
Kisah Cinta Renara
By Un Kurniasih
Masih area untuk yang sudah menikah ya!
***
Rega sedang menikmati kopinya di ruang tamu sambil memegang tab di tangannya. Hari ini dia berangkat ke kampus siang.
Tiba-tiba putrinya berlari menghampirinya.
"Papi ayo papi, ayo ke lumah mami.." rengek gadis itu sambil menarik-narik lengan Rega.
"Sayang, kita gak bisa ke rumah mami. Sekarang papi gak tau di mana mami tinggal!" Jawab Rega.
Memang setelah pertemuan di Resto itu Rere terus merengek minta bertemu Nara, sampe pernah dia histeris gak mau berhenti menangis. Dengan terpaksa Rega datang ke rumah Nara agar mau bertemu Rere, tapi saat itu tidak ada siapa-siapa di rumah Nara.
Saat Rega bertanya pada tetangganya, mereka bilang Nara di bawa pindah suaminya tapi tidak ada yang tau di mana rumah suami Nara. Dan bodohnya Rega selalu lupa setiap mau meminta nomer ponsel Nara. Alhasil dia stres setiap anaknya merengek seperti itu.
"Papi ayo papi ayo, ketemu mami.. huwaaaaa..." Tangis gadis kecil itu pun pecah, dia memukul-mukul lengan ayahnya karena tidak mempertemukannya dengan Nara.
"Stop sayang, papi gak suka ya Rere kayak gini. Don't cry," Rere menggeleng.
"Mau ketemu mami, hiks.. hiks.. hiks.." Isak gadis kecil itu tersedu-sedu.
Rega menggendong Rere dan menenangkannya. Dia benar-benar frustasi menghadapi tingkah putrinya itu, kenapa dia bisa sedekat itu dengan Nara?
Ah, lagi-lagi hati Rega tercubit, andai saja dia lebih dulu bertemu Nara di banding suaminya itu, mungkin dia bisa memiliki Nara saat ini dan bisa jadi ibu untuk Rere.
Rega tersenyum kecut saat memikirkan itu, dia menyadari bahwa dia menyukai gadis itu. Kebaikan dan kedewasaan gadis itu membuat dia terpesona dan akhirnya dia jatuh cinta padanya, tapi semuanya sudah terlambat sekarang dia sudah jadi milik orang lain. Tidak ada harapan lagi untuknya.
Rere masih menangis di gendongan ayahnya. Rega terus berusaha menenangkan putri kecilnya itu. Tak lama bu Ingrid datang untuk menjenguk cucunya.
"Loh kenapa nangis princessnya oma?" Tanya bu Ingrid.
"Omaaa.. Huwaaaaa.. pengen ketemu mami.." Rere beralih ke gendongan neneknya.
Bu Ingrid menatap Rega meminta penjelasan, tapi Rega hanya mengendikan bahunya, malas untuk berdebat.
"Cup cup cup sayang, main sama Oma aja ya?"
"Gak mau, mau sama mami huhuhuhu.." tangis gadis kecil itu menangis tersedu-sedu.
Rega memijit pelipisnya, dia benar-benar pusing menghadapi putrinya itu.
Akhirnya bu Ingrid membawa Rere keluar untuk menenangkan cucunya.
***
Hana sedang duduk bersender di ujung ranjang. Dia mematutkan wajahnya kesal. Karena Arga tidak mengangkat telponnya.
Sudah berkali-kali dia menelpon Arga, tapi tidak di jawab sama sekali oleh pria itu. Hana menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
"Apa kamu masih marah sama aku mas?" gumamnya.
Dia membaringkan tubuhnya, keadaannya sudah lebih baik dari kemarin-kemarin. Mungkin beberapa hari lagi dia di perbolehkan pulang, daya tahan tubuhnya kuat keadaannya cepat pulih padahal dia baru bangun dari koma setahun. Tapi dia tidak merasakan lemas yang berlebihan.
Tak lama dia mendengar suara pintu terbuka, dia mengabaikannya. Dia pikir itu hanya suster, dia memejamkan matanya dan ingin beristirahat.
Tapi tiba-tiba dia di kejutkan dengan seseorang yang mengecup bibirnya. Hana membuka mata, Hana terkejut dengan kehadiran orang itu.
"Kamu! Ngapain kamu di sini?" Pekik Hana sambil menatap tajam orang itu.
Orang itu tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hana.
"Aku rindu sama kamu sayang, setahun aku selalu datang menemui mu dan berharap kamu cepat bangun dari tidur panjang mu. Dan akhirnya sekarang kamu bangun juga sayang!" Ucap orang itu sambil mengusap pipi Hana.
Hana menepis tangan orang itu.
"Pergi!! Aku begini juga gara-gara kamu Miko!" Pekik Hana kesal.
"Aku bilang pergi, pergi!!" Teriak Hana.
"Hussttt.." orang yang bernama Miko itu menempelkan jari telunjuknya di bibir Hana.
Hana menatap tajam Miko. Miko adalah mantan pacarnya sebelum dia bertemu Arga. Tapi Miko masih sangat mencintai Hana makanya dia terus mengejar-ngejar Hana. Sampai kesalah pahaman itu terjadi. Hana memang tidak pernah selingkuh, yang Arga lihat waktu itu semuanya memang salah paham. Semua itu memang rencana Miko untuk memisahkan Arga dan Hana.
