Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Pertemuan Nara dan Arga


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Sudah seminggu berlalu semenjak kepergian Nara, Arga selalu menunggu Nara di rumah Nara. Dia berharap istrinya pulang kesana, makanya dia selalu menunggunya di rumah Nara. Karena dia pikir istrinya akan pulang ke rumahnya. Tapi sudah beberapa hari dia menunggu tak ada tanda-tanda kehadiran sang istri.


Semenjak kepergian istrinya Arga tak mengurus dirinya maupun kesehatannya. Sehari-hari dia selalu pergi mencari Istrinya dia bahkan tidak memperdulikan Hana dan itu membuat Hana sangat kesal. Lagi-lagi dia di abaikan dan di acuhkan.


Arga duduk sambil mencengkram kepalanya yang terasa sakit. Pikirannya terlalu stres ditambah dia tidak makan dengan teratur kadang dia tidak makan seharian membuat dia terlihat lebih kurus dan wajah yang memucat.


Nana yang melihat keadaan saudaranya itu tidak tega. Tapi dia pun tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga sudah berusaha mencari Nara tapi tetap tidak menemukannya.


Perusahaan pun terpaksa di urus oleh Nana. Karena dia tidak mau kalo Yusril tau masalah Arga, takutnya Yusril murka pada Arga.


Saat sedang sibuk menyelami pikirannya, ponselnya berdering. Arga langsung terperanjat dia langsung merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya, dia berharap itu adalah istrinya. Tapi saat melihat siapa yang menelpon, Arga menghembuskan nafas lesu.


Dia pun mengangkat telpon itu.


Call :


"Hallo pah!" sapa Arga.


"Dimana kamu Arga? Apa yang kamu lakukan pada Hana? Kenapa kamu meninggalkan putriku yang sedang mengandung??" sentak pak Adi di sebrang telpon.


Arga meringis mendengar sentakan pak Adi.


"Cepat temui saya di Apartemen!!" teriak pak Adi emosi.


"Iya pah!" jawab Arga.


Setelah sambungan telpon terputus. Arga menghembuskan nafas ke udara, dia mengacak rambut frustasi. Masalah istrinya belum juga selesai kini dia harus menghadapi kemarahan mertuanya. Dia tau, Hana pasti sudah mengadu pada papanya karena dia meninggalkan dan mengabaikannya.


Dengan malas dia beranjak dan bergegas menuju apartemen.


***


Arga sedang duduk di hadapan pak Adi dan bu Hesti mertuanya dan juga Hana.


"Apa benar Arga kamu menikah lagi?" tanya pak Adi dengan tatapan mengintimidasi. Arga mengangguk tanpa ingin membalas ucapan mertuanya.


Pak Adi terlihat geram dengan sikap menantunya yang selama ini dia percaya.


"Apa yang kamu lakukan Arga? Kenapa kamu lakukan itu pada Hana?" tanya pak Adi geram.


Arga terdiam dan tidak ingin berdebat. "Jawab Arga!!" Sentak pak Adi.


"Karena saya mencintai wanita itu!" jawab Arga. Pak Adi terlihat semakin emosi.

__ADS_1


Sedangkan Hana menangis sambil memeluk bu Hesti.


"Dan kamu juga mau menceraikan Hana??" tanya pak Adi. Arga mengangguk.


Plakk..


Pak Adi menampar Arga. "Dasar anak tidak tau diri. Kamu mau mempermainkan anak saya, dia sedang mengandung anak kamu Arga!!" sentak Pak Adi sambil menatap nyalang menantunya.


Arga tersenyum sinis. "Papa yakin kalo anak yang di kandungan Hana itu anak saya?"


Mendengar ucapan Arga pak Adi naik pitam. Dia langsung melayangkan bogeman mentah pada wajah Arga hingga hidung Arga mengeluarkan darah.


"Papa!!" teriak Hana. Hana menahan pak Adi yang ingin memukul Arga lagi.


"Dasar anak kurang ajar!!"


"Papa jangan pukul mas Arga!" Isak Hana.


Arga menyeka darah yang keluar dari hidungnya. Lalu menatap pak Adi.


"Papa sebaiknya tanyakan pada putri kesayangan papa itu. Siapa ayah dari anak yang dia kandung itu?"


"ARGAAAA.." teriak pak Adi emosi.


"Mas cukup, apa yang kamu katakan? Ini anak kamu mas!" Pekik Hana.


"Buktikan kalo itu anak saya. Jika memang itu anak saya, saya akan bertanggung jawab. Tapi jika itu bukan anak saya, kamu tau apa yang akan saya lakukan kan Hana?"


Arga beranjak. "Dasar anak kurang ajar!!" Pak Adi ingin memukul Arga lagi, tapi di tahan Hana.


