Kisah Cinta Renara

Kisah Cinta Renara
Sah!


__ADS_3

Kisah Cinta Renara


By Un Kurniasih


Selamat Membaca


***


Hari ini hari pernikahan Nara dan Arga. Nara sedang berada di kamar bersama Nana dan Tika. Nara baru saja selesai di rias.


"Wahh, lo cantik banget Ra, pantesan pak Arga jatuh hati sama lo!" ujar Tika, Nara tersenyum.


"Aku doain semoga kamu cepet nyusul sama Rico!"


"Aamiin.." balas Tika.


"Tapi Rico serius kan sama kamu tik? Kalo udah serius jangan lama-lama cepat di halalin!" ucap Nara.


"Ya bilangnya sih serius, dia masih cari modal buat nikahin gue!" jawab Tika.


"Aku doain lagi, semoga rezeki Rico lancar dan cepat halalin kamu!"


"Aminin aja dah!" balas Tika tertawa.


"Yeee, di doain malah ketawa!" Tika malah terkekeh.


Nara menatap Nana yang sedari tadi hanya terdiam. "Na, kamu gak apa-apa?" tanya Nara.


Nana tak bergeming, dia masih larut dalam lamunannya. Nara dan Tika saling berpandangan.


"Na!" panggil Nara sambil menepuk pundak Nana, membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Ya ampun Ra, ngagetin aja!" ucap Nana sambil memegangi dadanya yang berdebar karena kaget.


"Kamu kenapa sih? Ada masalah? Kenapa diem aja?" tanya Nara.


"Gue gak apa-apa, gue cuma mikirin tugas gue, numpuk!" jawab Nana asal.


"Ya elah na, gak usah di pikirin tugas mah. Di bawa slow aja!" ucap Tika.


"Kalo di bawa slow, kagak kelar-kelar tuh tugas!" balas Nana. Tika tertawa.


Nara menatap Nana, dia tau ada yang sedang di pikirkan sahabatnya itu.


"Nana kayak gak suka aku nikah sama mas Arga. Kenapa ya? Apa salah kalo aku sama mas Arga menikah?" batin Nara.


Perasaan Nara tidak enak. Tapi dia berusaha menepis semua pikiran dan perasaan buruk itu.


Tak lama seseorang memanggil Nara karena Arga dan yang lainnya sudah siap. Nara di tuntun Tika dan Nana menuju depan.


Untung saja tetangga Nara banyak yang bantu, jadi Nara tidak merasa kesepian karena tidak punya keluarga.


Arga menatap Nara yang sudah di balut kebaya putih yang menjuntai ke belakang melekat di tubuhnya di padu padan kain batik untuk bawahannya dan sanggul kecil di rambutnya, di tambah riasan yang membuat gadis itu terlihat cantik.


Nara duduk di samping Arga. Arga tak mengalihkan pandangannya dari calon istrinya yang begitu cantik.

__ADS_1


"Mas Arga sudah siap?" tanya pak penghulu.


Arga langsung mengalihkan pandangannya ke arah pak penghulu dan mengangguk.


"Silahkan jabat tangan saya!" ucap pak penghulu sambil mengulurkan tangannya. Arga menjabat tangan pak penghulu dan pak penghulu mulai mengucapkan ijab Kabulnya.


"Saudara Arga Praditya bin Haris Maulana saya nikahkan engkau dengan saudari Renara Prameswari binti Suhendra, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar lima ratus juta rupiah di bayar tunai!" ucap pak penghulu sambil menghentakkan tangannya agar Arga langsung menjawab.


"Saya terima nikahnya Renara Prameswari binti Suhendra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" ucap Arga lantang dan fasih serta satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah... sah.."


Arga dan Nara menghela nafas, kini mereka sudah resmi menjadi suami istri.


"Ibu sekarang aku sudah menikah. Doakan aku Bu, agar pernikahanku dan mas Arga langgeng dan selalu baik-baik aja." batin Nara.


Setelah itu Nara menyalami Arga dan Arga mengecup kening Nara. Arga menatap Nara dan tersenyum, Nara pun membalas senyuman itu.


"Selamat mas Arga dan mbak Renara sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri!" ucap pak penghulu. Nara dan Arga mengangguk dan tersenyum.


"Terima kasih pak!" jawab mereka bersamaan.


Sedangkan Nana menatap Nanar Nara dan Arga. Dia bahagia akhirnya Nara bisa lepas dari trauma itu, tapi dia juga khawatir apa yang akan terjadi nanti? Jika dia tau siapa Arga sebenarnya?


Setelah acara ijab kabul, para tetangga Nara memberikan selamat pada pengantin baru itu.


***


"Jadi Nara mau di ajak ke Apartemen bang?" tanya Nana saat mereka sedang duduk di depan.


"Iya, kamu gak apa-apa kan sendiri? Atau kamu ajak teman aja buat ngekos di sini biar ada teman!" usul Arga.


"Iya na, kamu ajak teman kampus kamu atau siapa aja buat nemenin kamu. Karena aku gak mau kamu sendirian di rumah!" sambung Nara.


