu buat Rere, apa lagi Rere sangat menyukai kamu, dia sangat bahagia bersama kamu. Aku juga mencintai kamu Ra, tapi kamu sudah menjadi milik orang lain. Apa yang harus aku lakukan menghadapi semua ini?" batin Rega.


Rega sesekali melirik Nara dan Rere yang sedang asyik bernyanyi dan bergembira.


Tak lama mereka sampai di rumah. Pengasuh Rere mengajak Rere masuk tapi gadis kecil itu tidak mau lepas dari Nara.


"Gak apa-apa mbak, biar aku aja!" Ucap Nara.


Pengasuh itu mengangguk. "Iya Bu!"


"Rere ayo sama papi, kasian mami pegel gendong kamu terus!"


"No papi, mau sama mami!" Jawab gadis kecil itu sambil memeluk erat leher Nara lalu dia menjulurkan lidahnya pada sang ayah. Rega tersenyum


"Gak apa-apa mas, biar aku aja!"


"Makasih ya Ra, maaf udah ngerepotin!"


"Sama-sama mas, aku gak ngerasa di repotin kok!" Jawab Nara.


Mereka pun masuk, Nara membawa Rere ke kamarnya dan akan menidurkan gadis kecil itu.


"Oke sekarang Rere bobo ya!" ucap Nara sambil menaruh Rere di kasur.


"Iya mami!" jawab gadis kecil itu dengan suara imut. Nara tersenyum melihat wajah lucu dan menggemaskan Rere.


"Semoga nanti aku punya anak cantik, lucu dan pintar seperti Rere." batin Nara penuh harap.


Tiba-tiba saja dia ingat Arga. Dia jadi merindukan suaminya, selama seminggu dia mendiamkannya, meski apa yang di lakukan Arga sudah sangat keterlaluan, tapi Nara masih mencintainya.


"Maafin aku ya mas, udah buat kamu sedih!" gumam Nara.

__ADS_1


"Mami!"


"Iya sayang!" Nara menoleh ke arah Rere yang sedang terbaring di kasur.


"Elus mami!" Pinta Rere. Nara tersenyum.


"Siap tuan putri!" Nara mengelus lembut kepala Rere, sambil menyanyikan lagu Nina Bobo.


Tapi dia pun ikut menguap dan merasa ngantuk, akhirnya dia ketiduran di samping Rere dengan posisi punggung yang bersender di ujung ranjang dan kaki yang di selonjorkan.


Tak lama Rega masuk, dia ingin tau apa yang sedang di lakukan putrinya dan maminya itu. Rega tersenyum melihat dua wanita yang di sayanginya terlelap.


Rega menghampiri mereka, lalu duduk di depan Nara. Rega menatap lekat wajah cantik gadis yang sudah mencuri hatinya itu.


Tangannya terangkat untuk mengusap wajah Nara. Rega tersenyum saat menyentuh pipi halus milik Nara.


"Aku mencintaimu Ra!"


Rega mendekatkan wajahnya ke wajah Nara, dan ingin mengecup bibir ranum gadis itu. Dia memejamkan matanya dan


Cup..


Dia menyentuh bibir Nara dengan bibirnya. Rega tersenyum, dia ingin melakukan lebih. Dia kembali mendekatkan wajahnya dan melu*at lembut bibir merah muda milik Nara. Membuat tidur Nara terusik.


"Mas Arga jangan ganggu aku!" gumamnya dengan mata yang masih terpejam.


Seketika Rega tersadar saat Nara menyebut nama suaminya. Dia langsung menjauhkan kepalanya dari Nara.


"Sadar Rega! Apa yang kau lakukan?" batin Rega mengingatkan.


Rega beranjak dan meninggalkan kamar putrinya. Dia kembali ke bawah dan duduk di sofa, dia mengusap wajahnya kasar.


Perasaannya tidak karuan, dia tidak bisa menahan diri saat melihat gadis itu.


"Astaga, apa yang saya lakukan?" gumamnya frustasi.


Tak lama Rega pergi dari kamar Rere, Nara terbangun.


"Ya ampun aku ketiduran!" gumamnya. Tiba-tiba dia menyentuh bibirnya.


Dia menghela nafas lalu beranjak. Sebelum keluar dia menyelimuti Rere dan mengecup kening gadis kecil itu.


"Bobo yang nyenyak ya sayang, mami pulang dulu," Nara tersenyum melihat wajah tenang Rere yang sedang terlelap.


Nara melirik arloji di tangannya, jam menunjukkan pukul dua siang.


"Sebaiknya aku pulang aja, aku juga udah izin pulang sama pak Derry!" Nara beranjak dan meninggalkan kamar Rere.


Nara menuruni tangga, terlihat Rega sedang duduk melamun di sofa. Bahkan dia tidak menyadari Nara yang sedang menghampirinya.


"Mas Rega!" Panggil Nara.


Rega tersentak lalu menoleh. "Eh Ra, kamu sudah lama di situ?"