"Mas!" Hana menahan Arga untuk pergi.


"Mas aku mohon jangan cerain aku. Aku gak mau pisah sama kamu mas. Kamu harus percaya mas ini anak kamu!" Hana memohon pada Arga.


"Lepas Han, kamu tau kan saya sudah tidak mencintai kamu lagi, semenjak kamu menduakan saya!"


Hana menggeleng untuk menepis pernyataan Arga. "Gak mas aku gak pernah selingkuh, kamu harus percaya mas. Aku sangat mencintai kamu!"


"Hana lepasin laki-laki bajing*an itu! Dia tidak pantas jadi suami kamu!" sentak pak Adi.


"Gak pah, aku gak mau lepasin mas Arga. Aku mencintai mas Arga pah, kalo mas pergi lebih baik aku mati!" pekik Hana.


"Hana!!" sentak pak Adi kesal mendengar ucapan anaknya.


"Mas aku mohon jangan tinggalin aku!" Isak Hana memohon.


Arga tak menggubris, dia melepaskan tangan Hana yang melingkar di tangan kekarnya dan melangkah pergi.


"Kalo kamu pergi lebih baik aku mati mas!!" teriak Hana lalu dia berlari ke dapur dan mengambil pisau. Dia mengarahkan pisaunya ke pergelangan tangannya.


"Liat mas aku gak main-main, sekali aja kamu melangkah meninggalkan aku. Aku akan mati!" pekik Hana.

__ADS_1


"Hana lepasin nak, jangan lakukan itu!" ucap pak Adi panik.


"Hana sayang, mama mohon lepasin pisaunya nak!" Bu Hesti tak kalah paniknya.


Arga menatap tajam Hana. "Lepasin Hana!"


"Enggak, kalo kamu cerain aku. Lebih baik aku mati!" ancam Hana.


"Terserah!" Arga berbalik meninggalkan apartemen itu karena dia pikir Hana hanya mengancamnya.


Tapi saat dia melangkah keluar apartemen dia mendengar teriakan Bu Hesti dan pak Adi.


"Hana!!"


Arga menghembuskan nafas kasar dia berbalik dan ternyata Hana tidak main-main, dia menyayat pergelangan tangannya menggunakan pisau hingga darah mengalir deras dari pergelangan tangannya.


Mereka pun membawa Hana ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Hana segera di bawa ke ruang ICU. Arga benar-benar frustasi, sekarang keadaannya semakin rumit. Dia tidak menyangka kalau Hana akan senekat itu.


Dari kejauhan tak sengaja Arga melihat seseorang yang mirip dengan istrinya.


"Nara!" gumam Arga pelan.


Arga bergegas melangkah pergi menghampiri orang itu, tapi di tahan oleh pak Adi.


"Mau kemana kamu Arga?" tanya pak Adi geram.


"Sebentar pah, saya ada urusan!"


Arga melepaskan cengkraman pak Adi dan bergegas berlari sebelum kehilangan jejak sang istri. Pak Adi hanya menggelengkan kepalanya kesal melihat sikap menantunya itu.


Arga keluar rumah sakit, dia celingak-celinguk mencari seseorang yang mirip istrinya itu. Tak jauh dia melihat orang itu, Arga bergegas menghampiri orang itu dan dugaannya benar itu istrinya.


"Nara!" panggil Arga.


Wanita itu menoleh dan mematung saat tau siapa orang yang memanggilnya. Arga senang akhirnya dia bisa menemukan istrinya yang sangat dia rindukan.


Arga langsung memeluk erat tubuh Nara. Sedangkan Nara hanya bisa terdiam mematung, dia tidak menyangka akan bertemu Arga di sini.


"Sayang, jangan tinggalin mas! Jangan pergi sayang, mas sangat merindukan kamu!"


Air mata Nara mengalir, dia juga sangat merindukan suaminya itu. Nara membalas pelukan Arga. Entah kenapa setelah memeluk Arga perut yang terasa keram dan sakit menjadi sembuh.


Sepertinya bayi dalam kandungannya sedang merindukan ayahnya.


Arga melepaskan pelukannya dan menatap Nara, dia menangkup kedua pipi Nara dan mencium bibir Nara. Sungguh dia sangat merindukan istrinya itu dan dia sangat bahagia bisa menemukan istrinya yang dia cari-cari selama ini.


Nara hanya bisa terdiam sambil memejamkan mata dan menikmati ciuman Arga. Hormon kehamilannya membuat dia menikmati sentuhan Arga dan juga merindukannya.


Dari kejauhan seseorang menatap tajam mereka.

__ADS_1


"Kurang ajar!!" geramnya sambil mengepalkan tangannya kuat.


Bersambung..


__ADS_2