"Iya nanti gue pikirin. Kalian mau pulang malam ini juga?" Arga mengangguk.


Nana menghela nafas berat. Dia menatap tajam Arga. "Gue mau bicara sama lo bang, berdua!" ucap Nana, lalu dia beranjak dan keluar lalu di ikuti Arga.


Nara ke kamar untuk membereskan pakaian yang akan dia bawa ke Apartemen.


"Ada apa?" tanya Arga.


"Awas ya lo bang, kalo sampe lo nyakitin Nara, gue gak bakal diem," ucap Nana penuh penekanan.


"Selama kamu tutup mulut, semua itu tidak akan terjadi. Saya akan jaga dia, sekarang dia tanggung jawab saya. Saya akan membahagiakan dia!"


"Sebaiknya lo cepet selesain urusan lo itu! Sebelum semuanya kacau!"


"Gak usah ngajarin saya. Saya tau apa yang harus saya lakukan. Dan kamu jaga rahasia ini baik-baik, jangan sampe om Yusril tau!" tegas Arga.


"Gak usah ngajarin, gue tau apa yang harus gue lakukan!" balas Nana sambil melengos pergi.


"Dasar gak ada sopan santunnya sama Abang!"

__ADS_1


Arga kembali ke dalam lalu ke kamar menghampiri istrinya.


"Sayang!" Nara menoleh dan tersenyum.


"Kamu lagi apa?"


"Beresin baju!"


"Gak usah bawa baju. Saya udah beliin baju buat kamu. Biar baju ini di taro sini, buat kalo kamu pengen nginep di sini!" ucap Arga.


"Gitu ya mas!" Arga mengangguk lalu menarik tubuh Nara dan mendudukkan di pangkuannya.


Arga melingkarkan tangannya di pinggang Nara.


"Saya bahagia akhirnya kita bisa menikah!" Nara tersenyum.


"Aku juga bahagia mas!" Arga menempelkan keningnya dengan kening Nara. Lalu dia menarik kepala Nara dan mencium bibir gadis itu yang sekarang sudah menjadi istrinya.


Nara membalasnya, Arga membaringkan tubuh Nara di ranjang tanpa melepaskan ciumannya. Tangan Arga mulai menggelayar menelusuri tubuh Nara.


Tapi tiba-tiba mereka di kagetkan dengan suara musik yang terdengar kencang di kamar sebelah. Arga dan Nara melepaskan ciuman mereka dan kembali beranjak, mereka merapikan pakaian mereka.


"Dasar ya tuh anak nyebelin banget!" gerutu Arga kesal.


Nara terkekeh. "Sabar mas!"


"Ya udah sayang kita pulang sekarang aja. Di sini ada pengganggu!" ucap Arga sebal. Nara mengangguk.


Setelah pamit dengan Nana. Nara dan Arga bergegas pulang ke Apartemen. Sepanjang perjalanan Arga terus menggenggam tangan Nara dan sesekali mengecup tangan itu.


Sekitar dua puluh lima menit mereka sampai di Apartemen. Setelah memarkirkan mobil di basemen Apartemen, mereka bergegas keluar dan menuju lift. Arga terus menggenggam tangan Nara.


Nara bahagia, karena Arga selalu memperlakukan dirinya dengan baik dan lembut. Sesampainya di lantai sembilan, mereka bergegas masuk ke unit Arga.


Arga menyalakan lampu apartemen. Tak buang waktu dia langsung memeluk Nara dari belakang. Dia menciumi leher Nara dan menggigitnya, membuat gadis itu melenguh.


"Eungh.. mas.. kita mandi dulu ya!" ucap Nara menghentikan aktivitas suaminya.


"Entar aja sayang. Malam ini malam pengantin kita. Kita nikmati aja dulu!" ucap Arga membuat wajah Nara merona.


Arga langsung menggendong Nara ala bridal dan membawanya ke kamar mereka. Lalu Arga membaringkan tubuh Nara di ranjang. Arga mengecup dan menciumi wajah Nara. Nara hanya terdiam dan membiarkan suaminya melakukan aksinya.


Arga menghentikan kecupannya lalu menatap lekat wajah istrinya. Arga tersenyum dan bahagia karena bisa memiliki wanita pujaannya.


Langga mulai membuka kancing baju Nara. Nara menutup matanya, dia sangat malu. Arga tersenyum melihat istrinya malu-malu. Dia kembali memangut bibir Istrinya setelah melepaskan seluruh kancing baju Nara.


Tapi tiba-tiba ponselnya berdering, Arga tak menghiraukannya dan melanjutkan aktivitasnya, dia mulai menciumi leher dan dada Nara. Tapi bunyi ponsel itu benar-benar mengganggu.


"Mas angkat dulu telponnya!" seru Nara.


Arga menghela nafas berat, hasratnya sudah bangkit, tapi telpon itu benar-benar mengganggunya. Dia pun beranjak dan melihat siapa yang mengganggunya di malam pengantin dia.


Arga beranjak keluar dan menerima telpon itu saat melihat siapa yang menelpon.


Arga menerima telpon itu di balkon.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2