Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Makan malam


__ADS_3

Rega terdiam mendapatkan pertanyaan itu. Meski dia dan Nara tidak punya hubungan apapun di masa lalu. Tapi dia pernah menggilai wanita itu, dia pernah sangat mencintai dan menginginkan wanita itu.


Rega menatap Nana, mata gadis itu berkaca-kaca dan terlihat ada luka di mata itu.


"Apa kamu punya hubungan sama Nara mas? Kenapa Rere begitu dekat dengan Nara? Bahkan dia manggil Nara mami. Ada apa ini mas? Ada rahasia apa kamu sama Nara?"


Rega menghela nafas panjang. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Tidak ada hubungan apapun antara aku dan Nara. Dulu kami hanya teman dan soal Rere. Dulu Nara pernah menolong Rere dari seorang penculik dan saat itu Rere begitu menyayangi Nara. Entah aku juga gak tau kenapa Rere memanggil Nara mami. Percayalah sayang, aku gak ada hubungan apa-apa dengan Nara. Apa lagi dia sangat mencintai pria bernama Arga itu!"


Rega berusaha menjelaskan semuanya. Meski tidak semuanya, dia menyembunyikan perasaannya yang pernah mencintai Nara. Tak mungkin dia mengatakannya karena itu akan membuat Nana semakin terluka.


"Aku cemburu mas melihat Rere sangat dekat dengan Nara. Apa lagi dia panggil Nara mami. Rere seperti menganggap Nara ibunya!"


"Sayang percaya sama mas! Setelah kita menikah Rere pasti akan memanggil kamu mami. Karena kamu adalah ibunya bukan Nara. Sekarang kamu lebih gencar lagi mendekati Rere ya!" ucap Rega.


Nana terdiam sambil menatap manik mata pria yang sangat di cintainya itu. Entahlah tapi tadi dia melihat ada tatapan rindu saat dia menatap Nara.


"Kamu mencintai Nara mas?!"


Pertanyaan Nana membuat Rega menelan ludah. Bagaimana bisa dia menanyakan itu dan tepat sekali dia memang mencintai Nara tapi itu dulu, meski sekarang dia merasakan kerinduan pada wanita itu saat melihatnya.


Pandangan Nana menyelidik dan itu membuat Rega menjadi salah tingkah.


"Jawab mas! Kamu mencintai Nara?!"


"Em.. kamu-"


Belum selesai Rega melanjutkan ucapannya, terdengar suara ketukan pintu kamar.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


"Na kamu di dalam? Makan dulu yuk!" ucapnya.


Nana menghampiri pintu dan membuka pintu. Nara terkejut melihat Rega ada di dalam kamar Nana. Tadi dia tidak melihat Rega masuk ke dalam kamar Nana karena terlalu sibuk dengan melepas rindu dengan Rere.


"Kalian.." Nara menggantung ucapannya.


Dia memalingkan wajahnya. "Ayo na, kita makan. Ajak mas Rega juga. Mas Arga udah datang!" ucap Nara.


Lalu dia meninggalkan kedua sejoli itu. Nana mengikuti langkah Nara, tapi Rega menahannya.


"Ada apa? Ayo kita makan, kan tadi Nara ajak kita makan!"


"Mas pulang aja ya. Kamu pasti mau banyak cerita sama keluarga kamu!" ucap Rega.


Lagi-lagi Nana memandang Rega menelisik, entahlah tapi dia merasa ada sesuatu yang Rega sembunyikan darinya.


"Percayalah! Mas hanya mencintai kamu. Setelah pekerjaan di kantor mas selesaiin. Mas akan melamar kamu!" ucap Rega sambil mengusap rambut Nana. Nana terdiam menyenderkan kepalanya di dada bidang Rega.


Entahlah hatinya merasa ragu, setelah tadi sangat yakin dan bahagia karena cintanya terbalas. Kini dia merasa ragu dan kecewa karena Rega seperti menyembunyikan sesuatu dan tak jujur padanya.


"Papi, aunty. Kata mami ayo kita makan!" ucap Rere tiba-tiba menghampiri mereka.


Nana dan Rega melepaskan pelukannya dan menatap gadis kecil itu. Hati Nana berdenyut nyeri kala gadis kecil itu memanggil Nara mami.


Nana yakin ada sesuatu antara Rega dan Nara di masa lalu, apakah Arga tau tentang semua ini? pikir Nana.


"Ayo aunty!" Rere menarik tangan Nana.

__ADS_1


Nana pun tak bisa menolak, dia mengikuti Rere menuju ruang makan. Rega menghela nafas berat, dia tak ingin bertemu Nara dan suaminya.


Entahlah hatinya merasa kacau saat bertemu Nara lagi. Perasaan yang sudah dia kubur dalam-dalam tiba-tiba muncul sedikit demi sedikit. Tapi dia harus bisa menahan perasaan itu, karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa memiliki Nara dan dia juga harus bisa menjaga perasaan Nana. Dan dia juga sudah berjanji akan menikahinya.


Sekarang dia harus berjuang untuk kembali mengubur perasaannya pada Nara. Jangan sampai benar-benar tumbuh lagi dan akan menjadi petaka untuknya. Dia tak boleh mencintai istri orang.


Rega menyusul Nana dan Rere. Di sana sudah ada Nara dan seorang anak kecil laki-laki yang sedang duduk di samping Nara.


"Siapa dia? Apakah dia anaknya Nara?" pikir Rega.


"Silahkan mas!" ucap Nara pada Rega. Rega tak melihat Arga suaminya Nara.


"Abang mana Ra?" tanya Nana.


"Lagi mandi. Kalian makan aja dulu gak usah tunggu mas Arga!" ucap Nara dengan wajah fokus menyuapi anaknya.


"Mamam yiyi nda!" celoteh Argan yang tak mau di suapi.


"Bunda suapin aja ya. Nanti adek berantakan kalo gak di suapi kan udah mandi!" bujuk Nara.


"Au, mamam yiyi nda!" tolaknya sambil menepis tangan Nara.


Rega dan Rere menatap Nara. Rere memanyunkan bibirnya karena mami yang dia rindukan tak seperhatian dulu. Biasanya dia yang di suapi Nara saat makan bersama tapi saat ini ada anak kecil yang merebut perhatian Nara darinya, itulah pikir Rere.


Nana menatap Rega dan Rere yang terus memperhatikan Nara. Dia menghembuskan nafas panjang, selera makannya seketika hilang. Dia yakin ada sesuatu di antara mereka bertiga.


"Ekhemm.."


Seketika semuanya menoleh saat mendengar suara deheman seseorang.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2