Tapi semuanya sudah terjadi, Arga terlanjur sakit hati dan kecewa dia juga sudah menghapus Hana dari hatinya.
"Miko aku mohon pergi, jangan ganggu aku!!" Pekik Hana.
Miko menggeleng. "Gak sayang! Aku sangat merindukan kamu, aku juga sangat mencintai kamu Hana, dari dulu sampe sekarang!"
Miko kesal mendengar Hana mencintai suaminya, dia langsung menyambar bibir Hana.
"Mphhh.. mmm.." Hana memukul-mukul punggung Miko dan berusaha melepaskan ciuman Miko tapi tenaganya tak bisa melawan tenaga Miko.
***
Di tempat lain pengantin baru itu baru selesai menikmati aktivitas panas mereka. Nara berkali-kali di buat lemas suaminya.
"Mas udah ah, kamu harus berangkat kerja. Dari habis subuh loh kita mulai. Ini udah siang," ucap Nara, saat Arga terus mendusel di dadanya.
Semalam pun mereka melakukannya lagi dan pagi habis subuh Arga langsung membawa Nara kembali ke ranjang dan melakukannya lagi. Dia benar-benar tergila-gila dengan tubuh istrinya. Dia selalu ingin melakukannya lagi dan lagi, tubuh istrinya seperti opium yang membuatnya candu dan menggila.
"Mas gak mau kerja, pengen di sini terus sama kamu sayang!" Jawab Arga sambil mere*as dua benda kenyal milik istrinya.
Nara berdecak kesal sambil menyentil kening Arga tapi tak membuat pria itu kesakitan, malah membuat dia tertawa.
"Kemarin udah libur loh, cepat mandi sana nanti kesiangan!" omel Nara.
Arga justru malah mengungkung tubuh Nara lagi dan menyesap bibirnya.
"Mphhh..mm..!"
"Eungh.. mas udah," lenguh Nara saat ciuman itu beralih ke leher dan dadanya.
__ADS_1
Arga mengangkat kepalanya dan menatap istrinya.
"Sekali lagi ya sayang?" Mohon Arga. Nara menggeleng cepat.
"Gak mau, liat tubuh aku udah merah semua. Ternyata kamu virusnya yang udah buat tubuh aku merah-merah, huhh.. menyebalkan!" ucap Nara sebal.
Arga terkekeh geli, bisa-bisanya istrinya mengatakan dirinya Virus.
"Ayolah sayang please, sekali lagi ya!" Bujuk Arga. Padahal tangannya sudah mulai memasukkan miliknya ke milik istrinya.
"Aaa.." Nara kaget saat milik suaminya masuk dengan paksa. Nara memelototi Arga, tapi pria itu membalasnya dengan cengiran.
"Mas.. agh.." kesal Nara di selingi des*han.
Dia benar-benar kesal sama suaminya itu, dia benar-benar tidak di izinkan untuk istirahat. Arga memacu tubuhnya pelan, hingga Nara melenguh merengkuh kenikmatan Surga dunianya lagi.
"Ahh.. mas.."
Meski kesal tapi dia menikmatinya. Arga mulai memacu tubuhnya lebih cepat, hingga suara desa*an istrinya terdengar indah di telinganya. Cukup lama penyatuan yang ke sekian kalinya mereka lakukan, hingga pelepasan itu berada di puncaknya.
Arga semakin memacu cepat tubuhnya, hingga pelesapan pun terjadi bersamaan.
Tubuh Arga ambruk di atas tubuh istrinya. Nara memeluk erat tubuh suaminya sambil mengecup kepala suaminya yang jatuh di lehernya.
Setelah cukup istirahat, mereka pun segera membersihkan diri karena tubuhnya penuh dengan aroma bercinta.
Nara membantu suaminya bersiap ke kantor.
"Sayang kapan kamu mulai kerja?" Tanya Arga saat Nara sedang memakaikan dasinya.
"Besok mas!" Jawab Nara.
"Hari ini kamu mau ngapain?" Tanya Arga sambil memeluk pinggang istrinya.
"Di rumah aja beres-beres!" Jawab Nara.
"Kamu gak usah beres-beres sayang, mas lagi cari asisten rumah tangga buat beresin rumah!" imbuh Arga.
"Gak usahlah mas, aku bisa sendiri kok!"
"Tapi kan kamu kerja, nanti kamu capek sayang. Mas gak mau kamu kecapean!" Arga mendudukan Nara di pangkuannya. Nara melingkarkan tangannya ke leher Arga dan menatap suaminya.
"Ya udah terserah mas. Aku nurut aja!" Arga tersenyum lalu mengecup bibir istrinya.
"Good girl!" Ucapnya.
"Ish, apa sih emang aku anak kecil!"
Arga tersenyum dia sangat bahagia dengan pernikahannya sekarang. Dia berharap tidak ada masalah di masa depan. Dia berharap Nara tidak pernah tau soal Hana. Karena dia pun akan segera mengakhiri pernikahannya dengan Hana.
Sampai kapanpun dia tidak akan pernah meninggalkan atau melepaskan Nara.
Bersambung...
__ADS_1
...Mohon dukungannya ya, like, komen, vote tekan favorit juga. Biar selalu dapat notif kalau sudah up. Terima kasih.. 🙏🙏...