Nara menggeleng. "Gak mas. Aku pulang dulu ya mas," pamit Nara.


Rega beranjak dan berdiri di depan Nara. "Saya anter!"


"Gak usah mas aku pulang sendiri aja, aku gak mau ngerepotin kamu mas!"


"Tidak Nara, saya yang sudah merepotkan kamu. Terima kasih banyak dan maaf atas sikap Rere!"


"Gak apa-apa mas, aku ngerti kok. Aku sayang sama Rere!" ujar Nara.


"Kalo sama saya?" tanya Rega tidak sadar.


Nara mengerutkan keningnya. "Maksud mas?"


"Oh, em i-itu maksud saya. Em.. saya anter kamu pulang sekalian saya juga mau ke kampus!" jawab Rega gugup dan kikuk. Nara mengangguk bingung.


Akhirnya Rega pun mengantarkan Nara pulang.


***

__ADS_1


Nana baru saja keluar dari kelasnya. Hari ini dia tidak bertemu dengan Rega dan merindukan pangeran tampannya itu.


Nana berlalu menuju taman kampus, karena masih ada mata kuliah lagi lima belas menit nanti, jadi dia tidak pulang.


Nana mengambil ponselnya. Dan ternyata banyak panggilan dari Arga.


"Ngapain nih si Bambang nelpon gue?" gumam Nana. Dia pun menelpon balik Arga.


Beberapa saat tak ada jawaban dari pria itu. Lalu dia mencobanya lagi, akhirnya di angkat juga.


Call:


"Nape Lo nelpon gue?" tanya Nana to the point.


Terdengar Arga izin keluar pada Hana. Beberapa saat Nana mendengar suara helaan nafas Arga.


"Saya mau minta tolong sama kamu Na!" jawab Arga.


Nana menghela nafas kasar dan memutar bola matanya malas.


"Apa?" tanyanya ketus.


Lalu Arga menceritakan tentang Hana yang ingin terapi di Jakarta. Dan dia meminta tolong Nana agar Nara jangan dulu pulang ke Apartemen dan meminta Nana agar mengambil baju dan semua barang milik Nara dari apartemen dan membawanya ke rumah.


"Lo beneran gila ya. Ah kesel gue, napa harus gue sih yang lu libatin?" kesal Nana.


"Saya percaya kamu Na. Kamu bisa di andelin!" ucap Arga di sebrang telpon dan tak memperdulikan Nana yang kesal.


Nana menye-menye menirukan ucapan Arga.


"Hishh.. lo emang nyebelin banget Arga Praditya, gue nyesel banget jadi sepupu Lo!" teriak Nana sambil mendekatkan ponselnya ke dekat mulutnya.


Arga terkekeh mendengar teriakkan Nana.


"Terima kasih adik sepupuku yang cantik!' goda Arga.


Nana kembali membalas ledekan dengan menye-menye menirukan ucapan Arga lagi. Membuat Arga tertawa di sana mendengar cibiran Nana.


Nana memutuskan sambungan telepon sepihak. Dia menghela nafas berat. Kepalanya terasa mau pecah, memikirkan masalah Arga dan Nara. Dia benar-benar kesal dengan sikap kakak sepupunya itu.


Tiba-tiba Kevin menghampiri Nana. "Hei na, kenapa sih tuh muka kusut banget?" tanya Kevin.


"Gak apa-apa, gue cuma lagi kesel sama Abang gue!" jawab Nana sebal.


Kevin terkekeh. "Lagi ngambek aja kamu tetep cantik na!" gumam Kevin dalam hati.


Dia memang menyukai Nana, bahkan saat mereka masih sekolah SMA dulu. Kebetulan dia, Nana dan Nara satu sekolah saat SMA.


"Oh iya na, gue boleh minta tolong sama lo gak?" tanya Kevin.


"Minta tolong apa?"


"Temenin gue beli kado yuk, buat kado ulang tahun sepupu gue. Kebetulan hari kamis dia ulang tahun!"


"Kenapa harus gue? Kenapa gak lo sendiri aja Vin?"


"Gue gak tau selera cewek, kalo lo kan pasti tau kado apa yang bagus dan cocok untuk cewek!" ujar Kevin.


"Lo cari yang lain aja gue males!" Jawab Nana.


"Please na, gue mohon. Temenin gue dan lo juga temenin gue ke pesta, pura-pura jadi pacar gue!"


Mata Nara membulat. "Lo gila ogah gue! Kenapa harus gue? Cari aja cewek lain!" tolak Nana.


"Please na gue mohon.." mohon Kevin sambil menangkup tangannya didepan dadanya.


Nana terdiam. "Gue juga bosen sih ngurusin tugas sama masalah si Arga. sekali-kali gue refreshing kali ya." batin Nana.


"Oke deh gue mau! Entar lo jemput gue!"


"Oke siap. Thanks na!" balas Kevin senang.


Bersambung..

__ADS_1


...Mohon dukungannya tinggalkan jejak like, komen dan favoritin. Terima kasih.. 🙏...


__ADS_2